BAB II KAJIAN PUSTAKA
B. Mata Pelajaran Pendidikan Al-Qur’an
1. Pengertian Mata Pelajaran Pendidikan Al-qur’an
Mata pelajaran Al-qur’an adalah pembelajaran Al-qur’an yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan kepada peserta didik dalam bentuk pemberian pengetahuan yang berstruktur, terencana,dan terukur dan membaca, menulis, serta mampu mengamalkan Al-qur’an menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-sehari
Pendidikan Al-qur’an yang diajarkan kepada peserta didik adalah membaca, menulis, menghafal Ayat-ayat pendek serta menncontohkan nilai-nilai dalam Al-qur’an sekaligus melatih dan membiasakan membaca, menulis dan mengenal isi Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sasaran pendidikan
25
Al-qur’an ini adalah peerta didik yang beragama Islam pada semua jalur dan jenjang pendidikan. (Dinas Pendidikan Propinsi Sumatra Barat, 2008:7)
Dalam peraturan daerah propinsi Sumatra barat No 3 tahun 2007, Pasal 6 ayat I menegaskan bahwa : pendidikan Al-qur’an adalah muatan lokal dan bagian dari struktur kurikulum pada semua jenjang pendidikan formal dinas pendidikan propinsi, kabupaten kota terdapat dalam pasal 5 ayat 3 disebutkan bahwa: penyelanggara pendidikan Al-qur’an merupakan bagian dari kurikulum pendidikan nasional.
Menurut pendapat di atas bahwa pendidikan Al-qur’an telah diwajib mempelajarinya dan sudah dijadikan sutu mata Pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik yang bertujuan untuk melahirkan peserta didik yang berpotensi dalam membaca AL-qur’an. Karna dalam agama Islam seseoran ditutut bisa membaca dan mengmalkan Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari maka dari itu telah diatur atau direncanakan oleh dinas pendidikan atau PERDA Sumbar dalam pelaksanaan Pembelajran Al-qur’an baik formal, karena Alqur’an ini adalah sebagai pedoman dalam kehidupan manusia.
Al-Qur’an adalah merupakan salah satu kitab suci agama samawi yang menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam dalam perihal kehidupan di dunia dan akhirat. Untuk memahami Al-Qur’an terlebih dahulu dikemukakan beberapa definisi pengertian Al-Qur’an. Secara etimologi lafaz Al-Qur’an sama kedudukannya dengan lafaz Qira’at.Kedua lafaz ini merupakan musdhar Qira’a – yaqra’u yang berarti membaca. Al-Qur’an secara terminologi adalah kalam Allah SWT yang tiada tandingannya (mukjizat), diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Penutup para Nabi dan Rasul dengan perantara Malaikat Jibril yang dimulai dengan surat Al-fatihah dan akhiri surat Annas dan ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir.
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.yang merupakan mukjizat melalui perantara malaikat Jibril untuk disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup sehingga umat
manusia mendapat petunjuk untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
(Rois Mahfud, 2011: 107)
Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam dari masa ke masa pertama kali diturunkan sampai sekarang terjaga keaslian dan kemurniaannya walaupun dalam sejarah banyak golongan yang ingin menghancurkannya (Ahmad Rony, 2009: 2). Hal demikian disebabkan oleh janji Allah dalam Qur’an surat Al Hijr ayat 9 yang berbunyi:
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS.Al Hijr: 2)
Al-Quran merupakan firman Allah yang mengandung petunjuk dan memberi bimbingan kepada umat manusia didalam menempuh perjalanan hidup, agar selamat di dunia dan akhirat dan dimasukan kedalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah SWT. Maka dari itu tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Quran.
Wahyu pertama yang disampaikan nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca dan melalui membaca Allah mengajarkan manusia akan sesuatu atau pengetahuan yang tidak diketahuinya. Secara tersirat dalam perintah membaca tersebut mengandung arti bahwa dengan membaca manusia akan memperoleh ilmu pengetahuan. Didalam proses membaca ada dua aspek yang saling berhubungan dan merupakan sesuatu yang mesti ada yaitu pembaca dan objek yang dibaca. Objek bacaan inilah yang kemudian akan menjadikan sipembaca memperoleh pengetahuan baru dari yang dibaca itu.
Objek bacaan bisa beragam bentuknya, bisa membaca tulisan atau membaca tanda-tanda alam. Dalam kaitan ini objek bacaan adalah tulisan.
Dalam hal membaca tulisan, seseorang harus mengenal terlebih dahulu lambang-lambang yang akan dibacanya yaitu dalam bentuk huruf-huruf. Huruf
27
sebagai suatu lambang bunyi dalam suatu bahasa memiliki sistem karena ia dalam strukturnya menuruti kaidah-kaidah dan hierarki tertentu. Sedangkan apabila ketentuan diatas dikaitkan dengan bacaan bahasa arab atau bacaan Al-Quran, seseorang dituntut untuk mampu melafalkan huruf-huruf dengan makhraj huruf yang sesuai dengan kaidah-kaidah. Hal itu sebagai dasar untuk bisa melafalkan secara fasih (benar dan tepat) mufradat, kalimat-kalimat terstruktur, jumlah dan kalam. Khusus dalam membaca Al-Quran kemampuan tersebut diatas harus dibarengi dengan kemampuan mengetahui ilmu tajwid dan mengaplikasikannya dalam membaca Al-Quran. (Maidir Harun Munawiroh, 2007:7-9)
Menurut Anwar Yusuf (2003 : 63-64). Al-Qur’an adalah kitab suci (kalam Ilahi) yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW Dan Al-Qur’an berfungsi sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan hidup dan kehidupannya. Secara etimologis kata benda Al-Qur’an berasal dari kata kerja Qara,at yang mengandung artinya: (a) mengumpulkan atau menghimpun, (b) membaca atau mengkaji. Jadi kata Al-Qur’an berarti kumpulan atau himpunan atau bacaan. Arti ini dapat dilihat dalam Qur”an Surat Al-Qiyyamah : [75] ayat 17 dan 18 sebagai berikut:
Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu (QS. Al-Qiyamah:17)
Menurut M. Daud Ali (2008 :93). Al-quran adalah sumber Agama juga Ajaran Islam dan pertama dan utama, menurut keyakinan umat yang di akui kebenarannya oleh peneliti Ilmiyah, dan Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat firman-firman (wahyu) Allah, sama benar yang disampaikan oleh
Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmd sebagai Rasul Allah dan Al-Qur’an sedikit demi sedikit diturunkan selama 22 Tahun 2 Bulan 22 Hari, mula-mula di Mekah kemudian di Madinah. Allah mewajibkan setiap hambanya untuk mempelajari ayat-ayat Alqur’an dan mengaplikasikan hukum-hukum dan ajaran yang terdapat di dalamnya secara menyeluruh, dan Allah SWT berfirman dalam QS Shad ayat 29 sebagai berikut:
Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.(QS Shad :29)
Al-Qur’an selalu terjaga dari perubahan dan penyimpangan. Ia akan terpelihara dari segala perbedaan suatu pertentangan sepanjang siang dan malam. Banyak cendikiawan yang dipilih Allah SWT, dengan taufik-Nya untuk selalu memperhatikan dan mengkaji ilmu-ilmunya. Berdasarkan uraian di atas, maka adab membaca Al-Qur’an secara umum adalah sebagai berikut :
a. Disunahkan membaca Al-Qur’an berwudhu, dalam keadaan bersih, sebab yang dibaca adalah wahyu Allah. Kemudian mengambil Al-Qur’an hendaknya dengan tanagn kanan, sebaiknya memegangnya dengan kedua belah tangan.
b. Disunahkan membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih seperti, di rumah, di suarau, di mushalla dan di tempat-tempat lain yang dianggap bersih, tapi yang paling utama ialah di masjid.
c. Disunahkan membaca Al-Qur’an mengahadap ke qiblqt, membacanya dengan khusyu’ dan tenang, sebaiknya dengan berpakaian yang pantas.
29
d. Ketika membaca Al-Qur’an mulut hendaknya bersih, tidak berisi makanan, sebaiknya sebelum membaca Al-Quran mulut dan gigi dibersihkan terlebih dahulu.
e. Sebelum membaca Al-Quran disunatkan membaca ta’awwudz. Maksudnya diminta lebih dahulu perlindungan Allah, supaya terjauh dari pengaruh tipu daya syaitan, sehingga hati dan fikiran tetap tenang diwaktu membaca Al-Quran, terjauh dari gangguan atau godaan.
f. Disunahkan membaca Al-Qur’an dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang pelan-pelan dan tenang.
g. Bagi yang sudah mengerti makna dan maksud ayat-ayat Al-Qur’an, disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat-ayat yang dibacanya itu dan maksudnya. Cara pembacaan seperti inilah yang di kehendaki yaitu lidahnya bergerak membaca, hatinya turut memperhatikan dan memikirkan arti dan maksud yang terkandung dalam ayat-ayat yang dibacanya, yaitu membaca Al-Quran serta mendalami isi yang terkandung didalamnya.
h. Disunahkan membaca Al-Qur’an dengan suara yang bagus lagi merdu, sebab suara yang bagus dan merdu itu menambah keindahan uslubnya Al-Qur’an.
i. Ketika membaca Al-Qur’an janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain. Hendaknya pembacaan diteruskan sampai kebatas yang telah ditentukan, barulah disudahi. Juga dilarang tertawa-tawa, bermain-main dan lain-lain yang semacam itu, ketika sedang membaca Al-Qur’an. Sebab pekerjaan yang seperti itu tidak baik dilakukan sewaktu membaca Kitab Suci dan berarti tidak menghormati kesucianya.
(Departemen Agama RI, 2000: 12-16)
Bagi umat Islam membaca Al-Qur’an merupakan satu perbuatan yang mulia, bahkan melalui sabda Rasulullah SAW dinyatakan bagwa dengan membaca Al-Qur’an maka akan mendapatkan pahala yang berlipat. Bukan dinilai dari banyaknya ayat atau kata yang dibaca, tetapi akan mendapatkan
pahala setiap hurufnya, apalagi jika dibaca dalam waktu-waktu utama, misalnya dalam bulan suci Ramadhan. (Yunus Hanis Syam, 2008:38)
Adapun isi kandungan yang terdapat dalam Al-qur’an adalah:
Menurut Abdul majid. (2011:18-19) Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selam 22 Tahun 2 Bulan dan 22 Hari atau dibulatkan menjadi 23 Tahun. 13 Tahun ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Mekah sebelum hijrah dan 10 tahun ketika beliau tinggal di Madinah setelah hijrah, Al-Qur’an diturunkan sedikit demi sedikit kepada Nabi. Terkadang satu surat atau beberapa surat yang pendek saja atau terkadang beberapa saja sesuai dengan kehendak Allah atau sesuai dengan kasus atau problem yang dihadapi oleh beliau di tengah-tengah masyarakat.
Al-Quran mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad pada malam laylatul Qadar 17 Ramadhan pada usia 40 Tahun bertepatan Tanggal 6 Agustus 610 M sebagaimana keterangan dalam beberapa firman Allah antara lain
Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda
31
(antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al-BAqarah:185)
Menurut Mukni’ah (2011 : 207-208). Al-Qur’an adalah kitab suci Agama Islam untuk seluruh umat muslim diseluruh dunia dari awal diturunkan hingga waktu penghabisan spesies manusia di dunia. Di dalam Al-Qur’an terkandung nilai-nilai secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa hal pokok yaitu sebagai berikut:
a. Akidah
Akidah adalah Ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Al-Qur’an mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan kayakinan teradap Allah yang satu tidak pernah tidur dan tidak diperanakan.
b. Ibadah
Ibadah adalah taat, dan tunduk dari segi bahasa, para fuqaha mengartikan Ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan untuk mendapatkan Ridha Allah SWT.
c. Akhlak
Akhlak adalah prilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji maupun yang tercelah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi larangannya.
d. Hukum-hukum
Hukum yang ada dalam Al-Qur’an memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman kepada sesama manusia yang terbukti bersalah.
e. Sejarah atau kisah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terlebih dahulu, baik mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT.
f. Dorongan untuk berfikir
Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang mengulas bahasan yang memerlukan pemikiran manusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenaran terutama mengenai alam semesta.
Selain hal diatas ada juga keutamaan membaca Al-Qur’an diantaranya:
a. Keutamaan di dunia
Keutamaan-keutamaan yang diapat didunia bagi yang mau mempelajari Al-Quran, yaitu:
1) Dicintai oleh Allah SWT.
2) Menjadi manusia yang terbaik
Orang yang membaca Al-Qur’an adalah manusia yang terbaik dan manusia yang paling utama. Tidak ada manusia diatas bumi ini yang lebih baik dari pada orang yang mau belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.
3) Mendapatkan Kenikmatan Tersendiri
Membaca Al-Qur’an adalah kenikmatan yang luar biasa.
Seseorang yang sudah merasakan kenikmatan membacanya, tidak akan bosan sepanjang malam dan siang. Bagaikan nikmat harta kekayaan ditangan orang sholeh adalah merupakan kenikmatan yang besar.
4) Derjat yang Tinggi
Seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya adalah mukmin sejati yang harum lahir batin, harum
33
aromanya dan enak rasanya bagaikan buah jeruk dan sesamanya.
Maksudnya, orang tersebut mendapat derajat yang tinggi, baik disisi Allah maupun disisi manusia.
5) Bersama Malaikat
Orang membaca Al-Qur’an dangan fashih dan mengamalkanya, akan bersama dengan para malaikat yang mulia derjatnya. Artinya derajat orang tersebut sangat dekat kepada Allah seperti malaikat. Jika seorang itu dekat dengan Tuhan, tentu segala doa dan hajatnya dikabulkan oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang membacanya susah dan berat mendapatkan dua pahala, yaitu pahala membaca dan pahala kesulitan membacanya.
6) Kebaikan Membaca Al-Qur’an
Seseorang yang membaca Al-Qur’an mendapat pahala yang berlipat ganda, satu huruf diberi pahala sepuluh kebaikan.
7) Keberkahan Al-Qur’an
Orang yang membaca Al-Qur’an, baik dengan hafalan maupun melihat mushaf akan membawa kebaikan atau keberkahan dalam hidupnya bagaikan sebuah rumah yang dihuni oleh pemiliknya dan tersedia segala perabotan dan peralatan yang diperlukan. Sebaliknya, orang yang tidak terdapat Al-Qur’an dalam hatinya bagaikan rumah yang kosong tidak berpenghuni dan tanpa perabotan. Maka rumah akan menjadi kosong, kotor, dan berdebu, bahkan dihuni setan atau makluk halus yang akan menyesatkan manusia. (Abdul Majid Khon, 2011: 55-59)
Demikianlah hati orang yang tidak membaca Al-Qur’an, akan terjadi kekosongan jiwa tidak ada dzikir kepada Allah dan kotor berdebu hatinya, akan membuat orang sesat dari jalan yang lurus.
b. Keutamaan di akhirat
Tidak hanya sebatas di dunia saja, mereka yang mau bersungguh-sungguh dalam mempelajari Al-Alqur’an karena Allah juga akan mendapatkan keutamaan di akhirat, dimana keutamaan itu diantaranya:
1) Al-Qu’ran akan menjadi syafaat untuk pembacanya 2) Mendapatkan surga
3) Mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. (Arif Hidayat,2011:6-9).