• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pengolahan dan Analisis Data .1 Metoda Benchmarking dan QFD .1 Metoda Benchmarking dan QFD

METODE PENELITIAN

4.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data .1 Metoda Benchmarking dan QFD .1 Metoda Benchmarking dan QFD

Data yang diperoleh kemudian diolah dengan melakukan benchmarking perusahaan pelaku benchmarking dengan perusahaan yang menjadi pembanding. Data yang diolah merupakan data primer hasil pengamatan dan pengisian kuesioner oleh responden. Pengolahan data pada penelitian ini diperlukan untuk menerjemahkan data kualitatif dan kuantitatif serta menjawab penelitian.

Benchmarking banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di dunia karena telah banyak yang berhasil dalam memperbaiki kinerja perusahaannya. Xerox, Ford Taurus, General Motors dan lainnya telah melakukan benchmarking bagi pengembangan usahanya dan terbukti diperoleh hasil yang baik yaitu

menolong kinerja perusahaan yang telah merosot menjadi terbaik dalam industrinya.

Konsep benchmarking ini merupakan metode alternatif yang diharapkan dapat membantu Obonk Steak and Ribs, Bogor dalam meningkatkan kinerjanya ke tingkat yang lebih baik. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan benchmarking dalam mengukur kinerja usaha Obonk Steak and Ribs, Bogor dan perusahaan yang dijadikan pembanding adalah :

1. Mengenali perusahaan pelaku benchmarking

Langkah pertama adalah mengenali Obonk Steak and Ribs, Bogor sehingga didapatkan suatu gambaran mengenai keadaan umum rumah makan tersebut. 2. Mengenali perusahaan pembanding

Didapatkan gambaran mengenai keadaan umum para pesaing yang memiliki keunggulan dari Obonk Steak and Ribs, Bogor seperti Restoran MP dan Abuba. Keunggulan perusahaan pesaing tersebut dijadikan pedoman bagi Obonk Steak and Ribs, Bogor untuk menjadi lebih maju.

3. Menentukan kerangka kinerja yang dihasilkan

Kerangka kinerja yang dihasilkan mengacu pada kunci sukses benchmarking yang meliputi aspek produk, proses produksi, proses penyajian dan segmentasi pasar. Untuk menentukan posisi Obonk Steak and Ribs, Bogor dengan pesaing-pesaingnya, benchmarking dipadukan dengan matriks HOQ yang digunakan dalam QFD. Kegiatan benchmarking yang dipadukan dengan QFD ini sebagai bagian penyatuan suara pelanggan (voice of customer) dalam kegiatan desain produk, proses produksi, proses penyajian, sedangkan aspek segmentasi pasar tidak dipadukan dengan QFD. QFD tidak dilaksanakan pada

38

aspek segmentasi pasar karena QFD bertujuan untuk mendesain dan meningkatkan kualitas produk.

Pembuatan HOQ pada penelitian ini merupakan kombinasi dari pendapat Cohen (1995) dan Gaspersz (2001). Tahapan pembuatan matriks HOQ pada Obonk Steak and Ribs, Bogor adalah :

1) Mendaftarkan persyaratan pelanggan

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyusun matriks HOQ adalah menyusun persyaratan pelanggan (what) dengan membuat daftar persyaratan pelanggan. Daftar ini terdiri atas parsyaratan pelanggan primer dan sekunder. Persyaratan pelanggan primer merupakan atribut persyaratan pelanggan yang bersifat umum sedangkan persyaratan pelanggan sekunder lebih bersifat khusus atau detail. Pada tahapan ini digunakan kuesioner yang diisi oleh responden (konsumen).

Kebutuhan-kebutuhan pelanggan diberi bobot sesuai kepentingannya. Bobot yang paling besar diberikan kepada kebutuhan pelanggan yang paling penting atau masalah utama pelanggan yang harus terpenuhi dalam mengkonsumsi steak. Semakin berkurang tingkat kepentingan masalah pelanggan, maka pembobotannya semakin menurun. Kriteria atau atribut kebutuhan-kebutuhan pelanggan yang memiliki suara terbanyak (modus) adalah yang diinginkan oleh konsumen steak secara umum. Untuk menyusun kolom kepentingan pelanggan digunakan skala likert lima tingkat, yaitu sebagai berikut :

1 = sangat tidak penting 2 = tidak penting 3 = cukup penting 4 = penting 5 = sangat penting

Berdasarkan lima tingkat kepentingan di atas, dapat diidentifikasi harapan pelanggan. Identifikasi harapan pelanggan berguna untuk mendefinisikan spesifikasi harapan pelanggan dan mengukur atribut-atribut yang menjadi prioritas dengan cara pembobotan. Data diperoleh dari survei kebutuhan pelanggan.

Perhitungan dilakukan dengan cara menggunakan rumus, sebagai berikut (Muspitawati, 2003):

(N1 x 1) + (N2 x 2) + (N3 x 3) + (N4 x 4) + (N5 x 5),

Dimana :

N1 : Jumlah responden dengan jawaban ”sangat tidak penting” N2 : Jumlah responden dengan jawaban ”tidak penting” N3 : Jumlah responden dengan jawaban ”cukup” N4 : Jumlah responden dengan jawaban ”penting” N5 : Jumlah responden dengan jawaban ”sangat penting”

Total nilai yang diperoleh dibagi dengan jumlah interval kelas yaitu lima sehingga diperoleh nilai indeks, rangking dan bobot konversi.

40

2) Mendaftarkan persyaratan teknik

Tahapan selanjutnya setelah persyaratan pelanggan dibuat adalah menyusun persyaratan teknik (how). Persyaratan teknik yang disusun akan mempengaruhi satu atau lebih persyaratan pelanggan. Seperti halnya persyaratan pelanggan, persyaratan teknik terbagi atas persyaratan teknik primer dan sekunder. Data tentang persyaratan teknik didapat dengan melakukan wawancara dengan pihak Obonk Steak and Ribs, Bogor sebagai pelaku benchmarking dan perusahaan-perusahaan pembandingnya. 3) Mengembangkan matriks hubungan antara persyaratan pelanggan dan

persyaratan teknik

Tahap ini menunjukkan hubungan antara tuntutan pelanggan yang dapat terpenuhi melalui syarat-syarat pelaksanaan kegiatan (persyaratan teknik). Setiap persyaratan pelanggan dapat mempengaruhi lebih dari satu persyaratan teknik dan sebaliknya. Contoh simbol yang digunakan dalam HOQ :

= Lingkaran penuh menunjukkan hubungan kuat, bernilai 9 = Lingkaran kosong menunjukkan hubungan sedang, bernilai 3 = Segitiga menunjukkan hubungan lemah, bernilai 1

Kotak dibiarkan kosong menunjukkan tidak ada hubungan yang terjadi. Matriks hubungan antara persyaratan pelanggan dengan persyaratan teknik dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Matriks Hubungan Antara Persyaratan Pelanggan dan Persyaratan Teknik

Persyaratan Teknik

Persyaratan Pelanggan

Primer Primer Primer

S ekun der S ekun der S ekun der S ekun der S ekun der S ekun der S ekun der S ekun der S ekun der Primer Sekunder Sekunder Sekunder Primer Sekunder Sekunder Sekunder Primer Sekunder Sekunder Sekunder

Sumber : Besterfield et al, 1999

4) Mengembangkan matriks hubungan antar persyaratan teknik

Atap rumah matriks menghubungkan antar persyaratan teknik mana saja yang saling mendukung dan saling bertentangan satu sama lain. Simbol yang digunakan pada tahapan ini adalah :

++ = Hubungan positif kuat, bernilai +9 + = Hubungan positif lemah, bernilai +3 - - = Hubungan negatif lemah, bernilai -3 - = Hubungan negatif kuat, bernilai -9

Kotak dibiarkan kosong jika tidak ada hubungan antara persyaratan teknik. Kepentingan syarat-syarat operasional yang beragam dapat diperhitungkan dari pentingnya tuntutan-tuntutan pelanggan dan hasil –hasil pembobotan melalui korelasi. Artinya, Bobot kepentingan dapat diperoleh dengan mengalikan nilai bobot persyaratan pelanggan dengan nilai bobot dari persyaratan teknik. Hasil dari bobot kepentingan akan didapatkan persyaratan teknik dari yang paling penting sampai tingkat kepentingannya yang kecil. Rumus yang digunakan adalah:

42 i n i i

X Y

X

BK

=

=

1 Keterangan : BK = Bobot kepentingan

Xi = Bobot konversi kebutuhan pelanggan Yi = Bobot korelasi persyaratan teknik

Sayap kanan HOQ menggambarkan kinerja benchmarking Obonk Steak and Ribs, Bogor dalam memuaskan kebutuhan pelanggan dibandingkan dengan hal yang sama pada para pesaing, yaitu Restoran MP dan Abuba. Posisi Obonk Steak and Ribs, Bogor terhadap para pesaingnya ditentukan oleh pelanggan melalui tuntutan-tuntutan pelanggan. Evaluasi teknis menggambarkan kinerja benchmarking dari persyaratan teknik Obonk Steak and Ribs, Bogor dengan pelaksanaan kegiatan para pesaing.

Aspek-aspek yang akan dilakukan benchmarking dapat ditentukan setelah kinerja Obonk Steak and Ribs, Bogor dan perusahaan pesaing diperoleh secara menyeluruh yang meliputi empat kunci sukses. Kunci sukses yang akan dilakukan benchmarking Obonk Steak and Ribs, Bogor dapat ditentukan jika perusahaan pesaing lebih unggul dan terdapat gap antara perusahaan pesaing dengan Obonk Steak and Ribs, Bogor.

4. Meninjau langkah-langkah yang telah dilaksanakan

Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi ulang langkah-langkah yang telah dilaksanakan dan dilakukan perbaikan jika terdapat kesalahan-kesalahan dalam perhitungan kinerja

5. Menentukan kunci sukses yang akan dilakukan benchmarking

Berdasarkan data kinerja, ditentukan kunci sukses yang akan dilakukan dan tidak dilakukan benchmarking berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kunci sukses benchmarking meliputi empat aspek adalah sebagai berikut :

a) Produk

Menerjemahkan keinginan para pelanggan ke dalam ketentuan desain dan kualitas produk. Aspek produk meliputi rasa enak sekali/rasa khas, daging steak empuk, daging steak juicy, ukuran potongan daging, ukuran atau porsi, pemberian saos yang tepat/pas, harga steak, penawaran menu favorit dan keragaman menu makanan.

b) Proses produksi

Menerjemahkan proses pembuatan produk. Aspek proses produksi atau persyaratan teknik meliputi pengadaan dan penanganan bahan baku sebelum penyimpanan, penyimpanan bahan baku, tekstur daging, pemasakan, pembersihan ruangan, pencucian dan perawatan peralatan dan perlengkapan.

c) Proses penyajian

Hal yang juga penting dalam usaha rumah makan steak adalah lay out kursi, meja, dan ruangan, cara menyajikan steak, serta pelayanan ke konsumen saat penyajian. Aspek proses penyajian yang akan diteliti adalah kecepatan mengantarkan pesanan, kesesuaian pesanan dengan produk yang disajikan, keramahan dan kemampuan pramusaji berkomunikasi dengan konsumen, kebersihan peralatan makan, kerapihan

44

penataan makanan, kesigapan pramusaji, penampilan dan kerapihan pramusaji, kenyamanan restoran atau rumah makan dan bebas dari asap. d) Segmentasi pasar

Dasar segmentasi yaitu ciri geografis, demografis dan psikografis. Segmentasi pasar meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan dan frekuensi kunjungan pertahun.

6. Menentukan data-data kinerja yang diperlukan

Data-data dan informasi kinerja yang terkait dikumpulkan dan digali lebih lanjut berdasarkan kunci sukses yang akan dilakukan benchmarking.

7. Menentukan besarnya kesenjangan, menganalisis, menginterpretasikan data kinerja, menentukan posisi setelah dilakukan benchmarking.

Syarat melakukan benchmarking adalah terdapat kesenjangan antara perusahaan pelaku dengan perusahaan pembanding atau pesaing. Setelah ditentukan posisi Obonk Steak and Ribs, Bogor terhadap para pesaing yang dapat dilihat pada evaluasi persaingan (sayap kanan HOQ) dan persyaratan teknik (bagian bawah HOQ), dapat ditentukan gap yang terjadi. Data-data dan informasi yang lebih lengkap akan dikumpulkan dengan memperhatikan gap yang terdapat pada sayap kanan dan bagian bawah HOQ tersebut.

8. Merumuskan saran pengembangan untuk peningkatan kinerja Obonk Steak and Ribs, Bogor.

Tahap terakhir ini merupakan perumusan dari apa yang telah dianalisa. Memberikan saran-saran untuk perkembangan Obonk Steak and Ribs, Bogor dan mengurangi atau bahkan menghilangkan gap yang terjadi pada aspek produk, proses produksi, proses penyajian dan segmentasi pasar.

4.4.2 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai keragaan perusahaan pelaku benchmarking dan perusahaan pesaing atau pembanding, gambaran karakteristik responden, persyaratan pelanggan dan tingkat kepentingan. Kemudian, hasil persepsi konsumen tersebut dikelompokkan berdasarkan modus atau jawaban yang sama dan dipersentasekan berdasarkan jumlah responden. Persentase yang terbesar merupakan faktor yang dominan dari masing-masing variabel yang diteliti. Tujuan analisis deskriptif adalah untuk membuat deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antara fenomena-fenomena yang terjadi.

BAB V