• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengomentari Pendapat Seseorang dal am Di skusi

Dalam dokumen sma11bhsind BhsIndoIPAIPS Indrawati (Halaman 100-104)

Tuj uan Pem bel aj ar an

Pada subbab ini, Anda akan mengomentari pendapat seseorang dalam suatu diskusi atau seminar. Setelah memelajari subbab ini, Anda diharapkan dapat mengajukan gagasan dan pertanyaan atau tanggapan/komentar yang dapat mendukung atau menentang pendapat pembicara dengan alasan yang logis dalam diskusi.

(termasuk kritik). Sebuah persetujuan atau penolakan yang baik harus disertai argumentasi (alasan) mengapa hal tersebut disetujui atau ditolak. Argumentasi tersebut juga menandakan bahwa pembicara memahami masalah dan memiliki nalar yang baik. Dalam kegiatan akademik (seminar, diskusi, lokakarya, simposium), mengemukakan persetujuan maupun penolakan hendaknya disertai argumentasi yang benar. Tidak dibenarkan sikap dan pendapat asal setuju atau asal menolak. Bahkan, argumentasi jauh lebih penting dari sikap setuju atau menolak itu sendiri.

www

.daunsalam.net

Gambar: Memberikan komentar dalam seminar.

Argumentasi diartikan sebagai alasan atau latar belakang yang menyebabkan seseorang menyetujui atau menolak tentang sebuah masalah. Sebuah alasan yang baik tentu bersifat relevan dengan masalah (berhubungan) dan bersifat logis. Relevan dan logisnya sebuah alasan biasanya berhubungan dengan daya nalar seseorang. Daya nalar pula yang menentukan apakah seseorang benar atau tidak dalam menyimpulkan sebuah masalah.

Pada dasarnya, diskusi merupakan forum untuk saling mengungkapkan pikiran, gagasan, pandangan, dan pendapat secara langsung (face to face communication). Artinya, setiap peserta yang terlibat dalam kegiatan diskusi dapat menyampaikan gagasan, mengajukan pertanyaan, dan/atau memberikan tanggapannya tentang isu/topik pembicaraan. Diskusi akan berjalan lancar manakala para peserta dapat bertukar pikiran secara sportif, tanpa melibatkan emosi yang berlebihan. Kuncinya terletak pada cara setiap peserta menyampaikan gagasan, mengajukan pertanyaan, memberikan sanggahan, memberikan tanggapan, dan menyanggah pendapat orang lain. Jika kita mampu mengendalikan emosi, menyampaikan gagasan dengan argumentatif, mengajukan pertanyaan tanpa menyinggung perasaan orang lain, maka nyaman dan lancarlah jalannya diskusi itu. Jika sebaliknya yang terjadi maka proses diskusi tidak akan berjalan dengan lancar, bahkan bisa menimbulkan kekacauan.

Dalam kegiatan diskusi, masalah yang dibahas biasanya berupa isu-isu strategis dan bersifat aktual. Topik aktual berarti topik yang terhangat atau paling baru. Aktual tidaknya suatu topik bergantung pada waktu topik itu muncul atau beredar di masyarakat. Suatu topik yang dianggap aktual pada suatu waktu mungkin dianggap usang pada waktu selanjutnya. Jadi, aktualitas sebuah topik ditentukan oleh faktor waktu.

Mendiskusikan sesuatu yang aktual sangatlah mengasyikkan. Oleh karena itu, aktualitas suatu masalah merupakan salah satu ciri topik diskusi yang baik. Carilah masalah-masalah aktual dalam berdiskusi. Hal itu akan menarik setiap orang untuk membicarakannya, mengajukan pertanyaan, dan memberikan tanggapan. Anda perlu berlatih merumuskan gagasan, mengemukakan gagadan, mengajukan pertanyaan secara santun, dan menyanggah pendapat orang lain dengan argumen yang rasional.

1. Merumuskan gagasan yang akan di sampai kan

Dalam berdiskusi, apabila Anda diminta merumuskan gagasan atau pendapat, sebaiknya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Langkah pertama, Anda harus memahami topik yang akan disampaikan. Misalnya, dari topik diskusi “Kemerdekaan Berkreasi bagi Remaja”, ada beberapa gagasan yang dapat dipersiapkan:

1. sudah saatnya remaja diberi kesempatan untuk berpikir, berinovasi, berkreasi, berkarya, dan menunjukkan jati dirinya;

2. memberi kesempatan kepada remaja untuk membangun kemerdekaan hidupnya yang lebih bijak dan manusiawi;

3. era globalisasi bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi remaja, melainkan sebagai tantangan untuk berkompetisi dalam meraih masa depan yang menjanjikan.

Setelah merumuskan gagasan, Anda dapat mengembangkannya dengan menggunakan kalimat yang lugas dan singkat. Misalnya, ketiga gagasan tadi dapat dikembangkan sebagai berikut.

Pengembangan gagasan 1

Susah waktunya pendidikan di Indonesia memberi kesempatan kepada peserta didik (remaja) untuk melakukan berbagai kegiatan produktif sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Dengan demikian, remaja kelak bisa menjadi remaja potensial, inovatif, berkualitas, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Remaja juga harus dilatih berpikir kritis. Jika sudah, bukan saja remaja yang bakal tenggelam oleh persaingan global bangsa-bangsa maju di dunia, melainkan juga bangsa beserta generasi penerusnya.

Pengembangan gagasan 2

Derasnya perubahan budaya yang ikut terbawa oleh modernisasi global perlu mendapat perhatian yang serius, jika kita tidak ingin memolusi (mengotori) kehidupan remaja sebagai aset bangsa. Namun, serberapa mampukah para remaja kita menyikapi derasnya arus globalisasi itu di tengah kompleksnya persoalan remaja masa kini yang antusias yan bersemangat menggebu mencari jati diri dan kemerdekaannya? Apabiola para remaja tidak mampu menyikapi perubahan itu secara arif, bijak, dan pakai logika, dapat dipastikan bahwa setiap informasi yang masuk akan tampak seperti mimpi. Akhirnya, budaya yang masuk dari luar itu akan memancing remaja untuk menirunya tanpa filter (saringan), bukan mencipta. Di sinilah pentingnya pendidikan yang diarahkan pada pemupukan keahlian dan keterampilan sosial secara baik serta berpikir kritis lewat proses belajar terstruktur sebagai satu langkahnya.

Pengembangan gagasan 3

Memang, era globalisasi yang bergulir saat ini mempunyai yang sangat kompleks. Globalisasi hampir secara merata mendorong perubahan dan perkembangan bangsa dan negara di berbagai belahan dunia. Perubahan secara global dalam kehidupan masyarakat terjadi begitu cepat. Seemuanya bergerak bagaikan arus deras, bukan saja pada hal-hal yang terkait dengan aspek-aspek kehidupan lainnya, terutama budaya

Lat i han 1

Lat i han 2

2. Mengem ukakan Gagasan sec ar a Jel as dan Ti dak Ber bel i t -bel i t

Gagasan yang jelas dan tidak berbelit-belit dapat memandu kita ketika menyampaikannya dalam forum diskusi. Gagasan yang diajukan, misalnya

Siapa pelaku, peristiwa apa itu? Perhatian kita akan terfokus pada usaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kita akan mencari tahu siapa orang yang menjadi pelaku dalam forum diskusi yang dibahas dan hal-hal lain untuk sementara diabaikan. Kita tidak akan terganggu oleh hal-hal lain yang tidak relevan dengan topik pembiocaraan. Dengan demikian, proses dan jalannya diskusi akan lebih efektif, masalahnya mudah dicerna, dan tepat sasaran.

Buatlah kelompok yang terdiri dari 4-6 orang, kemudian lakukan kegiatan berikut ini.

1. Cermati, lalu catatlah beberapa masalah yang menurut Anda tampil sebagai pokok pembicaraan masyarakat luas pada saat ini! 2. Tentukanlah satu topik untuk didiskusaikan

dalam forum diskusi kelompok atau kelas Anda!

3. Rumuskanlah gagasan pokok (topik) terkait untuk ditampilkan sebagai bahan diskusi!

4. Berdiskusi dahulu untuk bertukar pikiran mengenai topik yang dipilih beserta komentar dan opini para anggota tentang berbagai alternatif pemecahan masalah!

5. Sebagai pendengar, ajukanlah gagasan dan pertanyaan atau tanggapan/komentar secara jelas dan tidak berbelit-belit dalam forum diskusi!

6. Sebagai rambu-rambu, gunakanlah kata tanya apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana untuk menyampaikan gagasan!

1. Saksikanlah diskusi panel atau seminar yang ditayangkan di televisi!

2. Catatlah pokok-pokok pembicaraannya, kemudian buat rangkuman dan beri komentar! Buat dalam format sepoerti berikut ini.

Stasiun televisi : ... Acara : ... Waktu siaran : ... Penyiar/pembawa acara : ... Panelis/Pemateri : ...

Pokok-pokok isi pembicaraan diskusi panel/ seminar:

... ... ...

Kesimpulan isi pembicaraan diskusi panel atau seminar:

... ... ... Komentar/tanggapan mengenai gagasan atau pendapat yang disampaikan panelis/pemateri dalam diskusi panel atau seminar:

... ... ... 3. Sampaikan hasil pekerjaan Anda tersebut

kepada teman-teman lainnya1

... ... ...

Ketika membaca surat kabar atau majalah, Anda akan menemukan sebuah rubrik yang dinamakan tajuk rencana atau editorial. Rubrik ini memuat pendapat redaktur terhadap berita yang dianggap aktual dan penting untuk diketahui oleh pembaca. Dalam menganalisis masalah tersebut, redaktur harus menampilkan data, fakta, dan realitas. Untuk memahami isi tajuk, kita perlu mencari gagasan utama dan gagasan pendukung yang terdapat pada setiap paragraf.

Keberpihakan penulis tajuk rencana (redaktur) dapat kita ketahui dari sikap dan pandangannya dalam memberikan alasan-alasan dan argumen yang dikemukakan itu. Sebagai pembaca, kita tidak boleh terjebak oleh opini/pendapat penulis (redaktur). Namun, kita harus menyimpulkan sudut pandang penulis tajuk itu sesuai dengan pendapat kita.

Anda sudah mempelajari tentang membaca intentif sebelumya. Sekarang, baca pula tajuk rencana/editorial berikut ini secara intensif!

Dalam dokumen sma11bhsind BhsIndoIPAIPS Indrawati (Halaman 100-104)