• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mekanisme pembiayaan murabahah di Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember

لَحَأَو ُهّللْا

B. Penyajian Data dan Analisis

2. Mekanisme pembiayaan murabahah di Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember

Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember menggunakan sistem pemantauan, dimana bank akan melakukan pemantauan terhadap nasabah sejak pencairan dana. Biasanya pihak bank akan melakukan survei seminggu setelah pencairan, dan selanjutnya survei dilakukan minimal 3 bulan sekali untuk mengontrol usaha nasabah.

Selanjutnya jika telah terjadi risiko maka pihak bank akan mendapatkan pemeriksaan dari SKI (Satuan Kredit Internal), dimana SKI akan memeriksa segala hal yang dapat mengganggu operasional bank dan dapat menurunkan tingkat kesehatan bank.

Pada wawancara selanjutnya dengan Ibu Yessi Indri A., tentang besarnya kerugian bank jika terjadi risiko pembiayaan beliau menuturkan:55

Besar pinjaman yang diajukan oleh setiap nasabah itu berbeda.

Sehingga untuk kerugian pihak bank atas risiko pembiayaan murabahah tidak dapat diperkirakan, kerugian dikalkulasikan berdasarkan pinjaman nasabah.

Dalam proses manajemen risiko pembiayaan murabahah prinsip kehati-hatian perlu diterapkan oleh pihak bank dalam melaksanakan aktivitasnya. Penerapan prinsip kehati-hatian tersebut betujuan menjaga agar semua aktivitas pembiayaan usaha syariah tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan Divisi Usaha Syariah atau membahayakan kelangsungan usahanya.

2. Mekanisme pembiayaan murabahah di Bank Jatim Syariah Cabang

78

barang sebesar harga pokok ditambah dengan imbalan (margin) yang disepakati.

Berdasarkan hasil observasi adapun persyaratan permohonan pembiayaan murabahah di Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember adalah sebagai berikut :56

a. Persyaratan Pemohon Pembiayaan.

Pemohon Pembiayaan adalah anggota masyarakat dengan penghasilan tetap dan berstatus sebagai pegawai negeri, pegawai BUMN/BUMD, anggota ABRI, pegawai perusahaan swasta yang telah go public, pegawai perusahaan multinasional, pegawai perusahaan swasta atau bank swasta nasional, anggota legislatif, pensiunan dan purnawirawan ABRI. Untuk pegawai ditetapkan syarat minimal masa kerja selama 2 tahun dengan prestasi baik, yang dibuktikan dengan rekomendasi dari atasan atau bagian personalia lembaga yang bersangkutan. Khusus pemohon dari pegawai dan pensiunan Bank Jatim/ Bank Jatim Syariah akan diatur tersendiri.

b. Syarat Dokumen Permohonan Pembiayaan.

Persyaratan dokumen kelengkapan pembiayaan sebagai berikut : 1) Mengisi aplikasi (registrasi) pembiayaan dengan

menggunakan form.

56 Observasi tentang mekanisme pembiayaan murabahah, Jember, 27 Juli 2015.

2) Photo Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Susunan Keluarga (KSK), Nomor Induk Pegawai (NIP) atau Kartu Pegawai masing-masing sebanyak 2 lembar.

3) Photo Copy Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Tetap dan Surat Keputusan lainnya yang terakhir diterbitkan.

4) Surat Rekomendasi dari pimpinan perusahaan/instansi dimana calon nasabah bekerja.

5) Surat Keterangan tentang besarnya penerimaan gaji/pendapatan calon nasabah (slip gaji).

6) Surat Kuasa Memotong/menyalurkan gaji calon nasabah, dari pemohon kepada bank.

Dari hasil wawancara dengan staf pembiayaan Bapak Sofyan P.

tentang proses awal pengajuan pembiayaan beliau menuturkan bahwa:57 Setiap nasabah yang hendak mengajukan pembiayaan harus terlebih dahulu melengkapi data-data terkait pengajuan pembiayaan dan mengisi fom registrasi pembiayaan. Setelah itu bank akan menganalisis terhadap data nasabah dan besarnya pembiayaan yang diajukan.

Apabila persyaratan permohonan telah dilengkapi pihak bank akan melakukan analisa pembiayaan. Analisa Pembiayaan merupakan suatu rangkaian proses penilaian atau evaluasi atas kelayakan suatu permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah. Analisa Pembiayaan juga merupakan salah satu dasar dari sistem manajemen pembiayaan, sehingga harus dijadikan salah satu acuan untuk

57 Sofyan P., Interview, Jember, 04 Agustus 2015.

80

mengendalikan risiko, menetapkan struktur pembiayaan dan akad fiqih yang akan digunakan serta untuk saran pengambil keputusan pembiayaan yang sehat.

Berdasarkan hasil observasi adapun mekanisme pembiayaan murabahah di Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember yaitu nasabah mengajukan pembiayaan di Bank Jatim Syariah dengan akad murabahah dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Nasabah mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan nasabah, selanjutnya pihak bank akan melakukan analisis terlebih dahulu selanjutnya baru pihak bank yang akan menentukan besarnya pembiayaan yang dapat diberikan kepada nasabah. Bank menentukan besarnya plafon pembiayaan sesuai dengan pendapatan nasabah. Setelah surat keputusan pemberian pembiayaan dikeluarkan, selanjutnya pihak bank mewakilkan kepada nasabah untuk menggunakan dana sesuai dengan kebutuhan. Juka dalam akad murabahah yaitu bank yang membelikan barang untuk nasabah, namun dalam praktik di Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember pihak bank mewakilkan atas pembelian barang kepada nasabah.

Untuk pembayaran dilakukan dengan angsuran, besarnya angsuran disesuaikan dengan plafon pembiayaan dan jangka waktu yang telah ditentukan di awal.

Jika pada saat analisis terdapat ketidaksesuaian data atau pada saat proses manajemen risiko nasabah dinilai kurang mampu untuk mengajukan pembiayaan maka pihak bank akan melakukan penolakan

pembaiayaan, biasanya penolakan dilakukan oleh staf pembiayaan atas himbauan dari penyelia pembiayaan dengan cara menelfon pihak yang bersangkutan atau pihak bank tidak melakukan survei ke lokasi usaha nasabah.58

Selanjutnya dari hasil wawancara dengan staf pembiayaan Bapak Sinar Yudha Darmawan tentang mekanisme pembiayaan mengemukakan:59

Untuk mekanisme pembiayaan murabahah di Bank Jatim Syariah Cabang Pembantu Jember nasabah menyalurkan pembiayaan murabahah kepada bank, selanjunya bank akan menganalisis dan menentukan besarnya plafon pembiayaan.

Proses analisis pembiayaan dilakukan dengan menggunakan prinsip 5C + 1S yiatu character, capacity, capital, collateral, condition, dan syariah. Setelah proses analisis dan penilaian pembiayaan selesai dilakukan, dan semua sudah sesuai dengan persyaratan maka data nasabah akan diberikan kepada pimpinan guna persetujuan oleh pimpinan. Setelah itu bank akan mewakilkan pembelian barang yang diajukan oleh nasabah. Jadi bukan bank yang membelikan barang, melainkan bank mewakilkan pembelian barang tersebut kepada nasabah. Hal tersebut dilakukan karena pihak bank terlalu sibuk untuk membelikan barang tersebut. Untuk penetapan jangka waktu pembayaran ditentukan oleh nasabah, pihak bank hanya menghitung besarnya plafon pembiayaan dan besarnya angsuran perbulan.

Plafon pembiayaan yang dapat diberikan kepada nasabah adalah berdasarkan jumlah maksimal angsuran perbulan yang bisa dibayar oleh yang bersangkutan sesuai ketentuan bank.

Sebagai ilustrasi perhitungan plafond pembiayaan yang dapat diberikan dapat dilihat pada contoh sebagai berikut :60

58 Observasi mekanisme pembiayaan murabahah, Jember, 27 Juli 2015.

59 Sinar Yudha darmawan, Interview, Jember, 04 Agustus 2015.

60 Dokumentasi BPP Pembiayaan murabahah Bank Jatim Syariah, Jember 10 Agustus 2015.

82

a. Asumsi data yang ada :

1) Jumlah penghasilan bersih per bulan = Rp. 1.000.000

2) Maksimum angsuran pembiayaan = 60 % dari penghasilan bersih

3) Jk waktu pembiayaan yang dikehendaki dan tidak melebihi batas maksimal ketentuan bank serta usia pensiun = 3 tahun.

4) Marjin (eq. efektif) = 18,5 % per tahun b. Formula Perhitungan

APB = P x Keterangan

Tabel 4.1

APB Angsuran Pokok dan Marjin per bulan P Maksimum Pembiayaan yang dapat diberikan M Marjin (eq. efektif per tahun)

N Jangka Waktu Pembiayaan

Tabel 4.2 c. Contoh Perhitungan

o Maksimal angsuran per bulan (APB) : 60 % x Rp.

1.000.000,- = Rp. 600.000,-

o Marjin (i) : 18,50 %

o Jangka waktu (n) : 3 tahun (36 bulan)

o Perhitungan : 600.000 = P x 18,5%/12 . 1-{(18,5%/12) + 1} - 36 m

1-(m+n)-n

600.000 = P x 600.000 = P x 600.000 = P x

600.000 = P x 0,036404 P =

P = Rp. 16.481.705,31 atau dibulatkan menjadi Rp.16. juta

3. Langkah-langkah yang dilakukan Bank Jatim Syariah Cabang