• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1. Arah Kegiatan

Studi-aksi yang dilakukan mengarah kepada kegiatan menginventarisasi, memetakan, dan selanjutnya merancang-bangun sistem tata-pemerintahan sumberdaya alam dan lingkungan berbasiskan pada potensi sosio-ekologi ekonomi dan budaya lokal. Pengembangan sistem pengelolaan dan tata-pemerintahan sumber daya alam dan lingkungan dibangun berdasarkan asas atau prinsip-prinsip kemitraan (partnership), pelibatan multipihak perencanaan hingga evaluasi keputusan kebijakan lingkungan partisipatif-kolaboratif serta berideologikan berkelanjutan (sustainability). Ideologi berkelanjutan mengarahkan setiap keputusan untuk memenuhi tiga prinsip sekaligus, yaitu: (1) secara ekonomi menguntungkan, (2) secara ekologis dapat dipertanggungjawabkan, dan (3) secara Sosio-budaya diterima oleh sistem norma dan kepercayaan masyarakat. Beberapa 'kerumitan sistemik ' yang dihadapi oleh studi-aksi ini dan perlu diperhitungkan secara cermat adalah bahwa kesatuan wilayah administratif di kawasan DAS Citanduy tidak selalu sama dengan kesatuan ekologi sistem DAS secara keseluruhan. Kawasan ekosistem DAS Citanduy terbagi kedalam beberapa wilayah administratif kabupaten/kota yang di setiap wilayah administratif tersebut dijalankan pola pengelolaan dan tata-pemerintah sumber daya alam dan lingkungan yang khas dan berbeda. Bahkan pada setiap satuan komunitas, sistem pengelolaan pun sangat khas dan bisa berbeda sekalipun komunitas tersebut bertetangga. Dengan kondisi demikian, maka potensi konflik kepentingan sangat besar dan sangat mungkin untuk meletupkan konflik agraria terbuka yang kontra-produktif. Penguatan semangat ego-regional sejak bergulirnya Undang-Undang 22/1999 dan politik desentralisasi, membuat koordinasi dan kerjasama penanganan pengelolaan ekologi DAS dan sumber daya alam di kawasan tersebut justru memasuki tahap kesulitan baru yang tak mudah dikendalikan. Tantangannya adalah menemukan formulasi/bentuk kolaborasi antara pemerintah Kabupaten/Kota yang kolaboratif yang bersandarkan pada semangat saling memahami posisi masing-masing pihak. Konflik kepentingan dan konflik aspirasi inilah tantangan bersama sistem pengelolaan dan pengelolaan dan tata-pemerintahan sumberdaya alam dan lingkungan DAS Citanduy di masa depan.

3.2. Lokasi penelitian

Secara umum kegiatan ini meliputi seluruh kawasan DAS Citanduy, yaitu Kabupaten Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten

9 | P a g e Cilacap. Untuk kegiatan pengumpulan data primer, di masing-masing daerah kabupaten kota dipilih secara sengaja (purposive) satu sampai dua kecamatan dan masing-masing kecamatan ditentukan masing-masing satu desa. Secara lengkap data lokasi kegiatan ditampilkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Titik Lokasi Studi dan Kriteria Lokasi Studi

Zona Kabupaten Kritis, Padat, Miskin Makmur, tidak kritis, padat Hulu Kota Tasikmalaya Kota Tasikmalaya -

Tasikmalaya Desa Citamba, Kecamatan Ciawi

-

Tengah Ciamis Desa Margajaya, Kec.

Pamarican

Desa Payung Agung, Kec.

Panumbangan Banjar Desa Batu Lawang, Kec.

Pataruman

- Hilir Cilacap Desa Jeruk Legi Kulon,

Kec. Jeruk Legi

Desa Bingkeng, Kec.

Dayeuhluhur

Dasar yang digunakan untuk pemilihan lokasi penelitian lebih ditekankan kepada kondisi tingkat kemiskinan, kondisi agraris, kerentanan ekologis/kekritisan ekologis pada suatu desa yang mewakili wilayah bagian hulu, tengah dan hilir.

3.3. Rancangan Penelitian

Instrumen penilaian dengan metode survey menggunakan kuesioner rancang untuk memperoleh data primer kuantitatif dari sumber primer. Unit sasaran untuk memperoleh data tersebut adalah responden dari berbagai lembaga yang tumbuh dan terkait dengan DAS, yang dipilih secara random-proporsional berdasarkan jenis lembaga. Sedangkan data kualitatif diperoleh dengan menggunakan metode-metode partisipatif, seperti menggunakan wawancara mendalam, pengamatan, dan focus group discussion (FGD) yang unit sasarannya adalah informan yang dipilih menggunakan snowballing technique.

3.4. Jenis dan sumber data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dan menjadi bagian pokok dari instrumen meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari pada responden petani, diantaranya adalah tentang:

a. Karakteristik petani b. Informasi lahan

10 | P a g e c. Data pendapatan petani dari berbagai sumber

d. Informasi kelembagaan di tingkat lokal (kelembagaan koperasi, kelompok tani, bagi hasil sewa-menyewa, lembaga pengelolaan sungai, dan lain-lain)

e. Biaya biaya transaksi (transaction cost) dalam environmental governance Partnership system (EGPS)-oriented common pool resources (CPR)

f. Hak pemilikan sumber daya, masalah kelangkaan dan evolusi kelembagaan dalam pengelolaan SDA

g. Environment-competitive advantage for CPR

h. Lembaga and yang efisien secara ekonomi dalam CPR

i. Type of behavior and economically-driven rationality of collective action.

Sementara data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait atau hasil penelitian, lain di antaranya adalah:

a. Data tentang kawasan DAS Citanduy

b. Data tentang kondisi pemanfaatan lahan, tingkat erosi lahan, tingkat sedimentasi, debit air dan lainnya

c. Informasi kelembagaan di tingkat pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan SDA, seperti aturan atau kebijakan merupakan SK Bupati, Perda, dan lain-lain.

3.5. Kerangka Analisis

Beberapa tahapan penelitian yang akan diterapkan dalam kegiatan ini adalah:

Identifikasi kelembagaan

Dalam kegiatan ini akan digali informasi yang berkaitan dengan aspek kelembagaan yang berkembang di wilayah DAS Citanduy. Kelembagaan ini terdiri dari kelembagaan sosial maupun kelembagaan ekonomi. Demikian juga kelembagaan tersebut mulai dari formal sampai non formal (norma adat) serta meliputi Aras pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan pada aspek ekonomi kelembagaan adalah yang berkaitan dengan:

a. Sustainability dan Partnership

1. Identifikasi kelembagaan pemerintah berupa kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan DAS.

11 | P a g e 2. Identifikasi kelembagaan masyarakat lokal baik yang berbentuk organisasi

maupun nilai-nilai atau norma yang berlaku dalam masyarakat dan berkaitan dengan pengelolaan DAS.

3. Identifikasi aturan yang berlaku dari setiap kelembagaan/norma, apakah aturan tersebut merupakan common preference dari semua stake holder. Bila merupaka common prenference, maka ditunjukan sebagai suatu collective action oleh masyarakat.

4. Identifikasi proses pembentukan aturan atau norma, Apakah semua stakeholder dilibatkan dalam proses pembuatan aturan tersebut,

5. Apakah norma atau aturan yang ditetapkan dalam kelembagaan tersebut dilaksanakan sebagaimana mestinya

b. Economically profitable: Koperasi, kelompok tani dan kebijakan ekonomi

c. Ecologically sound: farming system, gotong royong, sistem bagi hasil, sistem penguasaan lahan, kebijakan-kebijakan pengelolaan DAS, OTDA

d. Sosio culturally acceptable: Upacara/selamatan panen dan sumber air.

Pendekatan kegiatan pendekatan yang dilakukan dalam mengkaji sistem pengelolaan DAS Citanduy dalam era ekonomi daerah ini adalah dengan kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode penilaian menggunakan pendekatan kuantitatif adalah metode survey, sedangkan dengan pendekatan kualitatif adalah dengan metode evaluasi partisipatif (participatory evaluation).

12 | P a g e Gambar 2. Kerangka Pendekatan Kegiatan

Tujuan

1. Identifikasi pengelolaan DAS Citanduy 2. Analisis institusi dan aturan yang berlaku 3. Konsep model pengelolaan DAS secara

bersama

1. Kelembagaan yang berlaku 2. Norma/aturan yang digunakan 3. Kerusakan lahan

Responden masyarakat di Kawasan DAS Citanduy, key informant, lembaga-lembaga

pemerintah

Data primer tentang kelembagaan/norma yang hidup dalam masyarakat dan data sekunder tentang

aturan/kelembagaan yang dibuat pemerintah

1. Statistik Sederhana 2. Deskriptif Kualitatif

1. Deskripsi ekonomi kelembagaan yang berperan dalam kehidupan masyarakat dan yang berkaitan dengan pengelolaan SDA DAS Citanduy

2. Konsep Model Institusi bersama dalam mengelola DAS Citanduy

Interpretasi Hasil Analisis

SOLUSI

MODEL KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS YANG BERKELANJUTAN Variabel

Sumber Data

Jenis Data

Analisis

Output

13 | P a g e

Dokumen terkait