• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. METODE PENELITIAN

4.4 Metode Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama yaitu mengidentifikasi karakteristik usaha budidaya jamur tiram dan pengolahan limbah bag log jamur tiram serta rantai pemasarannya. Analisis kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan menganalisa karakteristik usaha pengolahan sampah bag log menjadi pupuk kompos home industry kelompok tani Cijulang Asri. Analisis kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan kedua dan ketiga khususnya analisis nilai tambah serbuk gergaji dan estimasi internalisasi biaya eksternal pengolahan limbah bag log jamur. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel 2007 dan MiniTab 15. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan dalam Tabel 5.

Tabel 5. Matriks Metode Penelitian

No Tujuan penelitian Jenis

Data

Sumber data Metode Analisis Data

1 Menganalisa karakteristik usaha budidaya jamur tiram dan pengolahan sampah bag log menjadi pupuk kompos.

Data primer Wawancara, kuisioner dengan kelompok tani Analisis Deskriptif

2 Mengestimasi nilai tambah bag log dari serbuk gergaji.

Data primer Wawancara, kuisioner dengan home industry Metode Nilai Tambah Hayami 3 Mengestimasi biaya eksternal yang

telah diinternalisasi dalam pengolahan limbah bag log jamur tiram Data primer Wawancara, kuisioner dengan masyarakat Contingent Valuation Method (CVM), Analisis Pendapatan. Karakteristik Usaha

Karakteristik usaha budidaya jamur tiram dan pengolahan limbah bag log

dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif. Analisis ini kemudian akan mendeskripsikan karakteristik usaha berdasarkan aspek sumber bahan baku, proses produksi, skala usaha, dan rantai pemasaran. Sebagian besar informasi dalam penentuan karakteristik menggunakan data primer dengan melakukan wawancara kepada pelaku usaha jamur tiram.

31 Analisis nilai tambah dalam penelitian ini diukur menggunakan Metode Hayami. Penggunaan Metode Hayami akan menghasilkan besaran nilai tambah serbuk gergaji menjadi bag log. Serbuk gergaji, dedak, kapur, gipsum, tepung jagung, dan air merupakan input utama. Sumbangan input lain berasal dari alkohol, lampu, spiritus, tabung gas, pengkukus, cangkul, spatula, sekop, dan pengayak. Perhitungan dengan Metode Hayami disajikan dalam Tabel 6.

Tabel 6. Perhitungan Nilai Tambah Hayami

No. Variabel Nilai

Output, Input dan Harga

1. Bag log yang dihasilkan (kg/hari) A 2. Serbuk gergaji yang digunakan (kg/hari) B

3. Tenaga kerja (jam/hari) C

4. Faktor konversi (1/2) D = A/B 5. Koefisien tenaga kerja (3/2) E = C/B 6. Harga bag log (Rp/kg) F 7. Upah tenaga kerja (Rp/jam) G

Pendapatan dan Keuntungan

8. Harga serbuk gergaji (Rp/kg bahan baku) H 9. Sumbangan input lain (Rp/kg output) I

10. Nilai bag log (4 x 6) (Rp) J = D x F 11. a. Nilai tambah (10 – 9 – 8) (Rp)

b. Rasio nilai tambah ((11a/10) x 100%)

K = J – H – I

L (%) = (K/J) x 100% 12. a. Imbalan tenaga kerja (5 x 7) (Rp) M = E x G

b. Bagian tenaga kerja ((12a/11a) x 100%) N (%) = (M/K) x 100% 13 a. Keuntungan (11a – 12a) (Rp) O = K – M

b. Tingkat keuntungan ((13a/11a) x 100%) P (%) = (O/K) x 100% 14. Marjin (10 – 8) (Rp) Q = J – H

a. Pendapatan tenaga kerja ((12a/14)x 100%) R (%) = (M/Q) x 100% b. Sumbangan input lain ((9/14) x 100%) S (%) = (I/Q) x 100% c. Keuntungan perusahaan ((13a/14) x 100%) T (%) = (O/Q) x 100% Sumber : Hayami et al, 1987

Nilai Intangible

Estimasi Nilai WTA Masyarakat

Nilai WTA sekitar diestimasi dengan menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM)untuk memperoleh nilai intangible. Estimasi nilai WTA ini dilakukan kepada masyarakat sekitar usahatani jamur tiram apabila limbah bag log dari usahatani jamur tiram tersebut yang tidak diolah terlebih dahulu. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Prosedur metode CVM yang dilakukan meliputi :

32

1. Membuat pasar hipotetik

Pasar hipotetik digunakan untuk menentukan dugaan pasar pada komoditi limbah yang tidak memiliki harga pasar, sehingga memudahkan responden untuk dapat mengetahui gambaran dari komoditi yang ditawarkan. Pasar hipotetik yang dibentuk berdasarkan atas dampak negatif yang dirasakan akibat pembuangan limbah bag log ke pinggir sungai. Limbah bag log yang terbuang akan menumpuk dan akan merusak kualitas tanah karena sifat kemasamannya. Dalam kondisi hujan limbah bag log dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir akibat pendangkalan sungai oleh endapan hasil erosi. Responden yang menjadi objek dalam mengukur WTA ini yaitu masyarakat sekitar usahatani jamur tiram yang menghasilkan limbah bag log. Pasar hipotetik yang dibentuk dapat dilihat pada halaman 33.

2. Mendapatkan penawaran besaran WTA

Dalam memperkirakan nilai awalan WTA terlebih dahulu dilakukan survey terkait biaya kompensasi yang telah diberikan pelaku usaha jamur tiram kepada masyarakat sekitar. Setelah nilai WTA pertama didapat, ditawarkan nilai yang lebih besar dari nilai yang diberikan sebelumnya. Nilai WTA didapat setelah proses tawar menawar selesai.

3. Memperkirakan nilai rata-rata WTA

Penentuan nilai WTA didapat dengan mengetahui rata-rata nilai WTA berdasarkan batas bawah, frekuensi relatif, dan jumlah responden. Dugaan rataan WTA dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

EWTA = ∑ dimana:

EWTA = dugaan nilai rataan WTA (Rp) Wi = batas bawah WTA pada kelas ke-i Pfi = frekuensi relatif kelas ke-i

n = jumlah responden i = sampel (1, 2, 3, …, n)

33

4. Menduga Kurva Penawaran

Penentuan kurva penawaran dipengaruhi oleh usia responden, tingkat pendapatan per bulan, lama tinggal, jarak tempat tinggal, tingkat pendidikan, dan

dummy limbah. Kurva penawaran untuk menduga besaran penawaran yang diberikan kepada responden Kurva penawaran dengan menggunakan persamaan berikut ini :

WTA = β0 + β1 PNDT+β2UR+β3LT+β4JTT+β5PNDK+β6 LIM+ ε

dimana:

WTA = Biaya kompensasi yang diterima masyarakat (Rp) Β0 = Konstanta

Pasar Hipotetik

Usahatani jamur tiram yang berkembang di Desa Kopo menimbulkan efek positif dan negatif bagi masyarakat. Efek positif berupa penyerapan tenaga kerja dan potensi membuka usaha baru. Efek negatif nya berupa limbah bag log yang merupakan sisa dari pemanenan jamur tiram. Limbah bag log yang terbuang apabila tidak diolah akan menumpuk dan akan merusak kualitas tanah karena sifat asamnya. Dalam kondisi hujan limbah bag log dapat meningkatkan resiko terjadinya banjir akibat pendangkalan sungai. Dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat antara lain aroma tidak sedap, gangguan pernafasan akibat limbah bag log yang dibakar, serta mengganggu pemandangan. Seharusnya limbah

bag log dapat diolah agar dapat meminimalkan efek negatif yang dirasakan oleh masyarakat. Saat ini baru ada satu usahatani yang sudah mengupayakan pengolahan limbah bag log jamur, sedangkan usahatani jamur lainnya masih belum mengolah limbah usaha mereka. Oleh karena itu, perlu dinilai berapa kerugian yang dirasakan masyarakat akibat pembuangan limbah bag log. Kerugian ini dilihat dari seberapa besar masyarakat mau menerima ganti rugi yang disesuaikan dengan persepsi masyarakat mengenai efek negatif yang dirasakan dengan adanya limbah bag log. Biaya ganti rugi ini didasari atas harga jual pupuk kompos (Rp 1 000/kg) yang dihasilkan melalui penngolahan limbah bag log jamur tiram. Apakah Bapak/Ibu bersedia menerima kompensasi atas kerugian yang dirasakan akibat adanya limbah bag log jamur di sekitar Bapak/Ibu tinggal?

34

β1..β6 = Koefisien regresi

UR = usia responden (tahun)

PNDT = tingkat pendapatan per bulan (Rp) LT = lama tinggal (tahun)

JTT = jarak tempat tinggal (meter) PNDK = tingkat pendidikan (tahun) LIM = limbah merusak

ε = galat

5. Menjumlahkan data

Penjumlahan data dipengaruhi dengan jumlah sampel yang bersedia membayar, jumlah sampel seluruhnya dan jumlah populasi. Untuk menjumlahkan data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

TWTA = ∑ dimana:

TWTA = total WTA

WTAi = WTA individu sampel ke-i

ni = jumlah sampel ke-i yang bersedia membayar sebesar WTA N = jumlah sampel

P = jumlah populasi

6. Mengevaluasi Penggunaan CVM

Tahap ini memerlukan pendekatan seberapa besar tingkat keberhasilan dalam pengaplikasian CVM. Pelaksanaan model CVM dapat dievaluasi dengan melihat tingkat keandalan (reliability) fungsi WTA dengan melihat nilai Rsquares (R2) dari model OLS (Ordinary Least Square) WTA.

Nilai Tangible

Analisis Pendapatan Usaha Pembuatan Kompos

Analisis Pendapatan pada usahatani secara umum menurut Soekartawi (2002) dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

TR = P X Q

TC = TFC + TVC

35 dimana:

TR = Penerimaan total kompos (Rp/tahun)

Q = Total hasil produksi kompos yang diperoleh (kg/tahun) P = Harga jual kompos per unit (Rp/kg).

TC = Pengeluaran total usaha pembuatan kompos (Rp/tahun) TFC = Biaya tetap usaha pembuatan kompos (Rp/tahun) TVC = Biaya variabel usaha pembuatan kompos (Rp/tahun). Π = Pendapatan usaha pembuatan kompos (Rp/tahun)

V. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Dokumen terkait