Bidan Praktek Mandiri
METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Rancangan atau desain penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Menurut Denzin dan Lincon (1994) dalam Ahmadi (2014), penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang dapat menggambarkan suatu masalah secara alamiah dan menginterpretasikan prilaku seseorang sehingga dapat memberikan pemahaman terhadap suatu permasalahan yang sedang terjadi. Penelitian kualitatif juga merupakan penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah -masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas dan natural setting yang holistis, kompleks dan terinci. Penelitian kualitatif dapat menggunakan pendekatan induktif yang mempunyai tujuan penyusunan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta (Umar, 2013).
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah fenomenologi karena adanya fenomena atau permasalahan diantara para bidan praktek mandiri yang masih rendah dalam berpartisipasi dalam program jaminan kesehatan yang sudah ada sebelumnya, dan metode kualitatif digunakan untuk dapat menggali lebih dalam mengenai persepsi bidan yang dapat berperan dalam keikutsertaan bidan praktek mandiri pada program Jaminan Kesehatan Nasional di Bali.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah Kotamadya Denpasar dan Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Kabupaten Gianyar dipilih karena pada saat implementasi Jampersal, BPM diwajibkan untuk berpartisipasi sedangkan Kotamadya Denpasar dipilih dengan alasan partisipasi dan keterlibatan BPM untuk bekerjasama dengan program jaminan kesehatan seperti Jampersal dan
22 JKBM sebelum adanya JKN sangat rendah yakni hanya 21 BPM yang bersedia untuk menandatangani MOU dengan Dinas Kesehatan.
Waktu penelitian ini dialokasikan dari bulan 16 Oktober 2015 sampai dengan 15 Desember 2015.
3.3 Populasi Dan Sampel Penelitian
3.3.1 Populasi
Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen yaitu tempat, pelaku dan aktivitas, oleh karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu (Sugiyono, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah Bidan Praktek Mandiri yang berpraktek kerja sama dan yang tidak bekerjasama dengan program Jaminan Kesehatan Nasional.
3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian kualitatif disebut sebagai partisipan (nara sumber), peneliti melakukan observasi atau wawancara kepada orang-orang yang dianggap tahu tentang situasi sosial tersebut (Sugiyono, 2008). Cara pemilihan informan dalam penelitian kualitatif dilakukan secara purposive sampling yaitu menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan sampel dan untuk jumlah sampel ditentukan berdasarkan pada azas kesesuaian dan kecukupan sampai mencapai saturasi data. Apabila dalam proses analisa data peneliti telah menemukan pola yang sama berulang kali, maka analisis sudah dapat dihentikan karena saat itu terjadi kejenuhan data (Poerwandari, 2005)
Penelitian ini, memilih informan secara purposive yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan dan tujuan dari penelitian, dianggap mampu serta bersedia dalam memberikan informasi yang diperlukan. Partisipan (target responden) dalam penelitian ini adalah Bidan yang melaksanakan praktek mandiri
23 dan berada di wilayah Kabupaten Gianyar dan Kotamadya Denpasar. Bidan Praktek mandiri yang dipilih adalah 2 orang BPM yang saat ini menjadi jejaring dari dokter praktek mandiri sesuai program JKN dan 2 orang BPM yang tidak mengikuti program JKN. Jumlah responden/ informan sekitar 16 orang , serta termasuk juga partisipan pemegang kebijakan yang dipilih masing-masing dari Kodya Denpasar dan Kab. Gianyar adalah 1 orang Kepala Dinas Kesehatan, 1 orang Ketua Ikatan Bidan Indonesia, 1 orang Kepala Cabang BPJS dan 1 orang dokter praktek perorangan yang ikut program JKN
3.4 Jenis Dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif berupa data primer .Data primer didapat dari hasil wawancara secara mendalam (indepth interview) dengan informan yang telah dipilih dan bersedia memberikan informasi penelitian (Moleong, 2007).
3.5 Instrumen Penelitian
Proses pengumpulan data pada penelitian kualitatif, peneliti berfungsi sebagai instrumen utama penelitian. Instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman wawancara mendalam untuk wawancara mendalam. Pedoman ini akan membantu peneliti melakukan pengumpulan data secara efisien (Bungin,2003).
3.6 Metode Dan Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang paling sering digunakan adalah wawancara. Faktor yang penting sekaligus kunci sukses dalam mengumpulkan data pada penelitian kualitatif adalah komunikasi dengan mengedepankan kerahasiaan. Partisipan atau responden pada wawancara mendalam sering diminta untuk memberikan informasi secara terbuka, jujur dan tanggap terhadap isu-isu sensitif, kekhawatiran, persepsi dan pendapat tentang berbagai topik. Untuk mendapatkan kebenaran, peneliti harus benar-benar
24 menjamin bahwa identitas peserta penelitian akan dirahasiakan dan dilindungi sepenuhnya (Sastroasmoro,2011).
Pengumpulan data pada penelitian ini akan menggunakan tehnik wawancara mendalam. Metode wawancara mendalam (indepth interview) akan dilakukan pada bidan praktek mandiri dengan dipandu secara langsung oleh peneliti dengan menggunakan panduan wawancara mendalam, kemudian dilakukan perekaman dan dibuat transkripnya untuk kemudian dianalisis. Sebelum melakukan wawancara mendalam (indepth interview) terlebih dahulu diberikan penjelasan terhadap maksud dan tujuan penelitian ini. Apabila peserta indepth interview setuju, maka diberikan surat persetujuan (informed consent) untuk ditanda tangani, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dan proses pengumpulan data serta wawancara mendalam dilakukan oleh peneliti sendiri. Informasi yang diperoleh pada saat wawancara mendalam direkam dengan menggunakan alat perekam, catatan lapangan, dan foto sebagai dokumentasi. Apabila ada data yang perlu ditambahkan atau dikonfirmasi selama wawancara, dilakukan member checking. Pembuatan transkrip hasil wawancara mendalam diusahakan dibuat segera mungkin setelah selesai melakukan kegiatan tersebut.
3.7 Metode Dan Teknik Analisis Data
Metode dan teknik analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah thematic analysis, yaitu mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satu uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema tertentu. Menurut Sastroasmoro dan Ismael (2011) langkah-langkah dalam melakukan analisis data kualitatif, meliputi:
1) Familiarisation : menggabungkan data dasar dengan mendengarkan rekaman,
membaca transkrip, mempelajari catatan kemudian membuat daftar ide dan tema dari data yang diperoleh.
25 2) Identifying a thematic framework: mengidentifikasi semua masalah penting, konsep dan tema dari data yang diperoleh. Hasil akhir dari tahapan ini adalah indeks data secara detail,data-data sudah dilabel sesuai dengan sub-kelompok. 3) Indexing: mengaplikasikan kerangka tematik atau indeks secara sistematik
terhadap seluruh data dalam bentuk tekstular menjadi kode-kode.
4) Charting: mengatur kembali data sesuai dengan kerangka tematik dan membuat diagram.
5) Mapping and interpretation: menggunakan diagram (chart) untuk
mendefinisikan konsep, memetakan fenomena alamiah, dan menemukan asosiasi antara tema dengan pandangan yang dapat menjelaskan hasil temuan.
3.8 Metode Dan Teknik Penyajian Hasil Analisis Data
Hasil analisis data pada penelitian ini, disajikan dengan cara mengutip kata-kata dari informan tanpa mengurangi maknanya. Penyajian hasil analisis data juga dipaparkan dengan menampilkan data hasil penelitian terlebih dahulu kemudian dikaitkan dengan teori yang digunakan atau dengan memaparkan teori terlebih dahulu kemudian dikaitkan dengan hasil penelitian yang ada sebelumnya.
3.9 Etika Penelitian
Menurut Moleong (2007) agar studi alamiah benar-benar dapat terjadi dan peneliti tidak mendapat persoalan masalah etik maka ada beberapa yang harus dipersiapkan oleh peneliti antara lain yaitu :
a. Mengurus Ethical Clearance dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
b. Meminta ijin pada kepala instansi setempat dimana penelitian akan dilaksanakan sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan penelitian.
c. Menempatkan partisipan yang diteliti bukan sebagai objek melainkan subyek yang drajatnya sama dengan peneliti.
26 d. Menghargai, menghormati, dan patuh pada semua peraturan norma, nilai masyarakat, kepercayaan, adat-istiadat, dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat tempat penelitian dilakukan.
e. Memegang segala rahasia yang berkaitan dengan informasi yang telah diberikan.
f. Informasi tentang subjek tidak akan dipublikasikan bila subjek tidak menghendaki, termasuk nama subjek tidak akan dicantumkan dalam laporan penelitian.
g. Peneliti dalam merekrut partisipan terlebih dahulu, memberikan informed consent, yaitu memberi tahu secara jujur maksud dan tujuan penelitian pada sampel dengan sejelas-jelasnya.
h. Selama dan sesudah penelitian (privacy) tetap dijaga, semua partisipan diperlakukan sama, nama partisipan diganti dengan nomor (anonimity). Peneliti akan menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan dan hanya digunakan untuk kegiatan penelitian serta tidak akan di publikasikan tanpa seizin partisipan.
i. Selama pengambilan data penelitian memberikan kenyamanan pada partisipan dengan mengambil tempat wawancara sesuai dengan keinginan partisipan. Sehingga partisipan dapat leluasa tanpa ada pengaruh lingkungan untuk mengungkapkan masalah yang dialaminya.
27
BAB IV