• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengamati kinerja rantai pasok produk olahan susu

DAFTAR PUSTAKA

PEDOMAN OBSERVASI

1. Mengamati kinerja rantai pasok produk olahan susu

107

Catatan Lapangan 1

Metode Pengumpulan Data : Wawancara Hari/ Tanggal : Senin, 05 September 2016

Pukul : 10.00 WIB

Lokasi : Ruang Laboratorium Sumber Data : Agung

Deskripsi Data :

Informan adalah merupakan pegawai bagian laboratorium. Pertanyaan yang disampaikan menyangkut Apa saja bahan baku yang digunakan CV Cita Nasional, darimana susu itu didapat dan bagaimana kriteria susu yang layak diterima untuk diproduksi? Bagaimana penanganan bahan baku susu di dalam perusahaan?

Dari hasil wawancara tersebut terungkap bahwa Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan susu pasteurisasi yaitu berupa susu segar. Bahan baku susu segar datang setiap hari.

Bahan baku penunjang yang digunakan di CV. Cita Nasional yaitu pemanis, susu bubuk skim, starter culture, flavour, pewarna dan penstabil. Pemanis yang digunakan adalah berupa gula rafinasi khusus untuk industri. Susu bubuk skim yang digunakan diimpor dari Australia. Bahan penunjang tersebut ditambahkan untuk masing-masing rasa produk dalam jumlah tertentu. Produk susu segar di CV Cita Nasional menggunakan dua jenis kemasan yaitu kemasan primer dan sekunder. Jenis bahan pengemas yang digunakan di CV Cita Nasional pada kemasan primer yaitu kemasan cup menggunakan kemasan berbahan dasar plastik jenis polypropylene atau PP dan kemasan prepack digunakan pengemas dengan bahan dasar polyethylene (PE), pada kemasan sekunder yaitu kemasan krat digunakan plastik jenis PVC (polyvinyl chloride). CV Cita Nasional belum dilakukan pengawasan mutu terhadap bahan pengemas tersebut. Pada kemasan ini permasalahan yang sering terjadi adalah banyaknya kemasan yang kurang rata dan menyababkan kebocoran pada kemasan yang mengakibatkan pemborosan karena produk harus di buang.

108

Catatan Lapangan 2

Metode Pengumpulan Data : Wawancara Hari/ Tanggal : Rabu, 14 September 2016.

Pukul : 09.30 WIB

Lokasi : Kantor CV Cita Nasional Sumber Data : Iskandar Mukhlas

Deskripsi Data :

Informan adalah merupakan Plant Manager.

Pertanyaan yang disampaikan menyangkut berasal dari mana bahan baku susu segar yang merupakan komponen utama dalam pembuatan susu?, Kemana Produk susu pasteurisasi yang telah dikemas pada kemasan krat, akan dikirim?

Dari hasil wawancara tersebut terungkap bahwa

“Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi susu pasteurisasi dan homogenisasi ”Susu Segar Nasional”

diperoleh dari KUD Andini, Cepogo, Wahyu Agung, dan Sidodadi. Kapasitas susu murni dari KUD Andini sekitar 10.000 liter/hari, KUD Cepogo sekitar 8.000 liter/hari, KUD Wahyu Agung sekitar 4.000 liter/hari, dan KUD Sidodadi sekitar 4.000 liter/hari. Jumlah suplai bahan baku susu murni bisa berbeda-beda setiap hari. Proses penyediaan susu murni dari setiap KUD ke CV Cita Nasional menggunakan alat angkut jenis truk yang dilengkapi dengan tangki yang berbentuk silinder untuk memuat susu murni. Di dalam tangki tersebut telah dipasang mesin pendingin susu atau milk cooling. Tangki yang memuat susu atau transfer tank terbuat dari bahan stainlees steel yang terdiri dari dua dinding yaitu bagian luar dan dalam, serta dilengkapi bahan isolator untuk menghambat kenaikan suhu.

Produk susu pasteurisasi yang telah dikemas pada kemasan krat, akan dikirim ke distributor yang telah menjadi target area pemasaran. Produk susu pasteurisasi yang dikirim dengan truk akan didistribusikan sesuai dengan jumlah pesanan setiap daerah pemasaran. Produk akan disimpan di dalam kontainer truk yang telah dilengkapi sistem pendingin

109

dan diberi es batu. Sistem pendingin diatur suhu antara 4-6oC dan hubungan kerjasama antara perusahan dengan pihak pemasok dilakukan atas dasar kepercayaan, tidak ada ikatan kontrak khusus sehingga pemasok bisa memutuskan hubungan kerjasama kapan saja kurangnya kemampuan sumber daya manusia pada tiap-bagian juga menimbulkan permasalahan yang harus menjadi perhatian. Permasalahan yang sering terjadi yaitu sering sekali terjadi kekurangan krat sehingga menyebabkan produksi tersendat dan ketidakpastian jumlah pasokan, melebihi jumlah permintaan atau kurang dari jumlah permintaan.

110

Catatan Lapangan 3

Metode Pengumpulan Data : Wawancara Hari/ Tanggal : Kamis, 15 September 2016.

Pukul : 11.00 WIB Lokasi : Kantor Sumber Data : Ali Deskripsi Data :

Informan adalah merupakan Kepala Supervisor Quality Control/ R&D. Pertanyaan yang disampaikan menyangkut Bagaimana usaha yang dilakukan oleh CV Cita Nasional dalam menjaga standar kualitas susu yang dilakukan dengan cara melakukan beberapa uji susu yang diterima dan layak untuk diproduksi?

Dari hasil wawancara tersebut terungkap bahwa Uji kualitas susu di CV. Cita Nasional meliputi uji organik, uji alkohol, uji alkohol dilakukan untuk mengetahui keadaan susu apakah dalam keadaan baik atau sudah rusak. Uji berat jenis dengan menggunakan laktodensimeter, pengukuran berat jenis susu merupakan salah satu alternatif untuk mengetahui adanya pemalsuan susu yang mengakibatkan penurunan kualitas susu. Uji kadar lemak, pH menggunakan pH meter, total solid, uji penambahan gula, penambahan lemak nabati dan penambahan karbonat. Setelah dilakukan uji kualitas, susu yang diterima didinginkan dengan PHE hingga suhu 4-5oC dan langsung dialirkan ke tangki intermediate. Susu yang tidak layak atau tidak memenuhi standar penerimaan akan ditolak dan dikembalikan kepada pemasok, Dalam uji kualitas ini butuh waktu yang cukup lama sekitar 30 menit, baru bisa disimpulkan apakah bahan baku layak diterima atau ditolak, kadang pemasok tidak terima karena sudah menunggu cukup lama dan ternyata susu ditolak karena tidak memenuhi standar penerimaan yang sudah di tentukan. Apabila terdapat suatu penyimpangan pada kualitas susu yang telah diproduksi dan dipasarkan, maka akan segera dilakukan tindakan penarikan produk dari

111

pasaran walaupun kadaluarsanya belum habis. Permasalahan yang terjadi adalah turunnya kepercayaan pelanggan akibat ketidaksesuaian produk yang sudah sampai di pasaran dan penambahan biaya yang sangat besar melebihi jumlah anggaran yang direncanakan

112

Catatan Lapangan 4

Metode Pengumpulan Data : Wawancara Hari/ Tanggal : Selasa/ 13 September 2016.

Pukul : 09.30 WIB Lokasi : Ruang Produksi Sumber Data : Nur hariyanto Deskripsi Data :

Informan adalah merupakan Asisten Supervisor Proses produksi. Pertanyaan yang disampaikan menyangkut Bagaimana Proses pengemasan susu pasteurisasi dan permasalahan yang terjadi pada CV Cita Nasional berkaitan dengan pengemasan susu?

Dari hasil wawancara tersebut terungkap bahwa Proses pengemasan susu pasteurisasi diawali dengan proses filling atau pengisian ke dalam kemasan. Susu pasteurisasi yang telah ditampung di storage tank, ditransfer menuju mesin fillomatic. Kemasan cup 180 mL dimasukkan ke dalam feeder yang terdapat pada mesin fillomatic. Proses memasukkan kemasan cup dilakukan secara manual. Setelah dimasukkan ke dalam feeder, kemasan cup menuju nozzle untuk pengisian susu pasteurisasi dari storage tank kemudian di tutup, kemasan akan diteruskan melalui conveyor untuk dikemas kedalam krat. Dalam proses ini permasalahan yang ada yaitu tidak seimbangnya antara peralatan, kecepatan mesin proses produksi di banding kecepatan mesin pengemasan dan jarak yang cukup jauh antara bagian proses dengan pengemasan sehingga semakin mengurangi kecepatan aliran produk dan informasi antar bagian.

113

Catatan Lapangan 5

Metode Pengumpulan Data : Wawancara Hari/ Tanggal : Selasa, 13 September 2016 Pukul : 13.00 WIB

Lokasi : Ruang Pengemasan Sumber Data : Santosa

Deskripsi Data :

Informan adalah merupakan Asisten Supervisor Filling&Sealing. Pertanyaan yang disampaikan menyangkut apa tujuan dan permasalahan yang terjadi pada tahap pemotongan lidcup atau cutting?

Dari hasil wawancara tersebut terungkap bahwa “Proses tahap pemotongan lidcup atau cutting bertujuan untuk memotong plastik lidcup sehingga bentuk dan ukurannya proporsional. Proses cutting dilakukan dengan sistem press atau member tekanan pada lidcup yang telah disegel sebelumnya. Lembaran plastik lidcup yang telah dipotong akan digulung pada bagian penggulungan plastik sisa penutupan. Plastik sisa penutupan ini akan diambil secara manual apabila plastik sisa yang tergulung telah banyak menumpuk. Setelah lidcup terpotong, produk susu pasteurisasi akan dilewatkan conveyor dan menuju ke ruang pengemasan sekunder (krat). Permasalahan yang sering terjadi yaitu kualitas lidcup yang berbeda-beda dan kurangnya pemeliharaan mesin yang menyebabkan hasil pengepresan dan pemotongan tidak maksimal yang menyebabkan poduk harus di buang.

114

Catatan Lapangan 6

Metode Pengumpulan Data : Wawancara Hari/ Tanggal : Senin, 19 September 2016 Pukul : 13.00 WIB

Lokasi : Gudang bahan baku Sumber Data : Atang Sumarna Deskripsi Data :

Informan adalah merupakan Kepala bagian gudang dan Pengadaan Pertanyaan yang disampaikan menyangkut pemesanan bahan baku, stok bahan baku dan apa saja permasalahan yang terjadi pada bahan baku?

Dari hasil wawancara tersebut terungkap bahwa

“ketersediaan bahan baku susu untuk kelancaran proses produksi manufacture terjadi permasalahan yaitu ketidakpastian kuantitas, kualitas dan jadwal pasokan yang secara langsung menyebabkan tidak lancarnya produksi di CV Cita Nasional. Ada beberapa permasalahan yang didapat oleh aktor pasokan bahan baku seperti pada koperasi, Permasalahan yang terjadi antara lain: 1) Ketatnya persaingan antar koperasi. 2) Keterbatasan peralatan uji kualitas, penampungan dan proses pengolahan susu yang menyebabkan tidak maksimalnya penanganan susu. 3) Pemilihan sarana transportasi yang sesuai untuk mendistribusikan susu ke CV Cita Nasional menggunakan mobil tanki. Pengumpul, Permasalahan yang sering terjadi yaitu: 1) Sarana dan biaya transportasi, 2) Banyaknya peternak yang mempermainkan hasil susu misalnya susu dicampur dengan air yang menyebabkan penurunan kualitas susu. 3) Terbatasnya peralatan untuk uji kualitas dan tempat penampungan. 4) Ketatnya persaingan antara pengumpul dan koperasi yang menyebabkan sulitnya mencapai target kualitas. Permasalahan yang dialami oleh peternak antara lain: 1) Susahnya mencukupi kebutuhan pakan ternak

115

sehingga harus membeli dari pabrik penyedia pakan yang harganya lebih mahal jika dibandingkan menggunakan pakan sendiri. 2) Terbatasnya tenaga dokter hewan yang menyebabkan kesulitan untuk perawatan kesehatan hewan ternak sapi. 3) Kurangnya pengetahuan dalam pemeliharaan hewan ternak yang baik sehingga mempengaruhi kualitas hasil susu yang kurang baik, menyebabkan harga jual susu rendah dari para pengumpul susu.

116 LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi

Gambar 4.1.

Struktur Organisasi CV Cita Nasional