• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena data yang digunakan berupa dokumentasi kepustakaan. Penelitian ini masuk ke dalam penelitian kepustakaan (Library Research),42 yaitu studi dengan mengkaji buku-buku, dan naskah-naskah, majalah-majalah yang bersumber dari khazanah kepustakaan yang relevan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini dan bahan-bahan rujukan berasal dari data yang tertulis.

Adapun data yang diambil dari penelitian ini terdiri dari dua jenis sumber,

41 Atropal Asparina, “Mitologi Bencana adalah Azab dalam Meme Media Sosial”.

Khazanah Theologia. vol. 2, no. 3 (Desember 2020): 176.

42 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi (Salatiga: Fuadah IAIN Salatiga, 2018), 6.

yaitu primer dan sekunder. Penelitian ini juga menggunakan Pendekatan mauḍūʻi Salāh Abdul al-Fattāh al-Khālidī, dengan dalam bukunya al-Tafsīr al-Mauḍū’i Baina al-Naẓariyyah wa al-Taṭbiqīqi dengan metodenya Mauḍū’i Iṣtilāhi fi Qur’ānī.43

2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sebagaimana penjelasan berikut:

a. Sumber data primer dalam penelitian ini ialah al-Qur’an, dengan mengkhususkan pada ayat-ayat azab dengan bentuk fi’il māḍi yakni ‘ażżaba (

َب ذَع

) yang hendak dianalisis. Maka rujukan pada penelitian ini adalah al-Qur’an dan terjemahnya.

b. Sumber data sekunder ialah berupa kamus-kamus seperti Mu’jam al-Mufahras li al-Fāẓ al-Qur’an al-Karīm, Lisān al-‘Arabi karya Ibn Manzūr, Fathu al-Rahmān,44 Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian Kosakata karya Quraish Shihab dkk, dan kamus al-Qur’an yang lain. Juga melihat kitab-kitab tafsir di antaranya Tafsīr al-Mauḍū’i Baina al-Naẓariyyah wa al-Taṭbiqīqi, Tafsir Jalālain,45 Tafsir al-Misbah,46 Tafsir al-Azhar47 dan Tafsir al-Wajīz.48 Terakhir sebagai pendukung ialah penelitian terdahulu seperti

43 Ṣalāhu ‘Abdul al-Fatāh al-Khālidī, al-Tafsīr al-Mauḍū’ī Baina al-Naẓariyyah wa Taṭbīqi:Dirāsat Naẓariyyat Taṭbīqiyyat Muraffaqatun Binahāżiji wa Laṭāʻifi al-Tafsīr al-Mauḍū’ī (Ardan: Dār al-Nafāʻis, 1433 H/2012 M).

44 ‘Alamī Zādah Faidullāh Al-Hasanī Al-Muqaddasī, Fathurrahman Li Ṭālibi Āyatil Qur’ān (Bairūt: Dār al-Fikr, 1995).

45 Jalāluddīn al-Mahallī dan Jalāluddīn al-Suyūṭī, Tafsir Jalālain (Suriah: Dār Ibn Kaṡīr, 1986).

46 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbāh (Ciputat: Penerbit Lentera Hati, 2005).

47 Haji Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar (Singapura: Pustaka Nasinal PTE LTD Singapura, 1990).

48 Wahbah Zuhaili, Tafsīr al-Wajīz ‘Alā Hāmisy al-Qur’an al-‘Aẓīm (Suriah: Dār al-Fikr, 1996).

buku-buku, skripsi, tesis, jurnal, artikel atau referensi lainnya yang mendukung penelitian ini.

3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data berdasarkan cara kerja Mauḍū’i Iṣtilāhi fi Qur’ānī milik Salāh Abdul al-Fattāh al-Khālidī. Kemudian dilanjut dengan teknik studi dokumen, yaitu dengan mengkaji dokumen-dokumen terkait topik penelitian. Dokumen tersebut dapat berupa surat, arsip foto, notulen rapat, jurnal, buku harian dan lain-lain. Cara kerja studi dokumen yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data dari sumber kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. Kemudian menggunakan metode analisis-deskriptif yang berarti interpretasi terhadap isi dibuat dan disusun secara menyeluruh dan sistematis.49 Data-data yang telah dikumpulkan hendak diolah dengan cara-cara berikut:

a. Memilih dan menetapkan lafaz ‘ażżaba sebagai topik permasalahan yang hendak diangkat (Musṭalāh al-lafz).

b. Melacak dan menghimpun ayat-ayat ażżaba menggunakan kamus seperti Mu’jam al-Mufahras li al-Fāẓ al-Qur’an al-Karīm, Fathu al-Rahmān dan sebagainya.

c. Menentukan kitab tafsir yang akan digunakan sebagai perbandingan dengan peneliti berdasarkan corak yang berbeda.

4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yaitu suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan ke dalam pola, kategori dan suatu uraian dasar. Kemudian dianalisis agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Analisis data merupakan bagian sangat penting dalam penelitian, karena dari analisis ini dapat diperoleh temuan, baik temuan substantif maupun formal. Penelitian ini menggunakan metode berpikir deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan tematik/mauḍū’i iṣtilāhi fi qur’ānī al-Khālidī, dengan melacak

49 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2014), 37.

dan menentukan Musṭalāh al-Lafz dilanjut dengan analisis Siyāq al-Qur’ān.

Penulis bermaksud agar dapat melakukan kajian tafsir dengan meneliti ayat azab dalam salah satu seginya yang sudah dibatasi. Kemudian melakukan analisis berdasar Qaḍiyah al-Syarṭiyyah dalam ilmu mantik terhadap ayat al-Qur’an untuk mendapatkan pemahaman bahkan makna yang lebih dalam agar bisa menjelaskan pokok-pokok permasalahan.

5. Langkah-langkah Penelitian

Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi (koding) lafaz dan ayat azab (Musṭalāh al-Lafz).

b. Mengumpulkan secara Mauḍū’i Iṣtilāhi fi Qur’ānī al-Khālidī (Musṭalāh al-Lafz).

c. Melacak derivasi lafaz azab, mengungkap makna lafaz azab, mengidentifikasi pemaknaan lafaz azab dalam al-Qur’an.

d. Menganalisis ayat menggunakan Qaḍiyah al-Syarṭiyyah dalam Ilmu Mantik.

e. Mengungkap Siyāq al-Qur’ān.

f. Melakukan analisis klasifikasi persamaan dan perbedaan dengan kitab tafsir

g. Mengungkapkan pemahaman penafsiran 6. Teknik Penulisan

Secara teknis penulisan skripsi berdasarkan pada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017”.50 Kemudian Pedoman Contoh Penulisan Footnote, Daftar Pustaka dan Ayat Al-Qur’an dalam Penulisan Skripsi yang dicetak untuk memudahkan Mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir yang disusun oleh ketua Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Kemudian Pedoman Transliterasi Arab Latin yang merupakan hasil

50 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017).

keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Nomor: 158 Tahun 1987 dan Nomor :0543b/u/1987.

Keempat Buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Oleh Tim pengembang Pedoman Bahasa Indonesia, edisi keempat Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016. Ayat al-Qur’an pada penelitian ini menggunakan Qur’an Kemenag in MS. Word yang dikembangkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an (LPMQ) dengan merujuk terjemahannya kepada Terjemahan al-Qur’an Edisi Penyempurnaan 2019.

Dokumen terkait