• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengapa kesucian itu penting?

Kesucian adalah kemurnian seksual dan mencakup untuk menjadi bersih se-cara moral dalam pikiran, perkataan, dan tindakan. Keintiman seksual ditetap-kan oleh Allah untuk penciptaan anak dan untuk pengungkapan kasih antara suami dan istri. Allah telah memerintahkan agar keintiman seksual dicadang-kan hanya untuk pernikahan. Ketika kita murni secara seksual, kita memenuhi syarat untuk kerekanan Roh Kudus, dan kita terlindungi dari kerusakan emosi dan rohani dari dosa seksual.

Persiapkan diri Anda secara rohani

Dengan doa yang sungguh-sungguh telaahlah sumber-sumber ini. Bagaimana Anda dapat menolong remaja putri memahami dan merasakan pentingnya kesucian?

Kejadian 39:7–21 (Yusuf melarikan diri dari dosa seksual)

1 Nefi 10:21 (Kita harus murni untuk dapat berdiam bersama Allah) Alma 39:1–13 (Dosa seksual adalah kekejian)

Moroni 9:9 (Kesucian adalah mahal dan berharga)

A&P 46:33; 121:45–46 (Pentingnya ke-bajikan)

David A. Bednar, “Kami Percaya Harus Suci,” Ensign atau Liahona, Mei 2013

Jeffrey R. Holland, “Kemurnian Pribadi”

Jeffrey R. Holland, “ Menolong Mereka Yang Berjuang Mengatasi Ketertarikan dengan Sesama Jenis ,”

Liahona, Oktober 2007, 42–45

elaine S. Dalton, “Kembali kepada Kebajikan,” Ensign atau Liahona, November 2008, 78–80

“Pakaian dan Penampilan,” “Kemur-nian Akhlak,” Untuk Kekuatan Remaja (2010), 6–8, 35–37

“Kemurnian Akhlak,” Teguh pada Iman (2004), 29–33

Video: “I Choose to Be Pure [Saya Memilih untuk Menjadi Murni],” “Chastity: What Are the Limits? [Kesucian: Apa Saja Batasannya?]” “True Confidence [Keyakinan Sejati]”

Membagikan pengalaman

Di awal setiap pelajaran, undanglah remaja putri untuk membagikan, mengajarkan, dan bersaksi mengenai pengalaman yang telah mereka miliki dalam menerapkan apa

Bagaimana menjalankan hukum kesucian telah memberkati Anda?

Ajaran-ajaran apakah yang akan paling baik meno-long remaja putri merasa-kan pentingnya kesucian? Ajaran-ajaran palsu apa-kah yang terpapar pada mereka yang mengurangi pentingnya kesucian?

yang mereka pelajari dalam pelajaran minggu sebelumnya. Ini akan mendorong kein-safan pribadi dan membantu remaja putri melihat relevansi Injil dalam kehidupan me-reka sehari-hari.

Memperkenalkan ajaran

Pilihlah dari gagasan-gagasan ini atau pikirkan tentang gagasan Anda sendiri untuk memperkenalkan pelajaran minggu ini:

• Beberapa hari sebelum kelas, un-danglah remaja putri untuk menyi-mak video “I Choose to Be Pure [Saya Memilih untuk Menjadi Murni], atau membaca artikel Jeffrey R. Holland “Personal Purity [Kemurnian Pri-badi]” dalam persiapan untuk pela-jaran ini. Pada awal kelas, undanglah remaja putri untuk berbagi hal-hal yang telah mereka pelajari atau perta-nyaan yang mereka miliki.

• Undanglah seorang remaja putri untuk memperlihatkan gambar Yusuf menolak istri Potifar (lihat

Buku Seni Injil, 11) dan meringkas

ce-rita itu dengan kata-katanya sendiri. Apa yang Yusuf lakukan untuk tetap murni? Apa yang pada akhirnya ter-jadi sebagai akibat dari kesetiaan Yusuf? Apa yang dapat terjadi sean-dainya dia tidak teguh pada perjanji-an-perjanjiannya? Mengapa penting untuk tetap suci?

Belajar bersama

Tiap kegiatan di bawah ini dapat menolong remaja putri belajar tentang hukum kesu-cian. Dengan mengikuti bimbingan dari Roh, pilihlah satu atau lebih yang akan paling sesuai dengan kelas Anda:

• Undanglah beberapa remaja putri untuk membaca tulisan suci tentang kesucian (seperti yang disarankan da-lam garis besar ini); undanglah yang lain untuk membaca “Kemurnian Akhlak” dalam Untuk Kekuatan

Re-maja; dan undanglah sisanya untuk

membaca “Kemurnian Akhlak” da-lam Teguh pada Iman. Mintalah mereka untuk mencari jawaban terhadap per-tanyaan “Mengapa kesucian itu pen-ting bagi Tuhan?” dan bagikan apa yang mereka temukan. Bagaimana asas-asas dalam tulisan suci dan sum-ber-sumber ini berbeda dari apa yang

dunia ajarkan tentang kesucian? Apa yang remaja putri pelajari dari sum-ber-sumber ini yang dapat menolong mereka mengenali kebohongan dalam pandangan dunia?

• Tayangkan video “Chastity: What Are the Limits? [Kesucian: Apa Batas-an-Batasannya?]” Setelah video terse-but, mintalah remaja putri untuk menjelaskan apa yang analogi-analogi itu (seperti air terjun, pesawat terbang, atau buaya) ajarkan mereka tentang hukum kesucian. Apa lagi yang me-reka pelajari dari video ini? Ajaklah

Kiat mengajar

“Pertanyaan yang ditulis di papan tulis sebelum ke-las akan membantu murid mulai berpikir tentang to-pik-topik bahkan sebelum pelajaran dimulai”

(Menga-jar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia, [1999], 93).

mereka untuk memikirkan tentang dan membagikan analogi lainnya yang mengajarkan pentingnya kesucian. • Undanglah remaja putri untuk me-nyaksikan “I Choose to Be Pure [Saya Memilih untuk Menjadi Murni]” atau “True Confidence [Keyakinan Se-jati],” mencari kemungkinan jawaban atas pertanyaan “Mengapa kesucian penting?” Mintalah mereka untuk membagikan pemikiran mereka dan membandingkan apa yang Injil ajar-kan dengan apa yang dunia inginajar-kan remaja putri percayai. Apa yang da-pat remaja putri lakukan untuk men-dukung satu sama lain dalam upaya mereka untuk mematuhi hukum kesucian?

• Bagilah remaja putri ke dalam bebe-rapa kelompok. Berikan kepada setiap kelompok salah satu dari bagian dari artikel Penatua Jeffrey R. Holland “Ke-murnian Pribadi” atau ceramah Pena-tua David A. Bednar “ Kami Percaya Harus Suci.” Mintalah setiap kelom-pok untuk mempelajari bagian mereka dan menjawab pertanyaan “Mengapa penting menjadi murni secara akh-lak?” Undanglah mereka untuk mem-bagikan pernyataan-pernyataan atau kebenaran-kebenaran yang mereka te-mukan bermakna atau penting. Bagai-manakah mereka dapat menggunakan

apa yang mereka pelajari untuk mem-bantu teman-teman mereka mema-hami mengapa kesucian penting bagi mereka?

• Mintalah remaja putri untuk meng-gunakan bagian “Pakaian dan Penam-pilan” dalam Untuk Kekuatan Remaja untuk menjawab pertanyaan-perta-nyaan seperti “Apa saja standar-stan-dar Tuhan mengenai kesopanan?” “Mengapa penting bagi Anda untuk mengikuti standar-standar ini?” dan “Bagaimana kesopanan mencermin-kan atau memengaruhi sikap kita ter-hadap hukum kesucian?” Mintalah mereka untuk membagikan jawaban mereka dan merenungkan apa yang dapat mereka lakukan untuk mengi-kuti standar-standar ini dengan lebih sepenuhnya.

• Tanyakan remaja putri bagai-mana mereka akan menolong seo-rang teman yang bergumul dengan ketertarikan terhadap sesama jenis. Undanglah mereka untuk mencari gagasan-gagasan dalam artikel Pena-tua Jeffrey R. Holland “Menolong Mereka yang Berjuang Mengatasi Ketertarikan Dengan Sesama Jenis.” Doronglah mereka untuk menulis se-pucuk surat yang dapat menolong teman mereka. Apa lagi yang mereka pelajari dari artikel Penatua Holland?

Mintalah remaja putri untuk membagikan apa yang mereka pelajari hari ini. Apakah mereka memahami hukum kesucian dengan lebih baik? Perasaan atau kesan apakah yang mereka miliki? Apakah mereka memiliki pertanyaan tambahan apa pun? Apakah akan bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu tentang ajaran ini?

Jalankan apa yang sedang kita pelajari

Undanglah remaja putri untuk mempertimbangkan bagaimana mereka akan hidup ber-dasarkan apa yang telah mereka pelajari hari ini. Misalnya, mereka dapat:

• Menuntaskan salah satu dari nilai pengalaman Kebajikan (Kemajuan

Pri-badi, 69–71).

• Membuat daftar tentang hal-hal yang akan mereka lakukan dan hin-dari agar tetap murni secara seksual.

Bagikan kepada remaja putri apa yang akan mereka telaah minggu depan. Apa yang dapat mereka lakukan untuk mempersiapkan diri untuk belajar? Misalnya, mereka da-pat membaca sebuah ceramah, menyaksikan video, atau menelaah tulisan suci yang berkaitan dengan pelajaran minggu depan.

Mengajar dengan cara Juruselamat

Dalam setiap tatanan, Juru-selamat adalah teladan dan mentor. Dia mengajar para murid-Nya untuk berdoa dengan berdoa bersama mereka. Dia mengajar me-reka untuk mengasihi dan melayani dengan cara Dia mengasihi serta melayani mereka. Dia mengajar me-reka cara mengajarkan In-jil-Nya dengan cara Dia mengajarkannya. Bagai-mana Anda akan menjadi teladan kesucian dan keba-jikan kepada remaja putri Anda?

Sumber-Sumber Pilihan

Kutipan dari Jeffrey R. Holland, “Kemurnian Pribadi,” artikel youth.lds.org

Jiwa dipertaruhkan …

Salah satu kebenaran “sederhana dan berharga” yang dipulihkan dalam masa kelegaan ini adalah bahwa “roh dan tubuh adalah jiwa manusia” (A&P 88:15) dan bahwa sewaktu roh dan tubuh dipisah-kan, pria dan wanita “tidak dapat menerima kege-napan sukacita” (A&P 93:34). Itulah sebabnya memperoleh tubuh sangatlah penting pada mula-nya, mengapa dosa jenis apa pun adalah hal serius (yaitu karena dosa pada akhirnya mendatangkan baik kematian jasmani maupun rohani), dan me-ngapa kebangkitan tubuh adalah inti dari keme-nangan agung Pendamaian Kristus ….

Saya mohon, jangan pernah berkata: “Siapa yang tersakiti? Mengapa tidak ada sedikit kebebasan? Saya dapat melanggar sekarang dan bertobat nanti.” Saya mohon jangan menjadi begitu bodoh dan ke-jam. Mengapa? Benar, untuk satu alasan karena penderitaan yang tak dapat dihitung baik tubuh maupun roh yang ditanggung oleh Juruselamat du-nia agar kita dapat bebas (lihat A&P 19:15–20). Kita berhutang sesuatu kepada-Nya untuk itu. Tentunya, kita berhutang segala sesuatu kepada-Nya untuk itu. Dalam pelanggaran seksual jiwa mempertaruh-kan—tubuh dan roh.

Simbol pokok

Kedua, keintiman manusia diperuntukkan bagi pa-sangan menikah karena itu adalah simbol pokok ke-satuan sepenuhnya, keseluruhan dan keke-satuan yang ditahbiskan dan didefinisikan oleh Allah. Dari Taman eden dan seterusnya, pernikahan dimaksudkan un-tuk berarti penggabungan sepenuhnya dari seorang pria dan seorang wanita—hati, harapan, hidup, ka-sih, keluarga, masa depan, segala sesuatu mereka ….

Dalam hal keintiman manusia, Anda harus menunggu!

Anda harus menunggu sampai Anda dapat membe-rikan segalanya, dan Anda tidak dapat membemembe-rikan segalanya sampai Anda dinikahkan secara legal dan secara hukum. Jika Anda bersikeras mengejar kepu-asan jasmani tanpa restu dari surga, Anda mengha-dapi resiko menakutkan dari kerohanian semacam itu, kerusakan jasmani Anda dapat merusak baik kei-nginan Anda untuk keintiman fisik maupun kemam-puan Anda untuk memberikan pengabdian sepenuh hati nantinya, kasih yang lebih sejati. Anda dapat menemukan dengan kengerian Anda bahwa apa yang seharusnya Anda jaga telah Anda sia-siakan, dan bahwa hanya kasih karunia Allah yang dapat memulihkan kebajikan yang Anda berikan begitu saja. Pada hari pernikahan Anda hadiah terbaik yang Anda dapat berikan kepada rekan kekal Anda adalah diri terbaik Anda sendiri—bersih dan murni serta la-yak menerima kemurnian seperti itu sebagai balasan.

Karunia ilahi

Ketiga, izinkan saya mengatakan bahwa keintiman jasmani bukan hanya simbol persatuan antara seo-rang suami dan seoseo-rang istri—penyatuan sejati jiwa mereka—namun itu adalah simbol hubungan yang dibagikan antara mereka dan Bapa mereka di Surga. Dia baka dan sempurna. Kita fana dan tidak sem-purna. Namun, kita mencari cara-cara bahkan dalam kefanaan di mana kita dapat bersatu dengan-Nya se-cara rohani. Saat-saat khusus itu mencakup berlutut di altar pernikahan dalam rumah Tuhan, memberkati bayi yang baru lahir, membaptis serta mengukuhkan seorang anggota Gereja baru, mengambil lambang-lambang Perjamuan Tuhan, dan seterusnya.

Ini adalah saat-saat sewaktu secara harfiah kita me-nyatukan kehendak kita dengan kehendak Allah, roh kita dengan roh-Nya. Pada saat-saat seperti ini kita tidak hanya mengakui keilahian-Nya namun

Sumber-Sumber Pilihan

secara harfiah kita mengambil sesuatu dari keila-hian itu ke atas diri kita sendiri ….

Dari semua sebutan yang telah Allah pilih bagi “diri-Nya sendiri, Bapa adalah satu yang paling di-sukai-Nya, dan penciptaan adalah semboyan-Nya— khususnya manusia penciptaan, penciptaan dalam

rupa-Nya. Anda dan saya telah diberikan sesuatu dari keallahan itu, namun di bawah pembatasan yang

paling serius dan sakral. Satu-satunya kendali yang dibe-rikan kepada kita adalah pengendalian

diri—pengenda-lian diri yang lahir dari rasa hormat bagi kuasa ilahi yang karunia ini wakili.

AGUSTUS: PeRNIKAHAN DAN KeLUARGA

Apa standar-standar Gereja