Setelah film melewati proses pemotretan yang menyinari film dengan pantulan cahaya dari objek yang diharapkan, pada film akan terbentuk suatu bayangan objek tersebut. Bayangan itu ada tetapi tidak tampak (laten) sebelum melewati proses pencucian dengan menggunkan cairan khusus pencuci film. Setelah itu film yang dicuci akan menjadi klise, yang pada film negatif hitam putih akan muncul warna yang terbalik dari warna objek sebenarnya, pada film negatif berwarna akan muncul warna komplemen dari warna yang ada pada objeknya dimana warna langit menjadi kuning dan rumput menjadi merah.dan pada film positif warna akan sama seperti warna objeknya.
KAMERA
Kamera merupakan peralatan utama dalam fotografi, khususnya memotret atau mengambil gambar objek yang diinginkan . Tidak sedikit jenis kamera yang ada dan kini era baru kamera digital sudah populer dan sangat mempermudah dan memungkinkan penangkapan lebih banyak momen yang sebelumnya tidak mungkin tertangkap oleh kamera era sebelumnya. Demikian juga penggunaan media penyimpanan gambar dalam bentuk disc dan proses pencetakan film menggunakan komputer dan komponen canggih saat ini.
Berdasarkan ukuran film yang digunakan kamera dapat digolongkan dalam beberapa jenis yaitu :
1. Kamera Format Kecil (Small format) , termasuk didalamnya : Ü Kamera 110 , menggunakan film dengan ukuran 13 x 17 mm,
yang sudah terpacking dalam sebuah cartridge yang sudah disesuaikan dengan ukuran kameranya
Ü Kamera 126, menggunakan film dengan ukuran 26 x 26 , yang juga sudah terpacking dalam cartidge.
Ü Kamera 35 mm (120), atau kamera standar yang paling populer digunakan baik di kalangan amatir maupun profesional. Kamera ini mempergunakan film dengan ukuran 24 x 36 mm
2. Kamera format sedang (medium format), sering disebut kamera 120 dengan ukuran film berkisar antara 6 x 6 cm, 6 x 7 cm, dengan diagonalnya 84 mm dan sebuah ukuran diantaranya. For-mat kamera dan film ini sering digunakan para profesional dalam berbagai kepentingan pemotretan periklanan.
3. Kamera format besar (large format), menggunakan film ukuran 4 x 5 inchi dengan diagonalnya 162,5 mm
Berdasar teknologi yang dipergunakan , kamera dapat dikategorikan dalam tiap kategori besar yaitu :
1. Kamera Manual, masih menggunakan teknologi mekanis dimana segala sesuatunya belum tergantung pada batery sebagaii daya penggerak kopmponenkomponennya. Didalamnya termasuk kamera semi otomatis yang merupakan gabungan teknologi mekanik dan elektronik.
2. Kamera Otomatis , menggunakan batere sebagai penggerak seluruh komponennya/
3. Kamera Digital , mengunakan teknologi digital dalam proses penyimpanan gambar dan media penyimpanan yang telah menggunakan disc.
Berdasarkan jumlah reflektor yang dipergunakan , kamera dapat digolongkan menjadi :
1. Kamera range finder , diantaranya adalah kamera yang populer dengan sebutan pocket camera .Disamping view finder yang
terpisah dengan lensanya , kamera pocket ini hanya digunakan untuk kebutuhan pembuatan foto yang cepat dan sederhana, sesederhana fasilitas yang disediakan.
2. Kamera Releks Lensa Tunggal (Single Lens Reflektor - SLR), menggunakan satu lensa dimana bayangan dari objek yang hendak diambil gambarnya jatuh pada satu cermin yang merefleksikan ke view finder . Agar bayangan objek tidak terlihat terbalik , digunakan suatu pentaprisma sebagai pembalik bayangan sebelum mencapai view finder.
3. Kamera Refleks Lensa Kembar (Double Lens Reflektor DLR), menggunakan dua buah lensa tersusun dimana antara fungsi pengambil cahaya pantulan objek yang akan menimbulkan bayangan pada klise terpisah dengan fungsi pengamat objek (view finder). Disini akan muncul efek paralaks yakni perbedaaan pengamatan objek dengan hasil bayangan objek yang terjadi pada klise, terutama pada pemotretan jarak dekat (close-up)
Namun apapun jenis dan merk kamera, inti dasar fungsi dari komponennya tidka jauh berbeda .Dan untuk mengetahui komponen-komponen dalam kamera beserta fungsinya akan dicontohkan pada kamera SLR yang pada umumnya memiliki komponen dasar sebagai berikut :
1. Lensa, mempunyai fungsi utama sebagai pintu msuk cahaya dari pantulan sinar objek yang hendak diambil gambarnya
2. Speed shuter , bertugas mengatur dan mengontrol jumlah serta lamanya cahaya yang masuk ke film
3. Focal Plane (tabir film), menentukan kecepatan penyinaran film 4. Diafragma , bertugas mengatur ukuran lubang yang menentukan
jumlah cahaya yang akan masuk.
5. Speed shuter release , tombol pelepas speed shuter / rana. 6. Depth of Field (Skala ruang tajam ) , skala penunjuk batas-batas
ketajaman objek yang diinginkan.
7. View Finder (Jendela Pengamat), pada intinya lubang / jendela untuk mengamati objek yang akan diambil
8. Film Advance Lever ( Tuas pengokang film )
9. Film Speed Dial gelang pengatur kecepatan film (ASA/ISO/BS/ DIN) yang akan dipergunakan.
10. Self Timer, komponen penangguh waktu pelepasan rana.
11. Film Rewind Crank , tuas penggulung balik film yang sudah terpakai 12. Hot Shoe, sepatu tempat dudukan lampu kilat
13. Light Meter Switch, tombol pengatu banyaknya cahaya yang dibutuhkan
14. Flash Contacts, terminal sinkronisasi lampu klilat 15. Lens Auto-manual Switch , kunci pelepas rana
FILM
Film merupakan media perekam dan penyimpan objek yang kita potret.Setelah cahaya melalui lensa yang telah diatur jumlah dan lamanya sesuai yang dibutuhkan seperti yang ditunjukkan oleh light meter , cahaya yang berasal dari pantulan objek akan memberikan bayangan laten pada film . Apabila cahaya yang msauk berlebih , film akan mengalami over exposure atau bahan terbakar, dan saat cahaya yang masuk kurang dari yang sebenarnya, film akan menjadi under exposure.
Film terbuat dari bahan kimia (perak halida atau perak bromida ) yang sangat peka terhadap cahaya, ditunjukkan dalam skala ISO/ ASA/BS atau DIN,yang mampu merekam objek dalam bentuk bayangan laten. Bayangan ini baru terlihat setelah film mengalami proses pencucian terlebih dahulu.
Film dapat dikategorikan dalam berapa jenis seperti spesifikasi dibawah ini :
Ü Berdaasr klise yang disediakan, film terdiri dari film positif dan negatif baik berwarna maupun hitam putih Berdasar ukurannya, film terdiri dari format kecil (small format), medium dan besar (large)
Ü Berdasar tingkat kepekaannya, film terdiri dari film kepekaan rendah (ASA/ISO/BS dibawah 64), kepekaan sedang (ASA/ISO/BS 160 800) dan kepekaan sangat tinggi (ASA/ISO/BS diatas 800) Ü Khusus untuk film berwarna, berdasar cahaya yang akan digunakan
untuk menyinari objek , film berwarna terdiri dari daylight film(untuk cahaya matahari) dan tungsten light film (untuk cahaya lampu ) . Pada film tungsten sendiri masih dapat dikategorikan dalam dua kelompok yakni cahaya lampu tipe A (3400 3500 K) dan cahaya lampu tipe B (3200 K)
Selain film yang telah disebutkan diatas media penyimpan gambar objek yang dipakai dalam dunia fotografi digital ialah disc (floopy disc / disket , hard disc dan CD).