• Tidak ada hasil yang ditemukan

menu makanan.

Dalam dokumen Majalah Kiblat Muharram Jadi (Halaman 74-76)

menjjadi anggggappan bbahwwa pppemppppemee immppippppnn

za za

zaalilililimmmm adadadadalalalalahahahah kkkkkkkkkeseseseesalalalalahahahahanananan rrrrrraa yaaaaakaaaakakakakyayayatt.t.t. LLLalalaluuu pe

p

p ngggggguau saaaaa zalaim ““““““ddddddddddddddddddikkultttustttttuu kan”n”,”,, rrarrrrr kyyat (b

(baaacacaacccccaa:aa:aaaaa aakttktivttiviivisisIIssslllaslsssslslsslllsslsllllllslllsllaaaamaaaaaaaaaaamaaaaaa )))))))yayyyyyayaaaaangngddisisisalallllllahllllllaaaahaaaa kakakkann.n. P

Ps P

Psikikololoolololo olooooogoooogiiog manummmanunusisisiaa a cececendceceeeeeeendndndndndndndndnnndddderdddddereereereeeruungunuunu gggggggggggggggggggg me

me me me

mengn ikngnn ikutuuuu ii dadannnnnn mmememmemememmemememmemeenininininiruru pemppppppppppppppppppe imimmmmpipppinnnnyannnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyya. pu

punn mememenunulalar r kekepapadadarrrakakkyayatntntnyaya, hihihingngnggagaga

pe pee

perbrbrbbbbiniincacacangngngganaaanannn ddddiiii ananttatararaa mmmermeereerekekkkkaa tititiidadakddaaaakkkkkkkk le

le

lepapapaspas dadaridadariri bbbanaannnnnnguggggugug nanaann dadan nnn genn n gegg duduuunguuuuuuuuuungg me me me me mee mewwwwawaw hh. Su Su Su

S lalalaimimimmmanan ban bbininin AAAbdAAAAAAAbdbdb ulbdbdbbdbdbddddddulul MMMMalikalalallllllikik sssauauauudauuuuuuddadarararrarrarararaaa AAll-AAAAAAAAAAl Wa W W W W W W W W W

W lid berbededeedededededaaaaaa laagiggggi gggggayyayyyaa aa hhihihhhhhhhhhdudduddd pnpnnnnnyyayayyyaaaaa.

Khalifah Al-Walid

adalah orang yang

suka kuliner dan

berlibur. Maka

obrolan rakyat di

warung-warung tidak

lepas dari pertanyaan

tentang makan dan

m

Ia adalah orang yang suka kuliner dan berlibur. Maka obrolan rakyat di warung-warung tidak lepas dari pertanyaan tentang makan dan apa menu makanan hari ini. (Al-Kamil Fi At-Tarikh, Asy-Syaibani, IV/292. Tarikh Ath-Thabari, IV/29).

Besarnya pengaruh pemimpin yang saleh terhadap rakyat adalah salah satu hikmah dari syarat-syarat kepemimpinan Islam yang ketat, di antaranya adil dan berilmu. Selain itu Islam juga tidak memberikan jabatan kepemimpinan bagi orang yang memintanya. Bisa jadi orang yang berambisi tidak akan amanah dalam memimpin. Apalagi sampai pada politik uang demi jabatan, bisa saja selama menjabat ia akan menzalimi uang rakyat untuk mengembalikan modalnya. Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a, ia berkata, “Aku dan dua orang dari kaumku datang menghadap Nabi n. Salah seorang mereka berkata, ‘Ya Rasululloh n angkatlah kami sebagai pejabatmu.’ Satu orang lagi juga mengatakan perkataan yang sama. Lalu Rasululloh n bersabda, ‘Kami tidak akan memberikan jabatan pemerintahan ini kepada orang yang meminta dan berambisi untuk mendapatkannya’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Komunikasi antara Rakyat dan Pen- guasa

Dengan dua sisi yang harus diperbaiki tersebut, maka menyampaikan peringa- tan kepada pemimpin jelas harus

dilakukan, dengan kaidah amar makruf nahi mungkar yang benar. Membiarkan penguasa muslim dalam kemaksiatan dan kezaliman adalah bentuk kezaliman dari saudaranya. Rasulullah

n bersabda, “Tolonglah saudaramu yang zalim dan yang dizalimi.” Wujud menolong orang yang zalim adalah mencegah dari perbuatan zalimnya. Nabi n bersabda:



 

“Tidak ada seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, kemudian tidak bersungguh-sung- guh dan melaksanakannya dengan baik, kecuali ia tidak akan masuk surga bersama mereka.” (HR Mus- lim)

“Tiada seorang pemimpin yang dia- manahi oleh Allah untuk rakyatnya, suatu saat mati dalam kondisi men- zalimi (hak mereka) kecuali Allah mengharamkan wangi surga bag- inya.” (Muslim).

Dua hadis tersebut bentuk ancaman bagi penguasa zalim di akhirat, sedangkan di dunia, Allah bisa kapan saja sesuai kehendaknya telah memiliki alasan untuk menimpakan musibah yang tidak hanya menimpa orang jahat, tetapi orang saleh juga kena getahnya. Ancaman ini berlaku—dan kita berlindung kepada Allah darinya— bila kemaksiatan telah merajalela tanpa ada proses amar makruf nahi mungkar. Allah berfirman:

I Ia Ia

Ia aadddadalllalahhh ororanangggggg yayayayayy ngngnggg sssssukukukukukukkkaaaa kulikukukukukukulilililineinenernenenerrrr r da

dann beberllibibur. Maka obrolan rakyat

di warung-warung tidak lepas dari pertanyaan tentang makan dan apa

menu makanan hari ini. (Al-Kamil Fi

At-Tarikh, Asy-Syaibani, IV/292. Tarikh Ath-Thabari, IV/29).

Besarnya pengaruh pemimpin yang saleh terhadap rakyat adalah salah satu hikmah dari syarat-syarat kepemimpinan Islam yang ketat, di antaranya adil dan berilmu. Selain itu Islam juga tidak memberikan jabatan

kepemimpinan bagi orang yang

memintanya. Bisa jadi orang yang berambisi tidak akan amanah dalam

i i l i i d di di di di di di

dlalallalalal kukukukukk kkkkkakakannn, dddddddenenenengagaganannn kakakkaidididahah amar makruf h nahi mungkar yang benar. Membiarkan penguasa muslim dalam kemaksiatan

dan kezaliman adalah bentuk

kezaliman dari saudaranya. Rasulullah

n bersabda, “Tolonglah saudaramu

yang zalim dan yang dizalimi.” Wujud menolong orang yang zalim adalah mencegah dari perbuatan zalimnya. Nabi n bersabda:



 

“Tidak ada seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, k di tid k b h

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demiki- an itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka per- buat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.”

(Al-Ma’idah: 78-79).

Dalam kaitan yang sama, Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian beramar makruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atas kalian orang-orang yang paling jahat di antara kalian, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kalian berdoa dan tidak dikabulkan (doa mereka).” (HR. Al-Bazzar dari Abu Hurairah. Dinyatakan Hasan oleh As- Suyuthi dalam Jami’ush Shaghir, namun Syaikh Al-Albani menyatakan dhaif).

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan- Nya, hendaknya kalian beramar makruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun doa kalian tidak lagi dikabulkan.” (HR. Tirmidzi no. 2169. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Semoga salam dan salawat dilimpahkan kepada nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat beliau. [Agus Abdullah].

Hendaklah kalian

Dalam dokumen Majalah Kiblat Muharram Jadi (Halaman 74-76)

Dokumen terkait