LANDASAN TEORI
D. Metode STAD ( Student Team Achievement Devision ) 1.Pengetian Metode
Metode adalah teknik-teknik atau cara untuk mencapai suatu tujuan yang akan di gunakan oleh guru pada saat penyajian bahan pelajaran, baik secara individual maupun kelompok (Sabri, 2007:49). 2. STAD ( Student Team Achievement Devision )
Menurut Miftahul Huda (2014: 201) Merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang di dalamnya beberapa kelompok kecil siswa dengan level kemampuan akademik yang berbeda-beda saling bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran. Tidak hanya secara akademik, juga dikelompokkan secara beragam berdasarkan gender, ras dan etnis. Menurut Rusman (2011: 213) metode STAD merupakan yang paling banyak diteliti. Model ini juga sangat mudah diadaptasi, telah digunakan dalam matapelajaran lainnya seperti IPA, IPS Bahasa Ingris, matematika dan banyaksubyek lainnya, dan pada tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Strategi ini pertama kali dikembangkan oleh Robert Slavin (1995) dan rekan-rekanya di Johns Hopkins University ( Huda, 2014: 201 ).
STAD merupakan pendekatan model pembelajaran kooperatif yang menuntut kerjasama siswa dan saling ketergantungan dalam struktur tugas, tujuan dan hadiah (Ibrahim, 2000: 3). Sehingga dalam proses pembelajaran siswa dikondisikan secara kompleks. Dengan harapan antara siswa saling bekerjasama untuk menyelesaikan tugas
35
tertentu. Menurut Slavin seperti yang dikutip Trianto (2010: 68) menyatakan bahwa pada STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.
Menurut Trianto (2010: 70) Seperti halnya pembelajaran lainnya, pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Persiapan-persiapan tersebut antara lain:
a. Perangkat pembelajaran
Sebelum melaksanakan pembelajaran ini perlu persiapan perangkat pembelajarannya, yang meliputi Rencana Pembelajaran (RP), Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) beserta lembar jawabannya.
b. Membentuk kelompok kooperatif
Menentukan anggota kelompok diusahakan agar kemampuan dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen. c. Menentukan skor awal
Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat berubah setelah ada kuis. Misalnya pembelajaran lebih lanjut dan setelah diadakan tes masing-masing individu dapat dijadikan skor awal. d. Pengaturan tempat duduk
36
Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu juga diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran kooperatif apabila tidak ada pengaturan tempat duduk dapat menimbulkan kekacauan yang menyebabkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.
e. Kerja kelompok
Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerja sama kelompok. Hal ini bertujuan untuk lebih jauh mengenalkan masingmasnig individu dalam kelompok.
Menurut Huda (2014: 202) setelah terbentuknya kelompok-kelompok heterogen yang masing-masing terdiri dari 4-5 anggota, untuk pelaksanaan metode STAD terdapat tahapa-tahapan yang harus ditempuh yakni pengajaran, tim, studi, tes, dan rekognisi.
Tahap 1: Pengajaran
Pada tahap pengajaran, guru menyajikan materi pelajaran, biasanya dengan format ceramah-diskusi. Pada tahap ini siswa seharusnya diajarkan tentang apa yang mereka akan pelajari dan mengapa pelajaran tersebut penting.
37 Tahap 2: Tim Studi
Pada tahap ini, para anggota kelompok bekerja secara kooperatif untuk menyelesaikan lembar kerja dan lembar jawaban yang telah disediakan oleh guru.
Tahap 3: Tes
Pada tahap ujian, setiap siswa secara individu menyelesaikan kuis. Guru men-score kuis tersebut dan mencatat pemeroleh hasilnya saat itu serta hasil kuis pada pertemuan sebelumnya. Hasil dari tesindividu akan diakumulasikan untuk skor tim mereka.
Tahap 4: Rekognisi
Setiap tim menerima penghargaan atau reward bergantung pada nilai skor rata-rata tim. Missalnya, tim-tim yang memperoleh poin peningkatan dari 15 hingga 19 poin akan menerima sertifikat sebagai TIM BAIK, tim yang memperoleh rata-rata poin peningkatan dari 20 hingga 24 akan memperoleh sertifikat TIM HEBAT, sementara tim yang memoeroleh poin 20 hingga 30 akan menerima sertifikat sebagai TIM SUPER.
3. Kekurangan dan Kelebihan Model STAD (Student Team Achievement Division)
Menurut Rusman (2011: 203-204) metode STAD juga memiliki kelebihan sebagai berikut :
38
a. Siswa memiliki dua bentuk tanggung jawab belajar yaitu belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar.
b. Siswa saling membelajarkan sesama siswa lainnya atau pembelajaran oleh rekan sebaya (peerteaching) yang lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru.
c. Pengelompokan siswa secara heterogen membuat kompetisi yang terjadi di kelas menjadi lebih hidup.
d. Prestasi hasil belajar yang baik bisa didapatkan oleh semua anggota kelompok.
e. Kuis yang terdapat pada langkah pembelajaran membuat siswa lebih termotivasi.
f. Kuis dapat meningkatkan tanggung jawab individu karena nilai akhir kelompok dipengaruhi nilai kuis yang dikerjakan secara individu.
g. Adanya penghargaan dari guru, sehingga siswa lebih termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran.
h. Kelompok yang nilai kurang dapat memperbaiki nilai dalam kelompok tersebut.
i. STAD dapat mengurangi sifat individualistis siswa seperti; tertutup terhadap teman, kurang memberi perhatian terhadap teman sekelas, berinteraksi hanya dengan teman tertentu,ingin menang sendiri dan sebagainya.
39
Sedangkan kekurangan dalam menggunakan metode STAD menurut Abdul Majid (2014: 188) adalah sebagai berikut:
a. Membutuhkan waktu yang lama;
b. Siswa pandai cenderung enggan apabila disatukan dengan temannya yang kurang pandai, walaupun lama kelamaan perasaan itu akan hilang dengan sendirinya.
c. Siswa diberikan kuis dan tes secara perorangan. Pada tahap ini setiap iswa harus memerhatikan kemampuannya dan menunjukkan apa yang diperoleh dari pada kegiatan kelompok dengan cara menjawab soal kuis atau tes sesuai dengan kemampuannya. Pada saat mengerjakan kuis atau tes ini, setiap siswa bekerja sendiri.
d. Penentuan skor. Hasil kuis atau tes diperiksa oleh guru, setiap skor yang diperoleh siswa dimasukkan ke dalam daftar skor individual, untuk melihat peningkatan kemampuan individual. Rata-rata skor peningkatan individual merupakan sumbangan bagi kinerja percapaian hasil kelompok.
e. Penghargaan terhadap kelompok. Berdasarkan skor peningkatan individu, maka akan diperoleh skor kelompok. Dengan demikian, skor kelompok sangat tergantung dari sumbangan skor individu.
40
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulan bahwa metode STAD adalah suatu metode pembelajaran dimana siswa ditempatkan dalam beberapa kelompok kecil yang heterogen untuk memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar, yang pada akhirnya hasil belajar pun akan meningkat. Pelaksanaannya siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil bersifat heterogen yang bekerja sama saling membantu dengan tetap memperhatikan hasil kerja kelompok dan individu.