• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Design Penelitian

H. Metode Analisis

1. Kuisioner/angket

Data kuisioner/angket komunikasi interpersonal baik anata siswa maupaun antara siswa dan guru sebelum dan sesudah diterapkan metode pembelajaran koopertif dan ceramah interaktif akan dianalisis meggunakan penilaian dengan kriteria sebagai berikut

Tabel 3.5 Skor pernyataan kuisioner komunikasi interpersonal Jawaban Skor Pernyataan Positif Sangat Setuju 4 Setuju 3 Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Jumlah skor keseluruhan diperoleh dengan cara

menjumlahkan skor dari setiap soal dalam kuisioner yang telah dijawab oleh siswa masing-masing untuk sebelum dan sesudah diberi treatment.

Untuk membandingkan komunikasi interpersonal sebelum dan sesudah digunakan uji statistik berupa uji T untuk kelompok

dependen. Persamaan umum yang digunakan adalah sebagai berikut :

X X

√ ∑ Dengan :

X

Skor komunikasi interpersonal awal

X

Skor komunikasi interpersonal akhir

= selisih Skor (Suparno, 2011:87)

Dalam penelitian ini perhitungan menggunakan SPSS. Penelitian ini dikatakan signifikan bila hasil perhitungan P maka ada perbedaan antara komunikasi interpersonal sebelum dan komunikasi interpersonal setelah menggunakan metode (ada peningkatan komunikasi interpersonal) , tetapi apabila penelitian tidak signifikan maka maka tidak ada perbedaan antara komunikasi interpersonal sebelum dan komunikasi interpersonal setelah menggunakan metode (tidak terjadi peningkatan komunikasi interpersonal siswa).

Untuk membandingkan perbedaan komunikasi interpersonal sebelum menggunakan metode ceramah interaktif dan metode kooperatif ataupun sesudah menggunakan metode ceramah interaktif dan metode kooperatif , maka digunakan uji statistik berupa uji T untuk kelompok independen. Persamaan umum yang digunakan adalah sebagai berikut :

X X

√[ ] [ ]

Dengan :

X

Skor komunikasi interpersonal sesudah (metode kooperatif)

X

Skor komunikasi interpersonal sesudah (metode ceramah interaktif)

n = Jumlah sampel (Suparno, 2011:83)

Dalam penelitian ini perhitungan menggunakan SPSS. Penelitian ini dikatakan signifikan bila hasil perhitungan P maka ada perbedaan komunikasi interpersonal pada siswa setelah menggunakan metode kooperatif dan metode ceramah interaktif , tetapi apabila

penelitian tidak signifikan maka tidak ada perbedaan komunikasi interpersonal siswa setelah menggunakan metode kooperatif dan metode ceramah interaktif.

Untuk menentukan tingkat komunikasi interpersonal siswa, maka perlu adanya klasifikasi tingkat komunikasi interpersonal siswa. Tingkatan-tingkatan ini dibagi atas 4 kategori, yaitu: sangat tinggi, tinggi, kurang, dan sangat kurang. Namun, karena perbedaan jumlah pernyataan dari kuisioner yang akan menilai peningkatan komunikasi interpersonal antar siswa dan peningkatan kamunikasi interpersonal antar siswa dan guru, maka penilaian kuisioner dibedakan atas dua yaitu:

1. Kuisioner komunikasi interpersonal antar siswa a. Menentukan skor tertinggi

Skor tertinggi dapat ditentukan dengan mengalikan banyak pernyataan dengan skor maksimum. Maka skor tertinggi : 4 x 20 = 80.

b. Menentukan skor terendah

Skor terrendah dapat ditentukan dengan mengalikan banyak pernyataan dengan skor minimum. Maka skor tertinggi : 1 x 20 = 20.

Besarnya interval dihitung dengan cara: menghitung selisih skor tertinggi dengan skor terendah kemudian dibagi banyaknya interval.

Besarnya interval skor adalah : = 15.

Tabel 3.6. Porsentase komunikasi interpersonal siswa berdasarkan kategorisasi Interval Jumlah Skor Kategori Komunikasi interpersonal Frekuensi Prosentase (%) 20-34 Kurang 35-49 Cukup 50-64 Baik 65-80 sangat baik d. Menghitung Frekuensi

Frekuensi diperoleh dengan menghitung jumlah siswa

yang mendapatkan skor serupa pada suatu interval jumlah skor tertentu.

e. Menghitung Prosentase (%)

Prosentase ihitung dengan menggunakan persamaan

Porsentase =

2. Kuisioner komunikasi interpersonal antar siswa dan guru a. Menentukan skor tertinggi

Skor tertinggi dapat ditentukan dengan mengalikan banyak pernyataan dengan skor maksimum. Maka skor tertinggi : 4 x 15 = 60.

b. Menentukan skor terendah

Skor tertinggi dapat ditentukan dengan mengalikan banyak pernyataan dengan skor minimum. Maka skor tertinggi : 1 x 15= 15.

c. Menentukan banyaknya interval

Besarnya interval dihitung dengan cara: menghitung selisih skor tertinggi dengan skor terendah kemudian dibagi banyaknya interval.

Besarnya interval skor adalah :

= 11,25 dibulatkan menjadi 11.

Tabel 3.7. Porsentase komunikasi interpersonal antara siswa dan guru berdasarkan kategorisasi Interval Jumlah Skor Kategori Komunikasi interpersonal Frekuensi Prosentase (%) 15-25 kurang 26-36 cukup 37-47 baik 48-60 sangat baik d. Menghitung Frekuensi

Frekuensi diperoleh dengan menghitung jumlah siswa yang mendapatkan skor serupa pada suatu interval jumlah skor tertentu.

e. Menghitung Prosentase (%)

Prosentase ihitung dengan menggunakan persamaan

Porsentase =

2. Pre-test dan Post-test

Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dalam pembelajaran fisika dengan metode pembelajran kooperatif dan ceramah interaktif unutk materi usaha dan energi diukur dengan menggunkan analsis berikut:

a. Memberikan skor pada setiap pertanyaan

Pre-test dan post-test berupa soal esay, setiap soal memiliki bobot

masing-masing sesuai dengan tingkat kesulitan dalan

menyelesaikannya.

b. Membuat skor total

Jumlah soal Pre-test dan post-test yang diberikan terdiri dari 5 soal esay. Keseluruhan skor soal akan dijumlahkan. Hasil penjumlah keseluruhan skor soal ini akan menjadi skor total.

c. Menghitung nilai akhir

Nilai akhir diperoleh dengan menggunakan persamaan berikut

Nilai akhir =

x 100

d. Menganalisis nilai akhir

Analsis yang digunakan adalah T-test untuk kelompok dependen. Test ini digunakan untuk mengetes dua kelompok dependen atau satu kelompok yang dites dua kali, yaitu pada pre-test dan post-test ( Suparno, 2011:87). Persamaannya adalah sebagai berikut

X X

√ ∑

Dengan :

X

Skor prestasi awal

X

Skor prestasi akhir

= selisih Skor

N= Jumlah pasangan skor (Suparno, 2011:87)

Dalam penelitian ini perhitungan menggunakan SPSS. Penelitian ini dikatakan signifikan bila hasil perhitungan P maka ada perbedaan antara pretest dan posttest (ada peningkatan prestasi belajar pada siswa), , tetapi apabila penelitian tidak signifikan maka maka tidak ada perbedaan antara pretest dan posttest ( tidak tejadi peningkatan prestasi belajar pada siswa).

Untuk membandingkan perbedaan prestasi belajar siswa sebelum menggunakan metode ceramah interaktif dan metode kooperatif ataupun sesudah menggunakan metode ceramah interaktif dan metode kooperatif , maka digunakan uji statistik berupa uji T untuk kelompok independen. Persamaan umum yang digunakan adalah sebagai berikut :

X X

√[ ] [ ]

Dengan :

X

Skor prestasi belajar sesudah (metode kooperatif)

X

Skor prestasi belajar sesudah (metode ceramah

interaktif)

n = Jumlah sampel (Suparno, 2011:83)

Dalam penelitian ini perhitungan menggunakan SPSS. Penelitian ini dikatakan signifikan bila hasil perhitungan P maka ada perbedaan prestasi belar pada siswa setelah menggunakan metode kooperatif dan metode ceramah interaktif , tetapi apabila penelitian tidak signifikan maka tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa setelah menggunakan metode kooperatif dan metode ceramah interaktif.

3. Observasi

Ada 12 pernyataan dari 4 aspek komunikasi interpersonal yang akan akan dinilai observer. Apabila terlaksan maka akan diberi skor 1 (satu) dan apabila tidak terlaksana akan diberi nilai 0 ( nol).

Untuk menentukan tingkat komunikasi interpersonal siswa, maka perlu adanya klasifikasi tingkat komunikasi interpersonal siswa. Tingkatan-tingkatan ini dibagi atas 4 kategori, yaitu: sangat tinggi, tinggi, kurang, dan sangat kurang

a. Menentukan skor tertinggi

Skor tertinggi dapat ditentukan dengan mengalikan banyak pernyataan dengan skor maksimum. Maka skor tertinggi : 1 x 12 = 12.

f. Menentukan skor terendah

Skor terrendah dapat ditentukan dengan mengalikan banyak pernyataan dengan skor minimum. Maka skor tertinggi : 0 x 12 = 0.

g. Menentukan banyaknya interval

Besarnya interval dihitung dengan cara: menghitung selisih skor tertinggi dengan skor terendah kemudian dibagi banyaknya interval.

Besarnya interval skor adalah : = 3

Tabel 3.6. Porsentase komunikasi interpersonal siswa dari penilaian observer berdasarkan

kategorisasi Interval Jumlah Skor Kategori Komunikasi interpersonal Frekuensi Prosentase (%) 0-2 Kurang 3-5 Cukup 6-8 Baik 9-12 sangat baik h. Menghitung Frekuensi

Frekuensi diperoleh dengan menghitung jumlah siswa

yang mendapatkan skor serupa pada suatu interval jumlah skor tertentu.

i. Menghitung Prosentase (%)

Prosentase ihitung dengan menggunakan persamaan

Porsentase =

BAB IV

Dokumen terkait