• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menyampaikan Informasi dari Berbagai Sumber

Dalam dokumen sma10bhsind BhsDanSastraIndo SriUtami (Halaman 142-147)

BAB 10 KESEHATAN

10.1 Menyampaikan Informasi dari Berbagai Sumber

dari Berbagai Sumber

Bacalah wacana berikut dengan saksama!

Hasil Poling Litbang SINDO“ Remaja dan Rokok”

Kecil-kecil Merokok

Rokok masih dipandang sebagai hal tabu bagi kaum remaja. Meski pada kenyataannya, banyak remaja yang sudah kecanduan rokok di usia dini.

Tommy baru berusia 13 tahun. Tapi, urusan “ngebul” alias merokok, dia jagonya. Dalam sehari, siswa kelas 1 SMP itu bisa menghabiskan sekitar lima linting rokok. Melihat konsumsi rokoknya yang dahsyat, tak heran kalau di kalangan teman-temannya, Tommy dijuluki “si kereta api”. Tapi, kok, kecil-kecil sudah merokok ya?

Di bab yang mengangkat topik “ Kesehatan” , kalian diajak untuk menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tak langsung. Pertama, kalian akan mempelajari untuk mencatat p o ko k- p o ko k i si i n f o r m a si ; m en ya m p a i ka n ringkasan isi teks yang dibaca, dan memberikan tanggapan terhadap penyampaian ringkasan isi teks.

Kedua, kalian diajak untuk bisa menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat dengan menentukan isi dan amanat, mengutara-kan nilai-nilai dalam cerita rakyat, membanding-kan nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini, menuliskan cerita rakyat dalam bentuk sinopsis, menggubahnya menjadi drama, dan menanggapi hasil rekaman.

Ketiga, kalian akan menulis gagasan untuk m en d u ku n g su a tu p en d a p a t d a l a m b en tu k

paragraf argumentatif. Keempat, kalian diajak

untuk bisa memahami penggunaan sufiks –an dan

–kan, serta konfiks ke-an dengan menggunakan kata-kata tersebut secara tepat dalam kalimat, dan menentukan maknanya

Pada dasarnya memang tidak ada peraturan tertulis yang mengharuskan anak di bawah umur tidak boleh merokok. Indone-sia adalah salah satu dari beberapa negara yang belum memiliki peraturan mengenai batas minimum usia pembeli rokok.

Namun, norma-norma yang dianut masyarakat kita telah menjadikan rokok sebagai sesuatu yang tabu untuk dikonsumsi anak usia belia. Tapi, karena remaja punya rasa ingin tahu yang tinggi, walhasil norma tersebut terpatahkan sudah.

Remaja merokok memang bukan hal baru. Kalau kamu sering bepergian ke mal atau tempat-tempat nongkrong anak muda, pemandangan ini pasti bisa dijumpai. Tak hanya didominasi anak-anak SMA, melainkan juga mereka yang duduk di bangku SMP dan SD. Seperti apa yang terlihat dalam jajak pendapat SINDO.

Dari 200 reseponden berusia 11-15 tahun, 36% menyatakan pernah mencicipi lintingan tembakau, sementara sisanya mengaku belum pernah. Jika dibedakan berdasarkan jenis kelamin, responden pria memang mendominasi.

Semenrata responden perempuan tampak menahan diri untuk tidak ikut-ikutan merokok walaupun ada juga yang mengaku pernah.

Didorong Rasa Ingin Tahu

Apa sih yang membuat mereka tertarik merokok? Bagi 67% responden, kenekatan mereka untuk menghisap rokok dipicu ke-ingintahuan yang tinggi terhadap rokok.

Mulai dari rasa sampai sensasi yang bisa diberikan kala merokok. Ya, wajar saja memang kalau keingintahuan itu muncul. Pasalnya, remaja identik sebagai masa pencarian identitas diri yang salah satunya ditandai lewat kesukaan untuk mencoba sesuatu yang baru.

Apalagi, rokok diterima masyarakat sebagai benda yang tabu dikonsumsi anak berusia belia. Nah, dengan adanya larangan ter-sebut, remaja pun makin terpancing untuk mencari tahu ada apa di balik semua itu.

Pengaruh teman juga menjadi faktor yang memacu rokok. Setidaknya, 32% menjawab demikian. Karena teman satu geng merokok, sebagai rasa solidaritas, mereka pun “latah” mencicipi rokok.

Biasanya, situasi ini berhubungan dengan kekhawatiran seseorang terhadap penolakan dari gengnya jika tidak melakukan hal yang sama. Misalnya, ada anggota geng yang langsung menge-cap rekan sejawatnya yang tidak merokok sebagai banci, tidak gaul, atau anak mami.

Bagi remaja, hal tersebut pastilah menyakitkan hati. Apalagi, jika kemudian dirinya disisihkan dari komunitas geng.

Berbagai fakta mengungkapkan remaja yang merokok kemung-kinan besar dikelilingi teman-teman perokok juga. Ada dua kemungkemung-kinan. Pertama, remaja terpengaruh temannya atau teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja itu.

Di samping pengaruh teman, 1% responden mengaku

menco-Setelah Anda membaca wacana di atas, kerjakanlah soal beri-kut!

1. Catatlah pokok-pokok informasi yang terdapat dalam wacana tersebut!

2. Susunlah ringkasan dari wacana tersebut!

3. Bacakan ringkasan Anda di de-pan kelas!

Kegiatan mendengarkan siaran radio/televisi nonberita.

1. Pilihlah salah satu acara televisi/ radio yang bukan acara berita, kemudian tuliskan isi dari acara tersebut dalam buku tugasmu! 2. Sampaikan kembali secara lisan acara yang Anda tulis tersebut di hadapan teman-teman Anda di kelas!

3. Buat Anda yang belum men-dapat giliran, mencatat informasi yang disampai teman-teman Anda!

Mulai dari rasa sampai sensasi yang bisa diberikan kala

ba rokok lantaran tergoda dengan iming-iming bahwa rokok mam-pu melepaskan kepenatan dari berbagai permasalahan yang dihadapi. Merokok juga sekaligus dianggap sebagai ajang men-cari sensasi yang terkadang tidak terlepas dari pengaruh keluarga, khususnya orang tua.

Orang tua merupakan figur contoh bagi anak. Dengan demi-kian, besar kemungkinan jika orang tua yang merokok, ditiru juga oleh anak. Pengawasan orang tua turut mempengaruhi hal terse-but. Orang tua yang tidak memperhatikan anak-anaknya memacu anak untuk melanggar hal-hal yang dianggap tabu.

Toh, orang tua juga tidak protes atas perilaku tersebut. Jadi, apa salahnya dicoba! Remaja yang berasal dari keluarga yang menekankan nilai-nilai sosial dan agama akan sulit terjebak dalam kepulan asap rokok karena mereka terlanjur khawatir terhadap konsekuensi yang muncul.

Sumber:SINDO, Senin, 27 Maret 2006

Bagilah kelas menjadi dua ke-lompok,kelompok pro dan kontra!

1. Buatlah forum debat untuk membahas pro dan kontra ten-tang merokok! Sampaikan-lah tanggapan Anda dalam forum tersebut dengan logis dan efek-tif!

- Sertakan bukti yang akurat

tentang pendapat atau tanggapan Anda, baik seba-gai pihak yang pro maupun kontra terhadap kebiasaan merokok!

- Hargai adanya perbedaan

pendapat dalam proses debat.

2. Buatlah kesimpulan pribadi ten-tang pro dan kontra terhadap “merokok” setelah diadakan debat itu!

10.2Membaca Sastra

Seorang siswa diminta untuk membacakan cerita rakyat di depan kelas, sementara yagn lainnya mendengarkan dengan saksama.

Patung J onggrang d i C andi P rambanan

Bandung Bandawasa hendak menuntut balas ketika menge-tahui bahwa ayahnya sebagai Raja Pengging ditaklukkan oleh Prabu Baka. Maka, berangkatlah pemuda sakti ini menuju kerajaan Baka di daerah Prambanan dekat Kalasan.

Dengan kesaktiannya ia mengacaukan pasukan Prabu Baka dan menguasai kerajaan itu. Bahkan, ia berhasil membunuh Prabu Baka dengan tangannya sendiri. Hal ini membuat sedih hati Roro Jonggrang, putri Prabu Baka. Dalam hati ia bertekad untuk memba-laskan kematian ayahnya.

Saat melihat kecantikan Roro Jonggrang, tertariklah hati Bandung Bandawasa. “Jonggrang, kau gadis cantik, aku takut senjata akan melukai kulit dan wajahmu yang halus,” kata Bandung Bandawasa. “Maka, janganlah kita berperang karena kau tak mungkin bisa mengalahkanku.”

Dalam hati Roro Jonggrang mengakui bahwa ia tak mungkin bisa mengalahkan pemuda sakti ini. “Lalu apa keinginanmu?”

“Saat melihatmu aku sangat tertarik oleh kecantikanmu. Maka

Istilah:

Istilah:Istilah:

Istilah:

Istilah:

Debatadalah pembahasan dan pertukaran pendapat menge-nai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk memperta-hankan pendapat masing-masing.

Debat kusir adalah debat yang tidak disertai alasan yang masuk akal.

Dalam sekejap berubahlah Roro Jonggrang yang cantik menjadi

1. Isilah kolom kosong TABEL A

(hal. 136) dengan paragraf dan ide penulis yang sesuai! 2. Susunlah pertanyaan dengan

jawaban pada kolom ketiga pa-daTABEL B (hal. 136)! 3. Buatlah pertanyaan panduan,

jawaban, dan kesimpulan se-perti contoh pada baris

pertama TABEL C (hal. 136),

berkaitan dengan cerita Patung Jonggrang di Candi Prambanan! 4. Supaya Anda memahami ciri-ciri cerita rakyat, perhatikan TABEL D (hal. 137) dan isilah bagian yang kosong!

5. Nilai-nilai kehidupan apa sajakah yang terdapat dalam cerita Patung Jonggrang di Candi Prambanan?

4. Carilah hal-hal yang menurut Anda tidak logis dalam cerita Patung Jonggrang di Candi Prambanan! Berikan alasan tentang ketidaklogisannya! 5. Bandingkanlah, apakah nilai-nilai

dalam cerita rakyat Patung Jonggrang di Candi Prambanan masih aktual dengan nilai-nilai kehidupan masa kini? Jelaskan dengan contoh!

aku ingin membawamu ke Pengging untuk menjadi istriku,” jawab Bandung. “Tidak. Tidak bisa!” jawab Roro Jonggrang tegas.

“Sebagai pihak yang kalah dalam peperangan, tidak ada pilihan lain kecuali menuruti semua kehendak pihak yang memenangkan pertempuran, yaitu aku.”

Roro Jonggrang bukannya tidak mengerti tentang hal itu. Tetapi, bagaimanapun ia tidak mencintai pemuda ini karena dendam yang ada dalam hatinya. Maka, ia berpikir sejenak sebab tidak akan mungkin dirinya menghadapi Bandung Bandawasa dengan kekuatan otot dan kesaktian.

“Baiklah Bandung, aku tidak ada pilihan lain. Namun...” “Namun..., namun apa Jonggrang?”

“Sebagaimana seorang putri yang akan dijadikan istri, aku akan meminta tanda pinangan,” jawab Roro Jonggrang.

“Oh Jonggrang, demi wanita secantik dirimu aku akan memberikan apa saja yang kau minta. Ayo Jonggrang apa yang kau minta?”

“Aku minta dibuatkan patung.”

“Ha... patung? Bukankah itu terlalu mudah untukku?” “Jumlahnya seribu dan harus selesai dalam satu malam!” kata Jonggrang menuntut.

Sebagai laki-laki yang sedang jatuh cinta Bandung merasa tertantang sehingga ia pun menyanggupi. Senyum Jonggrang sang pujaan semakin membakar api asmara dalam dirinya. Terdorong oleh hal tersebut maka Bandung bersiap untuk mengerjakannya. Sementara itu, Roro Jonggrang yakin bahwa mustahil seorang mampu membuat seribu patung hanya dalam waktu semalam. Dengan ini niat Bandung meminang dirinya pun pasti gagal. Ia punya alasan untuk membuat Bandung pulang ke kerajaannya tanpa membawa dirinya sebagai istri. Ia juga yakin bahwa seorang satria apalagi anak seorang Raja tidak akan berbohong apalagi ingkar janji.

Ketika itu Bandung Bandawasa sedang bersemedi. Dengan kesaktiannya ia mampu menciptakan patung-patung yang diminta oleh Roro Jonggrang. Begitu cepat proses itu membuat Roro Jonggrang khawatir Bandung mampu membuat seribu patung seperti yang ia minta. Lalu ia mencari akal untuk menggagalkannya. Kemudian ia mengumpulkan abdi lelaki dan perempuan. Yang perempuan disuruh menumbuk padi dengan lesung, sedangkan yang laki-laki diminta pergi ke timur dan membakar jerami agar muncul warna merah seperti warna fajar yang datang.

Mendengar suara orang menumbuk padi dengan lesung dan warna semburat merah di timur, ayam-ayam jantan pun berkokok. Mengetahui hal ini Bandung kaget karena menurut perhitungannya malam belum usai. Ia mempercepat pengerjaan patung-patung itu.

Kemudian Roro Jonggrang mendatangi Bandung Bandawasa dan mengatakan bahwa hari telah pagi dengan demikian batas

waktu telah selesai.

“Jonggrang, lihat patung-patung indah ini sebagai tanda cinta dan kasihku padamu,” kata Bandung dengan bangga dan yakin.

Jonggrang mengakui memang patung-patung itu begitu indah, namun ia yakin akalnya berhasil mengelabui Bandung. “Kalau begitu mari kita hitung apakah sudah berjumlah seribu atau belum.”

Maka, mereka mulai menghitung jumlah patung-patung tersebut. Bandung yakin bahwa ia telah mampu menyelesaikan pengerjaan seribu patung tersebut. Ternyata setelah dihitung patung tersebut hanya berjumlah sembilan ratus sembilan puluh sembilan atau berjumlah kurang satu dari seribu.

“Jangankan hanya kurang satu, hampir seribu patung mampu aku buat, mengapa kau mempersoalkan itu Jonggrang? Setelah ini aku akan melengkapi kekurangan itu.”

“Saya tahu Bandung, tetapi bagaimanapun syarat itu tidak dapat kau penuhi.”

“Dari seribu hanya kurang satu Jonggrang.” “Seribu kurang satu berarti tidak seribu.”

“Jadi kau tetap menolakku, Jonggrang? Sejak awal aku sudah curiga bahwa kau tentu akan berlaku tidak jujur. Mengapa malam demikian pendek? Jawablah Jonggrang, ayo jawab! Mengapa engkau diam? Kau cantik tapi hatimu keras dan kaku seperti batu. Dan sekarang pun kau terdiam seperti patung-patung itu. Jika demikian biarlah engkau menggenapi kekurangan itu.”

Dalam sekejap berubahlah Roro Jonggrang yang cantik menjadi patung batu. Sebagian masyarakat setempat percaya bahwa patung putri cantik yang berada di salah satu bagian Candi Prambanan adalah penjelmaan dari gadis cantik, yaitu Roro Jonggrang.

Diceritakan kembali oleh Y. S. Mayanto

1. Carilah sebuah cerita rakyat, ke-mudian buat sinopsis atau ringkasan ceritanya!

2. Pilihlah salah satu cerita yang pa-ling menarik di antara cerita yang Anda cari!

3. Ubahlah cerita tersebut dalam bentuk drama! Perankan drama tersebut oleh anggota kelom-pok, misalnya narator atau to-koh lainnya dengan intonasi dan lafal yang baik!

4. Rekamlah drama Anda ke dalam kaset dengan memperhatikan tugas masing-masing! Agar in-dah, lengkapi dengan efek bu-nyi dan efek musik yang sesuai dengan isi dan situasi drama! 5. Nilai apa yang akan Anda

sampaikan melalui pementasan drama Anda tersebut.

6. Perdengarkan hasil rekaman itu di depan teman-teman! Minta-lah komentar dan tanggapan dari guru dan teman-teman Anda! TABEL A No. 1. 2. 3. 4. 5. 6 I II III ... ...

Bandung pergi ke Kerajaan Baka untuk menuntut balas kematian ayahnya.

...

...

Roro Jonggrang mengira bahwa permintaannya mustahil dipenuhi oleh Bandung.

Suara kokok ayam dan tumbukan padi mengagetkan Bandung.

Kepercayaan masyarakat setempat meyakini bahwa patung itu penjelmaan putri

Paragraf Ide Pokok yang Dikatakan Penulis

Kejadian apa yang hendak dice-ritakan pengarang?

Berubahnya Roro Jonggrang men-jadi patung di Candi Sewu dekat Prambanan.

Menceritakan terjadinya suatu objek atau tempat tertentu.

Pertanyaan Panduan Jawaban Kesimpulan

Apakah cerita tersebut tertulis da-lam naskah atau teks?

Cerita tersebut tidak ditulis dalam naskah atau teks.

... ... TABEL B

TABEL C

Dalam dokumen sma10bhsind BhsDanSastraIndo SriUtami (Halaman 142-147)