PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN
2. Menghindari Rambu Solo’
➢ Mendapat bantuan dari keluarga
YB (56) merasa tidak memiliki beban lagi karena
masalah biaya pendidikan anaknya masih sanggup dibiayai
dan mandiri juga dapat membantu untuk membiayai
pendidikan adik-adiknya.
...biasa kita pikirkan masalah biaya anak-anak saya, sudah saya anggap tidak ada beban lagi karena kakaknya sudah bisa bantu. (line 144-146)
Saya masih bisa juga, masih sanggup untuk biayai, kakaknya juga bisa bantu, apalagi yang kita pikirkan. (line 146-148)
➢ Penyesuaian kemampuan finansial
Berdasarkan hasil wawancara, YB (56) menyatakan
bahwa dirinya sudah tidak memikirkan mengenai masalah
pengeluaran pada kegiatan rambu solo’. Menurutnya, ketika dirinya mampu dan memiliki uang maka akan YB (56)
lakukan tetapi jika tidak memiliki dana yang mencukupi, maka tidak dilakukan. Pelaksanaan rambu solo’ dilakukan sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki dan tidak
memaksakan diri untuk mewujudkan untuk melaksanakan
upacara tersebut.
Bagi saya tidak, harus bisa kita lakukan sesuai kemampuan kita, jangan kita paksakan. (line 59-61)
Kalo saya, memang dari dulu saya tidak pernah pikirkan itu anu karena saya bilang kalo saya mampu, ada uangku, ya saya lakukan. Kalau tidak ya tidak. (line 116-119 )
➢ Adanya perasaan malu
Menurut YB (56), seseorang yang memiliki jabatan
akan merasa malu jika datang pada upacara rambu solo
dengan tidak membawa apa-apa. Perasaan malu tersebut
telah mendarah daging karena adanya pengaruh adat. Tidak
ada aturan mengenai membawa sesuatu pada saat acara
tersebut, tetapi karena telah menjadi budayalah yang mau
tidak mau muncul perasaan malu. Hal ini sesuai dengan
pernyataan berikut:
…kadang kita ada pegang jabatan, kita juga kadang merasa malu kalo umpamanya ada kegiatan rambu solo merasa malu kalo datang dengan tangan kosong toh. Nah itulah pengaruhnya dari situ, pengaruhnya dari jabatan itu. (line 271-275)
…sebenarnya tidak ada tidak ada aturannya cuma karena malu sendiri, begitu. (line 276-277)
Merasa malu karena sudah apa namanya mendarah daging ke dalam tubuh itu pengaruh adat… (line 277-279)
…akhirnya kita merasa malu kalo umpamanya kita datang dengan tangan kosong, begitu kalo ada acara-acara rambu solo. (line 279-281) ➢ Memiliki kesepakatan dengan keluarga
Ada kesepakatan antara YB (56) dengan
saudara-saudaranya yaitu YB (56) memiliki prioritas untuk
mengikuti kegiatan rambu solo’ karena anaknya sedang membutuhkan biaya sehingga saudara-saudaranya
memahami akan kondisi yang sedang dialami oleh YB (56).
Bagi YB (56), kasta yang dimilikinya tidak berpengaruh untuk menjadi beban terkait dengan adat rambu solo’.
...jadi memang sudah ada kesepakatan dengan saudara bahwa kalau saya, saya tidak paksakan karena anak saya butuh biaya. (line 99-102) Tapi bagi saya pribadi ee artinya tetap tidak menjadi beban walaupun itu kasta itu. (line 334-336)
Artinya tidak terlalu tidak menjadi beban lagi karena rata-rata keluarga juga sudah tau toh, jadi ee kalau ada anu begitu ya orang maklumi saja. (line 336-339)
b. Gambaran rambu solo’ ➢ Pelaksanaan rambu solo’
YB (56) yang menyatakan bahwa perbedaan adat rambu solo’ terletak pada orang-orang yang melakukan kegiatan rambu solo’ itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara YB (56).
Ya artinya kalau ada perbedaan tidak jauh beda karena itu satu adat budaya dari Toraja.... (line 72-73)
...yang membedakan itu bagi saya tinggal pelaku-pelakunya. (line 74-75)
➢ Pengaruh rambu solo’
YB (56) merasa tidak terbebani dalam menghadapi upacara rambu solo’. Hal ini dikarenakan dirinyalah yang memutuskan sendiri untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut atau tidak tanpa
terpengaruh oleh orang lain.
Saya merasa tidak pernah terbebani karena artinya saya yang tentukan saya mau lakukan atau tidak. (line 65-67)
Tapi kalau kita paksakan, kita mau ikuti, ya jelas menjadi beban bagi kita. (line 80-82)
Nah itu, itu tidak pernah jadi beban saya. (line 119-120)
Selain itu, YB (56) sendiri melihat bahwa orang Toraja merasa terbebani dengan kegiatan rambu solo’. YB (56) menyatakan bahwa orang Toraja merasa terpaksa dalam kegiatan
tersebut karena harus meminjam demi mengikuti kegiatan rambu solo’ tersebut.
...saya itu tidak pernah menjadi beban kalo namanya rambu solo karena ya saya lakukan sesuai
dengan kemampuan yang ada ……(line 124-126)
Ya kan kadang memang kita orang Toraja kadang dipaksakan menurut saya… (line 256-257)
…saya sudah tidak mengikuti jadi saya tidak pernah artinya dipaksakan oleh adat toh…. (line 257-259)
Itu namanya sudah dipaksakan toh, karena kita harus meminjam untuk kebutuhan itu.(line 263-265)
➢ Kepercayaan yang di anut
YB (56) memiliki keyakinan pada agamanya. YB (56)
memilih untuk mengikuti ajaran agamanya yaitu dengan tidak mengikuti lagi adat budaya yaitu adat rambu solo’. Hal ini dikarenakan dalam ajaran agamanya, upacara rambu solo’ termasuk berhala karena membuat pesta untuk orang yang sudah
meninggal.
Bagi saya karena artinya sesuai dengan agama yang saya anuti tidak wajib itu acara rambu solo. (line 164-165)
Kalo dalam agama pantekosta memang sudah tidak diijinkan lagi mengikuti acara itu. (line 171-173) …rambu solo itu sesuai dengan budaya tana Toraja, cuma cuma kita juga orang asli Toraja tapi artinya yang tidak mengijinkan kita ikut lagi dari segi agama.(line 176-179)
…berhala itu orang yang sudah meninggal itu dipestakan lagi, diacarakan seperti orang masih hidup. Ya itu artinya gereja kami itu larang mengikuti hal-hal seperti itu lagi….. (line 217-220) ➢ Kedudukan status sosial
YB (56) menyatakan bahwa pangkat dan jabatan dalam kepolisian memiliki pengaruh pada upacara rambu solo’. Menurut YB (56), acara rambu solo’ yang muncul secara mendadak membuat seseorang terpaksa membeli keperluan
untuk upacara tersebut. Hal ini sesuai dengan pernyataan berikut:
Makanya ya di dalam kepolisian memang artinya ada pengaruhnya itu kalo kita di Toraja ada
pengaruhnya itu adat karena kadang kalo tiba-tiba muncul acara-acara rambu solo dan lain-lain sebagainya, itu kan biasanya kita paksakan untuk beli ini dan beli itu. (line 245-250)
Ya artinya secara umum memang ada
pengaruhnya, (line 269-270) c. Gambaran mengenai pensiun