• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya Perusahaan dalam Mengatasi Masalah Rantai Pasok Hilir

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.2. Identifikasi Permasalahan Rantai Pasok

4.3.3. Upaya Perusahaan dalam Mengatasi Masalah Rantai Pasok Hilir

Permasalahan yang ada pada rantai pasok hilir adalah kualitas produk dan ketepatan waktu penanganan produk, distribusi dan sarana transportasi, serta sumber daya manusia (SDM) yang rendah. Dalam mengatasi masalah kualitas produk dan ketepatan waktu penanganan produk, upaya yang dilakukan perusahaan yaitu menambah tempat penampungan sesuai kebutuhan dan mengatur atau mengevaluasi penjadwalan ulang serta melakukan pengawasan pada saat pengiriman. Untuk mempersiapan kelancaran seluruh kegiatan produksi maka

86

harus sering dilakukan evaluasi ulang agar selalu dapat dilakukan perbaikan.

Kendala dalam transportasi adalah resiko pengangkutan yang merupakan ketidaktentuan yang menyangkut jiwa manusia dan barang-barang muatan serta alat angkutnya sehingga dapat menyebabkan kerugian (Salim, 1993). Dalam masalah manajemen distribusi dan sarana transportasi, upaya yang dilakukan perusahaan yaitu melakukan pemilihan sarana distribusi dan transportasi untuk menjangkau konsumen dengan menggunakan truk kontainer suhu refrigerasi sesuai dengan jumlah order, bahkan rata-rata mobil membawa muatan yang melebihi kapasitas daya angkut karena adanya target pengiriman yang berlebihan. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya akan tetapi pengangkutan harus memperhatikan keamanan produk.

Berkaitan dengan permasalahan sumber daya manusia (SDM) yang rendah, perusahaan melakukan sosialisasi atau pelatihan terhadap karyawan mengenai penanganan produk yang tepat agar karyawan lebih mengerti tentang penanganan produk. Upaya yang di lakukan perusahaan sudah baik akan tetapi sering kali karyawan yang sering kali lalai.

87

Hal penting yang harus dilakukan dan ditelusuri adalah mencari penyebab Manajemen rantai pasok susu CV Cita Nasional. Sebagai alat bantu, digunakan diagram sebab akibat atau yang disebut fishbone chart.

Adapun penggunaan diagram sebab akibat sebagai berikut:

Sistem pendingin kurang maksimal Terbatasnya dokter hewan Keterbatasan alat uji kualitas Penanganan lambat Perbedaan rencana dan realisasi Kurang Koordinasi

Tidak seimbang Proses produksi cepat Pemeliharaan Sapi kurang Setingan berubah Order lebih Tidak mengikuti perkem IPTEK Kurang pemeliharaan Waktu pengujian lama

Keterlambatan pasokan

Faktor cuaca

Kemasan kurang rata Permainan harga Jarak lokasi pemasok jauh Biaya transportasi mahal Jumlah pasokan tidak pasti Jalan rusak Pakan ternak susah Persaingan KUD Perbedaan rencana produksi

Gambar 4.6.

Fishbone Chart Penyebab Manajemen Rantai Pasok

Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut memperlihatkan hubungan antara permasalahan yang

Aspek-aspek yang

belum optimal

Manajemen Lingkungan

Material

Mesin Metode Manusia

88

dihadapi dengan kemungkinan penyebab manajemen rantai pasok dan akibatnya serta faktor yang mempengaruhinya.

secara umum dapat digolongkan sebagai berikut:

a. Man (manusia)

Karyawan yang terlibat dalam kegiatan proses produksi.

b. Material (bahan baku)

Segala sesuatu yang dipergunakan oleh perusahaan sebagai komponen produk yang akan diproduksi tersebut, terdiri dari bahan baku utama dan bahan baku pendukung.

c. Machine (mesin)

Mesin dan berbagai peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

d. Methode (metode)

Instruksi kerja atau perintah kerja yang harus diikuti dalam proses produksi.

e. Environment (lingkungan)

Keadaan sekitar perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi perusahaan secara umum dan mempengaruhi proses produksi secara khusus.

f. Manajemen

Manajemen menguraikan secara singkat rencana tindakan dan strategi untuk tiap-tiap satuan tindakan di produk atau jasa, bertanggung jawab untuk menyelesaikan proses bisnis seperti halnya persediaan. Permintaan mendadak, persaingan harga, biaya operasional tinggi, terjadinya

89

pemborosan berakibat pada tidak maksimalnya rantai pasokan.

Dalam manajemen rantai pasok produk olahan susu pada CV. Cita Nasional, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya penyebab permasalahan rantai pasok antara lain:

1) Faktor Manusia

a) Terbatasnya dokter hewan menyebabkan para peternak kesulitan dalam memelihara kesehatan hewan untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan ternak.

b) Kemampuan karyawan dalam mengantisipasi masalah kurang sigap.

c) Kurangnya koordinasi antar bagian menyebabkan sering terjadi kesalahan informasi.

d) Pemeliharaan sapi kurang sehingga menyebabkan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan rendah.

e) Karyawan kurang bisa mengikuti perkembangan IPTEK.

Akibat kurangnya karyawan dalam mengikuti perkembangan teknologi menyebabkan kesulitan untuk menggunakan peralatan atau mesin baru.

2) Faktor Material

a) Dalam hal ini material mempunyai permasalahan yaitu keterlambatan pasokan dan uji kualitas yang menyebabkan waktu tunggu untuk produksi.

90

b) Kemasan kurang rata yang menyebabkan terjadinya kebocoran pada kemasan produk sehingga tidak dapat dijual.

c) Jumlah kemasan tidak pasti yaitu berupa kuantitas dan kualitas dari bahan baku dari para pemasok.

d) Pakan ternak susah menyebabkan peternak kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak yang bagus untuk meningkatkan kualitas produk susu. Ketidakpastian kualitas, kuantitas dan penanganan yang kurang maksimal menyebabkan produksi susu tersendat.

3) Faktor Mesin

a) Sistem pendingin kurang maksimal menyebabkan susu cepat rusak.

b) Keterbatasan alat uji kualitas menyebabkan keterlambatan waktu.

c) Ketidakseimbangan mesin antar bagian menyebabkan masa tunggu.

d) Kurangnya pemeliharan mesin dan setingan mesin berubah menyebabkan kualitas produk tidak maksimal.

e) Akibat dari hasil pengepresan mesin yang kurang maksimal menimbulkan bagian atas cup kurang rekat dan kebocoran pada kemasan.

Faktor ini diakibatkan oleh keausan dan kurang maksimalnya mesin produksi, tanggal kadaluarsa kurang jelas dan mobil kelebihan muatan

91 4) Faktor Metode

a)Waktu pengujian yang lama menyebabkan keterlambatan proses produksi karena harus menunggu.

b)Untuk mengantisipasi orderan yang berlebihan, Bahan baku yang diperoleh tidak pasti kuantitas dan kualitasnya dan perbedaan antara realisasi dan rencana produksi, maka perusahaan harus menyediakan stok bahan baku yang menimbulkan biaya penyimpanan dan resiko kerusakan.

5) Faktor Lingkungan

a) Persaingan antar KUD menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku berkualitas baik.

b) Adanya jalan rusak dan kurangnya kemampuan pemasok menyebabkan keterlambatan suplay bahan baku dan distribusi produk susu.

c) Jarak lokasi pemasok yang jauh menyebabkan ketidakpastian waktu pasokan bahan baku.

d) Faktor cuaca menyebabkan ketidakpastian permintaan jumlah produksi, karena permintaan sangat dipengaruhi cuaca.

e) Jarak lokasi pemasok yang jauh dan kemacetan lalu lintas berakibat pada kualitas susu yang terkontaminasi dengan udara sehingga mudah rusak, selain itu juga peternak mengalami kesulitan dalam merawat sapi yang baik.

92 6) Faktor Manajemen

a) Adanya permainan harga oleh perusahaan besar menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku yang bagus sesuai standar harga yang ditentukan perusahaan.

b) Biaya transportasi mahal sehingga mempengaruhi meningkatnya harga jual susu.

c) Perbedaan rencana dan realisasi produksi menyebabkan ketidaksesuaian permintaan dan hasil produksi.

d) Permintaan mendadak, persaingan harga, biaya operasional tinggi, terjadinya pemborosan berakibat pada tidak maksimalnya rantai pasokan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen rantai pasok produk olahan susu di CV Cita Nasional terdapat beberapa permasalahan dari rantai pasok internal, hulu dan hilir yang dipengaruhi oleh faktor manusia, material, mesin, metode, lingkungan dan manajemen.

93

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan yaitu:

1. Manajemen rantai pasok internal pada CV Cita Nasional dimulai dari susu segar masuk sampai ke produk jadi.

Permasalahan yang muncul yaitu: a) Perbedaan rencana dan realisasi karena adanya permintaan secara mendadak yang disebabkan faktor cuaca dan kerusakan menyebabkan perusahaan merencanakan jumlah produksi lebih besar dari jumlah permintaan, upaya yang dilakukan perusahaan adalah mengunakan rencana baru berdasarkan realisasi hasil produksi hari sebelumnya b) Masalah bahan baku yang masuk ke perusahaan untuk di produksi yaitu keterlambatan pasokan bahan baku menyebabkan tersendatnya proses produksi, perusahaan melakukan upaya dengan melakukan penyimpanan persediaan, kuantitas bahan baku yang diorder tidak pasti sehingga perusahaan menyediakan persediaan bahan baku penyangga dengan upaya memperbesar persediaan. c) Waktu pengujian yang lama menyebabkan penurunan kualitas selama waktu tunggu, belum ada langkah yang di lakukan perusahaan karena solusi untuk mengatasi masalah itu adalah penggantian mesin yang harganya sangat mahal d)

94

Ketidakseimbangan kemampuan mesin pada tiap bagian produksi, maka perusahaan mengatur waktu tunggu akan tetapi belum ada upaya untuk mengatasinya karena membutuhkan banyak pertimbangan yaitu membutuhkan biaya yang sangat besar dan e) Banyaknya kemasan susu yang rusak karena mesin pembungkus sudah aus, upaya yang dilakukan perusahaan adalah melakukan pemeriksaan kemasan sebagai kontrol sehingga kemasan dapat berfungsi dengan baik dan produk dapat sampai ditangan konsumen dalam keadaan baik.

2. Manajemen rantai pasok hulu pada CV Cita Nasional dimulai dari peternak, pengumpul, koperasi sampai masuk ke CV Cita Nasional. Permasalahan yang muncul adalah: a) Ketidakpastian kuantitas pengiriman bahan baku susu segar dan pemasok memutuskan hubungan kerjasama yang menyebabkan kekurangan bahan baku, belum ada upaya yang dilakukan karena kerjasama antar koperasi kurang terjalin dengan baik b) Ketidakpastian kualitas bahan baku yang masuk, upaya yang dilakukan perusahaan yaitu melakukan pemisahan berdasarkan standar kesesuaian yang ada di perusahaan, c) Ketidakpastian jadwal pasokan yang merupakan salah satu akibat dari kesalahan informasi karena kurangnya koordinasi, sehingga perusahaan selalu memperbaiki sistem informasi antar bagian dan menyediakan persediaan bahan baku, upaya yang dilakukan

95

perusahaan yaitu hanya dengan membuat penjadwalan ulang.

3. Manajemen rantai pasok hilir pada CV Cita Nasional dimulai dari arus distribusi sampai ke konsumen akhir.

Permasalahan yang muncul yaitu: a) Kualitas produk dan ketepatan waktu penanganan produk, maka perusahaan menambah tempat penampungan sesuai kebutuhan dan mengatur atau mengevaluasi penjadwalan ulang serta melakukan pengawasan pada saat pengiriman b) Dalam manajemen distribusi terletak pada agen penjualan yaitu resiko kerusakan pada saat penanganan produk susu yang masuk ke agen penjualan, upaya yang dilakukan adalah melakukan pemilihan sarana distribusi dan transportasi bertujuan untuk menjangkau konsumen dengan menggunakan truk kontainer suhu refrigerasi sesuai dengan jumlah order, bahkan rata-rata mobil membawa muatan yang melebihi kapasitas daya angkut karena adanya target pengiriman yang berlebihan. c) Masalah sumber daya manusia (SDM) yang rendah, upaya yang dilakukan perusahaan yaitu sosialisasi atau pelatihan terhadap karyawan mengenai penanganan produk yang tepat.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diusulkan saran yang diharapkan agar bermanfaat bagi perusahaan

96

maupun pihak yang berkepentingan berkaitan dengan analisis rantai pasok pada CV Cita Nasional antara lain:

1. Perusahaan harus melakukan penambahan mesin dan penggantian atau pemeliharaan peralatan seperti alat-alat laboratorium yang rusak segera diganti agar hasil pengujiannya akurat dan proses produksi berjalan dengan maksimal yaitu mempercepat waktu pengujian.

2. Perusahaan harus mengerti dan memahami cara menerapkan manajemen rantai pasok dengan benar dan cara mencegah atau mengatasi resiko serta ancaman yang ada karena dapat meningkatkan profit perusahaan dan lebih efisien dalam menjalankan proses bisnisnya.

3. Perusahaan harus meningkatkan kinerjanya terutama terhadap sumber daya manusia dan kualitas produk susu dengan melakukan penertiban karyawan yang senantiasa menggunakan pelindung diri (masker, penutup rambut dan sarung tangan) pada bagian produksi dan filling sehingga tidak terjadi kontaminasi.

4. Sistem pengadaan dan pengendalian persediaan yang dilakukan perusahaan perlu didukung dengan koordinasi yang baik diantara berbagai pihak seperti bagian pemasaran, bagian produksi, pembelian dan bagian pergudangan dengan cara melakukan hubungan komunikasi pada tiap-tiap bagian yang sangat mempengaruhi kelancaran produksi.

97

5. Perusahaan perlu menjaga hubungan baik dengan pemasok melalui kontrak kerja sama untuk menjamin tersedianya bahan baku yang dapat diandalkan agar kelancaran produksi dapat tercapai.

6. Para anggota rantai pasok pada proses bisnisnya harus melakukan kesepakatan waktu pengiriman, kuantias, dan kualitas agar aliran produk, finansial, dan informasi lebih tertata dengan baik.