• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mempehatikan Misi Da’wah Pergerakan Al-Quran

SECARA APLIKATIF

2. Mempehatikan Misi Da’wah Pergerakan Al-Quran

Pembaca Al-Quran yang jeli hendaknya melihat dan memperhatikan misi da’wah pergerakan yang dibawa oleh Al-Quran, pedomannya adalah dua kiat yang telah disebutkan sebelumnya “Menelaah dan memahami Al-Quran secara keseluruhan” dan “Memahami Tujuan Pokok Al-Quran”.

Jika kita dapat menggunakan akal sehat dalam memahami dua kunci tersebut, maka kita akan menemukan tujuan dan risalah yang dibawa Al-Quran, yaitu da’wah pergerakan yang realistis.

Sesungguhnya salah satu karakteristik yang gamblang dari karakteristik-karakteristik Al-Quran adalah “Realita Pergerakan” yaitu sebagai kunci dalam berinteraksi dengannya, mengetahui misi dan tujuannya, mengerti, memahami dan mendalami – sebgaimana yang diucapkan oleh Asy-Syahid Sayyid Qutb sebelumnya- adalah realitas pergerakan yang menjelaskan “Misi Da’wah Pergerakan” Al-Quran Al-Karim; yang menjelaskan risalah yang gamblang dan realistis di alam kehidupan insan.

Allah SWT mensifati Kitab-Nya dengan sifat yang mengagumkan, yang menunjukkan dengan jelas akan tujuan da’wah pergerakan , sebagaimana yang difirmankan Allah dalam kitab-Nya !

{

.

!"#  .%&(4 N

“Yasin. Demi Al-Quran yang agung”. (Yasin : 1-2) dan firman-Nya :

7"- |SH = !  L`46 S  G!?N

“Dan sesungguhnya Al-Quran itu dalam induk Al-Kitab Lauh Mahfudz di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah”. (Az-Zukhruf : 4)

Hikmah adalah sifat orang yang berakal. Karena itu Al-Quran merupakan sifat bagi orang yang berakal. Al-Quran benar-benar tinggi nilainya dan amat banyak mengandung hikmah, mendidik dengan hikmah, berprilaku dengan hikmah, membimbing umat dengan hikmah, melaksanakan misinya dan risalahnya dengan hikmah.

Dengan hikmah Quraniyah, Al-Quran bekerja seperti yang dilakukan dalam kehidupan para sahabat. Dengan misi da’wah pergerakan ini, Al-Quran mengeluarkan para sahabat dengan baik dari ketiadaan menuju kepemimpinan, dari kematian menuju kehidupan. Dan dengan karakteristik “Realita Pergerakan” Al-Quran hadir dengan amal nyata, memberi petunjuk yang baik. Para sahabat –sebagai generasi Al-Quran yang unik- mendapatkan karakteristik ini, menemukan hikmah dan memahami misi ini, sehingga menciptakan keajaiban dalam kehidupan manusia yang menakjubkan dan penuh dengan ibrah dan pelajaran.

Kita harus banyak memperhatikan misi Al-Quran di tengah kehidupan kita, berinteraksi dengannya, mentadabburkan realita pergerakan yang terkandung di dalamnya, sehingga kita dapat mengambil intisari darinya dengan baik dan beraktivitas dengannya secara tepat. Jika kita ingin berhasil dengan ini semua, maka kita harus merobohkan penghalang yang mentupi hati kita dengan Al-Quran, menghilangkan jurang yang dalam yang memisahkan antara kita dengan Al-Quran, membersihkan hati dari hal-hal yang dapat menjadi penutup, penghalang, tirai dan syahwat yang membuat jauh hati dengan cahaya Al-Quran. Kita harus melangkah mendekati Al-Quran, masuk ke alam yang indah dengan seluruh anggota tubuh kita, mencari dengan seluruh perangkat jiwa kita memenuhi panggilannya, mendapati darinya tujuan da’wah pergerakan yang realistis, memperhatikan dalam setiap suratnya, ayat-ayatnya sehingga kita dapat melihat Al-Quran hidup dan bergerak; sebagai hakim yang mengarahkan kehidupan, pemimpin yang mendidik, yang akan mengeluarkan kita dengan izin Allah dengan penuh keberkahan, mengajarkan dengan penuh kebaikan, dan menghantarkan kita menuju pusat kepemimpinan dan qiyadah serta soko guru bagi manusia di seluruh dunia.

Setiap ayat-ayat Al-Quran mewahyukan akan misinya tentang da’wah pergerkan, mengisyaratkan akan realitas pergerakan yang optimistis, mengalirkan kehidupan yang penuh dengan kesemangatan. Karena itu Allah berfirman :

!(=  !/W .;K='N }N (H !: .N ( 0 h' !B2= 1~!(,46 P2046 (, " =48

.; =0_  " K=0 " K (, . !  4V6 /0& ;N 2!: .; =0_ 'N

.;4fZ  "  (€ 86N

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyeru pada kebajikan dan mencegah akan kemungkaran dan beriman kepada Allah”. (Ali Imron : 110)

Umat Islam dikeluarkan untuk seluruh manusia lainnya dari ketiadaan, muncul dari hadapan nash-nash Al-Quran, malahirkan generasi baru di tengah naungan Al-Quran, bekembang dan hidup di bawah naungan Al-Quran. Karena itu mereka adalah umat

yang terbaik. Dan siapakah umat yang mendekati dari kebaikan ini, atau sama derajatnya bahkan lebih tinggi derajatnya daripadanya ?? apakah kaum muslimin saat ini menikmati akan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an ? melaksanakan tugas ini, membimbing dan memakmurkan dunia dengan kepemimpinan dan ketauladanan ? jawabannya sangat jelas. Benar. Dan rahasianya adalah berada pada pendangannya terhadap Al-Quran, interaksi dan hubungan yang erat dengannya.

Berapa yang akan di dapati dari keuntungan dan manfaat interaksi dengan Al-Quran, apa hasil yang akan diraih dan kekayaan yang akan di dapat oleh diri dari memiliki pengetahuan, petunjuk-petunjuk, hakekat-hakekat, sentuhan-sentuhan yang dihasilkan saat membaca nash-nash Al-Quran dengan menggunakan kiat ini?? terutama dia juga memahami akan karakteristik “Realitas pergerakan dalam Al-Quran” ! kami sarankan untuk membaca ayat-ayat di bawah ini –sebagai contoh kecil- dari ungkapan diatas :

  2.!? V4j " K20 g!+2' >2- 32= ^N u; K  =W >o(' /N

 0 !" H  /0 c%R~ ]\2 H: " %R;6 1H+2' !/N  K  ;  2

)*3G ^N 2)SN /0 2 /0

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Al-Baqoroh : 120)

4P+jW .8 ‚8 N (4AG !ƒh  S N *mX 7/= f "4+j /0 1, j

!:U\ 

.

  „PAW;0N  N !B = „.: \

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi, dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al-Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Ali Imron : 137-138).

2 K2 6 

"   !? 2Vo /0 "482 ( w ^ "4X4ZG6 "4W ; =0& /\

.;4 H' " =48  !: "442!+=  H ~ "4 H!~(0 2 >!?

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudlorat kepdamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kemu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kemu kerjakan”. (Al-Maidah : 105)

+W QRST UV48 d, ;  Y!? !?  "4<: Y "4

UV48 >W ; N EN 

„V8N QRST

.

‚vY ; N 3:h  c!  ; N 3:h  48! ' 

*!+D 

.

S W /0N mX Z= (3:6 /  "4L: /0 (e3: "48%R~ j

Z#!: "4W G6 0N KH

.

;4;4N $%†  }L(3 G \8N

.; H )`; =L+ =N 1fu

.

Y!? !?  L: /0 !? S-N46 0 g!+ '

8!(M  !/W ƒ!(W6N ; 

.

c= H~ 0N ;48(T6 0 Y %RT ;N

W

)V8;!: "!KW 1G6 0N OAZ- "!K

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syaitan-ayaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan. Maka patutkah aku mencari hakim selain daropada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kita (Al-Quran) kepadamu dengan terperinci ? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al-Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Telah sempurnalahkalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dn Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka buni ini, niscay amereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti

persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Al-An’am : 102-107)

3. Menghindari diri dari Penguluran Waktu dan Memperpanjang Permasalahan