• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponen-Komponen Sistem Pengoperasianya.

Dalam dokumen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) (Halaman 52-60)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama :7jam (7 x45 menit)

2.1. Melakukan Perbaikan Unit Kopling Berikut Komponen-Komponen Sistem Pengoperasianya.

2.1.10. Melakukan

pembongkaran sistem kopling

Melakukan pembongkaran sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan pembongkaran sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan pembongkaran sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan pembongkaran sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.11. Melakukan

pemeriksaan komponen sistem kopling sentrifugal

Memeriksa sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dan

dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.12. Memeriksa komponen

kopling manual

Memeriksa sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10 Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dan

dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

No. Komponen/Subkomponen

Penilaian

Indikator Skor

1 2 3

Memeriksa sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.13. Melakukan perakitan

komponen sistem kopling manual dan kopling atomatis

Melakukan perakitan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan perakitan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan perakitan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan perakitan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.14. Melakukan pengujian

kerja kopling sentrifugal setelah terpasang

Melakukan pengujian sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan pengujian oli sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan pengisian sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan pengujian sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.15. Melakukan penyetelan

kopling manual

Melakukan penyetelan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan penyetelan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan penyetelan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan penyetelan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.16. Melakukan

pemeriksaan gerak bebas pedal perseneleng

Melakukan pemeriksaan sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan pemeriksaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan pemeriksaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan pemeriksaan sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

No. Komponen/Subkomponen

Penilaian

Indikator Skor

1 2 3

2.1.17. Melakukan pengujian

kerja kopling manual setelah dilakukanya penyetelan kopling manual

Melakukan pengujian akhir sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan pengujian akhir sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan pengujian akhir sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan pengujian akhir sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

2.1.18. Malakukan tes drive

( buat jalan )

Melakukan tes drive sesuai SOP, tanpa kerusakan dilakukan secara mandiri tanpa bimbingan

9,5-10

Melakukan tes drive sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sedikit bimbingan

8,5-9.4

Melakukan tes drive sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan banyak bimbingan

7,7-8,4

Melakukan tes drive sesuai SOP tanpa kerusakan dan dilakukan secara mandiri dengan sangat banyak bimbingan

Tidak

III kasil kerja

3.1. Memperbaiki sistem kopling beserta sistem pengoperasianya

kopling dan sistem pengoperasianya bekerja dengan baik tanpa ada gangguan

9,5-10 kopling dan sistem pengoperasianya bekerja

kurang baik

8,5-9.4 kopling dan sistem pengoperasianya bekerja

tidak baik

7,7-8,4 kopling dan sistem pengoperasianya tidak

dapat bekerja dan perakitan salah

Tidak

IV sikap kerja

4.1. Penggunaan alat tangan dan alat ukur

Menggunakan semua peralatan dengan benar tanpa bimbingan

9,5-10 Menggunakan semua peralatan dengan

benar dan sedikit bimbingan

8,5-9.4 Menggunakan semua peralatan dengan

benar dan banyak bimbingan

7,7-8,4 Menggunakan semua peralatan dengan

benar dan sangat banyak bimbingan

Tidak 4.2. Keselamatan kerja Melaksanakan keselamatan kerja dengan

benar

9,5-10 Melaksanakan keselamatan kerja dengan

sedikit mengingatkan

8,5-9.4 Melaksanakan keselamatan kerja dengan

banyak mengingatkan

7,7-8,4 Tidak melaksanakan atau mengindahkan

keselamatan kerja

No. Komponen/Subkomponen

Penilaian

Indikator Skor

1 2 3

4.3. Kebersihan, Alat, Area kerja dan

kendaraan/Media

Tidak ada kotoran pada semua peralatan , area kerja dan kendaraan/media

9,5-10 Ada sedikit kotoran pada peralatan, area

kerja dan kendaraan/media.

8,5-9.4 Masih banyak kotoran pada peralatan, area

kerja dan kendaraan/media.

7,7-8,4 Tidak melakukan kebersihan Tidak

V waktu

5.1 Memperbaiki sistem kopling beserta sistem pengoperasianya

Menyelesaikan pekerjaan memerlukan waktu maksimal 60 menit

9,5-10 Menyelesaikan pekerjaan memerlukan

waktu maksimal 120 menit.

8,5-9.4 Menyelesaikan pekerjaan memerlukan

waktu maksimal 180 menit

7,7-8,4 Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dalam

waktu 240 menit

Tidak

Pedoman Penskoran Tauai /Perhitungan Nilai Praktik (NP) : Prosentase Bobot Komponen Penilaian

Nilai Praktik (NP)

Persiapan Proses Sikap

Kerja Hasil Waktu ∑ NK

1 2 3 4 5 6 Bobot (%) 10 60 10 10 10 Skor Komponen NK Keterangan:

 Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen. Besarnya prosentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik program keahlian Sepeda motor.

 NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen  NP = penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen

 Jenis komponen penilaian (persiapan, proses, sikap kerja, hasil, dan waktu) disesuaikan dengan karakter program keahlian Teknik sepeda motor

 Ketuntasan belajar / unjuk kerja dikatakan tuntas harus mempunyai rata-rata nilai 77 .  Ketuntasan belajar / unjuk kerja dikatakan tidak tuntas mempunyai rata-rata nilai kurang

dari 77 diadakan remidial .

Mengetahuai Weleri, 13 Agustus 2013

Kepala Sekolah Guru Mapel

Pujiono, S.Pd Supoyo,AM.d

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 3 Weleri Mata Pelajaran : Melakukan Perbaikan Sistem Starter. Bidang Studi Keahlihan : Teknologi & Rekayasa

Program Studi Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik Sepeda Motor Kelas/Semester : XI / 3

Tahun ajaran : 2013/2014

Alokasi Waktu : 14 x 45 menit ( 2 pertemuan )

Standar Kompetensi : 15. Melakukan Perbaikan Sistem Starter. Kode Standar Kompetensi : 021.KK. 15

Kompetensi Dasar : 15.1. Mengindentifikasi Komponen Sistem Starter

Indikator :

 sistem starter dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.

 Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.  Mengidentifikasi komponen sistem starter dilaksanakan berdasarkan

spesifikasi pabrik.

 Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil identifikasian

 Seluruh kegiatan identifikasi starter dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

I. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Pertemuan Pertama :

 Siswa dapat melakukan pembongkaran komponen sistem starter sesuai dengan SOP dan K3  Siswa dapat mengidentifikasi kompononen komponen sistem starter

 Siswa dapat melaksakan praktek sesuai SOP dan K3 di lingkungan bengkel b. Pertemuan kedua :

 Siswa dapat melakukan pembongkaran komponen sistem starter sesuai dengan SOP dan K3  Siswa dapat Mengetahui kompononen sistem starter yang terjadi masalah dan

menyimpulkan bagaimana memperbaikinya

 Siswa mengidentifikasi fungsi masing komponen pada sistem starter  Siswa dapat melaksakan praktek sesuai SOP dan K3 di lingkungan bengkel II. MATERI POKOK DAN URAIAN MATERI

Pertemuan Pertama :

a. Materi pokok

 Siswa melakukan pembongkaran komponen sistem starter sesuai dengan SOP dan K3  Siswa mengidentifikasi kompononen komponen sistem starter

 Siswa melaksakan praktek sesuai SOP dan K3 di lingkungan bengkel b. Urai Materi

Pertemuan kedua :

a. Materi pokok

 Siswa melakukan pembongkaran komponen sistem starter sesuai dengan SOP dan K3

 Siswa da Siswa pat Mengetahui kompononen sistem starter yang terjadi masalah dan menyimpulkan bagaimana memperbaikinya

 Siswa mengidentifikasi fungsi masing komponen pada sistem starter  Siswa melaksakan praktek sesuai SOP dan K3 di lingkungan bengkel b. Urai Materi

III. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN a. Pendekatan

Bimbingan mengenai pembelajaran yang mungkin tidak di terima secara bersama-sam dan melakukan pendekatan secara individu langsung mengajarkan sampai bisa,di bengkel.

b. Metode pembelajaran  Ceramah  Menyimulasikan /mempraktekkan  Analisa  Tanya jawab  Praktek

IV.LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama :7jam (7 x45 menit)

Tahapan Kegiatan Kegiatan Alokasi Waktu a. Kegiatan awal/penda huluan

Berdo’a, mengucapkan salam

 Apersepsi : memeriksa kesiapan Siswa, absensi,duduk siswa, kerapian siswa, peralatan belajar siswa dan sarana prasarana pembelajaran di bengkel (bahan dan alat praktek )

 Menyampaikan tujuan dan materi pembelajaran praktek dan kompetensinya

 Motivasi :

- Menyampaikan manfaat dan gambaran setelah mempelajari tentang sistem starter yang secara teoritis dan prakteknya untuk kegunaan pada saat melaksanakan pekerjaan di perbengkelan atau di dunia industri sebagai materi tambahan .

- Menyampaikan kriteria penilaian kompetensi kejuruan yang berdasarkan praktek

20 menit

b. Kegiatan Inti  Siswa di suruh mempersiapkan alat dan bahan sebagai bahan praktek dan siswa wajib membaca job sheet untuk melakukan praktek baik persiapan pembongkaran ,saat pembongkaran dan ,perakitan dengan penuh kedisiplinan  Eksplorasi

- Memberikan stimulus/keterangan hal-hal yang perlu dilaksanakan dalam memahami saat praktek

- Menjelaskan terhadap Siswa mengenai hal tata praktek yang benar bila di temukan siswa kurang paham terhadap langkah langkah saat melakukan pembongkaran

- Memberikan kesempatan kepada Siswa menyampaikan berkaitan dengan penemuan saat melakukan perbaikan sesuai buku petunjuk service dari pabrik yang sedang di praktekkan dengan tata bahasa yang santun

 Elaborasi

- Guru menjelaskan dan menyimulasikan tata cara penerapan atau perakitan pada sistem starter yang dirasa belum di pahami oleh siswa

- Siswa untuk mencoba pembongkaran dan perakitan sendiri sendiri di pantau oleh guru dengan penuh tanggung jawab dan disiplin

- Siswa melakukan latihan perbongkaran secara mandiri dan mengenal penempatan komponen degann disiplin - Memfasilitasi Siswa melakukan refleksi untuk

memperoleh pengalaman belajar yang sudah dilakukan dan guru menilai kompetensi sebagai keahlian tambahan nya.

 Konfirmasi

- Memberikan umpan balik pada Siswa dengan memberi penguatan dalam bentuk lisan maupun simuaasi pada Siswa yang telah dapat menyelesaikan tugas prakteknya dan di beri penghargaan berupa nilai plus dan aplaus untuk memancing Siswa yang lain agar saling meningkatkan kengintahuanya .

- Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh Siswa melalui sumber buku lain atau pada komponen jenis lainya.

- Memberikan motivasi kepada Siswa yang kurang dan belum bisa mengikuti dalam materi mengenai pembongkaran dan perbaikan pada komponen sistem starter dengan bimbingan langsung.

c. Kegiatan akhir/penut up

 Memberikan kesempatan Siswa untuk menyelesaikan , membersihan dan melaporkan hasil praktek baik tertulis dan hasil pekerjaan dan di cek langsung bahan, dan alat yang sudah di gunakan untuk praktek ( unit motor )  Refleksi kegiatan belajar Siswa

 Menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan yang akan datang

 salam penutup

25 menit

Pertemuan kedua :7jam (7 x45 menit)

Tahapan Kegiatan Kegiatan Alokasi Waktu a. Kegiatan awal/penda huluan

Berdo’a, mengucapkan salam

 Apersepsi : memeriksa kesiapan Siswa, absensi,duduk siswa, kerapian siswa, peralatan belajar siswa dan sarana prasarana pembelajaran di bengkel (bahan dan alat praktek )

 Menyampaikan tujuan dan materi pembelajaran praktek dan kompetensinya

 Motivasi :

- Menyampaikan manfaat dan gambaran setelah mempelajari tentang sistem starter yang secara teoritis dan prakteknya untuk kegunaan pada saat melaksanakan pekerjaan di perbengkelan atau di dunia industri sebagai materi tambahan .

- Menyampaikan kriteria penilaian kompetensi kejuruan yang berdasarkan praktek

20 menit

b. Kegiatan Inti  Siswa di suruh mempersiapkan alat dan bahan sebagai bahan praktek dan siswa wajib membaca job sheet untuk melakukan praktek baik persiapan pembongkaran ,saat pembongkaran dan ,perakitan dengan penuh kedisiplinan  Eksplorasi

- Memberikan stimulus/keterangan hal-hal yang perlu dilaksanakan dalam memahami saat praktek

- Menjelaskan terhadap Siswa mengenai hal tata praktek yang benar bila di temukan siswa kurang paham terhadap langkah langkah saat melakukan pembongkaran

- Memberikan kesempatan kepada Siswa menyampaikan berkaitan dengan penemuan saat melakukan perbaikan sesuai buku petunjuk service dari pabrik yang sedang di praktekkan dengan tata bahasa yang santun

 Elaborasi

- Guru menjelaskan dan menyimulasikan tata cara penerapan atau perakitan pada sistem starter yang dirasa belum di pahami oleh siswa

- Siswa untuk mencoba pembongkaran dan perakitan sendiri sendiri di pantau oleh guru dengan penuh tanggung jawab dan disiplin

- Siswa melakukan latihan perbongkaran secara mandiri dan mengenal penempatan komponen degann disiplin

- Memfasilitasi Siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang sudah dilakukan dan guru menilai kompetensi sebagai keahlian tambahan nya.

 Konfirmasi

- Memberikan umpan balik pada Siswa dengan memberi penguatan dalam bentuk lisan maupun simuaasi pada Siswa yang telah dapat menyelesaikan tugas prakteknya dan di beri penghargaan berupa nilai plus dan aplaus untuk memancing Siswa yang lain agar saling meningkatkan kengintahuanya .

- Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh Siswa melalui sumber buku lain atau pada komponen jenis lainya.

- Memberikan motivasi kepada Siswa yang kurang dan belum bisa mengikuti dalam materi mengenai pembongkaran dan perbaikan pada komponen sistem starter dengan bimbingan langsung.

c. Kegiatan akhir/penut up

 Memberikan kesempatan Siswa untuk menyelesaikan , membersihan dan melaporkan hasil praktek baik tertulis dan hasil pekerjaan dan di cek langsung bahan, dan alat yang sudah di gunakan untuk praktek ( unit motor )  Refleksi kegiatan belajar Siswa

 Menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan yang akan datang

 salam penutup

25 menit

Dalam dokumen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) (Halaman 52-60)