• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Mata Pelajaran Pendidikan Al-Qur’an

6. Materi Pendidikan Al-Qur’an di SD

Al-Qur’an Al-Karim dalam mengarahkan pendidikanya kepada manusia, memandang, menghadapi dan memperlakukan makhluk tersebut sejalan dengan

5.

39

unsur penciptanya, jasmani, akal, dan jiwa, atau dengan kata lain

”mengarahkannya menjadi manusia seutuhnya” karena itu materi-materi pendidikan yang disajikan oleh Al-Qur’an hampir selalu mengarah kepada jiwa, akal, dan raga manusia. (Qurais Shihab,2001:175)

Dalam penyajian materi pendidikannya, Al-Qur’an membuktikan kebenaran materi tersebut melalui pembuktian-pembuktian, baik dengan argumentasi-argumentasi yang dikemukakan maupun yang dapat dbuktikan sendiri oleh manusia melalui akalnya. (Qurais Shihab,2001:175)

Materi ajar adalah bahan ajar yang akan diberikan kepada pembelajar atau peserta didik, dimana materi ini berdasrkan kurikulum yang telah disusun sebelumya. (Adripen, Susi Herawati, 2007:54)

Materi pembelajaran merupakan inti pokok yang harus ada dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Kalau diibaratkan sebuah kendaraan, materi itulah mesinya. Begitu juga dalam proses pelaksanaan pembelajaran, materi mempunyai peranan utama dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu pendidikan.

Adapun jenis materi yang diberikan kepada peserta didik di taman pendidikan Al-Qur’an adalah:

a. Materi Membca

Membaca berasal dari kata dasar ”baca”, berdasarkan kamus ilmiah jiwadan pendidikan, membaca merupakan ucapan lafadz bahasa lisan menurut peraturan-peraturan tertentu. Kata baca dalam bahasa Indonesia mengandung arti: melihat, memperhatikan, serta memahami isi dari yang tertulis dengan melisankan atau hanya dalam hari. (Depdibud RI, 1989)

Dalam literatur pendidikan islam istilah membaca mengandung dua penekanan yaitu: tilawah dan qira’ah, istilah tilawah mengandung makna mengikuti (membaca) apa adanya baik secara fisik maupun mengikuti jejak dan kebijaksanaan, atau membaca apa adanya sesuai dengan aturan bacaan yang benar dan baik. Sedangkan qiraati mengandung makna menyampaikan,

menelaah, membaca, meneliti,mengkaji, mendalami, mengetahui ciri-ciri atau mengungkapkan terhadap bacaan-bacaan yang tidak harus berupa teks tertulis, makna baca tidak sekedar tilawah tetapi juga qira’ah. M. Hasbi Ash Shidiqi mendefenisikan dalam bukunya bahwa Al-Qur’an menurut bahasa adalah bacaan atau yang dibaca. Al-Quran adalah ”mashdar” yang diartikan dengan arti isim maf’ul yaitu: maqru: yang dibaca.(Hasbi Ash Shiddiqi,1992:1)

Sebelum siswa dapat membaca (mengucapkan huruf,bunyi, atau lambang bahasa) dalam Al-Qur’an, terlebih dahulu santri harus mengenal huruf hijaiyah. Kemampuan mengenal dapat dilakukan dengan cara melihat dan memperhatikan guru menulis. Sedangkan latihan membaca dapat dilakukan dengan membaca kalimat yang disertai gambar atau tulisan.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca adalah pembelajaran membaca yang tidak ditekankan pada upaya memahami, tetapi ada pada tahap melafalkan lambang-lambang.

b. Materi Menulis

Menurut Rudy S. Iskandar menulis adalah kegiatan menuangkan simbol huruf, sedangkan huruf adalah bentuk-bentuk yang merupakan lambang bunyi seperti ”a” dari alat bunyi yang berada dalam rongga mulut dan mulut dibuka lebar, sedangkan huruf ”b” adalah lambang bunyi jika bibir atas dan bawah diketupkan. Jadi menulis adalah menuangkan simbol lambang dan bunyi. Menurut sabri kata tuli merupakan kata kerja yang memiliki arti melambangkan apa yang dilihat atau didengar baik berupa huruf maupun angka (Rudy S, Iskandar, 2002:27)

Adapun materi yang diajarkan pada mata pelajaran pendidikan Al-qur’an yaitu:

a. Huruf hijayyah

Huruf Hijaiyah atau huruf arab merupakan huruf yang sudah ada sejak dahulu yang digunakan oleh orang-orang muslim di seluruh penjuru dunia

41

untuk membaca Al-Quran. Jumlah Huruf Hijaiyah yang umumnya diketahui berjumlah 28 huruf, yaitu : يهىنولكفغعظطضصشسزررذخحجثتبا. Huruf-huruf Hijaiyah yang berjumlah 28 itu terbagi menjadi dua, yaitu huruf “Qamariyah” dan huruf “Syamsiyah”. Huruf Qamariyah atau huruf bulan adalah huruf yang dibaca secara jelas namun tetap mempertegas pembacaan dari huruf lam. Huruf Qamariyah ada 14 huruf, yaitu :كهىهابجحخعغفقsedangkan untuk huruf Syamsiyah atau huruf matahari adalah huruf yang menghilangkan pembacaan dari huruf lam. Huruf Syamsiyah ada 14 huruf, yaitu :تثدررزسشصضطظل. E-Journal (Putri Purwandari. E, 2017: 24)

b. Hukum Nun mati dan Tanwin

Nun bersukun adalah huruf Nun yang bertanda sukun

( ْ ى )

bersukun dikenal dengan sebutan Nun mati sedangkan menurut istilah adalah:

اًفْػقَكَك اَظَخ ُهُقِرَفُػتَك ًلاْصَكَك اًظْفَل ِمْس ِءلاا َرٍحَا ُقَحْلَػت َةًناِكاَس ْف وْن

Nun bersukun yang bertemu dengan akhir isim yang tampak dalam bentuk suara dan ketika washal, dalam tiak penulisan dan pada saat wakaf. Sedangkan Tanwin menuru bahasa adalah at-tashwit

(تي وصتا )

artinya suara seperti kicauan burung sesedangkan menurut istilah adalah :

اًفْػقَكَلا َك اَطَخ َلا ًلاْصَكَك اًظْفَل ُتَبْثَػت ُهَن ِءاَف ُنْيِو تا

Sedangkan Tanwin tetap nyata terdengar dalam pengucapan dan ketika washal, tidak dalam penlisan maupun wakaf. Ahmad Annuri (2006:83)

Menurut (Mahfan 2005:10-17). Hukum bacaan Nun Mati terbagi 4 yaitu sebagai berikut:

1) Izhar

Menurut bahasa berarti memperjelas atau menerangkan.Sedangkan menurut istilah Izhar adalah melafalkan huruf Izhar tanpa disertai dengung. Dalam ilmu tajwid Izhar terbagi 2 Izhar mutlak dan Izhar halqi yaitu sebagai berikut:

2) Izhar mutlak

Disebut Izhar mutlak karena huruf-huruf Izhar yang bertemu dengan Nun mati atau Tanwin bukan berasal dari kerongkongan. Izhar mutlak terjadi apabila Nun mati bertemu dengan ( و ) dan ( ي ) dalam satu kata Izhar semacam ini dalam Al-Qur,an hanya terdapat dalam empat tempat yaitu:

a)

اَيْػن ُّد ا

b)

ُف اَيْػنُػب

c)

ُف اَوْػنِص

d)

فا َوْػنِق

3) Izhar Halqi

Izhar halqi adalah artinya tenggorokan yaitu apabila Nun mati atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf Izhar dibaca terang, jelas, tegas, dan berbunyi “N” dengan tidak memakai gunnah (dengung ) disebut Izhar halqi karena huruf-hurufnya adalah huruf yang keluar dari tenggorokan. Huruf Izhar halqi terbagi enam yaitu:

غ خ ح ع ق ا

4) Idgham

Idgam menurut bahasa berarti memasukan sesuatu kedalam sesuatu sedangkan menurut istilah idgam adalah memasukan huruf yang sukun

43

kedalam huruf yang berharkat, sehingga menjadi suatu huruf yang bertasydid. Atau idgam adalah bunyi Nun mati atau Tanwin dilebur dan dimasukan kedalam salah satu huruf idgam huruf idgam ada enam yaitu:

ف ك ؿ ـ ر ي

idagam terbagi dua yaitu Idagam bigunnah dan bilagunnah yaitu sebagai berikut:

(1) Idgham bilagunnah

Nun mati pada satu kata dan salah satu huruf Izhar pada kata yang lain terpisah. Contohnya:

(a)

ٍؿ َدْرَخ ْنِم

(b)

ْمُك ِْيْغ ْنِم

(c)

ْمُهُػبَسِح ْفِا

(d)

ْمِهِلَمَع ْنِم

(e)

َوُه ْف ا

(f)

هي ِحَا ْنِم

(2) Idgham Bigunnah

Idgham bilagunnah yaitu idgam yang memakai dengung (di hidung) syarat idgam bigunnah adalah apabila Nun mati atau Tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya dalam dua kata terpisah. Huruf Idgam ada 4 yaitu:

وْمْىْي

contohnya:

1)

ْلَمْعَػي ْنَمَف

2)

ْْيِعَم ْنِم

3)

َد ِج ُك ْنَم

5) Iqlab

Iqlab menurut bahasa artiya merubah sesuatu dari bentuknya.

Sedangkan menurut istilah Iqlab adalah perubahan bunyi Nun Mati menjadi mim yang tersembunyi disertai dengung, hal ini terjadi apabila ada Nun Mati atau Tanwin bertemu dengan huruf Ba contohnya:

(a)

ِْيَػب ْنِم

(b)

َْتَبْػنَأف

(c)

ْمِهِم اَم ِءاِب ٍس َانأ

(d)

مَنَهٍي ٍذَم ْوَػي

6) Ikhfa

Ikhfa menurut bahasa artinya menyembunyikan. Sedangkan menurut istilah adalah melafalkan huruf dengan menyembunyikan atau menyamarkan bunyi Nun Mati atau Tanwin dibaca dengung dengan huruf yang ada didepannya yaitu:

ض ت ؼ ز ط د س ؽ ش ج ؾ ث ذ ص

ظ

contohnya:

(a)

ٍـ اَقِتْنا ك ٌذٍزَع

(b)

ِض ْر َلآ َا ِْفِ ٌء ْيَش

(c)

ِهِلْيِبَس ْنَع

(d)

ْمِِتِ َلاص ْنَع

c. Hukum Mim Mati

Menurut Ahmad Annuri (2010:95-96). Apabila terdapat Mim Sakinah (mim mati) maka hukum bacaannya ada tiga yaitu:

1. Ikhfa syafawi

45

Pertama Apabila huruf ba berada setelah mim yang bersukun.dan kedua terjadi antara dua kata. dan ketiga adalah terjadinya proses gunnah. Untuk mengetahui bahwa huruf Ikhfa syafawi hanya ada satu yaitu pada huruf ba )ب (contohnya:

ْمُه اَمَو ْؤُم ِب

َنْيِنِم

2. Idgham mimi

Memasukkan mim pertama ke mim kedua sehingga kedua mim tersebut menjadi satu mim yang bertsyidid, dengan tasydid yang agak lemah mewujudkan gunnah contohnya:

ِللاا ن وُد ْنِم مُكَل اَمَو ٌة دص ْؤُم مِهْيَلَع

3. Izhar syafawi

Apabila mim bersukun bertemu dengan huruf hijayyah selain Ba dan mim maka dinamakan izhar syafawi contohnya:

ْاَه يِفْ نُه –

اْ ىُنْاَكْ نُه نَا ْ

d. Mad Wajib muttasil dan Jais Munfashil

1) Mad wajib muttasil yaitu setiap mad asli (tabi’i) yang didepannya betemu dengan hamzah yang masih dalam satu kalimat Panjang bacaan dua setengah alif atau lima harkat.

2) Mad jais munfasil yaitu mad asli yang didepanya bertemu dengan hamzah namun berada pada kalimat lain. Panjang bacaanya ada dua macam yaitu boleh dibaca seperti mad wajib muttasil yaitu lima harkat dan dibaca seperti mad asli yaitu dua harkat. (Ismail Tekan, 2006:103-104)

46 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif, yaitu suatu penelitian yang mengungkapkan serta menggambarkan kejadian yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya di lokasi penelitian ini dilakukan. Lexy J. Moleong mengatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian (Lexy J. Moleong, 2006:6).

Sedangkan metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti(Lexy J.

Moleong, 2006: 11). Jadi dalam penelitian ini adalah penulis mencoba untuk menggambarkan pelaksanaa metode demontrasi pada pembelajajaran Alquran siswa di SD IT Masjid Raya Lantai Batu