• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 FILSAFAT ILMU PERTAHANAN SEBAGAI PAYUNG

6. Militer

Menhan RI Prabowo Subianto secara resmi membuka pendidikan Universitas Pertahanan Tahun Ajaran2020 tanggal 29 Agustus 2020. Yang menarik dari pembukaan pendidikan tahun ini adalah pembukaan Pendidikan S1 baru pertamana kali dengan empat Fakultas sekaligus terdiri dari Kedokteran Militer, Farmasi Militer, MIPA Militer, Fakultas Teknik Militer, Pada kesempatan ini Menhan menjelaskan bahwa Mahasiwa Unhan menjadi bagian dari komunitas Pertahanan Negara, berisi SDM yang unggul dan maju di bidang Pertahanan, untuk itu mereka harus dapat dibuktikan dengan karya nyata untuk menjawab semua tantangan yang ada dimana tantangan tersebut hanya dapat diatasi apabila memiliki rasa Nasionalisme dan Patriotisme yang tinggi.Kemudian Prabowo juga berpesan agar ilmu yang didapat mereka nanti hendaknya diaplikasikan di masyarakat dan selalu

67 berusaha meningkatkan kompetensi untuk membangun kekuatan pertahanan negara dalam menangkal semua ancaman.

Penjelasan Menhan RI ini memberi kesan bahwa pendidikan dilingkungan Universitas Pertahanan dalam rangka pengembangan SDM di bidang pertahanan. Dengan demikian fakultas baru seperti Kedokteran Militer dibangun dalam konteks pertahanan negara. Tentu menjadi tanda tanya, apa beda dengan kedokteran yang berada di lingkungan Dikti dana pa beda Ilmu Pertahanan dengan Ilmu Militer?

Dalam pandangan Filsafat Ilmu Pertahananan disinilah terdapat Perbedaan Ilmu Pertahanan dengan Ilmu Militer dan antara ilmu profesi di lingkungan masyarakat umum dengan ilmu profesi di lingkungan Depertemen Pertahanan. Perbedaan Ilmu Pertahanan dibandingkan dengan Ilmu Militer dalam kontek Ilmu Negara dapat dikatakan bahwa Ilmu Pertahanan mengkaji bersifar hal-hal strategis dalam mempertahanankan negara, sedangkan ilmu militer mengkaji hal-hal teknis untuk kebutuhan pekerjaan militer dalam memenangkan pertempuran antar negara, termasuk melawan insurgency dan teroris..

Pertemuan persoalan antara Ilmu Pertahanan dengan Ilmu Militer terletakan dalam lingkup operasional pelaksnaannya. Misal dalam gelar kekuatan di laut Natuna Utara. Dalam perspektif ilmu pertahanan dapat dilihat dari perspektif diplomasi perthanan bahwa gelar kekuatan tersebut meningkatkan kepercayaan negara-negara tetangga dan dunia Internasional bahwa Indonesia memiliki kekuatan militer yang siap berperang, sedangkan dari ilmu militer menjelaskan bagaimana interoperability keuatuan antar angkat dapat digelar. Sedangkan operasionalnya disepakati latihan gelar kekuatan diselenggarakan di wilayah teritorial Indonesia sehingga dari aspek hukum internasional tidak ada yang dipersoalkan.

Gambar 7 : Hubungan Ilmu Pertahanan dan Ilmu Militer Demikian juga halnya dalam pembinaan profesi, katakanlah profesi kedokteran militer. Dalam hal ini ontologi ilmu kedokteran di Universitas Pertahanan dimaksudkan program pendidikan profesi kedokteran secara fungsional diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan dan secara akademis diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengusai ilmu kedokteran menurut standar yang telah ditentukan. Pendidikan Kedokteran Militer menguasai ilmu profesi umum disamping keilmuan dan tradisi khas yang telah diselenggarakan di Universitas Pertahanan. Desaian keilmuan secara sederhana bersifat kombinasi antara murni pendidikan kedokteran dengan ilmu pertahanan dan bela negara yang telah dikembangkan di Universitas Pertahanan. Ilmu pertahanan dimaksudkan telah diuraikan di atas, yaitu ilmu-ilmu dalam Prodi-prodi di Fakultas Strategi Pertahanan, Manajemen Pertahanan dan Teknologi Pertahanan. Pendidikan Bela Negara terdiri kegiatan akademis dan non-akademis. Untuk mendukung kegiatan akademis diselenggarakan Mata Kuliah Universitas seperti Filsafat Ilmu Pertahanan, Sejarah Perang, Strategi Pertahanan, Karakter Bangsa dan Bela Negara dan kegiatan ektra kampus dalam pembangunan karakter mahasiswa, termasuk kegiatan orientasi, matrikulasi, Unhan Mengajar dan sebagainya.

Strategi

Operasional

Taktis

Ilmu Pertahanan

69 Sekolah militer di Indonesia komprehensif telah ada sejak dulu dibawah angkatan masing masing untuk mendapatkan prajurit yang berkualitas sesuai kebutuhan angkatan masing-masing.Perbedaan Ilmu Militer dengan Studi Militer secara sederhana dapat digambarkan Ilmu Militer secara khusus mempelajari hal-hal yang harus dilakukan oleh militer dalam mempertahanankan negara, dan itu umumnya dipelajari oleh militer itu sendiri dari dalam, bisa saja beberapa pelajaran bersifat rahasia. Sedangkan Studi Militer merupkan apa apa yang dilakukan militer dilihat secara keilmuan dari luar sifatnya, terutama orang yang bukan militer mempelajari ilmu militer.

Studi militer akan menjawab pertanyaan seperti bagaimana angkatan bersenjata membaut perencanaan perang, mengorganisir diri untuk berperang? Apa jenis senjata yang digunakan ? Apa peran dan tanggung jawab tentara di dunia saat ini? Bagaimana haruskah TNI digunakan oleh pemerintah? Bagaimana militer dilatih ? Bagaimana metode pelatihan berubah seiring waktu? Semua itu dapat dipelajari peminat militer. Beda dengan siswa mempelajari ilmu militer tentang studi kemiliteran, penting untuk mengetahui tentang pendidikan sistem pertahanan, mereka di asramakan, memiliki pelatih yang berpengalaman dan diakui kemampuannya di medan laga, dan guru tinggal di asrama lingkungan para taruna-taruni tersebut. Siswa belajar selama 4 atau 5 tahun dengan berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar yang berlaku di lingkungan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, ditambah dengan pencirian yang terbentuk di Universitas Pertahanan sehingga jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) di Universitas Pertahanan lebih banyak.

Dari uraian ditas hububungan Filsafat Ilmu Pertahanan dengan Ilmu-ilmu yang dikembangkan di Lingkungan Universitas Pertahanan dapat digambarkan sebagaiberikut;

Keterangan:

a. Filsafat Ilmu (paradigm) sebagai Makro ilmu pertahanan b. Fakultas sebagai midle ilmu pertahanan

c. Prodi sebagai operasional teori ilmu pertahanan

Gambar 8 : Taxonomi Ilmu Pertahanan

Ilmplementasi Ilmu Pertahanan di Universitas Pertahananan sesuai dengan proses dan perizinan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan tergambar dalam Fakultas-fakultas dan proram studi di Universitas Pertahanan sampai saat ini (2020), sebagaiberikut:

Filsafat Ilmu

Pertahanan

Filsafat Ilmu

Militer

Keamanan Nasional Pertahanan Ontologi Epistemologi Axiologi Kedokteran Militer Farmasi Militer Teknik Militer MIPA Militer -Strategi Pertahanan -Manajemen Pertahanan -Teknologi Pertahanan Manajemen Bencana. Damai Resolusi Konflik,

71 I. Fakultas dan program studi S1 Unhan:

1. Fakultas Kedokteran Militer: Prodi Pendidikan Kedokteran.

2. Fakultas Farmasi Militer: Prodi Ilmu Farmasi.

3. Fakultas MIPA Militer: Prodi Sarjana Matematika Prodi Sarjana Kimia Prodi Sarjana Fisika Prodi Sarjana Biologi

4. Fakultas Teknik Militer: Prodi Sarjana Teknik Konstruksi Bangunan Militer Prodi Sarjana Teknik Informatika Prodi Sarjana Teknik Elektro Prodi Sarjana Teknik Mesin

II. Fakultas dan Program Studi S2: 1. Fakultas Strategi Pertahanan

a. Prodi Strategi Perang Semesta (“A”) b. Prodi Peperangan Asimetris (“A”) c. Prodi Diplomasi Pertahanan (“A”) d. Prodi Strategi dan Kampanye Militer (A) e. Prodi Strategi Pertahanan Darat (A) f. Prodi Strategi Pertahanan Laut (A) g. Prodi Strategi Pertahanan Udara (A) 2. Fakultas Manajemen Pertahanan

a. Prodi Manajemen Pertahanan (“A”) b. Prodi Ketahanan Energi (“A”) c. Prodi Ekonomi Pertahanan (“A”) 3. Fakultas Keamanan Nasional

a. Manajemen Bencana (“A”) b. Keamanan Maritim (“A”)

c. Damai dan Resolusi Konflik (“A”) 4. Fakultas Teknologi Pertahanan

a. Prodi Industri Pertahanan (B) b. Prodi Teknologi Penginderaan c. Prodi Teknologi Persenjataan d. Prodi Teknologi Daya Gerak

III.Prodi S3 yang ada di Unhan sebagai berikut: S3 Strategi Pertahanan (Terakreditasi) S3 Manajemen Pertahanan (Terakreditasi) S3 Teknologi Industri Pertahanan (Terakreditasi) S3 Keamanan Nasional (Terakreditasi)

Universitas Pertahan dalam rangka Kampus Merdeka telah melaksanakan; Membuat Kesepakatan MoU dengan lembaga mitra diantara Lembaga Kemeterian/Badan,Universitas-universita, Pemerintah Daerah, BUMN terkait industri Perathanan dan sebegainya. Kemudian juga memberi kesempatan kepada mahasiswa program call for paper, riset, seminar di luar kampus baik dalam negeri maupun luar negeri, menunjuk dosen untuk membimbing dan memberikan nilai secara proporsional, Dosen bersama peneliti menyusun logbook, artikel publikasi di jurnal, tesis tugas akhir, melakukan evaluasi setiap kegiatan, menyusun pedoman teknis melalui pembelajaran riset, dan melaporkan kegiatan ke Depertemen Pertahanan dan Dirjen Dikti melalui PD Dikti.

Referensi

Amitav Mallik. (2004). Technology and 21st Century a Demand-Side

Perspective (Issue 20).

As-Saber, S. N., Srivastava, A., & Hossain, K. (2006). Information

Technology Law and E-government : 1(1).

Barry Buzan, 1991. People, States and Fear: an Agenda for International

Security Studies in the Post-Cold War. Boulder: Lynne Rienner

Publisher.

_____________, O Wæver, J De Wilde – 1998, Security: a new framework for analysis, Lynne Rienner

__________, Lene Hansen, (2009), The Evolution of International Security

73 Burke A. (2017) Security Cosmopolitanism and Global Governance. In: Burke A., Parker R. (eds) Global Insecurity. Palgrave Macmillan, London. https://doi.org/10.1057/978-1-349-95145-1_5

Cohen, D. (2006). War, moderation, and revenge in Thucydides.

Journal of Military Ethics, 5(4), 270–289.

https://doi.org/10.1080/15027570601081127

Handel, M. (1991). Sun Tzu and Clausewitz: The Art of War and On War compared. Strategic Studies Institute.

Lyons, G., & Morton, L. (1965). Schools for strategy. In Education

and Research in National Security Affairs, … (Issue November).

http://www2.fiu.edu/~sabar/eng2012/Masters of War - Bob Dylan.doc%5Cnhttp://scholar.google.com/scholar?hl=en&b tnG=Search&q=intitle:schools+for+strategy#1

Myriam Dunn Cavelty & Andreas Wenger, Cyber security meets

security politics: Complex technology, fragmented politics, and

networked science, Contemporary Security Policy 2020,

Vol. 41, No. 1, 5–32

https://doi.org/10.1080/13523260.2019.1678855

Ministry, D., The, O. F., & Of, R. (n.d.). Defence Ministry of the Republic

of Indonesia.

Paris, Roland. “Human Security: Paradigm Shift or Hot Air?.” Quarterly

Journal: International Security, vol. 26. no. 2. (Fall 2001): 87-102

Timmers, P. (2019). Ethics of AI and Cybersecurity When Sovereignty is at Stake. Minds and Machines, 29(4). https://doi.org/10.1007/s11023-019-09508-4

Victoria, A. (2018). About National Defence. December. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.24603.52004

Wilhelm, H., & Moore, C. A. (1968). The Chinese Mind: Essentials of Chinese Philosophy and Culture. Journal of the American

Oriental Society, 88(3), 619. https://doi.org/10.2307/596920

https://daerah.sindonews.com/artikel/jatim/6693/jenderal-besar-ah-nasution-ahli-strategi-perang-gerilya-diakui-dunia-1 https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/26/080000069/per

Dokumen terkait