TOTAL SCORE IFE
VI. ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN
7.2 Tahap Pencocokan ( Matching Stage )
7.2.2 Matriks SWOT
Analisis matriks SWOT dilakukan setelah menganalisis yang didapatkan dari matriks IFE da EFE kemudian matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan. Matriks SWOT digunakan untuk menyusun strategi yang didapat pada matriks IE. Penggunaan matriks SWOT ini akan diketahui strategi yang harus digunakan secara lebih detail. Matriks SWOT terdiri dari pengembangan empat alternatif strategi kekuatan (Strength), kelemahan
80 (Weakness), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threat) pada perusahaan. Hasil analisis matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Matriks SWOT CV Wahyu Makmur Sejahtera
Internal
Eksternal
Kekuatan (Strengths)
1.Produk yang dihasilkan berkualitas
2. Lokasi tempat usaha yang strategis
3.Memproduksi dan menjual baglog serta bibit jamur tiram putih
4.Komunikasi terjalin baik antara pemilik dan karyawan
5.Memiliki badan hukum 6.Memiliki dan menjalin
hubungan yang baik dengan pemasok
Kelemahan (Weaknesses)
1.Kapasitas produksi belum optimal
2.Teknologi yang digunakan masih sederhana
3.Promosi yang dilakukan masih sederhana
4. Keterbatasan modal
5.Sistem administrasi dan pencatatan keuangan yang dilakukan masih sederhana 6. Rangkap jabatan
Peluang (Opportunities)
1.Pertumbuhan
perekonomian yang positif 2. Konsep back to nature dan
tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi terhadap kesehatan
3.Adanya peran pemerintah serta lembaga yang dapat mendukung usaha jamur tiram putih
4.Sistem teknologi dan informasi semakin berkembang
Strategi S-O
1.Menjaga kualitas produk (S1,S3,S4,S6,O1, O2,O3,O4) 2.Meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih (S1, S2, S4, S5, O1, O2, O3, O4) Strategi W-O 1.Meningkatkan kapasitas produksi (W1, O1,O2,O3) 2.Meningkatkan promosi jamur tiram putih
(W3,O2,O3,O4)
3.Memanfaatkan program pemerintah dan lembaga komoditi jamur untuk perolehan dana
(W2, W4, O3, O1)
Ancaman (Threats)
1.Kondisi cuaca dan iklim tidak menentu serta serangan hama dan penyakit 2.Kebijakan mengenai
perdagangan bebas 3.Persaingan usaha sejenis 4.Ancaman pendatang baru
Strategi S-T
1.Menjaga hubungan baik dengan pemasok bahan baku, pelanggan serta seluruh karyawan (S1,S2,S3,S4,S6, T1, T2, T3, T4) Strategi W-T 1.Memperbaiki sistem manajemen perusahaan (W5,W6,T3,T4)
81 Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, diperoleh beberapa alternatif strategu yaitu strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT. Alternatif strategi yang diperoleh adalah :
1) Strategi S-O (Strengths-Oportunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang dapat diterapkan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi S-O yang dapat diterapkan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera yaitu :
a) Menjaga kualitas produk yang dihasilkan
Jamur tiram putih yang dihasilkan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera memiliku kualitas yang baik. CV Wahyu Makmur Sejahtera telah melakukan integrasi ke belakang untuk menghasilkan jamur tiram putih yang baik yaitu dengan memenuhi seluruh kebutuhan produksi sendiri mulai dari bibit, media tanam dan melakukan proses produksi dengan baik. Selain itu, dengan memanfaatkan jalinan komunikasi yang baik antara pemilik dan karyawannya dapat mendukung segala proses produksi dengan baik. Di dalam usaha budidaya jamur tiram putih ini, kontinuitas dan kualitas bahan baku sangat diperlukan maka dari itu CV Wahyu Makmur Sejahtera terus menjalin hubungan yang baik dengan pemasok bahan baku guna memperlancar proses produksi. Kemampuan perusahaan untuk memproduksi bibit dan media tanam dan produksi sendiri merupakan kekuatan yang dimiliki CV Wahyu Makmur Sejahtera untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas produk jamur tiram putih yang dihasilkan. CV Wahyu Makmur Sejahtera harus melakukan pengawasan yang baik untuk mengetahui penyebab utama jika ada penurunan kualitas jamur tiram putih yang dihasilkan. Dengan demikian CV Wahyu Makmur Sejahtera dapat melakukan penanganan dengan cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, perhatian dan peranan pemerintah serta kelembagaan, dapat membantu para petani atau perusahaan yang bergerak dalam usaha budidaya jamur tiram putih merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Peranan pemerintah dan kelembagaan tersebut dapat dilakukan dengan cara
82 mengadakan penyuluhan, dan diskusi untuk memajukan usaha tersebut. Disamping itu, perkembangan teknologi dan informasi pun dapat membantu serta dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas jamur tiram putih yang dihasilkan.
b) Meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih
Meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih merupakan satu hal yang dapat dilakukan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera. Dimana perusahan dapat menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang yang ada. Saat ini produksi jamur tiram putih di CV Wahyu Makmur Sejahtera masih berfluktuasi. Namun, dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan volume penjualannya.
2) Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities)
Strategi W-O adalah strategi yang ditujukan untuk mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang eksternal. Strategi yang dapat diterapkan oleh CV.Wahyu Makmur Sejahtera adalah :
a) Meningkatkan kapasitas produksi
Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pola hidup untuk lebih menerapkan konsep back to nature serta tingkat kesadaran yang semakin tinggi terhadap kesehatan diduga menjadi pemicu peningkatan permintaan terhadap jamur tiram putih. Sebagai mana diketahui selain lezat jamur tiram putih pun mudah dicerna dan berguna bagi bagi para penderita penyakit tertentu. Selain itu, kandungan gizi yang tinggi pada jamur tiram putih dan lebih menyehatkan dibandingkan dengan sumber nutrisi dari protein hewani. Permintaan terhadap jamur yang meningkat belum mampu diimbangi oleh penawaran dari produsen jamur tiram putih. Oleh karena itu, CV Wahyu Makmur Sejahtera dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Peluang tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas produksi.
b) Meningkatkan promosi jamur tiram putih
Promosi yang dilakukan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera masih dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara mulut ke mulut. Sampai
83 sejauh ini CV Wahyu Makmur Sejahtera belum memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan kegiatan promosinya. Namun, saat ini peluang tersebut dapat dimanfaat dengan cara promosi melalui internet, iklan melalui koran ataupun majalah serta penyebaran brosur. Selain itu, mengikuti kegiatan yang diadakan oleh dinas atau pun lembaga yang berhubungan dengan usaha jamur tiram putih, dapat membantu memperlancar kegiatan promosi serta pemasaran produk jamur tiram putih. Disamping itu, kesadaran masyarkat terhadap kesehatan pun dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi.
c) Memanfaatkan program pemerintah dan lembaga komoditi jamur untuk perolehan dana
Saat ini adanya program pemerintah serta lembaga yang mendukung usaha jamur tiram putih yang bertujuan untuk memperlancar usaha salah satunya dalam masalah permodalan. Progam tersebut dirancang agar masyarakat mudah dalam mengakses perolehan modal yang dibutuhkan. Program yang saat ini dapat digunakan yaitu program dari perbankan dengan tawaran dana tambahan untuk pengembangan usaha seperti kredit usaha. Dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan perekonomian yang semakin positif serta program – program tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan usaha jamur tiram putih.
3) Strategi S-T (Strengths-Threats)
Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman eksternal perusahaan. Strategi S-T yang dapat diterapkan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera adalah :
a) Menjaga hubungan baik dengan pemasok bahan baku, pelanggan dan seluruh karyawan
Hubungan baik yang telah dijalin dengan pemasok sangat penting untuk dijaga untuk menghadapi ancaman kompetitor yang baru dan lama. Selain itu, hal tersebut perlu dilakukan agar proses kebutuhan bahan baku tetap lancar. Selain itu, CV Wahyu Makmur Sejahtera harus mampu meningkatkan serta memberikan aturan-aturan dalam bekerja yang lebih
84 baik. Serta pengawasan yang lebih ketat dalam menjalankan pekerjaannya. Kondisi tersebut dapat mengganggu kelancaran proses produksi terutamaa dalam menghadapi ancaman seperti persaingan usaha sejenis, munculnya pendatang baru dan serangan hama dan penyakit. Selain itu semakin maraknya perdagangan bebas pun dapat menjadi ancaman tersendiri. Oleh karena itu CV Wahyu Makmur Sejahtera harus mampu untuk terus menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pemasok, pengumpul dan seluruh karyawan.
4) Strategi W-T (Weaknesses-Threarts)
Strategi W-T adalah strategi yang ditujukan untuk mengurangi kelemahan internal yang dimiliki perusahaan dan menghindari ancaman eksternal yang ada. Strategi yang diterapkan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera adalah :
a) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan
Agar perusahaan berada pada kondisi yang stabil, maka pemimpin perlu mengambil beberapa langkah untuk perbaikan sistem manajemen perusahaan. Pada aspek produksi diperlukan perencanaan yang lebih matang kembali untuk meningkatkan kapasitas produksi agar selaras antara kebutuhan produksi dengan aspek keuangan dan pemasaran. pada aspek keuangan CV Wahyu Makmur Sejahtera sebaiknya dapat menerapkan sistem keuangan yang lebih profesional secara lebih terperinci sehingga dapat memudahkan dalam pencatatan keuangan. Sedangkan untuk aspek pemasaran perusahaan dapat memperluas jaringan pemasaran seperti melakukan pemasaran ke pasar – pasar modern. Srategi ini dapat dilakukan untuk menghadapi tingkat persaingan usaha sejenis maupun pendatang baru.