• Tidak ada hasil yang ditemukan

sampai dia melihatku sementara orang-orang berkumpul

di sekelilingku untuk bertanya kepadaku.” Laki-laki itu lalu

berkata, “Anak muda ini lebih pandai daripada aku.”

Muhammad bin Abdullah Al-Anshari mengatakan;

35 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin

Amru bin Alqamah, telah menceritakan kepada kami Abu

Salamah dari Ibnu Abbas, dia mengatakan; Aku menemukan

bahwa kebanyakan ilmu Rasulullah & ada pada perkampungan

Anshar ini. Seandainya aku tidur gailulah di rumah mereka atau seandainya aku meminta izin niscaya mereka akan

mengizinkan diriku. Akan tetapi aku mengharapkan kerelaan

hatinya.” Diriwayatkan oleh Abu Khaitsamah An-Nasa'i dalam Kitab Al-Ilm, halaman 141.

Al-Hafizh Adz-Dzahabi dalam Tarikh Al-Islam, 4/32 3 6 menyebutkan tentang biografi tabi'i terkemuka Urwah

bin Az-Zubair yang meninggal dunia pada tahun 93H. Urwah mengatakan; Telah sampai kabar kepadaku ada hadits yang ada pada seorang laki-laki dari kalangan muhajirin. Aku lalu

mendatanginya dan aku menjumpainya dikatakan sedang tidur atau istirahat waktu gailulah di rumahnya. Aku lalu

duduk di pintu rumahnya untuk aku bertanya kepadanya — maksudnya setelah dia keluar rumah.

Ad-Darimi meriwayatkan dalam Sunan-nya, 1/105

37 dari seorang tabi'in mulia yaitu Sa'id bin Jubair yang

meninggal dunia pada tahun 95 H. Dia mengatakan; Dahulu aku berjalan bersama Ibnu Abbas di jalanan Makkah pada

malam hari. Dia menceritakan hadits kepadaku. Aku lalu

menulis hadits itu di tengah-tengah perjalanan sampai waktu subuh dan aku terus menulisnya.

Al-Hafizh Adz-Dzahabi menuturkan dalam kitab 38 Tadzkirah Al-Huffazh, 1/ 253 dan Mizan AI tidal, 1/ 240

tentang biografi seorang alim dan ahli ibadah bernama Isma'il bin Ayyasy Al-Himshi yang dilahirkan pada tahun 106 M dan meninggal dunia pada tahun 181 H. Abu Al-Yaman yaitu Amir

bin Abdullah Al-Himshi mengatakan, Dahulu Isma'il adalah

tetangga kami. Rumahnya bersebelahan dengan rumahku

Dia senantiasa menghidupkan malam terkadang membaca

kemudian berhenti kemudian mengulanginya lagi.

Suatu hari aku bertanya kepadanya tentang hal tersebut.

Dia menjawab, “Apa yang engkau tanyakan?” Aku berkata,

“Aku hanya ingin tahu saja,” Dia menjawab, “Sungguh, aku

shalat kemudian membaca, lalu aku ingat hadits dalam suatu

bab dari beberapa bab yang aku takhrij. Aku lalu memutus

shalat kemudian aku menulis hadits itu kemudian aku kembali melakukan shalat.”

Al-Hafizh Adz-Dzahabi juga menuturkan dalam 39 Tadzkirah Al-Huffazh, 1/277 mengenai biografi Imam Abdullah bin Al-Mubarak yang lahir pada tahun 118 H dan

meninggal dunia pada tahun 181 H. Ali bin Al-Hasan bin

Kisah-kisah Para Ulama dalam Menuntut Tma 45

Syaqiq mengatakan; Aku berdiri bersama Abdullah bin Al- Mubarak di malam yang sangat dingin untuk keluar dari masjid. Dia menuturkan hadits kepadaku dan aku menuturkan hadits kepadanya di depan pintu masjid. Tidak henti-hentinya dia menuturkan hadits kepadaku hingga datanglah muadzin yang kemudian mengumandangkan adzan subuh.

Al-Qadhi Iyadh dalam Tartib Al-Madarik menuturkan

40 tentang biografi Abdurrahman bin Qasim Al-Utqa

Al-Mishri, 3/250 yaitu salah satu sahabat dari Malik, Al- Laits dan yang lainnya. Dia dilahirkan pada tahun 132 H

dan meninggal dunia pada tahun 191 H. Ibnu Al-Qasim

mengatakan; Aku mendatangi Malik pada akhir malam lalu aku bertanya kepadanya tentang dua, tiga, atau empat

permasalahan, Aku menjumpainya pada waktu tersebut dan

dia tidak mempermasalahkannya sehingga aku senantiasa mendalanginya setiap waktu sahur.

Suatu kali aku bersandar di tangga depan pintu Malik

sehingga kantuk menyerangku dan aku tertidur. Malik lalu

keluar menuju masjid sementara aku tidak merasa. Kemudian seorang budak perempuan menginjak aku dengan kakinya. Dia berkata kepadaku, “Sesungguhnya tuanmu sudah keluar. Dia tidak lalai sebagaimana engkau lalai. Sekarang ini sudah empat

puluh sembilan tahun lamanya, dia tidak shalat subuh kecuali

dengan wudhu isya.” Budak hitam tersebut menyangka bahwa Malik adalah tuannya karena seringnya dia mendatanginya.

Ibnu Al-Qasim berkata, “Aku tinggal bersama Malik selama tujuh belas tahun. Di sana aku tidak pernah membeli

dan tidak pernah menjual apa-apa.” Ketika aku ada di sisinya, tiba-tiba ada seorang haji dari Mesir yang datang menghadap.

Ternyata dia adalah seorang pemuda yang menutup wajahnya

dan menemui kami. Dia lalu memberi salam kepada Malik. Dia berkata, “Apakah di antara kalian ada yang bernama Ibnu Al- Qasim?” Maka ada yang memberi isyarat kepadaku. Dia lalu

datang dan mencium mataku dan aku menjumpai bau yang enak darinya. Ternyata itu adalah bau seorang anak. Ternyata

itu adalah anakku.

Ibnul Qasim meninggalkan istrinya yang dalam kondisi

hamil. Istrinya itu adalah sepupunya. Sebelum berangkat dia

sudah memberikan pilihan kepada istrinya — apakah tetap

setia ataukah bercerai karena dia akan meninggalkan dalam masa yang lain. Istrinya lebih memilih untuk setia.

Al-Hafizh Abu Khaitsamah An-Nasa'i yaitu guru dari

4 1 Al-Bukhari dan Muslim, meriwayatkan dalam Kitab Al-Ilm, halaman 135 mengenai Al-Fudhail bin Iyadh. Dia

mengatakan, Dahulu kami yaitu saya, Ibnu Syubrumah, Al- Harits Al-Ukli, Al-Mughirah, Al-9a'ga' bin Yazid setiap malam

bermudzakarah ilmu fikih. Terkadang kami tidak bangkit sampai kami mendengar adzan shalat subuh.

Dalam Managib Imam Ahmad karya Ibnu Al-Jauzi,

42 halaman 61 dan Thabagat Asy-Syafi'iyyah Al-Kubra

karya Tajuddin As-Subki, 2/28, cetakan Al-Babi Al-Halabi

disebutkan tentang biografi Imam Ahmad bin Hanbal.

Outaibah bin Sa'id mengatakan bahwa Waki' -yaitu salah

seorang guru dari Ahmad bin Hanbal — ketika shalatisya maka

akan pulang bersama Ahmad bin Hanbal kemudian Ahmad

akan berdiri di pintu lalu Waki' menuturkan hadits kepadanya.

Waki' memegang gawang pintu sambil berkata, “Wahai Abu Abdullah, aku ingin menyebutkan kepadamu hadits yang

Kisah-kisah Para Ulama dalam Wenustut Uma AT

diriwayatkan oleh Sufyan.” Ahmad berkata, “Silakan.” Waki' berkata, “Hapalkanlah dari Sufyan, dari Salamah bin Kuhail begini dan begitu.” Sampai selesai kepada Salamah.

Ahmad lalu bertanya, “Apakah engkau menghapal dari

Salamah begini dan begitu?” Waki' menjawab, “Tidak.”

Ahmad terus menyebutkan hadits, sementara Waki' berkata,

“Tidak.” Selanjutnya Ahmad menyebutkan hadits dari guru-

gurunya.

Dia terus berdiri sampai budak perempuannya datang dan

berkata, “Bintang sudah terbit.” Atau mengucapkan, “Bintang

Zuhrah sudah terbit.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah, 43 11/25 menyebutkan tentang biografi Imam Al-Bukhari

yaitu amirul mukminin di bidang hadits dan dia memiliki jasa besar bagi manusia sampai hari dibangkitkannya manusia. Dia melakukan perjalanan ke seluruh guru-guru hadits di negara-

negara yang dapat dijangkaunya. Dia menulis dari seribu guru hadits bahkan lebih. Al-Farbari mengatakan bahwa dia

mendengar Ash-Shahih (Al-Bukhari) dari tujuh puluh ribu

orang yang semuanya sudah tidak ada kecuali aku.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Al-Bukhari pada satu

malam bangun dari tidurnya kemudian dia menghidupkan

Dokumen terkait