• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen Jurnalekonomi Dan Bisnis (Halaman 64-68)

(Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Tercatat di BEI) Luluk M Ifada

METODE PENELITIAN

Penelitian explanatory ini menggunakan populasi semua perusahaan yang tercatat/listing/go public di BEI tahun 2005-2007. Dengan sampe yang ditetapkan berdasarkan rumus Slovin, yaitu:

n = ) ( 1 N d2 N +

Keterangan : N = besar populasi n = besar sampel

d = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (10%)

Penetapan tingkat ketepatan yang diinginkan sebesar 10% didasarkan kepada kecukupan jumlah sampel yaitu 59 perusahaan yang selama 3 tahun memiliki data

sebanyak 177. Jumlah sampel ini dianggap sudah cukup representatif karena menurut Roscoe (1975) dalam Sembiring (2005) dalam analisis regresi berganda ukuran sampel hendaknya minimal sepuluh kali dari jumlah variabel dalam penelitian.

Jenis Data

Jenis data yang dipakai dalam penelitian adalah jenis data dokumenter berupa: laporan keuangan tahunan perusahaan go public yang diperoleh dari pusat referensi Pasar Modal Indonesia, Indonesian Capital Market Directory, serta database BEI yang ada di JSX Corner Fakultas Ekonomi UNDIP dan situs resmi BEI www.idx. co.id.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel dependen

Variabel dependen penelitian ini adalah pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dalam tujuh kategori yaitu: lingkungan, energi, kesehatan, dan keselamatan tenaga kerja, lain-lain tenaga kerja, produk, keterlibatan masyarakat, dan umum. Kategori ini diadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Hackston dan Milne (1996) dalam Sembiring (2005). Ketujuh kategori tersebut terbagi dalam 90 item pengungkapan. Berdasarkan peraturan Bapepam No. VIII G.2 tentang laporan tahunan dan kesesuaian item tersebut untuk diaplikasikan di Indonesia, maka penyesuaian kemudian dilakukan. Dua belas item dihapuskan karena kurang sesuai untuk diterapkan dengan kondisi di Indonesia sehingga secara total tersisa 78 item pengungkapan. Tujuh puluh delapan iten tersebut kemudian disesuaikan kembali dengan masing-masing sektor industri sehingga item pengungkapn yang diharapkan dari setiap sektor berbeda-beda.

Variabel independen

1. Size

Size perusahaan merupakan variabel penduga yang banyak digunakan untuk menjelaskan variasi pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan. Hal ini dikaitkan dengan teori agensi, dimana perusahaan besar yang memiliki biaya keagenan yang lebih besar akan mengungkapkan informasi yang lebih luas untuk mengurangi biaya keagenan tersebut.

Ukuran perusahaan diukur dari market capitalization yaitu jumlah lembar saham yang beredar akhir tahun dikalikan dengan harga saham penutupan akhir tahun kemudian hasilnya di-log agar nilai tidak terlalu besar untuk masuk ke model persamaan :

SIZE = Log (Lembar saham yang beredar x Closing Price) 2. Profitabilitas

tanggung jawab sosial perusahaan memperlihatkan hasil yang sangat beragam. Akan tetapi Donovan dan Gibson (2000) menyatakan bahwa berdasarkan teori legitimasi, salah satu argumen dalam hubungan antara profitabilitas dan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial adalah bahwa ketika perusahaan memiliki tingkat laba yang tinggi, perusahaan (manajemen) menganggap tidak perlu melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu informasi tentang sukses keuangan perusahaan.

Profitabilitas =

penjualan Lababersih

3. Profile

Dummy variable akan digunakan untuk mengklasifikasikan high-profile dan low-profile. Perusahaan yang termasuk dalam kelompok high-profile diberi nilai 1 yaitu untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang: perminyakan dan pertambangan, kimia, hutan, kertas, otomotif, argobisnis, tembakau dan rokok, makanan dan minuman, media dan komunikasi, kesehatan, transportasi, dan pariwisata (Hasibuan, 2001; Henry dan Murtanto, 2001; Utomo, 2000; Hackston dan Milne, 1996). Sedangkan untuk perusahaan yang termasuk pada kelompok perusahaan low profile diberi nilai 0, yaitu untuk perusahaan bergerak dalam bidang: bangunan, keuangan perbankan, suplier peralatan medis, retailer, tekstil dan produk tekstil, produk personal, dan produk rumah tangga (Sembiring, 2005).

4. Leverage

Rasio ini merupakan rasio neraca yang mengukur seberapa jauh perusahaan menggunakan hutang.Beberapa analisis menggunakan istilah rasio solvabilitas, yang berarti mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya. Rasio yang digunakan adalah rasio hutang, rasio hutang dihitung berdasarkan atas hutang jangka panjang (termasuk kewajiban membayar sewa guna atau leasing), bisa juga seluruh hutang. Rasionya bisa dinyatakan sebagai berikut :

Rasio hutang = Hutang jangka panjang+sewa guna Hutang jangka panjang+sewa guna+modal sendiri 5. Rasio likuiditas

Tingkat rasio likuiditas mencerminkan kesehatan suatu perusahaan, dan untuk mengukurnya digunakan rasio lancar (current ratio). Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi ukewajiban jangka pendeknya. Hasil penelitian sebelumnya (Cooke, 1989) dalam Murtanto dan Elvina (2005) menunjukkan bahwa kesehatan perusahaan seperti yang ditunjukan dalam rasio likuiditas yang tinggi dapat diharapkan dengan pengungkapan yang lebih luas.

Rasio likuiditasit = Hutang jangka panjang+sewa guna Hutang jangka panjang+sewa guna+modal sendiri

Teknik Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan oleh peneliti untuk memberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama. Ukuran yang digunakan dalam deskripsi antara lain berupa : frekuensi, tendensi sentral (rata-rata, median, modus), dispersi (deviasi standar dan varian) dan koefisien korelasi antar variabel penelitian.

Uji asumsi klasik

Uji ini dilakukan agar model analisis regresi yang dipakai dalam penelitian ini secara teori menghasilkan nilai parametrik yang sahih terlebih dahulu, kemudian dilakukan asumsi klasik regresi yang meliputi uji heterokedastisitas, autokorelasi, multikolinieritas dan normalitas data (Ghozali, 2005).

Uji Hipotesis Metode Reresi Linear Berganda (Multiple Regresion)

Teknik analitis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda (multiple regresion). Yaitu teknik analitis yang digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen (Indiantoro dan Supomo, 1992: 211) atau untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara size, profitabilitas, profile atau tipe industri dan ukuran dewan komisaris, terhadap pengungkapan informasi sosial digunakan model analisis regresi berganda dengan bentuk persamaan bebagai berikut;

CSD = β0+ β1LEV+ β2SIZE+ β3PROFIT + β4 PROFILE +β5

LIKUIDITAS +e

Keterangan:

CSD = Corporate Social Disclosure (Indeks pengungkapan tanggung jawab social)

LEV = Leverage

SIZE = Ukuran perusahaan

PROFIT = Laba bersih dibagi penjualan PROFILE = profile

฀0 = Intercept

฀1..฀฀5 = Koefisien regresi e = Error

Pengujian statistik terhadap seluruh hipotesis didasarkan pada tingkat keyakinan sebesar 0,95 atau α = 0,05.

Signifikansi atau tidaknya uji ini dilihat dari besarnya nilai signifikansi, dimana menggunakan tingkat kepercayaan/level of signifikance 5% (0,05). Hipotesis ini

diterima jika signifikansi < 0,05. Begitu juga sebaliknya jika nilai signifikansi > 0,05 hipotesis ditolak.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Proses seleksi sampel dapat dilihat pada tabel 2.

Dalam dokumen Jurnalekonomi Dan Bisnis (Halaman 64-68)