• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.3 Mitos dan Pembahasan

Video musik For the Love of God merupakan video musik yang bercerita seberapa jauh seseorang melakukan cintanya kepada Tuhan yang menampilkan keragaman agama diseluruh dunia mulai dari agama besar sampai agama-agama kecil. keragama-agaman agama-agama menjadi hal yang paling sering ditampilkan pada video musik ini yang pada akhirnya melatar belakangi terbentunya makna atau pesan yang disampaikan termasuk mitos.

Pengertian mitos disini tidaklah menunjuk pada mitologi dalam pengertian sehari-hari melainkan sebuah cara pemaknaan. Mitos menjadi pegangan atas tanda-tanda yang hadir dan menciptakan fungsinya menjadi penanda untuk memainkan pesan-pesan tertentu. Barthes mengatakan mitos tidaklah dapat digambarkan melalui objek pesannya, melainkan melalui cara pesan tersebut disampaikan.

Realitas yang dipandang bukanlah tunggal melainkan jamak, hal inilah yang disampaikan dari video musik ini yang menampilkan pluralisme agama yang pada faktanya terdapat beragam agama didunia bukan hanya lima agama besar saja yaitu Kristen (Katolik, Ortodoks dan Protestan), Islam, Hindu, Buddha, dan Yahudi namun terdapat masih banyak lagi agama-agama lain seperti Agama Penduduk Asli Amerika (Native American Religion) dan Romawi Kuno (Ancient Roman Religion). Fenomena keberagaman agama inilah pada kenyataan sedang hidup di tengah masyarakat dan menjadi tantangan didunia bagi mereka yang belum terbiasa akan keberagaman.

Pluralisme yang didefinisikan sebagai suatu paham yang merupakan respons terhadap pluralitas. Pluralisme ini cenderung mengarah kepada pandangan paskamodern, yaitu ingin memelihara keragaman melalui interaksi, dialog saling pemahaman, dan penghargaan. Prinsip keanekaragaman itu jangan menghalangi untuk bisa hidup berdampingan secara damai dalam satu masyarakat yang sama.

Dalam video musik For the Love of God ini menunjukkan bahwa pluralisme agama sebagai sebuah fakta dan pluralisme agama sebagai suatu ideologi. Pluralisme sebagai fakta bahwa ada tradisi pluralitas agama yang setiapnya memiliki keyakinan yang berbeda, praktek spiritual, tampilan etnis, dan bentuk kesenian. Hal ini menciptakan masalah yang nyata untuk kita yang melihat mereka, bukan secara sederharna sebagai fenomena manusia, tetapi respons kepada Sang Suci.

Sedangkan pluralisme sebagai suatu ideologi adalah suatu kepercayaan bahwa pluralisme ini didukung serta diinginkan, dan bahwa klaim-klaim normatif yang berbau imperialistik serta bersifat memecah belah perlu dibuang. Komitmen kebersamaan dalam menjaga keharmonisan dalam perbedaan sangat dibutuhkan.

Perdamaian tidak akan tercapai tanpa ada rasa saling menghormati dan

menjunjung tinggi rasa kebersamaan dalam masyarakat. Keharmonisan bermasyarakat sangat bergantung bagaimana seseorang menghargai perbedaan dan berusaha menjaga diri untuk saling mendominasi. Konsep pluralisme agama yaitu pluralitas didasarkan pada perbedaan bukan persamaan. Pluralisme bukan bahasa tentang kesamaan atau perbedaan, namun komitmen yang nyata dan partisipasi serta penyesuaian diri dari seseorang atau kelompok serta semangat orang lain atau kelompok lain.

Kehidupan ini penuh dengan bermacam ragam perbedaan: seperti salah satunya adalah agama. Ketidaksamaan ini sudah merupakan fakta kehidupan.

Yang menjadi masalah ialah bagaimana orang menghadapi perbedaan dan keanekaragaman ini. Di satu sisi, keanekaragaman dapat merupakan kekayaan, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan ketegangan, bahkan bisa memicu terjadinya konflik. Ada hambatan-hambatan yang menyebabkan orang sulit menerima, bahkan menolak keanekaragaman dalam kehidupan ini. Hambatan-hambatan tersebut bisa berasal dari luar atau dari dalam pribadi orang itu sendiri, atau bisa juga dari kedua-duanya. Hambatan dari dalam, nampak dalam bentuk kecenderungan primordialisme, penghayatan agama yang sempit, keterbatasan wawasan, ideologi, tribalisme atau komunalisme, dan xenophobia. Sedangkan hambatan dari luar dapat berasal dari kondisi dan tekanan masyarakat tempat seseorang tinggal, dapat juga berupa provokasi dari orang lain atau karena rekayasa kepentingan politik tertentu.

Kesempitan-kesempitan ini dapat menyebabkan terjadinya ketegangan, bahkan konflik yang mengancam hidup bersama. Oleh karena itu perlu diupayakan cara mengatasi macam-macam hambatan tersebut supaya setiap pemeluk agama satu dengan yang lain dapat hidup berdampingan dengan damai, karena perbedaan bukan dianggap sebagai ancaman melainkan sebagai kekayaan yang dapat membantu memperluas wawasan seseorang. Keberhasilan dalam menciptakan kesatuan hidup bersama ini tergantung dari seberapa luas ambitus toleransi seseorang terhadap perbedaan dan penghargaannya terhadap perbedaan itu sendiri.

Keberagaman agama yang ditampilkan dalam Video Musik For the Love of God ini tidak hanya menekankan banyaknya agama didunia saja namun

memberikan kesadaran kepada kita bahwa realisasi dan apresiasi terhadap pluralisme, dalam kenyataan sehari-hari, semakin memudar seperti terlihat dari menguatnya fanatisme kelompok yang berujung pada konflik dan kekerasan.

Setiap kelompok ingin mengklaim dirinya khas dan dominan sehingga menyurutkan apresiasinya terhadap keberadaan ‘yang lain’ yang berbeda agama.

Keberagaman agama tidak sekadar toleransi, namun secara aktif berusaha menciptakan pemahaman diantara perbedaan-perbedaan yang ada. Keberagaman bukanlah relativisme, tidak mempersyaratkan kita untuk menanggalkan identitas dan komitmen, namun pertemuan komitmen. Memegang teguh perbedaan bukan saling memisahkan diri, namun menjalin hubungan satu sama lain.

Pluralisme bukan sekedar keadaan atau fakta yang bersifat plural atau banyak, pluralisme secara substansial termanifestasi dalam sikap untuk saling mengakui sekaligus menghargai, menghormati, memelihara, mengembangkan atau memperkaya keadaan yang bersifat plural, pluralisme merupakan suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia, antara lain melalui mekanisme pengawasan dan penyeimbangan yang dihasilkannya. Karena pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi di antara beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain. video musik For the Love of God yang menampilkan beragam agama ini memberikan fakta yang tidak bisa dihindarkan bahwa kita hidup dalam suasana dimana terdapat berbagai banyak agama dan bagaimana kita harus hidup berdampingan dengan berlatar belakang yang berbeda. Pluralisme tidak semata menunjuk pada kenyataan tentang adanya kemajemukan. Namun yang dimaksud adalah keterlibatan aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut. Seseorang bisa dianggap sebagai sosok yang pluralis apabila ia dapat berinteraksi positif dalam lingkungan kemajemukan tersebut. Dengan kata lain, kalau pengertian pluralisme agama adalah bahwa tiap pemeluk agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain, tapi terlibat aktif dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan dalam kebhinekaan.

BAB V