• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. DESKRIPSI SINGKAT

Pada penelitan yang bersifat konservasi biasanya dilakukan penelitian dengan menggunakan yang bertujuan dalam menggambarkan obyek atau permasalahannya. hal tersebut, obyek sudah diamati terlebih dahulu, objek tersebut berupa bangunan. Hasil analisa yang diperoleh dapat memberikan sebuah petunjuk dalam tindakan pelestarian bangunannya. Hal ini dilakukan agar dapar mengkaji dari elemen bangunan tersebut yang sesuai dengan kriteria atau makna kultural yang ada di bangunan tersebut. Hal ini dilakukan dengan cara mengkaji elemen-elemen bangunan yang terdapat pada tersebut dengan kriteria-kriteria makna kultural bangunan. Biasanya bangunan / kawasan bersejarah biasanya digambarkan melalui kata / visual gambar yang dituliskan oleh peneliti. Oleh sebab itu pada sub bab ini akan menjelaskan

B. RELEVANSI

Sub-Pokok Bahasan ini menjelaskan secara umum metode pendekatan konservasi yang biasa digunakan oleh peneliti sejarah mengenai

1.2 PENYAJIAN

A. URAIAN

Bentuk penelitian ini ialah sebuah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi objek maupun persoalan. Dalam hal tersebut objek yang akan diamati ialah bangunan. hal ini dapat memberikan sebuah saran / arahan bagaimana dalam penanganan dalam pelestarian bangunan. Tujuan dilakukannya dengan mengkaji elemen bangunan yang ada di bangunan tersebut dengan kriteria pada makna kultur bangunan. pada tahap tersebut terdapat berbagai macam langkah yang dilakukan dengan pendekatan pada obyek penelitian yang meliputi:

1. Mendokumentasikan kondisi fisik bangunan dengan melihat keadaan obyek pada penelitian saat ini

92 2. Mengumpulkan informasi berdasarkan karakteristik dari arsitektur kolonial yang telah berkembang di Indonesia, terutama pada lokasi penelitian

3. Melakukan perbandingan dengan hasil yang diperoleh dari tahap 1 dan 2, sehingga mendapatkan suatu penggambaran dari karakter suatu bangunan dengan melakukan perubahan yang telah terjadi 4. Buat suatu kesimpulan mengenai kondisi dari eksisting fisik

bangunan, serta telah tentukan dalam pelestarian fisik bagi bangunan ini.

Biasanya terdapat sebuah penelitian dengan konservasi yang telah menggunakan sebuah metode deskriptif, Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang telah mendeskripsikan atau dengan menggambarkan dalam keadaan atau status fenomena atau dalam hubungan dengan fenomena yang ingin diteliti dengan sistematis, faktual, hingga akurat. Metode deskriptif tersebut berguna untuk mengetahui suatu hal yang telah berhubungan dengan kondisi tertentu. Metode tersebut merupakan metode yang dihasilkan dari sebuah penelitian yang telah dilakukan untuk pengumpulan data dari sebuah hasil observais lapangan, wawancara serta pengambilan sebuah gambar, baik dari dokumen pribadi / resmi, data lain yang memiliki relevansi dengan obyek peneltian. penelitian deskriptif ialah sebuah metode penelitian dengan menggambarkan serta menginterpretasi dengan obyek sesuai dengan apa adanya (Dvovrak & Best, 1982).

Penelitian deskriptif ini biasanya dilakukan bertujuan untuk menggambarkan sesuatu dengan sistematis dari fakta dan karakteristik dari objek dan subjek yang akan ditelti secara tepat. Metode rasionalistik kualitatif merupakan sebuah metode bersama peneliti dengan bertindak sebagai instrumen yang utama, penelitian ini dilakukan dengan proses interview yang berulang dan mendalam secara silang sehingga perubahan tersebut bisa mungkin terjadi. (Moehadjir, 1996). Pada penerapan metode ini bisa diketahui dengan perkembangan dan perubahan yang telah terjadi pada bangunan. metode evaluatif ini bisa digunakan sebagai metode dengan memberikan penilaian untuk bangunan yang akan menjadi objek penelitian, penelitian ini dikaitkan dengan nilai atau makna kultural yang telah dimiliki oleh bangunan. Metode development tersebut merupakan

93 metode yang bertujuan dalam mengembangkan serta pengetahuan yang telah ada.

Terdapat sebuah pedoman yang perlu dilakukan yang sesuai dengan pedoman pelaksanaan dalam penelitian meliputi: 1. Perumusan permasalahan dengan jelas 2. Penentuan informasi sumber literatur, 3. Menentukan berbagai metode dalam pengumpulan data serta cara memperoleh informasi 4. Pelaksanaan riset 5. Mengolah datadan terakhir Penyusunan sebuah laporan, selain itu dijelaskan (Hartoto, 2009), juga menjelaskan bahwa langkah tersebut pada penelitian dengan menggunakan metode deskriptif meliputi: a) mengetahui dengan adanya permasalahan yang signifikan dengan memecahkan melalui metode deskritif b) dengan membatasi serta merumuskan persoalan dengan jelas c) dengan penentuan tujuan serta manfaat dalam penelitian d) dengan melakukan studi pustaka yang terkait dengan masalah e) dengan penentuan dari kerangka pikir serta pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian f) dengan mendesain sebuah metode penelitian dengan menggunakan salah satunya hal ini yaitu penetuan lokasi, sampel, teknik sampling, serta menentukan instrumen, mengumpulkan data serta menganalisis data g) pengumpulan, mengorganisir, dan analisis data dengan menggunakan teknik statistik yang sesuai dan relevan juga membuat laporan penelitian.

Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen dengan mengumpulkan data bisa digunakan untuk penelitian yang bertujuan dalam mempermudah mengumpulkan data selama dilakukannya observasi lapangan. Instrumen pengumpulan tersebut didapatkan saat melakukan observasi lapangan. instrumen tersebut dijabarkan sebagai berikut: 1. kamera, pengambilan foto eksisting dengan detail bangunan 2. Lembar catatan maupun sketsa serya pencatatan keterangan dengan menggambarkan hasil observasi yang ada dilapangan dan 3. lembaran observasi yang berisikan gambar bangunan yang digunakan sebagai catatan pengamatan pada titik-titik bangunan

Variabel Penelitian

Variabel yang terdapat pada penelitian ini merupakan hasil dari berbagai hal yang telah ditentukan oleh peneliti dalam mempelajarinya, sehingga

94 diperoleh sebuah informasi tentang data yang dibutuhkan dalam menganalisis secara jelas, sehingga bisa memudahkan dalam pengaplikasikannya. pengolahan data tersebut bisa dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan dari beberapa variabel yang berkaitan dengan obyek penelitian. pemelihan variabel tersebut dalam penelitian dilakukan dengan dasar berbagai pendapat yang sudah dikutip pada bab II. Variabel ini diharapkan mampu dan memudahkan dalam melakukan sebuah pengelompokan baik data dan sampel (Tabel 4.1).

Tabel 4. 1 Variabel Konsep, Faktor, dan Indikator

Konsep Faktor Indikator

Karakter Visual

Dinding Tekstur, perubahan Warna, perubahan Material, perubahan Ornamen, perubahan Atap Bentuk, perubahan

Material, perubahan Jendela Bentuk, perubahan

Material, perubahan Warna, perubahan Ventilasi Bentuk, perubahan

Material, perubahan Warna, perubahan Pintu Bentuk, perubahan

Material, perubahan Warna, perubahan Jumlah, perubahan Fasade Komposisi: simetri,

ritme/perulangan, kontras kedalaman, Denah Bentuk: “tipis”/U,

perubahan Simetri

Pola: grid, perubahan Massa Bangunan Bentuk dasar, perubahan

Orientasi bangunan, perubahan

Pola penataan, perubahan

95

Jenis Data dan Pengumpulan Data

Penyusunan berdasarkan dari kajian tersebut telah didukung dengan adanya suatu informasi yang telah berkaitang langsung dengan obyek, baik dengan data primer maupun data secara sekunder. Dalam memperolehnya, data tersebut bisa digunakan untuk beberapa metode dalam mengumpulkan data, meliputi:

Data primer

data primer adalah data utama / pokok yang bisa didaparkan secara langsung dari obyek penelitian, meliputi data kualitatif. data kualitatif merupakan data yang tidak bisa diukur secara nominal (dengan menggunakan data fisik bangunan, juga menjelaskan karakter visual dan karakter spasial), secara kondisi dalam bangunan (Tabel 4.2.)

Tabel 4. 2 Jenis Data Primer, Sumber Data, dan Kegunaan Jenis

Survei Primer

Jenis Data Primer Sumber Data Primer Sumber Data Primer Karakter Visual Data kualitatif

Data fisik bangunan

Perkembangan dan perubahan fisik bangunan

Literatur terkait Untuk mengetahui karakter bangunan sebagai penentu upaya pelestarian bangunan Hasil survei Arsip bangunan Ornamen, perubahan Perkembangan dan perubahan fisik bangunan Literatur terkait Hasil survei Arsip bangunan Kuisioner Pengelola bangunan Untuk mengetahui data yang tidak tidak terukur (kualitatif) yang berhubungan dengan bangunan. Pengguna bangunan Instansi terkait Sumber: (Antariksa, 2011)

Proses pengumpulan data primer dilakukan dengan beberapa metode, antara lain:

96

1.) Wawancara: wawancara bisa dilakukan untuk mendapatkan data

yang mendetail dan spesifik, data tersebut tidak akan bisa ditemukan pada literatur, misalnya perkembangan serta perubahan yang telah terjadi pada bangunan untuk mengetahui serta menganalisa dalam perkembangan dengan perubahan bangunan, dengan mempertimbangkan untuk konservasi, Jumlah dalam penggunaan bangunan ditujukan sebagai acuan dalam menen tukan dari jumlah koresponden kuisioner dengan permasalahan yang telah didapatkan pada bangunan serta mempengaruhi dalam kegiatan pelestarian bangunan obyek. Hal tersebut ditujukan dalam upaya melestarikan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan pedoman dalam melakukan langkah yang lanjut.

2.) Observasi lapangan: observasi lapangan ialah sebuah rangkaian

persitiwa dalam kegiatan yang dilakukan dengan mengamati obyek guna untuk memperoleh sebuah penggambaran langsung tentang lokasi obyek penelitian, dalam mengetahui permasalahan tersebut kemungkina muncul obyek yang ingin dipengaruhi dalam upaya konservasi bangunan. observasi lapangan tersebut dapat dilakukan untuk melakukan pengambilan gambar / visual yaitu dengan penggunaan kamera digital, yang terdiri dari fasad bangunan, kawasan pada bangunan sekitar, serta interior bangunan, dengan melakukan dokumentasi gambar dapat mengetahui berbagai aktifitas pada bangunan yang bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam sebuah konservasi bangunan. (tabel 4.3)

Tabel 4. 3 Jenis Data Sekunder, Sumber Data, dan Kegunaan Jenis Data Sekunder Sumber Data

Sekunder

Kegunaan Data Sekunder Studi Literatur

Karakter Arsitektural Data literature dapat mengetahui gaya pada bangunan kolonial untuk pedoman dalam upaya konservasi bangunan Pelestarian Bangunan UU No. 5 th. 1992 untuk mengetahui definisi,

kriteria, penggolongan, jenis, dan manfaat dalam konservasi bangunan UU No. 10 th. 2010

97

Makna Kultural Bangunan

Piagam Burra 1981 untuk mengetahui sebuah nilai makna kultural pada bangunan dengan upaya dalam penentuan sebuah elemen dari obyek studi untuk layak dalam pelestarian Guidelines to the Burra Charter 1988 Data literature Strategi Pelestarian Bangunan

Data literature mengetahui strategi dalam melestarikan secara tepat dengan menerapkan pada obyek sebuah penelitian

Instansi Terkait

Pengelolan Bangunan Wawancara mengetahui bagaimana perubahan dan perkembangan suatu bangunan

Data literature Arsip bangunan

Bappeda Kota RTRW Kota mengetahui acuan/ pedoman untuk kegiatan pelestarian, juga mendapatkan arahan berdasarkan kebijakan dalam mengembangkan pelestarian dalam skala kawasan maupun kota RDTRK Kecamatan Kota Zoning Regulation Kawasan Strategis Kota Data literature Sumber: (Antariksa, 2011)

Berdasarkan dari berbagai kebutuhan data, untuk penelitian ini dipisah data tersebut dan terbagi menjasi dua jenis, yaitu data umum dan data pustaka:

Data umum

Data umum terbagi menjadi dua jenis: 1. data fisik, yaitu merupakan informasi yang berhubungan dengan bangunan, misalnya: a. sejarah bagaimana perkembangan bangunan serta faktor yang mempengaruhi pembangunannya dan b. indentifikasi/menganalisa dari ciri-ciri dan gaya pembentuk bangunan. Data tersebut bisa digunakan untuk bahan analisa yang dikomparasikan dengan karakter bangunan dan 2. Data nonfisik yaitu

98 informasi yang bisa didapatkan dan bersifat kualitatif / tidak terukur yang berupa kondisi lapangan dengan meliputi kondisi politik, ekonomi, sosial, serta nilai sejarah yang terkandung pada bangunan

Data pustaka

Data pustaka ialah data yang bisa diperoleh dengan cara studi literatur dengan berhubungan sebuah obyek penelitian, misalnya buku mengenai arsitektur kolonial, jurnal, serta penelitian yang sama telah dilakukan sebelumnya oleh peneliti yang lain. Data pustaka tersebut bisa digunakan untuk pedoman dasar untuk memperkuat dalam sebuah analisa, sehingga dapat menghasilkan sebuah analisa yang tepat.

Metode Analisis Data

Metode analisa data yaitu suatu cara yang digunakan untuk pembahasan dalam menyelesaikan sebuah rumsah permasalahan yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan dasar untuk menyelesaikan untuk keputusan. analisis data merupakan sebuah proses dari penyederhanaan data dalam sebuah bentuk yang bisa dipahami dan diinterpretasikan (Singarimbun, 1995). Analisa data yang telah dilakukan untuk upaya dalam melestarikan sebuah bangunan dengan penggunaan analisa kualtiatif. Metode tersebut dengan menggunakan sebuah deskriptif analisis / sebuah paparan kondisi, metode evaluatif dan terakhir metode development.

Metode deskriptif analisis

Metode deskriptif analisis adalah suatu metode dengan menggunakan data yang berisikan keadaan obyek suatu penelitian yang telah didapatkan melalui hasil survey lapangan, meliputi pengamatan dan wawancara. Dari hasil tersebut dapat ditemukan kemunginan dari perubahan terutama unsur tertentu pembentuk karakter bangunan, baik secara tinjauan gaya bangunan, atap, interior, eksterior dan sebagainya. beberapa aspek tersebut dapat melakukan sebuah analisa dengan penggunaan metode deskriptif dari analisa ini, meliputi

1) Identifikasi Karakter Bangunan: pada tahapan tersebut ditujukan

untuk memahami dari karakter bangunan yang bisa didapatkan dari beberapa sumber informasi, dengan cara observasi lapangan atau wawancara. Di tahap ini memerlukan analisa yang akan dibahas yaitu:

99 a. Usia Bangunan, ditujukan bahwa bangunan ini termasuk dalam kategori konservasi, b. fungsi bangunan, ditujukan bahwa bangunan ini terdapat fungsi yang sama saat pertama kali dibangun. dan c. kondisi fisik bangunan, ditujukan pada tingkat perawatan serta asli bangunan

2) Kondisi Bangunan: analisa bangunan ini dilakukan untuk

keseluruhan pada bagian bangunan. Analisa ini bisa diartikan berdasarkan luas bangunan, jumlah atau pola tata ruang juga orientasi pada bangunan. analisa ini khususnya dilakukan dalam mengetahui dari kriteria bangunan, yaitu beberapa gaya bangunan, fungsi serta bahan. hasil analisa tersebut menggambarkan secara umum kondisi pada bangunan yang sekarang ini dibandingkan pada kondisi asli untuk bangunan

3) Masalah Pelestarian: analisa ini dijelaskan mengenai permasalahan

yang bertujuan dalam mengetahui kendala yang didapatkan pada kegiatan saat pelestarian serta konservasi pada bangunan tua yang akan dilakukan pada pemerintah serta masyarakat. Permasalahan fisik tersebut yaitu pada kesadaran serta inisiatif pada dasar implementasi / dasar hukum, konsep serta rencana, organisasi serta realisasi dengan pendanaan untuk kegiatan. hasil pada langkah ini akan diterapkan dalam sebuah pertimbangan untuk konservais yang akan dilakukan.

Metode evaluatif

Untuk mengetahui nilai makna kultural pada obyek didasari dengan kriteria yaitu estetika, kejamakan, langkaan, peran sejarah, menariknya dari karakter bangunan (Tabel 4.4)

Tabel 4. 4 Kriteria Penilaian Bangunan

No Kriteria Definisi Tolak ukur

1. Estetika yang berhubungan dengan perubahan pada estetika dan arsitekturnya pada bangunan / gaya bangunan, atap, fasad, maupun elemen/ ornamen serta bahan

perubahan gaya tersebut, atap, fasad/kedalaman bangunan, ornamen tertentu/ elemen yang ada serta struktur dan bahan 2. Keluarbiasaan terdapat karakter yang bisa

diwakili oleh usia, ukuran, bentuk bangunan, dan hal lainnya

peran untuk kehadirannya bisa meningkatkan pada kualitas dan citra serta karakter pada bangunan

100

3. Peranan sejarah yang berkaitan pada sejarah baik area kawasan ataupun bangunan itu sendiri

terkait dengan fenomena bersejarah dalam hubungan pada simbolis kisah dahulu dan saat ini 4. Kelangkaan bentuk karakter, juga struktur

bangunan serta penggunaan hiasan yang berbeda yang tidak didapatkan pada bangunan lain

merupakan bangunan yang jarang ditemukan atau langka dan tidak bisa ditemukan di daerah lain 5. Karakter

Bangunan

mempunyai peran yang sangat penting untuk membentuk karakter pada bangunan

memiliki suatu karakteristik misalnya usia pada bangunan, ukuran / atau luas bangunan

6. Memperkuat citra Kawasan

mempunyai peran yang penting untuk pembentukan karakter pada kawasan

peran untuk kehadirannya bisa menyesuaikan pada fungsi kawasan serta dapat peningkatan kualitas serta citra dan karakter pada kawasan

Sumber: (Antariksa, 2011) Metode Development

Metode development yang dilakukan dalam menetukan sebuah arahan pada upaya dalam konservasi bangunan meliputi arahan fisik. Pada penelitian dengan metode ini pada pengujuan data dapat membandingkan dengan suatu kriteria atau standar yang sudah ditentukan dulu pada saat penyusunan desain penelitian. Standar yang sudah ditetapkan tersebut merupakan penetapan acuan yang telah dilakukan untuk menyesuaikan hasil analisa pada bangunan berdasarkan teori konservasi yang telah dijelaskan oleh para ahli ilmu dan bentuk acuan tersebut sudah dilakukan pada kondisi yang sama dengan kondisi untuk penelitian.

Menentukan sebuah acuan pada tindakan fisik untuk metode yang sudah didasarkan untuk hasil metode sebelumnya, yaitu metode evaluatif. pada hasil analisa pada metode evaluatif kemudian mendapatkan elemen bangunan yang didasarkan pada klasifikasi potensi yang sangat tinggi, sedang, ataupun rendah. Setiap elemen tersebut memiliki kelas potensial yang ditentukan dan kemudian diarahkan dengan tujuan tindakan konservasi lebih dalam. bentuk acuan tersebut difokuskan kepada arahan penindakan secara fisik. arahan fisik tersebut kemudian dikelompokkan lagi ke dalam empat jenis meliputi preservasi, konservasi, rehabilitasi dan rekonstruksi (Tabel 4.5).

101

Tabel 4. 5 Teknik Pelestarian Fisik Klasifikasi Elemen

Bangunan Potensial

Arahan Pelestarian Fisik Tingkat Perubahan Fisik yang Diperbolehkan

Potensial Tinggi Preservasi Sangat kecil Konservasi Kecil Konservasi Kecil

Potensial Sedang Rehabilitasi Sedang – Besar Rehabilitasi Sedang – Besar Potensial Rendah Rehabilitasi Sedang – Besar

Rekonstruksi Besar

Sumber: (Antariksa, 2011)

Pada arahan tindakan fisik ini difungsikan untuk penentuan batas pada perubahan fisik yang yang telah ditentukan pada tiap elemen bangunan. Setelah batas fisik telah ditentukan, selanjutnya akan ditentukan pada kegiatan teknis konservasi berdasarkan tingkatannya yang disediakan bagi setiap struktur pembentukan karakter bangunan. Penentuan strategi serta acuan konservasi akan ditetapkan menggunakan metode development, yang berkaitan dengan hasil yang telah didapatkan yaitu penilaian makna kultur bangunan yang telah terbagi atas tiga jenis yaitu, bangunan yang berpotensi tinggi, sedang dan rendah.

B. LATIHAN

Kerjakan latihan ini sebagaimana intruksi dibawah:

1. Pada penelitian yang berhubungan dengan Kawasan bersejarah dan heritage, jenis penelitian apakah yang digunakan?

2. Apa yang dimaksud dengan metode penelitian deskriptif?

3. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam menerapkan metode penelitian deskriptif?

4. Apa tujuan dari penelitian deskriptif?

5. Apa yang dimaksud dengan metode development?

6. Sebutkan pedoman dalam melakukan penelitian yang harus diterapi berdasarkan (Hartoto, 2009)?

7. Sebutkan instrument dalam melakukan penelitian? 8. Apa yang dimaksud dengan variable penelitian?

9. Apa saja yang dilakukan untuk melakukan pengumpulan data primer?

102

C. KUNCI JAWABAN

Kunci jawaban latihan ini dijelaskan dibawah ini: 1. Penelitian desktriptif

2. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang telah mendeskripsikan atau dengan menggambarkan dalam keadaan atau status fenomena atau dalam hubungan dengan fenomena yang ingin diteliti dengan sistematis, faktual, hingga akurat.

3. pengumpulan data dari sebuah hasil observais lapangan, wawancara serta pengambilan sebuah gambar, baik dari dokumen pribadi / resmi, data lain yang memiliki relevansi dengan obyek peneltian.

4. bertujuan untuk menggambarkan sesuatu dengan sistematis dari fakta dan karakteristik dari objek dan subjek yang akan ditelti secara tepat.

5. Metode development tersebut merupakan metode yang bertujuan dalam mengembangkan serta pengetahuan yang telah ada.

6. Perumusan permasalahan dengan jelas, Penentuan informasi sumber literatur, Menentukan berbagai metode dalam pengumpulan data serta cara memperoleh informasi, Pelaksanaan riset, Mengolah datadan terakhir Penyusunan sebuah laporan, 7. kamera, pengambilan foto eksisting dengan detail bangunan,

lembaran catatan dan observasi

8. Variabel yang terdapat pada penelitian ini merupakan hasil dari berbagai hal yang telah ditentukan oleh peneliti dalam mempelajarinya

9. Wawancara, dan Observasi lapangan

10. Metode analisa data yaitu suatu cara yang digunakan untuk pembahasan dalam menyelesaikan sebuah rumsah permasalahan yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan dasar untuk menyelesaikan untuk keputusan

1.3 PENUTUP

A. RANGKUMAN

Metode dan pendekatan sangat penting dalam memulai sebuah penelitian terutama hal yang berhubungan dengan konservasi. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan

103 menggambarkan kondisi objek serta permasalahnnya. Dalam hal tersebut obyek akan diamati merupakan sebuah bangunan. hasil analisa ini dapat memberikan arahan serta tindakan dalam pelestarian bangunan. hal ini ditujukan dengan mengkaji strukutur bangunan yang didapatkan pada bangunan tersebut sesuai dengan kriteria nilai kultural bangunan.

B. UMPAN BALIK

Untuk dapat melanjutkan ke materi berikutnya, mahasiswa harus mampu menjawab semua pertanyaan paling tidak 75% benar. Selamat bagi anda yang telah lolos ke materi berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Antariksa. (2011). Metode pelestarian arsitektur, (Moleong), 1–12.

David, M. E. (2009). The Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) applied to a retail computer store. The Coastal Business Journal, 8(1), 42–52

Dvovrak, J., & Best, E. P. H. (1982). Macro-invertebrate communities associated with the macrophytes of Lake Vechten: structural and functional relationships. In Studies on Lake Vechten and Tjeukemeer, The

Netherlands (pp. 115–126). Springer.

Hartoto. (2009). Penelitian Deskriptif.

Moehadjir, N. (1996). Metode Penelitian Kualitatif, edisi. III. Yogyakarta:

Rake Sarasin.

Singarimbun, M. (1995). Metode Penelitian Survei. Metode Penelitian Survei.

SENARAI

sistematis : suatu bentuk usaha untuk menguraikan serta merumuskan sesuatu hal dalam konteks hubungan yang logis serta teratur sehingga membentuk sistem secara menyeluruh, utuh dan terpadu yang mampu menjelaskan berbagai rangkaian sebab akibat yang terkait suatu objek tertentu.

faktual : sesuatu yang nyata (merupakan sebuah fakta) dan bisa dibuktikan kebenarannya. Faktual adalah suatu kejadian yang bersifat nyata, benar-benar terjadi tetapi tidak terikat dengan waktu. Dengan kata lain, suatu

104 kejadian yang faktual bisa terjadi di masa lalu ataupun masa sekarang.

akurat : adalah a teliti; saksama; cermat; tepat benar

teknik sampling : teknik yang dilakukan untuk menentukan sampel. Jadi, sebuah penelitian yang baik haruslah memperhatikan dan menggunakan sebuah teknik dalam menetapkan sampel yang akan diambil sebagai subjek penelitian.

Variabel : adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian.

statistika : ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic).

105

Dokumen terkait