TOTAL SKOR
7. Mengimplementasikan peran pranata sosial dalam kehidupan melalui etos ker
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran berbasis minat dan bakat siswa dapat :
1. Mensyukuri nikmat Tuhan YME dalam kehidupan berpranata sosial.
2. Senantiasa berikhtiar dan senantiasa berikhtiar dan bertaqwa dalam berkehidupan sosial yang baik.
3. Mengidentifikasi jenis-jenis pranata sosial dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan.
4. Mengidentifikasi fungsi pranata sosial dalam mencegah terjadinya kerusuhan.
5. Mengaplikasikan fungsi lembaga negara melalui minat dan bakat siswa.
6. Merfleksikan fungsi pranata politik dalam kehidupan melalui minat dan bakat siswa.
7. Mengimplementasikan peran pranata sosial dalam kehidupan melalui etos ker
Materi Pembelajaran
1. Fungsi Pranata Sosial
Secara umum, pranata sosial mempunyai beberapa fungsi. Berikut ini fungsi- fungsi pranata sosial.
a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat dalam hal bertingkah laku dan bersikap dalam menghadapi masalah kemasyarakatan.
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sosial,
Selain fungsi umum tersebut, pranata sosial memiliki dua fungsi besar yaitu fungsi manifest (nyata) dan fungsi laten (terselubung).
a. Fungsi manifes adalah fungsi pranata sosial yang nyata, tampak, disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat.
b. Fungsi laten adalah fungsi pranata sosial yang tidak tampak, tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada.
2. Jenis-jenis Pranata
a. Pranata keluarga mempunyai peran atau fungsi antara lain, fungsi reproduksi, fungsi keagamaan, fungsi ekonomi, fungsi afeksi, fungsi sosialisasi, fungsi penentuan status, fungsi pendidikan, dan fungsi perlindungan.
b. Pranata agama memiliki beberapa fungsi antara lain, fungsi ajaran atau aturan, fungsi hukum, fungsi ritual, dan fungsi transformatif.
c. Pranata ekonomi memiliki fungsi dan peranan dalam fungsi produksi, fungsi distribusi, dan fungsi konsumsi.
d. Pranata pendidikan mempunyai fungsi meningkatkan potensi, kreativitas dan kemampuan diri, membentuk kepribadian dan pola pikir yang sistematis, serta mengembangkan sikap cinta tanah air.
e. Pranata politik memiliki fungsi dan peranan sebagai pelindung dan penyaluran aspirasi atau hak asasi manusia, memberikan pembelajaran bagi masyarakat, serta meningkatkan kesadarannya berpolitik di kalangan masyarakat.
E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran berbasis minat dan bakat 2. Metode Pembelajaran : Simulasi
F. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Karakter Etos Kerja yang di harapkan Alokasi waktu Pendahuluan A. Apersepsi
1. Memberikan salam dan berdo’a sebelum
memulai pembelajaran.
2. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif, presensi (absensi, kebersihan kelas,
Disiplin, santun, peduli
10 menit
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
yang di harapkan
waktu
menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan). Menginformasikan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu:
Mendeskripsikan jenis-jenis pranata sosial
Memahami fungsi pranata sosial. B. Motivasi
Guru membuat peta konsep mengenai materi jenis-jenis pranata dan fungsi pranata sosial. Inti A. Tahap Pertama: Orientasi
Pada fase ini guru:
Menyajikan topik luas mengenai simulasi dan konsep yang akan dipakai dalam aktivitas simulasi.
Menjelaskan simulasi dan permainan
Menyajikan ikhtisar simulasi. B. Tahap kedua: Latihan Prtisipasi
Membuat skenario (aturan, peran, prosedur, skor, tipe keputusan yang akan dipilih, dan tujuan)
Menugaskan peran.
Melaksanakan praktik dalam jangka waktu yang singkat.
C. Tahap Ketiga: Pelaksanaan Simulasi
Memimpin aktivitas permainan dan administrasi permainan.
Mendapatkan umpan balik dan evaluasi (Mengenai penampilan dan pengaruh keputusan).
Menjelaskan kesalahan konsepsi
Melanjutkan Simulasi
D. Tahap Empat: wawancara partisipan (Satu atau Semua aktivitas berikutnya)
Menyimpulkan kejadian dan persepsi.
Menyimpulkan kesulitan dan pandangan-pandangan. Mandiri, Berpikir logis, Kratif , Kerjasama, Kerja keras, Saling menghargai, Peduli, Percaya diri, Cinta ilmu, kratif dan logis, tanggung jawab 60 menit
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
yang di harapkan
waktu
Menganalisis proses.
Membandingkan aktivitas simulasi dengan dunia nyata.
Menghubungkan aktivitas simulasi dengan materi pelajaran.
Menilai dan kembali merancang simulasi.
E. Tahap selanjutnya siswa mengisi Lembar Kerja Siswa yang telah disediakan oleh guru.
F. Setelah siswa diberikan tugas untuk mengkaji materi kedalam minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa, kemudian guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai fungsi dan tujuan pranata sosial bagi kehidupan serta tugas yang diberikan untuk mensimulasikan pada pertemuan selanjutnya.
G. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Buku IPS SMP/MTs kelas VIII karangan Sri Sudarmi dan Waluyo 2. Lingkungan masyarakat sekitar
3. Kertas HVS
4. Video tetang keluarga
5. Gambar-gambar tentang jenis kebutuhan manusia.
6. Buku IPS BSE kelas VIII karangan : Sanusi Fattah dan Soegiharsono
Mengetahui, Bandung, 6 Maret 2014
Guru Mitra SMPN 12 Bandung Peneliti
Drs. Ahmad Darojat Cucu Sugiharti
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 12 bandung
Kelas/Semester : VIII / 2
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial AlokasiWaktu : 1 x 40 Menit (2 kali pertemuan)
Tema : Belajar berpolitik
Siklus : Ketiga
A. Standar Kompetensi
6. Memahami pranata dan penyimpangan sosial
B. Kompetensi Dasar
6.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mensyukuri nikmat Tuhan YME dalam kehidupan berpranata sosial
2. Senantiasa berikhtiar dan senantiasa berikhtiar dan bertaqwa dalam berkehidupan sosial yang baik.
3. Mengidentifikasi Tujuan pranata sosial dalam mencegah terjadinya kerusuhan. 4. Menganalisis fenomena- fenomena yang bertentangan dengan pranata sosial.. 5. Merefleksikan peran pranata keluarga dalam kehidupan siswa melalui kemampuan
verbal, visual spasial, naturalistik, interpersonal, intrapersonal.
6. Mengimplementasikan peran pranata sosial dalam kehidupan melalui etos kerja siswa.
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran berbasis minat dan bakat siswa dapat :
1. Mensyukuri nikmat Tuhan YME dalam kehidupan berpranata sosial
2. Senantiasa berikhtiar dan senantiasa berikhtiar dan bertaqwa dalam berkehidupan sosial yang baik.
3. Mengidentifikasi Tujuan pranata sosial dalam mencegah terjadinya kerusuhan. 4. Menganalisis fenomena- fenomena yang bertentangan dengan pranata sosial.. 5. Merefleksikan peran pranata keluarga dalam kehidupan siswa melalui
kemampuan verbal, visual spasial, naturalistik, interpersonal, intrapersonal. 6. Mengimplementasikan peran pranata sosial dalam kehidupan melalui etos kerja
siswa.
E. Materi Pembelajaran
1. Tujuan Pranata sosial
Tujuan pranata sosial mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, adapun agar kehidupan soasial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penggolongan pranata sosial.
a. Berdasarkan perkembangannya, pranata sosial dapat dibedakan menjadi crescive
institutions dan enacted institutions.
1) Crescive institutions adalah pranata sosial yang secara tidak sengaja tumbuh dari kebiasaan masyarakat. Misalnya: tata cara perkawinan, norma-norma, dan berbagai upacara adat.
2) Enacted institutions adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya: lembaga pendidikan, lembaga keuangan, lembaga kesehatan, dan lain-lain.
b. Berdasarkan sistem nilai/kepentingan yang diterima masyarakat, pranata sosial dapat dibedakan menjadi basic institutions dan subsidiary institutions.
1) Basic institutions adalah pranata sosial yang dianggap penting dalam upaya pengawasan terhadap tata tertib di masyarakat. Misalnya keluarga, sekolah, dan negara. 2) Subsidiary institutions adalah pranata yang dianggap kurang penting. Misalnya
tempat-tempat hiburan atau rekreasi.
c. Berdasarkan penerimaan masyarakat, pranata sosial dapat dibedakan menjadi
approved institutions dan unsanctioned institutions.
1) Approved institutions adalah bentuk pranata sosial yang diterima secara umum oleh masyarakat. Misalnya lembaga pendidikan, lembaga peradilan, dll.
2) Unsanctioned institutions adalah bentuk pranata sosial yang secara umum ditolak oleh masyarakat. Misalnya berbagai perilaku penyimpangan, seperti merampok, memeras, pusat-pusat perjudian, prostitusi, dan lain-lain.
d. Berdasarkan faktor penyebarannya, pranata sosial dapat dibedakan menjadi general
institutions dan restricted institutions.
1) General institutions adalah bentuk pranata sosial yang diketahui dan dipahami masyarakat secara umum. Misalnya keberadaan agama dalam kehidupan.
2) Restricted institutions adalah bentuk pranata sosial yang hanya dipahami oleh anggota kelompok tertentu. Misalnya pelaksanaan ajaran agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, atau berbagai aliran kepercayaan lainnya.
e. Berdasarkan fungsinya, pranata sosial dapat dibedakan menjadi cooperative
institutions dan regulative institutions.
1) Cooperative institutions adalah bentuk pranata sosial yang berupa kesatuan pola dan tata cara tertentu. Misalnya pranata perdagangan dan pranata industri.
2) Regulative institutions adalah bentuk pranata sosial yang bertujuan mengatur atau mengawasi pelaksanaan nilai-nilai atau norma-norma yang berkembang di masyarakat. Misalnya pranata hukum (kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan).
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
yang di harapkan
waktu
Pendahuluan A. Apersepsi
1. Memberikan salam dan berdo’a sebelum
memulai pembelajaran.
2. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif, presensi (absensi, kebersihan kelas, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan). Menginformasikan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu:
Mendeskripsikan tujuan pranata sosial.
Memahami peran pranata sosial. B. Motivasi
Guru membuat peta konsep mengenai materi tujuan pranata dan peran pranata sosial.
Disiplin, santun, peduli
10 menit
Inti A. Tahap Pertama: Orientasi Pada fase ini guru:
Menyajikan topik luas mengenai simulasi dan konsep yang akan dipakai dalam aktivitas simulasi.
Menjelaskan simulasi dan permainan
Menyajikan ikhtisar simulasi. B. Tahap kedua: Latihan Prtisipasi
Membuat skenario (aturan, peran, prosedur, skor, tipe keputusan yang akan dipilih, dan tujuan)
Menugaskan peran.
Melaksanakan praktik dalam jangka waktu yang singkat.
C. Tahap Ketiga: Pelaksanaan Simulasi
Memimpin aktivitas permainan dan administrasi permainan.
Mendapatkan umpan balik dan evaluasi (Mengenai penampilan dan pengaruh keputusan).
Menjelaskan kesalahan konsepsi
Melanjutkan Simulasi Mandiri, Berpikir logis, Kratif , Kerjasama, Kerja keras, Saling menghargai, Peduli, Percaya diri, Cinta ilmu, kratif dan logis, tanggung jawab 60 menit
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
yang di harapkan
waktu
D. Tahap Empat: wawancara partisipan (Satu atau Semua aktivitas berikutnya)
Menyimpulkan kejadian dan persepsi.
Menyimpulkan kesulitan dan pandangan-pandangan.
Menganalisis proses.
Membandingkan aktivitas simulasi dengan dunia nyata.
Menghubungkan aktivitas simulasi dengan materi pelajaran.
Menilai dan kembali merancang simulasi.
E. Tahap selanjutnya siswa mengisi Lembar Kerja Siswa yang telah disediakan oleh guru.
F. Setelah siswa diberikan tugas untuk mengkaji materi kedalam minat dan bakat yang dimiliki masing- masing siswa, kemudian guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai fungsi dan tujuan pranata sosial bagi kehidupan serta tugas yang diberikan untuk mensimulasikan pada pertemuan
selanjutnya.
Penutup Fase ini guru membuat kesimpulan bersama-sama siswa. Selanjutnya menugaskan untuk pertemuan selanjutnya mempersiapkan tampil untuk
mensimulasikan minat dan bakat siswa yang dimilikinya. Saling menghargai, santun, kritis, logis, percaya diri, memahami kelebihan dan kekurangan siri, mandiri, kerja sama, jujur, 10 menit
F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Cucu Sugiharti, 2014
Pengembangan Metode Simulasi Dalam Pembelajaran Ips Berbasis Minat Dan Bakat Untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu G. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Buku IPS SMP/MTs kelas VIII karangan Sri Sudarmi dan Waluyo 2. Lingkungan masyarakat sekitar
3. Kertas HVS
4. Video tetang keluarga
5. Gambar-gambar tentang jenis kebutuhan manusia.
6. Buku IPS BSE kelas VIII karangan : Sanusi Fattah dan Soegiharsono
Mengetahui, Bandung, 6 Maret 2014
Kepala SMPN 12 Bandung Pengajar IPS
Drs. Ahmad Darojat Cucu Sugiharti