• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGUASAAN PERALATAN UKUR

4.4. Melakukan Perawatan Peralatan Ukur

Perawatan peralatan ukur mempunyai arti yang sangat penting bagi keberlangsungan fungsi peralatan ukur. Perawatan terhadap peralatan ukur yang dilakukan secara kontinu akan menjaga fungsi dari peralatan tersebut, sehingga akan memperlancar proses pengukuran. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam rangka perawatan peralatan ukur adalah :

- Kesiapan dan kelayakan tempat penyimpanan alat ukur

- Kondisi kelembaban dan suhu tempat penyimapanan peralatan dijaga

- Pemeliharaan fungsi dan kebersihan peralatan ukur harus dilakukan terus menerus.

4.4.1. Pemeriksaan kesiapan dan kelayakan tempat penyimpanan peralatan ukur. 4.4.1.1. Pemeriksaan tempat penyimpanan alat ukur.

Tempat penyimpanan peralatan ukur harus diperiksa terlebih dahulu, sebelum digunakan untuk penyimpanan alat. Kondisi tempat tersebut harus layak pakai ; kokoh, bersih, aman dan tidak lembab.

1. Pastikan peralatan ukur aman dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Sebab jika hal ini tidak terpenuhi, memungkinkan pihak-pihak yang tidak berkepentingan tersebut karena rasa penasaran/ingin tahu akan mencoba mengoperasikan peralatan tersebut yang akhirnya bisa mempengaruhi kondisi peralatan ukur tersebut. Hal lain yang lebih ekstrim adalah hilangnya peralatan atau sebagian dari peralatan ukur tersebut yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja juru ukur serta imbasnya mempengaruhi kelancaran pekerjaan konstrruksi secara keseluruhan.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : I - 2011 Halaman: 86 dari 92

Sebab jika hal ini tidak dipenuhi, maka peralatan ukur tersebut dapat mengalami goncangan dan bahkan terjatuh dari tempat penyimpanan yang akan menyebabkan berubahnya setelan atau kondisi peralatan ukur tersebut.

3. Pastikan kelembaban tempat penyimpanan terjaga pada ambang batas yang diperbolehkan.

Kelembaban yang berlebihan akan menyebabkan cepat munculnya jamur yang akan menempel pada lensa peralatan ukur.

4. Pastikan suhu ruangan terjaga pada ambang batas yang diperbolehkan.

Suhu ruangan terjaga akan ikut membantu menjaga kelembaban udara tempat penyimpanan alat.

4.4.1.2. Pemeriksaan kelayakan tempat penyimpanan alat ukur.

Kelayakan tempat penyimpanan alat ukur tentunya harus memenuhi persyaratan-persyaratan seperti pada butir 4.4.1.1. tersebut di atas. Apabila ada persyaratan yang tidak terpenuhi maka tempat penyimpanan alat ukur harus diperbaiki kalau ada kerusakan dan dilengkapi apabila ada kekurangannya.

Peralatan ukur termasuk peralatan yang sensitif jika sudah dikeluarkan dari tempatnya (casing). Hal-hal yang memungkinkan menjadi penyebab berubahnya kondisi peralatan ukur adalah :

a. Goncangan atau benturan, goncangan yang cukup keras dapat mempengaruhi setelan mekanis dari peralatan ukur, akan tetapi untuk pengaruh yang sudah berat maka tugas mekanik peralatan ukur yang diperlukan untuk menservisnya.

b. Suhu udara, suhu udara yang berada di bawah atau di atas ambang batas yang diperbolehkan untuk peralatan ukur, akan menyebabkan memuai atau menyusutnya lensa-lensa maupun nivo yang terpasang pada peralatan ukur tersebut.

c. Kelembaban, kelembaban yang berlebihan akan menyebabkan timbulnya jamur yang menempel pada lensa yang pada akhirnya akan membuat kejernihan lensa menjadi terhalang oleh jamur tersebut, sehingga baik untuk membidik target lewat teropong maupun untuk membaca bacaan pada nonius akan terganggu.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : I - 2011 Halaman: 87 dari 92

d. Uap air, uap air ini biasanya timbul karena peralatan yang terkena hujan saat dipakai di lapangan tidak segera dikeringkan, hal ini akan menyebabkan timbulnya embun yang dapat menutupi lensa-lensa yang ada pada peralatan tersebut.

4.4.2. Pengaturan kondisi kelembaban dan suhu tempat penyimpanan peralatan. 4.4.2.1. Penyiapan tempat penyimpanan peralatan.

Kondisi kelembaban dan suhu tempat penyimpanan peralatan harus dijaga agar supaya alat ukur tidak tumbuh jamur, kaca optik tidak buram dan sekrup-sekrup penyetelan mudah dioperasikan.

Kelembaban dan suhu tempat penyimpanan peralatan ukur dapat dijaga dengan melengkapi tempat penyimpanan alat ukur tersebut dengan memasang lampu yang cukup serta meletakkan silika gel.

Contoh dari lemari tempat penyimpanan peraltan ukur dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.63 contoh lemari penyimpanan peralatan ukur.

4.4.2.2. Pengaturan kondisi kelembaban dan suhu tempat penyimpanan peralatan.

Untuk mengatur kondisi kelembaban dan suhu tempat penyimpanan peralatan ukur adalah :

- Almari tempat penyimpanan peralatan ukur dilengkapi lampu listrik bersuhu berkisar 50 C.

- Kotak penyimpanan alat ukur diberi silika gel yang cukup. - Tempat penyimpanan harus dijaga kebersihannya.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : I - 2011 Halaman: 88 dari 92

- Peralatan ukur yang akan disimpan harus dalam kondisi bersih dan kering.

4.4.3. Pemeliharaan fungsi dan kebersihan peralatan ukur. 4.4.3.1. Pemeliharaan kebersihan peralatan ukur.

Ada istilah bahwa menjaga kebersihan alat ukur merupakan salah satu penunjang untuk memelihara fungsi peralatan ukur.

Bagaimana hal di atas saling berkaitan? Peralatan ukur dibuat selain menggunakan bahan-bahan logam yang kuat sebagai chasis luar, juga dilengkapi dengan bagian-bagian peralatan yang terbuat dari kaca untuk lensa-lensanya, serta ulir/sekrup yang cukup halus untuk melakukan gerakan halus sumbu-sumbu putarnya. Dengan menjaga kebersihan peralatan ukur, maka dengan sendirinya kebersihan lensa-lensa akan terjaga, demikian juga dengan sekrup-sekrup penyetelnya. Lensa yang terjaga kebersihan akan memudahkan juru ukur untuk membidik target serta membaca angka-angka penunjuk yang menjadi data-data pengukuran, sedangkan sekrup-sekrup yang terjaga kebersihan akan menjaga fungsi sekrup-sekrup tersebut yang tentunya akan memudahkan juru ukur mengatur sekrup-sekrup A, B, C serta sekrup-sekrup penggerak yang ada.

Memelihara kebersihan peralatan ukur dilakukan dengan :

• Secara rutin membersihkan lensa-lensa yang ada dengan menggunakan tissu lensa setelah peralatan ukur digunakan dan akan disimpan.

• Bersihkan bagian-bagian peralatan ukur selain lensa dengan menggunakan kuas halus.

• Bersihkan bodi peralatan ukur setelah digunakan dengan menggunakan kain halus.

4.4.3.2. Pemeliharaan fungsi setiap bagian peralatan ukur.

Memelihara fungsi peralatan ukur dapat dilakukan dengan :

• Memasukkan peralatan ukur pada kotaknya secara benar dan hati-hati.

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : I - 2011 Halaman: 89 dari 92

• Membuka klem-klem yang ada pada waktu memasukkan peralatan ukur ke dalam kotaknya.

• Mengoperasikan peralatan ukur secara benar dan sesuai prosedur. • Segera mengeringkan peralatan ukur setelah alat tersebut terkena air. • Melepaskan peralatan ukur dari kaki tiga penyangga atau statipnya

pada saat akan berpindah dari stasiun pengamatan satu ke stasiun pengamatan lainnya. Jangan memindahkan statip dengan peralatan ukur masih terpasang.

• Secara berkala berikan cairan pelumas untuk peralatan ukur pada sekrup-sekrup yang ada secukupnya.

• Memperlakukan peralatan ukur secara hati-hati teliti dan cermat.

BAB V

Judul Modul : Penguasaan Peralatan Ukur

Buku Informasi Edisi : I - 2011 Halaman: 90 dari 92

Dokumen terkait