• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Teori-teori yang Mendukung

4. Media Audio visual

Media Audio Visual adalah suatu bentuk perantara pembelajaran yang digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran yang dapat dinikmati atau dipahami dengan indera penglihat dan indera pendengar.

8

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Teori-teori yang Mendukung

1. Minat Belajar

a.

Pengertian Minat Belajar

Minat belajar sangat berpengaruh terhadap belajar apabila minat tidak muncul dalam diri siswa maka kegiatan belajar tidak akan berjalan dengan sebaik-baiknya disebabkan siswa tidak memiliki daya tarik untuk belajar sehingga Slameto (2010:180) mengemukakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh sesuai keinginan atau kebutuhannya sendiri. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

Crow and crow dalam (Djaali, 2007:121) juga mengemukakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Jika seseorang melihat bahwa sesuatu yang dibutuhkan itu menguntungkan maka seseorang tersebut merasa berminat sehingga mendatangkan kepuasan namun jika kepuasan menjadi berkurang maka minat pun berkurang.

Susanto (20013:58) mendefinisikan minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan. Kegiatan yang dilakukan dapat menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam diri seseorang.

Pengertian belajar menurut Slameto (dalam Djamarah, 2011:13) adalah “suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh

suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”. Gagne dalam (Dahar, 2006:2) mendefinisikan belajar sebagai proses di mana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman sehingga menciptakan hubungan antara pengetahuan yang sudah dipahami dan pengetahuan yang belum dipahami.

Howard L. Kingskey mengatakan bahwa learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed through practice or training. Belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan (Djamarah, 2011:13). Dari beberapa pengertian yang dikemukan oleh para ahli tersebut mengenai minat dan belajar dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah ketertarikan dan keinginan seseorang untuk terlibat dalam proses perubahan tingkah laku dan membangun pengetahuan baru secara aktif tanpa adanya paksaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Faktor Pendorong Minat

Perasaan senang merupakan salah satu faktor pendorong munculnya minat pada diri siswa. Esti (2002:365) menyatakan bahwa salah satu cara untuk menarik minat selama pelajaran adalah menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa. Jika seorang guru tahu apa yang diminati siswa maka seorang guru dapat memberikan banyak tugas mengajar di kelas yang dapat dihubungkan dengan minat-minat siswa.

Sardiman (2001:93) menjelaskan beberapa cara untuk menciptakan minat, antara lain membangkitkan adanya suatu kebutuhan untuk belajar, pemberian pujian berbentuk reinforcement yang positif dan sekaligus motivasi yang baik. Siswa juga diberi kesempatan untuk berlomba mendapatkan hasil yang baik, menggunakan berbagai macam metode mengajar yang bervariasi supaya siswa tidak merasa bosan ketika mengikuti pelajaran.

Dari pendapat Esti dan Sardirman, dapat disimpulkan bahwa faktor pendorong minat siswa dilakukan dengan cara menghubungkan pengalaman belajar, membangkitkan adanya suatu kebutuhan untuk belajar. Pemberian pujian yang positif juga membuat siswa untuk dapat memiliki minat untuk belajar.

c. Ciri-ciri Minat Belajar

Menurut Slameto (2003:58), siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri yaitu mempunyai kecenderungan yang tetap untuk

memperlihatkan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus-menerus, ada rasa suka dan senang terhadap obyek yang diminati. Siswa memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada suatu yang diminati, ada rasa ketertarikan pada suatu aktivitas-aktivitas yang diminati dan lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.

Slameto (2010:180) juga mengungkapkan bahwa minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Pendapat ini didukung oleh pendapat Djamarah (2002:191) yang mengungkapkan bahwa minat dapat diekspresikan melalui perasaan senang dan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Keinginan siswa dapat ditunjukkan dengan adanya inisiatif siswa terhadap hal-hal yang berkaitan dengan yang diminatinya.

Marpadi (2008:112) menjelaskan bahwa indikator siswa yang memiliki minat pada mata pelajaran yaitu memiliki kesadaran tentang manfaat dari mata pelajaran, berusaha untuk memahami mata pelajaran. Siswa berusaha untuk membaca buku mengenai mata pelajaran, bertanya mengenai mata pelajaran, dan mengerjakan tugas mata pelajaran dengan suka rela.

Berdasarkan uraian ciri-ciri minat yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa indikator minat belajar pada mata pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bahasa Indonesia adalah (1) siswa memiliki perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, (2) siswa memiliki kemauan untuk mengembangkan diri saat proses pembelajaran bahasa Indonesia, (3) siswa memiliki sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dan (4) siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Indikator ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan instrumen untuk mengukur minat belajar siswa.

2. Menyimak

a. Pengertian Menyimak

Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui bahasa lisan (Tarigan, 2008:31). Sejalan dengan pemikiran Anderson (dalam Tarigan, 2008:30) menyimak dibatasi sebagai proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan.

Menyimak berhubungan dengan komunikasi secara lisan yang tujuannya untuk menangkap informasi, isi atau pesan, dan memahami makna dari komunikasi tersebut. Dari teori pengertian menyimak menurut Tarigan dan Anderson, dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah suatu kegiatan mendengarkan informasi secara lisan dengan

penuh perhatian untuk menanggapi serta memahami isi pesan yang disampaikan oleh pemberi pesan.

b. Tahapan dalam Menyimak

Dalam kegiatan sehari-hari, kebanyakan orang sering berpikir bahwa kegiatan menyimak semata-mata sama dengan mendengarkan suara-suara saja namun sesungguhnya kegiatan menyimak lebih penting daripada mendengarkan saja. Dalam buku Hermawan (2012: 36-43), komunikasi menyimak terdiri dari lima tahapan.

(1) Penerimaan

Menyimak dimulai dengan menerima pesan-pesan atau informasi dari pembicara baik bersifat verbal maupun non verbal, apa yang diucapkan dan apa yang tidak diucapkan. Tahapan ini dibentuk oleh pendengaran dan perhatian dari masing-masing orang maka pesan yang diterima oleh seseorang dapat berbeda dengan yang lainnya walaupun masing-masing orang akan memperoleh pesan yang sama.

(2) Pemahaman

Tahapan pemahaman ini disusun dari pembelajaran dan pemberian makna. Pertama, pemahaman sebuah pesan berkaitan dengan aturan-aturan gramatikal dari bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Kedua, pemahaman juga tergantung pada pengetahuan tentang sumber pesan seperti apakah orang tersebut jujur, cenderung berbohong, bersahabat, dan sebagainya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ketiga, pemahaman terhadap sebuah pesan berhubungan dengan konteks sosial, waktu dan tempat sebagai contoh kita dapat memutuskan apakah menerima hinaan dari seorang teman sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh atau sebagai sebuah lelucon, tergantung konteksnya.

(3) Pengingatan

Pada proses menyimak kita perlu mengingat berbagai pesan atau infomasi. Kemampuan untuk mengingat informasi ini berkaitan dengan seberapa banyak informasi yang ada dalam benak dan apakah informasi bisa diulang atau tidak. Ada dua jenis memori dalam mengingat yakni memori jangka pendek yang bertahan 20 detik hingga satu menit, serta memori jangka panjang yang tidak dibatasi dalam kapasitasnya. Hal yang dapat menggerakkan informasi dari jangka pendek ke jangka panjang dengan melakukan pelatihan dan pengulangan.

(4) Pengevaluasian

Tahap ini terdiri dari penilaian dan mengkritisi pesan atau informasi pembicara mengenai keunggulan dan kelemahan serta kebaikan dan kekurangan sang pembicara. Seringkali proses evaluasi ini berjalan tanpa disadari.

(5) Penanggapan

Penanggapan terdiri dalam fase tanggapan yang dibuat sementara pembicara berbicara, dan tanggapan yang dibuat setelah

pembicara berhenti berbicara. Tanggapan-tanggapan ini merupakan umpan balik yang menginformasikan bahwa kita mengirim balik kepada pembicara bagaimana kita merasakan dan apa yang kita pikirkan tentang pesan-pesan pembicara.

c. Faktor - Faktor yang mempengaruhi dalam Menyimak

Menurut Tarigan (2008:106), mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak ada delapan.

1) Faktor fisik, kondisi fisik seorang penyimak merupakan faktor penting yang menentukan keefektifan serta kualitas dalam menyimak. Selain faktor fisik penyimak, faktor lingkungan fisik juga turut menentukan ketidakefektifan menyimak seseorang misalnya ruang yang terlalu panas, lembab, terlalu dingin, suara bising. Oleh karena itu, guru diharuskan cermat dan teliti dalam mempersiapkan lingkungan kelas belajar yang tidak mudah menggangu siswa untuk menyimak.

2) Faktor psikologis melibatkan sikap-sikap dan sifat-sifat pribadi yang kerap kali sulit diatasi. Faktor-faktor ini mencangkup masalah: (a) prasangka dan kurangnya simpati terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan alasan, (b) keegosentrisan dan asyiknya terhadap minat pribadi serta masalah pribadi, (c) kepicikan yang menyebabkan pandangan yang kurang luas, (d) kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan tiadanya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan, (e) sikap yang tidak layak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

terhadap sekolah, terhadap guru, terhadap pokok pembicaraan, atau terhadap pembicara.

3) Faktor pengalaman, sikap siswa merupakan hasil pengalamannya sendiri. Kurang atau tiadanya minat merupakan akibat dari pengalaman yang kurang atau tidak ada pengalaman dalam bidang yang akan disimak.

4) Faktor sikap, manusia hidup mempunyai dua sikap utama yaitu menerima dan menolak. Manusia akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya sedangkan manusia bersikap menolak pada hal-hal yang tidak menarik dan menguntungkan baginya. Oleh karena itu sebagai guru diharuskan menyajikan pelajaran yang menarik sehingga siswa lebih berminat dan tertarik terhadap pembelajaran.

5) Faktor motivasi, motivasi merupakan salah satu penentu dalam mencapai keberhasilan. Jika seseorang mempunyai motivasi kuat dalam mengerjakan suatu hal, maka diharapkan orang itu akan berhasil mencapai tujuan. Begitu pula dengan menyimak. Oleh karena itu, guru dalam menerangkan pelajaran harus baik dan jelas, mengutarakan maksud dan tujuan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam menyimak.

6) Faktor jenis kelamin, pria dan wanita mempunyai perhatian berbeda, dan cara memusatkan perhatian juga berbeda begitu pula gaya dalam menyimak. Dengan mengetahui gaya menyimak pria

dan wanita berbeda maka diharapkan guru dapat lebih bijaksana menghadapi siswa putra dan putri dalam kegiatan menyimak. 7) Faktor lingkungan dipengaruhi oleh dua hal yaitu: (a) Lingkungan

fisik, pertimbangan lingkungan fisik, ruangan kelas merupakan faktor penting untuk memotivasi kegiatan menyimak. (b) Lingkungan sosial, lingkungan sosial memberikan sumbangan pada siswa untuk memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

8) Faktor peranan dalam masyarakat, penyimak akan lebih memperhatikan berbagai informasi yang berhubungan dengan peranannya dalam masyarakat.

3. Pengumuman

a. Pengertian Pengumuman

Menurut Praptanti (2009:118), pengumuman adalah pemberitahuan informasi tentang sesuatu yang diajukan kepada seseorang, kelompok tertentu atau masyarakat. Praptanti (2009:188) juga mengemukakan bahwa pengumuman bersifat umum dan khusus, pengumuman yang bersifat umum artinya isi pengumuman untuk diketahui oleh umum atau banyak orang sedangkan pengumuman yang bersifat khusus ditujukan untuk kalangan tertentu, misalnya untuk siswa sekolah tertentu.

Pengumuman juga berarti proses, cara, perbuatan mengumumkan atau biasa disebut dengan pemberitahuan (Nur‟aini, 2008:101).

Berdasarkan pendapat Praptanti dan Nur‟aini dapat disimpulkan bahwa

pengumuman adalah suatu proses atau cara dalam pemberitahuan informasi tentang sesuatu yang ditujukan kepada sesorang, kelompok tertentu atau masyarakat.

b. Menyampaikan Pengumuman

Pengumuman dapat disampaikan secara lisan dan tertulis. Pada pengumuman yang disampaikan secara lisan merupakan pengumuman yang pendek, sederhana, singkat, dan mudah diingat sehingga dapat disimak namun bahasa yang digunakan harus lugas, sopan dan dapat dimengerti oleh orang yang mendengarnya sedangkan pengumuman yang disampaikan secara tertulis merupakan pengumuman yang isinya banyak, panjang, dan terdapat rincian informasi yang diumumkan (Praptanti, 2009:173).

Pengumuman yang disampaikan secara tertulis dapat ditempelkan di papan atau tempat umum yang mudah dilihat dan dapat disebarkan lewat beberapa media seperti media cetak (majalah, surat kabar, koran) dan dibaca kemudian pengumuman yang disampaikan secara lisan atau langsung dapat disebarkan melalui media elektronik seperti radio dan televisi.

Nur‟aini (2008:101) mengatakan bahwa menyampaikan kembali isi

pengumuman berarti memberitakan kembali apa yang diterima pada orang lain, sehingga terjadi pemberitaan yang kedua kali dan dapat menyampaikan kembali pengumuman yang didengar ataupun dibaca.

Menyampaikan kembali dapat berupa berita atau pengumuman. Pengumuman bersifat menginformasikan secara langsung atau di tempat. Isi pengumuman harus jelas, agar mudah dipahami.

c. Menyimak Pengumuman

Kemampuan menyimak isi pengumuman untuk siswa kelas IV SD ada dalam standar kompentesi (SK) 5. mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun dan kompetensi dasar (KD) 5.1 menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan. Materi menyimak isi pengumuman yang akan diajarkan untuk siswa kelas IV SD. Pada menyimak isi pengumuman, ada langkah-langkah yang harus

diperhatikan yaitu: (1) dengarkan pengumuman dengan

sungguh-sungguh. (2) pahami isi pengumuman. (3) jika perlu, catat hal-hal penting dalam pengumuman. (4) sampaikan isi pengumuman dengan

benar (Nur‟aini, 2008:41).

Menurut Warsidi (2007:91), isi sebuah pengumuman untuk diketahui banyak orang maka perlu memperhatikan hal-hal berikut dalam menyimak isi pengumuman.

a) Siapa pemberi pengumuman itu? b) Apa isi pengumuman itu?

c) Kepada siapa pengumuman itu ditujukan?

d) Jika berkaitan dengan waktu dan tempat, cobalah perhatikan waktu dan tempatnya (hari, pukul, dan tempat).

Menyimak pengumuman dengan baik yaitu untuk memahami informasi yang disampaikan dan mengolahnya menjadi berita yang penting bagi orang yang berkepentingan, misalnya, pengumuman tentang hasil lomba kebersihan. Bagi yang mengikuti lomba, pengumuman tersebut sangat penting karena berkaitan dengannya.

Pengumuman dapat diberitahukan lewat media, orang per orang, atau di tempat pengumuman. Isi pengumuman berkaitan dengan keberhasilan atau pemenang dalam lomba yang sangat penting bagi pihak yang mengikuti lomba. Oleh karena itu, ketika mendengarkan sebuah pengumuman, yang harus dipahami adalah inti dan beritanya

(Nur‟aini, 2008:101).

4. Media Audio visual

a. Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat (Anitah, 2010:4). Menurut Sufanti (2010:64), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai penyalur atau perantara pesan atau informasi dari sumber informasi sehingga siswa benar-benar dapat belajar secara optimal.

Menurut Sukiman (2012:29), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta kemauan peserta didik sedemikian rupa sehingga proses

belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Munadi (2010:7) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Berdasarkan berbagai pengertian tentang media dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat perantara untuk menyampaikan inforrmasi sehingga dapat membantu kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran agar lebih menarik perhatian siswa.

b. Macam – macam Media

Dilihat dari jenisnya, media dibagi kedalam tiga macam (Djamarah, 2010:124) yaitu sebagai berikut.

1) Media Auditif

Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Media ini tidak sesuai untuk orang tuli atau mempunyai kelainan pendengaran.

2) Media Visual

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film bingkai), slides (film bingkai) foto, gambar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

atau lukisan, dan cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.

3) Media Audio visual

Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Media ini mempunyai kemampuan lebih baik karena meliputi jenis media pertama dan kedua.

Dari ketiga jenis media di atas, dapat disimpulkan bahwa media audio visual mempunyai kemampuan lebih baik serta kelebihan dibandingkan dengan media auditif dan media visual sebab dalam media audio visual meliputi kedua jenis media lainnya dan menggunakan dua indra yaitu indera penglihatan dan pendengaran. Oleh karena itu, penelitian tindakan ini akan difokuskan pada penggunaan media audio visual untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan menyimak isi pengumuman.

c. Media Audio Visual

Dalam meningkatkan minat dan kemampuan menyimak maka peneliti menggunakan media pembelajaran yang berbasis audio visual. Media audio merupakan suatu media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan melalui indera pendengaran, sedangkan media visual merupakan suatu media yang menyampaikan informasi melalui indera panglihatan (Anitah, 2010:48). Berdasarkan pengertian media audio dan visual, Anitah (2010:55) menyimpulkan bahwa media

audio visual adalah suatu alat atau media yang menunjukkan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (penglihatan) sehingga media ini dapat dipandang atau dilihat melalui indera penglihatan dan didengar suaranya melalui indera pendengaran.

Tatang (2012:104) mengemukakan bahwa media audio visual merupakan kombinasi audio dan visual atau bisa disebut dengan media pandang-dengar yang mampu menggugah perasaan dan pemikiran penonton. Media audio visual merupakan media yang dapat menarik perhatian siswa sebab mampu menyajikan informasi dalam bentuk gambar sekaligus suara yang akan mempermudah siswa dalam menyimak materi yang akan disampaikan. Media ini dapat menambah minat siswa dalam belajar karena siswa dapat menyimak sekaligus melihat gambar.

Media audio visual dibagi menjadi dua jenis yaitu audio visual diam dan audio visual gerak. Audi visual diam adalah media yang menampilkan suara dan gerak diam seperti film bingkai suara (sound slide), sedangkan audio visual gerak adalah media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara (Djamarah, 2010: 125). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media audio visual diam yang menampilkan gambar diam dan rekaman suara. Peneliti mengharapkan pembelajaran dengan memanfaatkan media audio visual untuk dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran sehingga kompetensi dasar benar-benar dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dikuasai oleh siswa. Selain itu, diharapkan proses pembelajaran lebih bervariasi dan menarik sehingga siswa menjadi berminat dalam mengikuti setiap proses pembelajaran menyimak di sekolah

Dokumen terkait