• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Mata pelajaran Al-qur’an adalah pembelajaran Al-qur’an yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan kepada peserta didik dalam bentuk pemberian pengetahuan yang berstruktur, terencana,dan terukur dan membaca, menulis, serta mampu mengamalkan Al-qur’an menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-sehari

Pendidikan Al-qur’an yang diajarkan kepada peserta didik adalah membaca, menulis, menghafal Ayat-ayat pendek serta mencontohkan nilai-nilai dalam Al-qur’an sekaligus melatih dan membiasakan membaca, menulis dan mengenal isi Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sasaran pendidikan

Al-qur’an ini adalah peerta didik yang beragama Islam pada semua jalur dan jenjang pendidikan. (Dinas Pendidikan Propinsi Sumatra Barat, 2008:7)

Dalam peraturan daerah propinsi Sumatra barat No 3 tahun 2007, Pasal 6 ayat I menegaskan bahwa : pendidikan Al-qur’an adalah muatan lokal dan bagian dari struktur kurikulum pada semua jenjang pendidikan formal dinas pendidikan propinsi, kabupaten kota terdapat dalam pasal 5 ayat 3 disebutkan bahwa: penyelanggara pendidikan Al-qur’an merupakan bagian dari kurikulum pendidikan nasional.

Menurut pendapat di atas bahwa pendidikan Al-qur’an telah diwajib mempelajarinya dan sudah dijadikan sutu mata Pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik yang bertujuan untuk melahir peserta didik yang berpotensi dalam membaca AL-qur’an. Karna dalam agama Islam seseoran ditutut bisa membaca dan mengmalkan Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari maka dari itu telah diatur atau direncanakan oleh dinas pendidikan atau PERDA Sumbar dalam pelaksanaan Pembelajran Al-qur’an baik formal, karena Alqur’an ini adalah sebagai pedoman dalam kehidupan manusia.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan Al-qur’an guru menusun suatu langkah- langkah seperti:

1. Perencanaan Pada Mata Pelajaran Al-qur’an

Setiap pelaksanaan pembelajaran seorang guru hendaklah membuat perencanan pada pembelajaran pada mata pelajaran Al-qur’an dan perencanaan tersebut harus dirancang dengan matang supaya tujuan pembelajaran tercapai dengan mudah sehingga melahirkan siswa yang berpotensi dan berakhlaq baik. Dalam perencanaan tersebut ada langkah-langkah yang dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran Al-qur’an.

Perencanaan pada mata pelajaran Al-qur’anseorang guru telah menyusun perencanaan yaitu merumuskan tujuan pembelajaran dan mermbuat RPPyang bertujuan menjadikan acuan atau pedoman pada pembelajaran Al-qur’an supaya pembelajaran tersebut efektif dan

meningkatkan potensi siswa pada pembelajaran Al-qur’an. pelaksanaan pembelajaran Al-qur’an seorang guru juga telah merancang materi yang akan diajarkan kepada siswa dan sesuai tingkatan supaya pembelajaran tersebut efektif dan mudah dipahami oleh siswa, kemudian seorang guru juga menetapkan suatu metode dalam pembelajaran untuk memudahkan seorang guru dalam pelaksanaan pembelajaran Al-qur’an supaya tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, metode yang digunakan guru adalah metode demonstrasi yaitu bagaimana siswa tersebut memperagakan suatu bacaan pada pembelajaran Al-qur’an.

dalam perencanaan pada pembelajaran Al-qur’an seorang guru tersebut harus membuat perencanaan yang lebih matang dan merumuskan tujuan karena tujuan merupakan perioritas utama yang harus dicapai dalam pembelajaran Al-qur’an. Adapun tujuan utama yang ingin kami capai dalam proses pembelajaran Al-qur’an yaitu menuntun siswa mampu membaca Al-qur’an baik dan benar.

Pelaksanaan metode demonstrasi dalam pembelajaran tentu harus merumuskan perencanaan supaya dalam pelaksanaan tersebut mencapai sasaran. Hal-hal yang dilakukan sebagai berikut:

a) Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demonstrasi berakhir.

1) Mempertimbangkan apakah metode itu wajar dipergunakan dan merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan

2) Apakah alat-alat diperlukan untuk metode demonstrasi itu bisa diperoleh dengan mudah dan apakah alat itu sudah dicoba terlebih dahulu agar waktu melakukan demonstrasi tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan

3) apakah jumlah siswa memungkinkan untuk mengadakan demonstrasi dengan baik.

b) Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan dan sebaiknya dalam melakukan demonstrasi hendak melakukan percobaan terlebih dahulu agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak akan terjadi saat demonstrasi yang sedang berlangsung.

c) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. Apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa menanyakan beberapa hal dan komentar selama dan sesudah demonstrasi

d) Selama demonstrasi berlangsung seorang guru hendak intropeksi diri apakah:

1) Keterangan-keterangan dapat didengarkan oleh siswa dengan jelas 2) Semua media ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap

siswa dapat melihat dengan jelas

3) Siswa disarankan untuk membuat catatan dianggap perlu.

Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik namun sebaiknya terlebih dahulu mengadakan diskusi dan siswa mencoba melakukan demonstrasi kembali agar mereka memperoleh kecakapan-kecakapan yang lebih baik. (Arif Armai, 2002:192-194)

Menurut pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa dalam pembelajaran pendidikan al-qur’an harus menyusun perencanaan yang lebih matang, dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut guru hendaklah membuat RPP, merumuskan tujuan, merancang materi dan menetapkan suatu metode dalam pembelajaran, perencanaan ini bertujuan untuk membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran. namun hal tersebut tidak terlepas dari usaha yang maksimal dari seorang guru, apabila guru telah melaksnakan dengan baik maka pembelajaran akan tercapai dengan baik.

2. Pelaksanaan pada mata pelajaran Al-qur’an

Proses pelaksanaan pembelajaran Al-qur’an seorang gurumenyampaikan materi dengan menggunakan metode demonstrasi dan dibantu dengan metode ceramah yang bertujuan pembelajaran berjalan

dengan kondusif setelah itu menyuruh siswa membaca suatu materi yang disampiakan secara mempraktekkan suatu hukum bacaan yang sesuai dengan hukum Ilmu Tajwid setelah itu siswa menuliskan di papan tulis hukum bacan tersebut sehingga siswa lebih muda paham dan mengerti.

Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode metode demonstrasi ini sangat membantu guru dalam pembelajaran Al-qur’an

Metode demonstrasi pada pembelajaran Al-qur’an bisa dikatakan efektif dalam pembelajaran Al-qur’an karena dengan metode ini siswa terlibat langsung dan siswa dituntut untuk aktif dalam belajar dan dengan metode demonstrasi ini kami lebih mudahkan seorang guru untuk meningkatkan anak yang kurang aktif atau fasif dalam pembelajaran.

Proses pembelajaran berlangsung guru menggunakan beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran, pelaksanaan pada pembelajaran Al-qur’an ini ada beberapa yang dilakukan oleh guru yaitu guru seperti menyiapkan siswa terlebih dahulu secara fisik atau non fisik baik dari segi alat peralatan dalam belajar dan mental siswa dalam mengikuti belajar secara demonstrasi. kemudian guru memberikan motivasi sehinggga pusat perhatian siswa terfokus dalam pembelajaran dan tidak menjadi beban mental terhadap pembelajaran tersebut.

Kemudian dalam proses pembelajaran Al-qur’an yaitu dengan menggunakan metode demonstrasi dengan cara praktek membaca dan menuliskan suatu hukum bacaan yang telah disampaikan dipapan tulis yang bertujuan .untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menunjuk siswa untuk membaca dan menuliskan materi yang disampaikan kedepan. Dalam pembelajaran dapat penulis simpulkan bahwa proses pembelajaran Al-qur’an guru menggunakan metode demonstrasi dan metode tersebut juga sangat efektif dalam pembelajaran, karena pembelajaran tersebut tidak terlepas dari

praktek atau memperagakan suatu bacaan, maka dari itu metode demonstrasi sangat cocok dalam pembelajaran dan membantu guru dalam menyampaikan materi yang akan disampaikan dan pusat perhatian siswapun terpusat sehingga merangsang siswa untuk mengikuti pembelajaran.

Pelaksanaan mata pelajaran Al-qur’an ini tentu ada yang harus dicapai dalam pembelajaran namun semua itu tidak terlepas dari usaha yang maksimal. Tujuan yang akan dicapai pada pembelajaran Al-qur’an adalah siswa harus mampu mambaca Al-qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada dalam Ilmu Tajwid, harus bisa membaca Al-qur’an secara tepat dan fasih, membiasakan siswa membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sehingga melahirkan siswa yang berpotensi

Metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukan sesuatu. Hal yang dipertunjukan dapat berupa suatu rangkaian percobaan, suatu model, suatu keterampilan tertentu. (Abdur Rahman Shaleh 2005: 189)

Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang mengunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik, memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru itu sendiri atau langsung oleh anak didik. (Zakiah Darajat 2014:296).

Metode demonstrasi adalah salah satu teknik mengajar yang dilakukan oleh seseorang guru atau orang lain yang dilakukan dengan sengaja diminta atau siswa sendiri ditunjuk untuk memperlihatkan kepada kelas atau suatu proses atau cara melakukan sesuatu (Basyrudin 2002:46-47)

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi yaitu suatu jalan atau cara dalam menyampaikan materi pembelajaraan dengan cara memperagakan atau mempertunjukan sesuatu kerja fisik agar diketahui dan dipahami oleh siswa, dalam menggunakan

metode demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan dari seorang guru, contohnya dalam pembelajaran hukum bacaan dalam mata pelajaran Al-qur’an yang sesuai dengan Ilmu Tajwid. Seorang guru harus mampu memperagakan bagaimana kerja mulut dalam melafalkan huruf dan hukum bacaan sesuai dengan Ilmu Tajwid.

Oleh karena itu metode demonstrasi sangat penting dalam pembelajaran Al-Qur’an karena sangat menunjang bagi peningkatan keterampilan membaca siswa dengan cara mendemonstrasikanya. Sehingga siswa dapat memahami materi yang di sampaikan oleh guru. Metode demonstrasi ertujuan meningkatkan keterampilan membaca hukum mad yang harus dikuasai siswa, oleh karena itu metode mengajar seorang guru sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang diinginkan.

Dalam melakukan demonstrasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seseorang guru dalam kegiatan pembelajaran, menurut (Arif Armai, 2002:194). Hal-hal yang mesti dilakukan sebegai berikut:

a. Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian siswa

b. Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran

c. Memperhatikan keadaan siswa apakah semua mengikuti demonstrasi dengan baik

d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarkan dalam bentuk mengajukan pertanyaan, membandingkan dengan yang lain, dan mencoba melakukan sendiri dengan bantuan guru

e. Menghindari ketegangan oleh karena itu guru hendak selalu menciptakan suasana harmonis.

Beberapa hal langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode demonstrasi sebagai berikut:

a. Guru sebelum memulai persiapkanlah kesiapan peralatan yang akan didemonstrasikan, pengaturan tempat, keterangan tentang garis besar langkah dan pokok-pokok yang akan di demontsrsikan, dan lain-lain yang diperlukan.

b. Siapkan siswa barangkali ada hal yang perlu mereka catat c. Mulailah demonstrasi dengan menarik perhatian siswa

d. Ingatlah pokok-pokok materi yang didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran

e. Pada waktu berjalan demonstrasi sekali-kali perhatikan keadaan siswa, apakah semua mengikuti dengan baik.

f. Untuk menghindari ketegangan, ciptakan suasana yang menarik.

g. Berikanlah kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarkan dalam bentuk mengajukan pertanyaan, membandingkan dengan yang lain atau dengan pengalaman yang lain, serta mencoba melakukan sendiri dengan bimbingan guruE-Journal (A. Gafur 2018:149).

Melalui metode demonstrasi memiliki beberapa kelebihan diantaranya h. Dapat marangsang siswa untuk belajar.

i. Dapat membantu siswa mengingat lebih lama materi-materi pembelajaran yng disampaikan, karena siswa siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat bahkan mempraktekan secara langsung.

j. Dapat memfokuskan pengertian siswa terhadap materi pelajaran dalam waktu yang relatif singkat.

k. Dapat memusatkan perhatian siswa.

l. Dapat menambah pengalaman anak didik.

m. Dapat mengurangi kesalah pahaman karena pelajaran menjadi jelas dan konkrit.

n. Dapat menjawab masalah-masalah yang timbul dalam pikiran setiap siswa karena ia ikut berperan secara langsung. (Arif Armai, 2002:190)

a. Evaluasi

Dalam pelaksanaan pembelajaran ini tentu evalauasi tersebut sangat penting karena evaluasi ini untuk mengukur kepahaman siswa dalam pembelajaran, namun dalam penyusunan evaluasi tersebut juga telah direncanakan oleh pihak sekolah dan guru yang mengajar.Dan evaluasi yang kami lakukan dalam pembelajaran seperti secara tes dan non tes.

evaluasi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dapat dilakukan secara tertulis yaitu memberikan latihan kepada siswa atau UH yang dilakukan satu kali seminggu yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang telah disampaikan kepada siswa, dan guru juga melakukan tes secara lisan dengan cara mengajukan pertanyaan dan kemudian siswa tersebut menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan menyampaikan materiyang di pahami pada pembelajaran pendidikan Al-qur’an..

Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evalation, dalam bahasa Arab al-taqdir, dalam bahasa indonesia berarti penilaian.

Sedangkan menurut istilah adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu, dilakukan lah pengukuran, dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian, dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes (Anas Sudijono, 2007:1-5).

Evaluasi adalah suatu kegiatan yang sengaja dan bertujuan, kegiatan evaluasi dilakukan dengan sadar oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai keberhasilan belajar siswa dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa yang dilakukan dalam kegiatan pengajaran, dengan kata lain evaluasi yang dilakukan guru bertujuan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran yang disampaikan apakah sudah dikuasai oleh siswa ataukah belum, selain itu kegiatan

pelajaran yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum. E-Journal (Mahira B. 2017:261).

Evaluasi ini sangat penting dalam pembelajaran dan harus ada perencanaan yang sangat matang karena evaluasi ini berfungsi untuk mengukur pemahaman siswa pada materi yang telah disampaikan selama pembelajaran berlangsung.Evaluasi yang dilakukan tersebut dengan cara tertulis seperti meberikan latihan dan UH kepada siswa yang dilakukan satu kali seminggu dan kemudian guru melakukan tes lisan atau menguji materi yang telah diajarkan secara membaca atau mempraktekkan tentang materi tersebut contoh tentang hukum bacaan yang terkandung dalam Ilmu Tajwid.

Berdasarkan pengertian diatas dapat penulis ambil suatu kesimpulan bahwa evaluasi adalah suatu penilaian yang digunakan oleh seorang pendidik dalam melakukan penilaian dan melakukan suatu pengukuran sejauh mana peserta didiknya menguasai pembelajaran yang telah diberikan kepada peserta didiknya.

a. Tujuan evaluasi

Dirman berpendapat tujuan utama dari evaluasi itu ada dua macam adalah sebagai berikut:

1) Diperolehnya sejumlah informasi atau data tentang nilai, arti dan mamfaat kegiatan pembelajaran.

2) Untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencangkup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan nilai penilaian hasil pembelajaran.(Dirman ,2014:82)

b. Fungsi Evaluasi

Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat pisahkan dari tujuan evaluasi itu sendiri. Didalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan diatas terlihat bahwa tujuan

evaluasi pendidikan ialah untuk untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kulikuler.

Adapun fungsi evaluasi secara rinci dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokan menjadi empat fungsi, yaitu:

1) Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu.

2) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran.

Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain.

3) Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya.

4) Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersngkutan (Ngalim Purwanto, 2008:5).

c. Bentuk-bentuk evaluasi pembelajaran qira’at

Bentuk-bentuk evaluasi dalam pembelajaran terbagi kepada evaluasi formatif, sumatif, diagnostic, dan evaluasi penempatan sebagai berikut:

1) Evaluasi formatif adalah suatu bentuk pelaksanaan tes yang dilakukan selama berlangsungnya program dan kegiatan pembelajaran. Tujuan tes formatif ini adalah untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan proses pembelajaran. Dengan demikian, tes ini dapat dipakai untuk menyempurnakannya.

2) Evaluasi sumatif adalah suatu bentuk pelaksanaan tes yang dilakukan pada waktu berakhirnya suatu program kegiatan pembelajaran. Tes ini disebut juga dengan tes akhir semester

atau evaluasi belajar tahap akhir. Tes ini bertujuan untuk mengukur jeberhasilan belajar peserta didik.

3) Evaluasi Diagnostik adalah digunakan untuk mengetahui sebab kegagalan peserta didik dalam belajar. Dalam proses evaluasi ini untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dari peserta didik artinya sejauhmana peserta didik memahami pelajaran yang diberikan guru dan untuk mengetahui bahan pelajaran yang mana yang belum dikuasai peserta didik, sehingga pendidik dapat memberikan bantuan secara langsung terhadap pelajaran yang belum dipahami peserta didik dan dalam tahap ini untuk membantu peserta didik dalam proses pembelajaran agar peserta didik tidak tertinggal lebih jauh .

4) Evaluasi penempatan, yaitu evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan untuk menempatkan peserta didik dalam suatu program pendidikan atau jurusan yang sesuai dengan kemampuan(baik potensi maupun aktual) dan minat peserta didik. Evaluasi pembelajaran ini sangat bermanfaat dalam proses menentukan jurusan sekolah (Dirman,2014:55).

Memurut pendapat di atas dapat dipahami bahwa dalam kegiatan belajar guru perlu melakukan evaluasi dalam pembelajaran untuk mengetahui materi yang disampaikan apakah sudah dipahami oleh peserta didik dengan baik. Begitupun pada saat pembelajaran guru melakukan evaluasi secara tes tertulis maupun secara lisan pada siswa.

Evaluasi yang dilakukan dengan tertulis yaituseorang guru memberikan latihan atau UH kemudian evaluasi yang dilakukan oleh guru dengan lisan seperti melakukan suatu tes bacaan kepada siswa, bertujuan mengetahui bacaan Al-Qur’an siswa apakah sudah sesuai dengan Ilmu Tajwid.

Evaluasi pada pembelajaran ini sangat penting dan seorang guru harus menyusun perencanaan yang lebih matang supaya tujuan pembelajaran yang akn dicapai terlaksana dengan baik.Dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus benar-benar teliti dalam melakukan evaluasi, karena bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadapa materi yang telah dipelajari.

Fungsi evaluasi dalam pendidikan tidak dapat dipisahkan dari tujuan dari evaluasi itu sendiri. Didalam batasan tentang evaluasi pendididkan yang telah dikemukakan di atas terlihat bahwa tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaiaan tujuan pembelajara Pendidikan Al-qur’an.

Adapun fungsi secara rinci dari evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui pemahaman dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelahmelakukan kegiatan belajar pendidikan Al-qur’an,dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengembangan dan kedisiplina dalam pembelajara.

79 BAB V PENUTUP A. Keimpulan

Setelah melakukan penelitian tentang pelaksanaan metode demonstrasi pada mata pelajaran Al-qur’an SD IT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar.Kec.Lima Kaum.Kab. Tanah Datar, maka dapat penelitian kemukakan sebagai berikut:

1. Dari penelitian penelitian yang dilakukan tentang pelaksanaan metode demonstrasi pada mata pelajaran Pendidikan Al-qur’an dapat disimpulkan bahwa guru telah membuat RPP, merancang materi, merumus tujuan dan menetap metode pada mata pelajaran Al-qur’an, dan guru juga merencanakan evaluasi yang bertujuan untuk mengukur penbelajaran yang telah dilaksanakan.

2. Dari hasil penelitian penulis lakukanbahwa pada saat pembelajaran berlangsung guru menggunakan beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran, pelaksanaan pada pembelajaran Al-qur’an ada beberapa Langkah- langkah yang dilakukan oleh guru yaitu guru menyiapkan siswa terlebih dahulu secara fisik atau non fisik baik dari segi alat peralatan dalam belajar dan mental siswa dalam mengikuti belajar secara demonstrasi atau mempraktekkan, kemudian guru memberikan motivasi sehinggga pusat perhatian siswa terfokus dalam pembelajaran dan tidak menjadi beban mental terhadap pembelajaran tersebut.

3. Dari hasil penelitian penulis lakukan tentang pelaksanaan metode demonstrasi pada mata pelajaran Al-qur’an dapat penulis simpulkan bahwa setiap pelaksanaan tersebut guru melakukan suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa dalam pembelajaran. Evaluasi yang dilakukan guru yaitu berupa secara tertulis seperti memberikan latihan, dan

UH pada siswa terhadap materi yang telah disampaikan kemudian juga dapat dilakukan guru seperti tes secara lisan.

B. Saran

Hasil penelitian yang telah penulis lakukan maka ada beberapa saran yang diharapkan pada pelaksanaan pada mata pelajaran Al-qur’an SD IT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar.

.

1. Kepada guru-guru yang mengajar di SD IT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar hendak selalu memperhatikan perencanaan pada pembelajaran Al-Qur’an ini supaya tujuan pembelajaran tercapai dengan baik.

2. Kepada guru-guru yang mengajar di SD IT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar hendaknya guru harus memperhatikan bacaan Al-Qur’an supaya siswa berpotensi dalam membaca Al-Qur’an

3. Kepada guru-guru yang mengajar di SD IT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar hendak selalu optimal dalam pembelajaran, apalagi pada pembelajaran Alqur’an supaya nantinya guru yang mengajar di SD IT

3. Kepada guru-guru yang mengajar di SD IT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar hendak selalu optimal dalam pembelajaran, apalagi pada pembelajaran Alqur’an supaya nantinya guru yang mengajar di SD IT