• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menentukan besaran-besaran fisis yang mempengaruhi medan listrik dan hukum Coulomb

Intensitas atau Taraf Intensitas Bunyi pada Perubahan Jumlah Sumber Bunyi

5.1. Menentukan besaran-besaran fisis yang mempengaruhi medan listrik dan hukum Coulomb

Hukum Coulomb Medan Listrik

𝐹 = π‘˜

π‘žπ‘„

π‘Ÿ2

𝐸 = π‘˜

𝑄

π‘Ÿ2

Bila muatan berbeda mengalami gaya tarik-menarik. Muatan positif arah kuat medan keluar dari muatan tsb Bila muatan sejenis mengalami gaya tolak-menolak. Muatan negatif arah kuat medan masuk menuju muatan tsb

πΌπ‘›π‘”π‘Žπ‘‘!!! Gaya Coulomb dan Medan Listrik adalah besaran vektor.

Sejajar οƒ Dijumlah atau dikurang Lebih dari dua vektor Tegak lurus οƒ Aturan Pythagoras

Tidak Sejajar Tidak Tegak Lurus οƒ Aturan Cosinus Menguraikan vektor

+ π‘ž +

𝑄

+ π‘ž βˆ’

𝑄 π‘Ÿ

π‘Ÿ βˆ’

π‘ž2

𝑃 +

π‘ž1

𝑃

οƒ 

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 146 TRIK SUPERKILAT:

Menentukan letak muatan ketiga yang Gaya Coulombnya atau Medan Listriknya sama dengan nol.

Misalkan muatan π’’πŸ dan π’’πŸ memiliki jenis yang sama. (Muatan ketiga letaknya di antara dua muatan) Lalu letakkan muatan ketiga (π‘ž3) diantara π‘ž1 dan π‘ž2. (jenis muatan π‘ž3 terserah)

Gambarkan semua gaya Coulomb yang bekerja pada muatan π‘ž3. Ingat! Muatan sejenis tarik-menarik, muatan berbeda tolak-menolak.

Resultan gaya Coulomb pada muatan π‘ž3 adalah:

Σ𝐹3 = 𝐹31βˆ’ 𝐹32 β‡’ 𝐹31= 𝐹32 Sehingga,

𝐹31= 𝐹32

β‡”π‘˜π‘ž1π‘ž3

π‘Ÿ12 = π‘˜π‘ž2π‘ž3

π‘Ÿ22 (coret π‘˜ dan π‘ž3)

⇔ π‘ž1

π‘Ÿ12 = π‘ž2

π‘Ÿ22 (kedua ruas diakar)

⇔ βˆšπ‘ž1

π‘Ÿ1 = βˆšπ‘ž2 π‘Ÿ2 Jadi nilai π‘Ÿ2 = βˆšπ‘ž2

βˆšπ‘ž1 π‘Ÿ1

Sekarang perhatikan jarak 𝑑 = π‘Ÿ1+ π‘Ÿ2, kan?

Sehingga substitusikan π‘Ÿ32, 𝑑 = π‘Ÿ1+ (βˆšπ‘ž2

βˆšπ‘ž1

π‘Ÿ1) β‡’ 𝑑 = (βˆšπ‘ž1+ βˆšπ‘ž2

βˆšπ‘ž1

) π‘Ÿ1 Kesimpulannya:

π‘Ÿ1 = ( βˆšπ‘ž1

βˆšπ‘ž1+ βˆšπ‘ž2) 𝑑

LOGIKA PRAKTIS Contoh Soal:

Misalkan kita hendak mencari jarak muatan ketiga (π‘ž3) dari muatan pertama (π‘ž1) yakni sejauh π‘Ÿ31. Akarkan semua muatan. Abaikan satuan πœ‡C, ambil angka pentingnya saja. (π‘ž3 tidak berpengaruh)

+ π‘ž1

+ π‘ž2

+ π‘ž3 𝐹32 𝐹31

π‘Ÿ1

𝑑

π‘Ÿ2

𝑑 = 15 cm

+ π‘ž1 = 4πœ‡C

+ π‘ž2 = 9 πœ‡C

+ π‘ž3= 1 πœ‡C π’“πŸ

TRIK SUPERKILAT π‘Ÿ1= 2

2 + 3Γ— 15 = 6 cm

Jadi jarak muatan π‘ž3 terletak 6 cm di sebelah kanan dari muatan π‘ž1.

3

βˆšπŸ’

βˆšπŸ’ βˆšπŸ—

π‘Ÿ2 = ( βˆšπ‘ž2

βˆšπ‘ž1+ βˆšπ‘ž2

) 𝑑

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 147 Menentukan letak muatan ketiga yang Gaya Coulombnya atau Medan Listriknya sama dengan nol.

Misalkan muatan π’’πŸ dan π’’πŸ berbeda jenis. (Muatan ketiga dekat dengan muatan yang paling kecil) Dengan cara yang sama, kita dapatkan kesimpulan:

π‘Ÿ1 = | βˆšπ‘ž1

βˆšπ‘ž2βˆ’ βˆšπ‘ž1| 𝑑

LOGIKA PRAKTIS Contoh Soal:

Misalkan kita hendak mencari jarak muatan ketiga (π‘ž3) dari muatan pertama (π‘ž1) yakni sejauh π‘Ÿ1. Akarkan semua muatan. Abaikan satuan πœ‡C, ambil angka pentingnya saja. (π‘ž3 tidak berpengaruh)

Catatan:

Bila besar muatan tidak bisa langsung diakar. Sederhanakan dulu angka pada muatan, lalu akarkan.

Sekarang mari kita berlatih menentukan letak muatan ketiga yang gaya Coulombnya nol dari soal berikut!

1.

Letak muatan ketiga di sebelah kiri muatan yang angkanya paling kecil yakni π‘ž1. Jarak muatan ketiga dari π‘ž1 adalah π‘Ÿ1 = √4

√36βˆ’βˆš4Γ— 12 = 24Γ— 12 = 6 cm. (di sebelah kiri π‘ž1)

2.

Letak muatan ketiga di antara kedua muatan.

Jarak muatan ketiga dari π‘ž1 adalah π‘Ÿ1 = √25

√25+√4Γ— 21 = 57Γ— 21 = 15 cm. (di sebelah kanan π‘ž1) Dst… dst… dst…

π‘Ÿ2 = | βˆšπ‘ž2

βˆšπ‘ž2βˆ’ βˆšπ‘ž1| 𝑑

TRIK SUPERKILAT π‘Ÿ1= 1

3 βˆ’ 1Γ— 8 = 4 cm Jadi jarak muatan π‘ž3 terletak 4 cm di sebelah kiri dari muatan π‘ž1. +

π‘ž1 = 2 πœ‡C

𝑑 = 8 cm

π’“πŸ

βˆ’ π‘ž3= 1 πœ‡C

βˆ’ π‘ž1 = 18 πœ‡C

1 9

√𝟏

√𝟏 βˆšπŸ—

βˆ’ π‘ž1 = βˆ’4 πœ‡C

+ π‘ž2= +36 πœ‡C

𝑑 = 12 cm

+

π‘ž1 = +50 πœ‡C

+ π‘ž2= +8 πœ‡C

𝑑 = 21 cm

25 4

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 148 CONTOH SOAL

Menentukan besar gaya Coulomb dari dua muatan.

1. Muatan A bernilai 10 πœ‡C berada sejauh 0,5 m dari muatan B yang mempunyai nilai 2 πœ‡C. Gaya yang dialami muatan B karena muatan A sebesar .... (π‘˜ = 9 Γ— 109 N m2 C-2) kedua muatan terpisah sejauh 2 cm, besar gaya elektrostatis dan sifatnya adalah ....

(π‘˜ = 9 Γ— 109 N m2 C-2)

Menentukan resultan gaya Coulomb lebih dari dua muatan.

3. Dua buah muatan listrik π‘žπ΄ = 6 πœ‡C dan π‘žπ΅ = βˆ’2 πœ‡C berjarak 6,0 cm satu sama lain. Bila muatan

4. Perhatikan gambar di bawah.

Ketiga muatan listrik π‘ž1, π‘ž2 dan π‘ž3 adalah segaris. Bila π‘ž = 5 πœ‡C dan 𝑑 = 30 cm, maka besar dan arah gaya listrik yang bekerja pada muatan π‘ž adalah ....

(π‘˜ = 9 Γ— 109 N m2 C-2)

5. Perhatikan gambar di bawah!

Jika AB = BC = 3 cm dan π‘ž = 2 Γ— 10βˆ’7 C, gaya yang bekerja pada titik B sebesar ....

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja

𝐹 = π‘˜π‘ž1π‘ž2

π‘Ÿ2 = 9 Γ—1 Γ— 2 52 =18

25= 0,72 (Pasti jawabannya B)

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja

𝐹 = π‘˜π‘ž1π‘ž2

π‘Ÿ2 = 9 Γ—4 Γ— 6 22 = 54

(Karena muatan berbeda, maka terjadi gaya tarik. Pasti jawabannya C)

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

Σ𝐹 = 𝐹𝐴+ 𝐹𝐡= π‘˜π‘žπ΄π‘žπΆ

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

Σ𝐹 = 𝐹1βˆ’ 𝐹2= π‘˜π‘ž1π‘ž3

π‘Ÿ132 βˆ’ π‘˜π‘ž2π‘ž3

π‘Ÿ232 (ingat vektor arah ke kanan dianggap positif)

= (9 Γ—3 Γ— 5

32 ) βˆ’ (9 Γ—6 Γ— 5

62 ) = 15 βˆ’ 7,5 = 7,5 (Arah positif, artinya ke kanan) (Pasti jawabannya B)

+ + +

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

𝐹𝐴= π‘˜π‘žπ΄π‘žπ΅

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 149 Menentukan besar kuat medan listrik oleh sebuah muatan.

6. Kuat medan di sebuah titik yang terletak 20 cm dari muatan 20 πœ‡C sebesar ....

A. 1,5 Γ— 106 N/C B. 2,5 Γ— 106 N/C C. 3,5 Γ— 106 N/C D. 4,5 Γ— 106 N/C E. 5,5 Γ— 106 N/C

Menentukan resultan kuat medan listrik dua atau lebih muatan.

7. Dua partikel masing-masing bermuatan π‘žπ΄ = 1 πœ‡C dan π‘žπ΅= 4 πœ‡C diletakkan terpisah sejauh 4

8. Perhatikan gambar di bawah!

Diketahui π‘ž1 = π‘ž2 = 10 πœ‡C dan konstanta π‘˜ = 9 Γ— 109 Nm2/C2, maka nilai dan arah kuat medan 9. Perhatikan gambar berikut ini!

Besar kuat medan listrik di titik A adalah .... (π‘˜ = 9 Γ— 109 N m2 C-2).

10. Perhatikan gambar di bawah!

Jika AB = 3 cm, BC = 4 cm, π‘žπ΄ = βˆ’9 nC, dan π‘žπ΅ = 16 nC, nilai kuat medan listrik di titik C

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

𝐸 = π‘˜ π‘ž

π‘Ÿ2= 9 Γ— 2

22= 9 Γ—1

2= 4,5 (Pasti jawaban D)

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

Σ𝐸 = πΈπ΄βˆ’ 𝐸𝐡= π‘˜ π‘žπ΄

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

Σ𝐸 = 𝐸1+ 𝐸2= π‘˜ π‘ž1

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

Menurut aturan Pythagoras panjang 𝐴𝐢 = √32+ 42= 5 cm

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 150 Menentukan letak muatan ketiga yang gaya Coulomb atau kuat medan listriknya sama dengan nol.

11. Dua partikel A dan B bermuatan listrik +4 πœ‡C dan βˆ’100 πœ‡C terletak di udara seperti gambar berikut.

Di sekitar muatan tersebut terdapat titik-titik P, Q, R, S dan T. Titik yang mempunyai kemungkinan kuat medannya nol adalah ....

A. T B. S C. R D. Q E. P

12. Perhatikan gambar di samping. Jika muatan – 𝑄 terletak antara A dan B, dimanakah muatan – 𝑄 harus diletakkan sehingga gaya coulomb yang dialaminya nol?

A. 3 cm dari muatan B B. 4 cm dari muatan B C. 5 cm dari muatan B D. 3 cm dari muatan A E. 6 cm dari muatan A

13. Perhatikan gambar di samping! Kuat medan bernilai nol terletak di ....

A. 4 cm di sebelah kiri π‘ž2 P yang kuat medan listriknya nol adalah ....

A. 2 cm dari muatan π‘ž1

15. Tiga muatan listrik disusun seperti gambar di samping.

Agar muatan uji P bebas dari pengaruh gaya elektrostatik muatan 𝑄1 dan 𝑄2, maka nilai π‘₯ adalah ....

Menentukan muatan lain yang menyebabkan gaya Coulomb atau kuat medan listrik muatan ketiga sama dengan nol.

16. Muatan listrik +π‘ž1 = 10 πœ‡C, +π‘ž2 = 20 πœ‡C dan π‘ž3 terpisah seperti pada gambar di udara.

Karena dua muatan berbeda jenis, maka titik yang kuat medannya nol terletak di luar kedua muatan dan berada di dekat muatan yang terkecil. Sehingga pasti titik tersebut adalah P.

TRIK SUPERKILAT:

Kedua muatan berjenis sama, maka muatan ketiga terletak di tengah-tengah kedua muatan.

π‘Ÿπ΄= βˆšπ‘žπ΄

Kedua muatan berjenis sama, maka muatan ketiga terletak di tengah-tengah.

π‘Ÿ1= βˆšπ‘ž1

Kedua muatan berjenis sama, maka muatan ketiga terletak di tengah-tengah.

π‘Ÿ1= βˆšπ‘ž1

Kedua muatan berlainan jenis, maka muatan ketiga terletak di luar kedua muatan tetapi di dekat muatan terkecil.

Sederhanakan dulu muatan, biar bisa di akar  Berarti π‘ž1= 1 dan π‘ž2= 4.

Jika muatan ketiga terletak yang kuat medan listriknya nol di tengah-tengah, maka artinya kedua muatan sama jenisnya. Sehingga muatan π‘ž3 pasti positif.

Pada kuat medan yang konstan, muatan berbanding lurus dengan kuadrat jarak.

Karena muatan π‘ž3 berjarak separuh dari π‘ž1, artinya muatan π‘ž3 adalah seperempat dari muatan π‘ž1. Jadi π‘ž3= +2,5 πœ‡C

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 151 Membandingkan besar gaya Coulomb pada dua kondisi berbeda.

17. Tiga buah muatan listrik diletakkan terpisah seperti gambar.

Resultan gaya yang bekerja pada muatan +π‘ž adalah 𝐹1. Jika muatan βˆ’2π‘ž digeser menjauhi muatan +π‘ž sejauh π‘Ž, maka resultan gaya yang bekerja pada muatan +π‘ž menjadi 𝐹2. Nilai perbandingan 𝐹1 dan 𝐹2 adalah ....

18. Dua buah muatan listrik yang nilainya sama diletakkan pada jarak 1 meter, sehingga terjadi gaya coulomb sebesar 𝐹1 Newton. Ketika jarak keduanya diubah menjadi dua kali semula, gaya coulomb yang dialami menjadi 𝐹2. Perbandingan 𝐹1 ∢ 𝐹2 adalah ....

19. Muatan π‘ž1, π‘ž2, dan π‘ž3 diletakkan segaris seperti gambar di bawah ini. (π‘˜ = konstanta dielektrik medium)

Jika muatan π‘ž3 digeser dari titik C ke D, perbandingan besar gaya Coulomb pada muatan π‘ž2 sebelum dan sesudah π‘ž3 digeser adalah ....

A. 9 : 1 B. 9 : 4 C. 4 : 1 D. 2 : 1 E. 1 : 2

20. Sistem dengan 3 muatan bebas yang sama besar diletakkan dalam satu garis sehingga seimbang seperti gambar berikut.

Jika π‘ž3 digeser 13π‘₯ mendekati π‘ž2, perbandingan besar gaya Coulomb 𝐹1: 𝐹2 menjadi ....

Karena muatan berbeda jenis maka resultan gaya pada muatan +π‘ž adalah jumlah dari gaya yang diakibatkan oleh masing-masing muatan. Sehingga gaya oleh masing-masing muatan adalah 12𝐹1. Jika muatan βˆ’2π‘ž digeser sejauh π‘Ž (artinya jaraknya menjadi 2 kali dari sebelumnya), maka besarnya gaya menjadi 14 kali lebih kecil, yakni menjadi 18𝐹1. 𝐹1∢ 𝐹2= 𝐹1∢ (1

2𝐹1+1

8𝐹1) β‡’ 𝐹1∢ 𝐹2= 8 ∢ 5

TRIK SUPERKILAT:

Ingat! Besar gaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Jika

jaraknya menjadi dua kali semula, maka besar gaya malah menjadi lebih kecil empat kali semula. Jadi perbandingannya adalah:

𝐹2=1 Jadi perbandingannya adalah:

𝐹1∢ 𝐹2= π‘₯ ∢9

4π‘₯ β‡’ 𝐹1∢ 𝐹2= 4 ∢ 9

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 152 Menentukan besar gaya Coulomb pada dua kondisi berbeda.

21. Dua muatan listrik yang terpisahkan sejauh 10 cm mengalami gaya tarik-menarik (𝐹𝐴) sebesar 10 N. Gaya tarik antara kedua muatan jika terpisah sejauh 5 cm sebesar ....

A. 10 N B. 20 N C. 30 N D. 40 N E. 50 N

22. Dua buah muatan listrik identik tetapi bermuatan tidak sama diletakkan terpisah seperti gambar. 𝐹 adalah gaya elektrostatis pada kedua muatan.

Jika jarak kedua muatan dijadikan 12π‘Ÿ, maka gaya elektrostatis yang bekerja pada tiap muatan adalah ....

A. 8𝐹 B. 4𝐹 C. 32𝐹 D. 12𝐹 E. 14𝐹

23. Dua muatan listrik yang besarnya sama, namun berlainan tanda terpisah pada jarak π‘Ÿ sehingga timbul gaya elektrostatis sebesar 𝐹 seperti gambar di bawah ini!

Jika jarak kedua muatan dijadikan 3π‘Ÿ, maka gaya elektrostatis yang bekerja pada tiap muatan adalah ....

A. 9𝐹 B. 3𝐹 C. 𝐹 D. 13𝐹 E. 19𝐹

24. Titik A dan B masing-masing bermuatan listrik βˆ’10 πœ‡C dan 40 πœ‡C. Mula-mula kedua muatan diletakkan terpisah 0,5 meter sehingga timbul gaya coulomb 𝐹 Newton. Jika jarak A dan B diubah menjadi 1,5 meter, maka gaya coulomb yang timbul adalah ....

A. 19 𝐹 B. 13 𝐹 C. 32 𝐹 D. 3 𝐹 E. 9 𝐹

25. Dua muatan berjarak 2 meter berada di udara. Apabila jarak kedua muatan dijadikan 6 kali semula, maka besar gaya coulomb menjadi ....

A. 12 kali semula B. 14 kali semula C. 19 kali semula D. 161 kali semula E. 361 kali semula

TRIK SUPERKILAT:

Ingat!! Gaya coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.

Jika jaraknya diperkecil 2 kali (dari 10 cm menjadi 5 cm), maka besarnya gaya Coulomb menjadi lebih besar 4 kali sebelumnya.

Jadi gaya Coulomb sekarang adalah 40 N.

TRIK SUPERKILAT:

Ingat!! Gaya coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.

Jika jaraknya diperkecil 2 kali , maka besarnya gaya Coulomb menjadi lebih besar 4 kali sebelumnya.

Jadi gaya Coulomb sekarang adalah 4𝐹.

TRIK SUPERKILAT:

Ingat!! Gaya coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.

Jika jaraknya diperbesar 3 kali , maka besarnya gaya Coulomb menjadi lebih kecil 9 kali sebelumnya.

Jadi gaya Coulomb sekarang adalah 19𝐹.

TRIK SUPERKILAT:

Ingat!! Gaya coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.

Jika jaraknya diperbesar 3 kali (dari 0,5 m menjadi 1,5 m), maka besarnya gaya Coulomb menjadi lebih kecil 9 kali sebelumnya.

Jadi gaya Coulomb sekarang adalah 19𝐹.

TRIK SUPERKILAT:

Ingat!! Gaya coulomb berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.

Jika jaraknya diperbesar 6 kali , maka besarnya gaya Coulomb menjadi lebih kecil 9 kali sebelumnya.

Jadi gaya Coulomb sekarang adalah 1

36𝐹.

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 153 Membandingkan besar kuat medan listrik pada dua kondisi berbeda.

26. Dua muatan sejenis π‘ž1 dan π‘ž2 terpisah sejauh π‘Ÿ. Jika π‘ž2 digeser mendekati π‘ž1 sejauh 12π‘Ÿ, perbandingan kuat medan yang dialami π‘ž2 pada keadaan awal dan akhir adalah ....

A. 4 : 1 B. 2 : 1 C. 1 : 4 D. 1 : 2 E. 1 : 1

27. Dua buah muatan sejenis dijauhkan sebesar 2 kali jarak semula. Perbandingan kuat medan pada keadaan awal dengan akhir adalah ....

A. 1 : 4 B. 1 : 3 C. 2 : 3 D. 4 : 1 E. 5 : 4

Menentukan besar kuat medan listrik pada dua kondisi berbeda.

28. Pada gambar berikut, AB = 2AC; AC = 2CD

Jika kuat medan listrik di C sebesar E, maka kuat medan listrik di titik D sebesar ....

A. 409 E B. 209 E C. 153 E D. 103 E E. 56 E

29. Titik A terletak di tengah-tengah dua buah muatan yang sama besar tetapi berlainan jenis yang terpisah sejauh π‘Ž. Besar kuat medan listrik di titik A saat itu 36 N/C. Jika titik A tersebut digeser

1

4π‘Ž mendekati salah satu muatan maka besar kuat medan listrik titik A setelah digeser menjadi ....

A. 4 N/C B. 16 N/C C. 32 N/C D. 40 N/C E. 80 N/C

30. Soal masih diketik... Tunggu updatenya di http://pak-anang.blogspot.com. Contoh soal lainnya menyusul ya... Pembahasan soal di SKL ini akan segera diupdate... Kunjungi terus posting tentang SMART SOLUTION pada SKL ini di blog Pak Anang di http://pak-anang.blogspot.com.

Terima kasih.

TRIK SUPERKILAT:

Misal 𝐸1 adalah π‘Ž maka besarnya 𝐸2= 4π‘Ž (karena π‘Ÿ2=12π‘Ÿ1) Jadi perbandingannya adalah:

𝐸1∢ 𝐸2= π‘Ž ∢ 4π‘Ž β‡’ 𝐹1∢ 𝐹2= 1 ∢ 4

TRIK SUPERKILAT:

Ingat! Besar kuat medan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Jika jaraknya menjadi dua kali semula, maka besar kuat medan listrik malah menjadi lebih kecil empat kali semula. Jadi

perbandingannya adalah:

𝐸2 =1

4𝐸1 β‡’ 𝐸1 ∢ 𝐸2 = 4 ∢ 1

TRIK SUPERKILAT:

Resultan kuat medan di titik C adalah Σ𝐸𝐢 = 𝐸𝐴+ 𝐸𝐡 = 𝐸 β‡’ 𝐸𝐴= 𝐸𝐡=12𝐸 Ingat, kuat medan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.

Muatan A diperbesar 32 kali jaraknya οƒ  𝐸𝐴′= (49) 𝐸𝐴=29𝐸 Muatan B diperkecil dua kali jaraknya οƒ  𝐸𝐡′= 4𝐸𝐡 = 2𝐸

Maka, resultan kuat medan di titik D adalah Σ𝐸𝐷= 𝐸𝐴′+ 𝐸𝐡′= (29𝐸 + 2𝐸) =209𝐸

TRIK SUPERKILAT:

Resultan kuat medan di titik A adalah Σ𝐸𝐴= 𝐸1+ 𝐸2= 36 N/C β‡’ 𝐸1= 𝐸2= 18 N/C

Titik A digeser 14π‘Ž artinya π‘Ÿ1=34π‘Ž dan π‘Ÿ2=14π‘Ž, jarak muatan pertama diperbesar 32 kali dan jarak muatan kedua diperkecil 2 kali.

Muatan 1 diperbesar 32 kali jaraknya οƒ  𝐸1β€²= (49) 𝐸1=29(18) = 4 Muatan 2 diperkecil dua kali jaraknya οƒ  𝐸2β€²= 4𝐸2= 2(18) = 36

Maka, resultan kuat medan di titik A setelah digeser adalah Σ𝐸𝐴= 𝐸1β€²+ 𝐸2β€²= (4 + 36) = 40 N/C

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 154 PEMBAHASAN SOAL UN FISIKA SMA 2012

1. Tiga buah muatan disusun seperti pada gambar di bawah ini.

Gaya Coulomb yang dialami muatan B sebesar .... (k = 9 ο‚΄109 Nm2 . Cβˆ’2, 1 ΞΌC = 10βˆ’6 C) A. 09 ο‚΄101 N ke muatan C

B. 09 ο‚΄101 N ke muatan A C. 18 ο‚΄101 N ke muatan C D. 18 ο‚΄101 N ke muatan A E. 36 ο‚΄101 N ke muatan C

2. Perhatikan gambar dua muatan titik berikut!

Dimana letak titik P agar kuat medan listrik di titik P tersebut sama dengan nol?

(k = 9 ο‚΄109 Nm2 . Cβˆ’2, 1 ΞΌC = 10βˆ’6 C) A. tepat di tengah Q1 dan Q2

B. 6 cm di kanan Q2

C. 6 cm di kiri Q1

D. 2 cm di kanan Q2

E. 2 cm di kiri Q1

Jika adik-adik butuh ’bocoran’ butir soal Ujian Nasional tahun 2013, maka adik-adik bisa download di http://pak-anang.blogspot.com/2012/11/prediksi-soal-un-fisika-sma-2013.html. Semua soal tersebut disusun sesuai kisi-kisi SKL UN tahun 2013 yang dikeluarkan secara resmi oleh BSNP tanggal 20November 2012 yang lalu.

Kisi-kisi SKL UN SMA tahun 2013 untuk versi lengkap semua mata pelajaran bisa adik-adik lihat di http://pak-anang.blogspot.com/2012/11/kisi-kisi-skl-un-2013.html.

Terimakasih, Pak Anang.

TRIK SUPERKILAT:

Karena semua bilangan pada jawaban berbeda, maka gunakan angka penting saja.

Σ𝐹 = 𝐹1βˆ’ 𝐹2

= π‘˜π‘žπ΄π‘žπ΅

π‘Ÿπ΄π΅2 βˆ’ π‘˜π‘žπΆπ‘žπ΅

π‘ŸπΆπ΅2 (ingat vektor arah ke kanan dianggap positif)

= (9 Γ—1 Γ— 1

12 ) βˆ’ (9 Γ—2 Γ— 1 12 )

= 9 βˆ’ 18 = βˆ’9 (Arah negatif, artinya ke kiri ke muatan A) (Pasti jawabannya B)

TRIK SUPERKILAT:

Karena muatan berbeda maka letak muatan yang 𝐸 = 0 adalah dekat dengan muatan terkecil (𝑄2)

Kita coba 𝑄2 sebagai acuan:

π‘Ÿ2= | βˆšπ‘ž1

βˆšπ‘ž1βˆ’ βˆšπ‘ž2

| 𝑑 = | √4

√9 βˆ’ √4| 3 =2

1 3 = 6 cm (disebelah kanan 𝑄2)

Bimbel UN Fisika SMA Program IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 155 5.2. Menentukan besaran fisis fluks, potensial listrik, atau energi potensial listrik, serta penerapannya

pada keping sejajar atau pada rangkaian kapasitor.