• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dan Kesimpulan

METODE PENELITIAN

D. Metode Analisis

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis kuantitatif, yaitu dalam pengelolahan data berupa input dan output yang diambil dari laporan keuangan yang dimilki oleh masing-masing bank.

1. Metode Stochastic Frontier Analysis (SFA)

SFA merupakan pendekatan yang menganggap adanya dua bagian errorterm. Dalam pendekatan ini efisiensi dianggap mengikuti distribusi asimetris, biasanya setengah normal (half normal), sedangkan kesalahan acak (random error) terdistribusi simetrik standar. Nilai efisiensi yang dihasilkan berupa skor dari 0-1. Semakin mendekati 1 maka perusahaan itu semakin efisien begitu juga sebaliknya, semakin mendekati angka 0 maka perusahaan itu semakin tidak efisien. Metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) menggunakan u (error yang dapat dikendalikan) untuk mendapatkan nilai efisiensi tersebut1.

Pendekatan efisiensi bank yang digunakan adalah dari sisi profit dengan pendekatan alternative profit efficiency. Sedangkan perhitungannya dengan pendekatan adalah metode Stochastic Frontier Approach (SFA). Alternative

Profit Efficiency yaitu dengan bank diasumsikan memiliki market power dalam

1

Rino dan Harjum, Jurnal Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dengan Metode Stochastic Frontier Analysis Periode 2005-2009, (semarang, 2011)

menentukan harga output. Namun, tidak pada harga input. Karena perbedaan jenis pasar tersebut maka perbedaan yang paling menonjol antara kedua model ini (standard profit efficiency dan alternative profit efficiency) adalah pada penentuan variabel eksogen didalam pencapaian keuntungan maksimum. Alat analisis yang digunakan adalah Frontier 4.1.

Perangkat lunak Frontier 4.1 digunakan untuk mengestimasi fungsi profit dengan menggunakan metode panel data pada pendekatan parametrik Stochastic Frontier Approach (SFA). Fungsi standar stochastic cost frontier memiliki bentuk umum (log) sebagai berikut:

log

=ƒ(

�,

+ �

(2)

dimana : log � adalah total profit bank i, � adalah input pada waktu ke i, � adalah input pada waktu ke i, � adalah error. Galat (e) terdiri dari 2 fungsi yaitu:

= µ

+ �

dimana : µ adalah faktor error yang dapat dikendalikan, � adalah faktor error yang bersifat random yang tidak dapat dikendalikan. Diasumsikan bahwa � terdistribusi normal

N(0,ó

2

)

dan µ terdistribusi half-normal

ӏN(0,ó

2

)ӏ

dimanadan

µ

= µ

EXP −h t − T

h adalah parameter yang akan diestimasi.

2. Penentuan Input Output Pendekatan Efisiensi

Dalam penelitian ini penentuan input dan output dari suatu bank menggunakan pendeketan intermediasi. Bank yang memiliki fungsi perantara

(intermediary), dimana bank mengumpulkan dan menyalurkan dana dari unit yang kelebihan dana (surplus unit) ke unit yang kekurangan dana (deficit unit). Penjeasan masing-masing variable yang termasuk output dan input dalam pendekatan ini sebagai berikut:

a. Pendapatan

Pendapatan merupakan pendapatan hasil dari kegiatan operasional bank syariah baik yang tergolong BUS maupun UUS. Kegiatan operasional bank syariah, meliputi:

1) Pendapatan dari penyaluran dana, yaitu: pendapatan dari jual beli (mudharabah, salam, dan istishna), sewa (ijarah), bagi hasil (mudharabah dan musyarakah), dan lainnya.

2) Pendapatan operasional lainnya, yaitu: pendapatan jasa administrasi, jasa transaksi ATM, pembiayaan khusus, jasa komisi, laba (rugi) transaksi valuta asing, fee sistem online-payment point dan lainnya.

3)Pendapatan non operasional

b. Pembiayaan adalah penjumlahan dari seluruh pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada masyarakat menggunakan akad-akad muamalah. Variabel ini dalam aplikasi produk bank syariah dikenal dengan produk yang menggunakan akad-akad berikut, yaitu:

1) Pembiayaan dengan prinsip jual beli (Tmurabahah, salam, dan ishtisna);

3) Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil (mudharabah dan musyarakah); 4) Pembiayaan dengan akad pelengkap (hiwalah, rahn, qardh, wakalah,

kafalah, dan lainnya). c. DPK

Dana pihak ketiga (DPK) adalah dana yang dihimpun bank dari masyarakat. Penghimpunan dana oleh bank dilakukan dengan melihat prinsip wadi’ah dan mudharabah. Dana pihak ketiga berpengaruh positif terhadap total pembiayaan. Hal ini karena Semakin besar DPK yang berhasil dihimpun oleh bank syariah, maka semakin besar pula pembiayaan yang disalurkannya. Serta semakin besar pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat maka semakin besar pendapatan yang akan diterima oleh bank. Jumlah simpanan yang dihimpun dari dana masyarakat ini terbagai menjadi beberapa produk, yaitu: 1) Giro dengan prinsip mudharabah dan wadi’ah.

2) Deposito Syariah mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah. 3) Tabungan Syariah prinsip wadi’ah dan mudharabah mutlaqah.

d. Biaya tenaga kerja

Biaya tenaga kerja atau biaya personalia adalah biaya gaji, biaya pendidikan dan tunjangan kesejahteraan karyawan bank syariah baik yang tergolong BUS maunpun UUS. Biaya tenaga kerja mempunyai hubungan negatif terhadap total pembiayaan. Semakin tinggi biaya tenaga kerja akan berakibat pada turunnya kemampuan bank dalam menghasilkan produk pembiayaan ke masyarakat.

e. Modal adalah dana yang berasal dari pemilik bank atau pemegang saham. Modal terdiri dari modal inti (modal disetor dan agio saham) dan modal pelengkap (cadangan revaluasi aktiva tetap, penyisihan penghapusan aktiva tetap/PPAP, modal pinjaman dan pinjaman subordinasi. Untuk meningkatkan besarnya modal bank dapat melakukan dengan cara menambahkan dana baru dari pemilik atau meningkatkan hasil usaha.

3. Pengukuran Produktivitas

a. Produktivitas dengan Pendekatan Cobb-Douglas

Bentuk fungsi yang digunakan dalam menghitung produktivitas dalam penelitian ini adalah Fungsi Biaya Cobb Douglas. Fungsi Cobb Douglas adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variable. Variabel yang satu disebut dengan variabel dependen (Y) dan variabel independen (X). Alasan karena Fungsi produksi yang sering digunakan sebagai alat analisis adalah fungsi Cobb-Douglas. fungsi ini diperkenalkan pertama kali oleh knut wicksell (1851-1926). Dengan merujuk kepada sejumlah literature maka bentuk fungsi cobb douglas dalam kajian ini, yaitu

Fungsi cobb douglas2:

P(L,K)=b (3)

Dimana : P adalah total produktivitas, L adalah input total tenaga kerja, K adalah input modal, b adalah total factor productivity, α dan β adalah elastisitas input total tenaga kerja dan input modal.

Kelebihan (soekartawi, 1990)3

1) bentuk fungsi Cobb-Douglas relatif lebih mudah dan sederhana dalam penerapannya. ditransfer ke bentuk linear dengan cara melogaritmakan;

2) Jumlah besaran elastisitas sekaligus menunjukkan tingkat besaran skala usaha (return of scale). Apakah meningkat, tetap, atau menurun 3) Koefisien elastisitas dari fungsi Cobb Douglas merupakan secara

langsung menggambarkan elastisitas produski penggunaan input dalam menghasilkan output dari sistem produksi yang sedang dikaji itu.

4) Koefisien intersep secara langsung menggambarkan indeks efisiensi produksi dari setiap input yang dipergunakan untuk menghasilkan output dan dipertimbangkan untuk dikaji dalam fungsi produksi Cobb Douglas itu.

3 Ramadhani Yuliastuti, “Analisa Efisiensi, Skala Dan Elastisitas Produksi Dengan Pendekatan Cobb-Douglas Dan Regresi Berganda”, Jurnal Teknologi Vol. 4 No.1 Juni 2011. Hlm 61-53

Untuk lebih memudahkan penggunaan, biasanya fungsi ditransformasikan ke bentuk logaritma. Setelah ditransformasikan maka fungsi akan menjadi:

LN (Y) = LN (b) +α *LN(L) + β*LN(K) (4)

Penentuan fungsi biaya dalam pendekatan parametik:

LN (Y) = b +α *LN(L) + β*LN(K) + µ LN (e) (5)

Ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam menggunakan fungsi produksi Cobb Douglas, yaitu : tidak ada nilai pengamatan yang bernilai nol atau suatu bilangan yang besarnya tidak diketahui (infinite); tidak ada perbedaan teknologi pada pengamatan; tiap-tiap variabel X adalah persaingan sempurna; perbedaan lokasi (pada fungsi produksi) adalah sudah tercakup pada faktor kesalahan.

1) Elastisitas Produksi

Elastisitas produksi adalah konsep untuk mengukur tingkat perubahan dari output akibat dari penggunaan input. Salah satu asumsi dasar dalam teori ekonomi produksi adalah setiap produsen berusaha memaksimumkan keuntungan. Analisa elastisitas ini sangat penting untuk menjelaskan input mana yang lebih elastis dibandingkan dengan input lainnya.

2) Return to Scale

Return to Scale perlu diketahui untuk mengetahui apakah kegiatan dari suatu usaha yang akan diteliti mengikuti kaidah increasing, constant, atau

decreasing return to scale. Dari nilai elastisitas output yang didapat

merupakan juga nilai produktivitas input yang digunakan. Setelah

mengetahui elatisitas outputnya maka untuk mendapatkan returns

to scale sebagai bagian dalam mengetahui skala ekonominya maka tingkat returns to scale didefinisikan sebagai penjumlahan elastisitas output. Dan dari hasil estimasi tersebut terdapat tiga kemungkinan4:

(a) Increasing returns to scale apabila Rts > 1

(b) Constant Returns to scaapabila Rts = 1

(c) Decreasing returns to scale apabila Rts < 1.

b. Total Factor Produktivitas (TFP) Malmquist

Menurut lovell (1994), Malmquist indekx berorientasi input, bisa diformulasikan sebagai berikut:

�+� �+�

,

�+�

,

,

) = [

�� �+�, �+� , �,

�+� �+�, �+�

�+� , �,

]

/2

(6)

Dimana: I mengindikasikan sebagai orientasi input, M adalah produktivitas dari titik produksi sebelumnya yt+ , xt+ adalah periode teknologi t+1,

berhubungan relative dengan titik produksi sebelumnya ( yt, xt adalah

4

Wang, Christina J., Productivity and Economies of scale in the Production of Bank Service Value Added., Research Department Federal Reserve Bank of Boston., September 2003, h. 5

periode teknologi periode t. D adalah fungsi jarak input dan semua variabel sebelumnya dijelaskan. Nilai yang lebih besar dari satu (>1) mengindikasikan pertumbuhan produktifitas yang positif diantara dua periode (Worhington, 1995:5)5

Berdasarkan pengukuran MPI diatas dapat dihitung Malmquist TFP Index (MTFPI) yang merupakan rata-rata geometric dari kedua indeks. MTFPI dapat dipecah menjadi 2 komponen, yaitu efficiency change dan technical change. Dengan menggunkan output orientasi MTFPI, maka persamaan diatas dapat dinyatakan sebagai berikut:

DIt t+1, t+1 DIt , t, t

= [

DIt t+1, t+1 DIt+1 t+1, t+1

x

DIt , t, t DIt+1 , t, t

]

/2

(7)

Efficiency change =

DIt t+1, t+1 DIt , t, t

(8)

Dokumen terkait