• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.2. Identifikasi Permasalahan Rantai Pasok

4.2.2. Permasalahan Pada Rantai Pasok Hulu

Berikut adalah daftar perusahaan pemasok bahan baku CV Cita Nasional:

Tabel 4.6.

Daftar Perusahaan Pemasok Bahan Baku

No Bahan Baku Perusahaan Pemasok

1 Utama (Susu Segar) Koperasi Unit Desa (KUD) Andini Luhur, Wahyu Agung, Cepogo, SK Pabelan, Boyolali Kota, Sidomaju dan CN Farm 2 Tambahan

-Pemanis (Gula Pasir)

PT. DUS Cilacap (gula rafinasi), CV Sumber Manis Salatiga, dan Perusahaan Gula Soedhono PTPN XI Ngawi.

- Flavor PT Cipta Karya Aroma,

Semarang

- Stabilizer Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) Belanda

- Pewarna PT Roha Lautan Pewarna, Semarang

-Coklat bubuk PT. General Food Industries Indonesia dan PT Nirwana Lestari Bekasi

Sumber: Dokumentasi Perusahaan Pemasok Susu CV Cita Nasional 2016

Permasalahan utama pada rantai pasok hulu meliputi ketidakpastian kuantitas dan kualitas bahan baku susu segar serta ketidakpastian jadwal pasokan yang secara langsung menyebabkan tidak lancarnya produksi di CV Cita Nasional.

69

a. Ketidakpastian Kuantitas Bahan Baku Susu Segar Permasalahan yang terjadi antara lain: Ketidakpastian kuantitas pengiriman bahan baku susu segar dari pemasok dan kuantitas permintaan dari agen penjualan karena permintaan produk oleh bagian penjualan dilakukan secara mendadak, yaitu permintaan dilakukan untuk pengiriman hari itu juga, sehingga permintaan pengiriman bahan baku kepada pemasok dilakukan secara mendadak. Itu artinya sering terjadi ketidaksesuaian antara jumlah yang diminta dengan jumlah pengiriman disebabkan karena kemampuan dari setiap pemasok yang berbeda akibat perbedaan besaran persediaan yang dimiliki. Begitu juga adanya pemutusan hubungan kerja sama pemasok yang mendadak menyebabkan kekurangan bahan baku.

Sementara itu lokasi pemasok yang tidak semuanya dekat dari CV Cita Nasional juga dapat menimbulkan permasalahan karena tidak memungkinkan permintaan bahan baku yang dilakukan mendadak bisa segera datang.

b. Ketidakpastian Kualitas Bahan Baku Susu Segar Permasalahan yang terjadi antara lain: 1) Ketatnya persaingan antar koperasi yang menyebabkan sulitnya mencapai standar kualitas penerimaan susu dan persaingan harga yang ditetapkan CV Cita Nasional karena jika susu ditolak oleh pengumpul biasanya peternak akan menjual

70

kepada pengumpul yang lain. 2) Keterbatasan peralatan uji kualitas, penampungan dan proses pengolahan susu yang menyebabkan tidak maksimalnya penanganan susu yang disebabkan dari pihak koperasi susu (KUD). 3) Banyaknya peternak yang mempermainkan hasil susu misalnya susu dicampur dengan air yang menyebabkan penurunan kualitas susu. 4) Kurangnya pengetahuan dalam pemeliharaan hewan ternak yang baik karena terbatasnya tenaga dokter hewan yang menyebabkan kesulitan untuk perawatan kesehatan hewan ternak sapi, sehingga mempengaruhi kualitas hasil susu yang kurang baik, akibatnya harga jual susu dari para pengumpul susu rendah.

CV Cita Nasional menginginkan kualitas yang bagus tetapi harga yang ditawarkan rendah. Hal ini akan membuat koperasi susu beralih pada industri pengolahan susu lain yang menawarkan harga lebih tinggi. Selain itu CV Cita Nasional hanya mau menerima susu dengan kualitas yang baik, padahal tidak semua susu mempunyai kualitas yang baik. Peran kualitas susu yang dipasok oleh KUD ke CV Cita Nasional disesuaikan dengan harga beli yang ditawarkan oleh CV Cita Nasional, apabila harga beli susu yang ditawarkan oleh perusahaan rendah maka kualitas susu yang dipasok oleh KUD juga rendah begitu pula sebaliknya.

71

Tantangan pedagang pengumpul menyediakan modal sebagai uang muka pada peternak saat sapi peternak tidak berproduksi, jika kualitas susu jelek maka pedagang pengumpul harus pandai menjual pada koperasi susu lain yang mau menerima susu dengan kualitas rendah dan harga yang sesuai. Pedagang pengumpul harus teliti untuk mengetahui kualitas susu dengan penggunaan indera perasa yaitu lidah. Pedagang pengumpul berhubungan langsung dengan peternak dan KUD sehingga peran pengumpul sangat mempengaruhi kualitas susu yang masuk ke KUD.

Cara yang dilakukannya adalah dengan menekan peternak agar berusaha meningkatkan kualitas susu dengan menawarkan harga yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena harga susu dari KUD disesuaikan dengan kualitas susu yang masuk yaitu susu kualitas rendah dibayar murah sedangkan susu berkualitas tinggi dibayar mahal.

Peternak juga berperan sebagai penentu kualitas susu melalui sistem pemeliharaan hewan ternak, susahnya mencukupi kebutuhan pakan ternak sehingga harus membeli dari pabrik penyedia pakan yang harganya lebih mahal jika dibandingkan menggunakan pakan sendiri.

Tantangan yang dihadapi adalah kebanyakan peternak mencampurkan air karena menurut pendapat mereka susu yang tidak dicampur dengan air tidak dapat menutupi biaya pembelian pakan dan konsentrat. Kenyataan dengan

72

perhitungan dalam penelitian ini peternak sapi rugi justru karena peternak mencampur air ke dalam susu. Saat masa kosong (laktasi) sapi tidak berproduksi ± 9 bulan, karena ada prospek penghasilan setelah masa kosong maka peternak mengupayakan pembayaran dimuka untuk susu sapi yang dihasilkan setelah masa kosong. Sistem ini membuat peternak sapi perah tidak dapat berpindah ke pedagang pengumpul lain karena sistem ”ijon” uang muka yang mengikat peternak sapi pada satu pedagang pengumpul. Pembayaran yang tidak tepat waktu karena seharusnya memperoleh pembayaran pada sepuluh hari kirim tapi dilapangan peternak sapi perah memperoleh bayaran pada hari yang ke sebelas.

c. Ketidakpastian Jadwal Pasokan

Jadwal pasokan secara langsung menyebabkan tidak lancarnya produksi di CV Cita Nasional merupakan salah satu akibat dari kesalahan informasi karena kurangnya koordinasi. Kemungkinan adanya permainan para pengumpul susu menyebabkan harga jual susu dari peternak rendah.

Susu yang diterima dan memenuhi syarat selanjutnya akan diatur oleh bagian penggudangan. Tanggal penerimaan bahan baku dan kualitas bahan merupakan bahan pertimbangan dalam penyimpanan bahan, karena

73

mengingat daya tahan bahan sangat terbatas. Manajemen penyimpanan yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan pada bahan dan sudah dapat dipastikan dapat menurunkan kualitas produk akhir. Penerimaan berhubungan dengan kegiatan mendapatkan semua bahan atau barang yang telah dipesan. Kegiatan ini meliputi menurunkan bahan baku dari alat pengangkut, membongkar pengiriman, memeriksa dan menilai kualitas bahan, memeriksa dokumen pengiriman, mencatat dan menyimpan faktur penerimaan, mencatat kekurangan, kerusakan bahan yang diterima, mengarsipkan semua dokumen penerimaan susu dan mengirimkan bahan baku ke tempat produksi.

Susu yang datang langsung diolah sesuai dengan order pemesanan yang ada. Penyimpanan bahan baku susu segar dilakukan apabila masih ada susu segar yang tersisa setelah proses produksi. Sisa susu segar yang disebut sebagai saldo susu juga dilakukan uji kualitas pada sore dan pagi hari sebelum produksi susu pasteurisasi hari berikutnya.

Penyimpanan bahan baku atau produk jadi sangatlah penting khususnya industri skala besar. Proses industri skala besar selalu berproduksi dalam jumlah banyak. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan bahan, atau menjaga stabilitas jumlah produksi diperlukan suatu penyimpanan. Beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan atau kehilangan tersebut yaitu

74

perubahan kimia, perkembangan mikroorganisme, perkembangan serangga, serangan tikus, penggunaan wadah yang tidak baik, kondisi bahan yang tidak baik akibat pengaruh lingkungan yang buruk dan kesalahan penanganan oleh manusianya sendiri.

Dalam pengawasan mutu produk jadi juga dilakukan analisa harian untuk mengetahui umur simpan dari produk susu pasteurisasi karena produk yang tidak tahan lama maka langsung disimpan ke dalam mobil box berpendingin untuk dikirim ke distributor atau agen-agen penjualan.