2 PERENCANAAN KINERJA
3.1 ANALISIS CAPAIAN KINERJA TAHUN 2019
3.1.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA 1: JUMLAH MODEL PEMANFAATAN IPTEK DI
3.1.1.2 MODEL KEMARITIMAN SEMAR
Aktifitas di sektor kemaritiman dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan laut, baik jangka pendek maupun jangka menengah. Informasi tentang kondisi cuaca terkini dan prediksinya untuk beberapa jam atau beberapa hari ke depan sangat diperlukan pada saat akan melaut, baik untuk kegiatan penangkapan ikan maupun transportasi laut lainnya. Selain itu informasi tentang prediksi kondisi atmosfer dan laut jangka menengah (satu sampai beberapa bulan ke depan) juga diperlukan untuk perencanaan kegiatan di sektor kemaritiman dan perikanan. Oleh karena itu, integrasi informasi tersebut sangat penting dalam mendukung kinerja pembangunan di sektor kelautan dan perikanan.
Sebuah sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS) di bidang kemaritiman yang diberi nama Sistem Embaran Maritim (SEMAR) telah dibangun dalam rangka peningkatan produksi perikanan tangkap serta keselamatan dan keamanan pelayaran.
DISIAPKAN OLEH DIPERIKSA OLEH PERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH
NSI DSI EHN HAL
Sistem ini ditujukan untuk para pengambil keputusan di kementerian, institusi nasional, maupun dinas terkait di bidang kemaritiman.
SEMAR terdiri dari dua komponen input, yaitu: (1) Sistem pemantauan dan pengukuran dari satelit, sensor-sensor di daratan dan sensor-sensor di lautan, dan (2) model atmosfer dan lautan yang merupakan kepanjangan dari sistem pengamatan untuk memprediksi kondisi ke depan. Output berupa data observasi secara near real time dan prediksi ke depan merupakan komponen utama dari Semar. Informasi dari Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja di sektor keselamatan pelayaran dan peningkatan produksi perikanan tangkap sebagai outcome, dan pada akhirnya dapat memberikan dampak untuk keselamatan dan kesejahteraan para nelayan.
SEMAR memberikan informasi pengamatan berbasis satelit, radar, sensor daratan dan sensor lautan secara near real time serta prediksi kondisi atmosfer dan lautan di wilayah perairan selatan Yogyakarta berbasis model atmosfer/laut sebagai dasar pengambilan keputusan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mendukung keselamatan pelayaran dan peningkatan produksi perikanan tangkap. Kegiatan pengembangan model kemaritiman SEMAR dilaksanakan dengan dukungan kegiatan penelitian yang dilaksanakan kelompok penelitian litbang Atmosfer Maritim.
Tabel 12 Perkembangan DSS SEMAR 2015 • Penandatangan-an MOU LAPAN – DIY Tanggal 12 Februari 2015.
2016 • Soft Launching SEMAR 1.0
• Pelatihan penggunaan Automatic Identification System (AIS) Terrestrial
2017
• Implementasi Semar 2.0
• Integrasi informasi AWS untuk Pelabuhan Sadeng
• Integrasi informasi HYCOM, ZPPI dan AIS yang lebih stabil.
• Peningkatan tampilan aplikasi web SEMAR yang lebih baik dan mudah dipahami.
2018
• Implementasi Semar 3.0
• Integrasi informasi prediksi suhu permukaan dan arus laut pada beberapa kedalaman. • Informasi prediksi hujan dan angin mencakup 48 jam ke depan.
• Peningkatan tampilan aplikasi web SEMAR yang lebih ramah pengguna, misalnya pemilihan tipe kapal bisa langsung pilih semua (tidak harus klik satu per satu dari setiap jenis kapal yang ingin dipantau lokasinya).
DISIAPKAN OLEH DIPERIKSA OLEH PERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH
NSI DSI EHN HAL
2019
• Implementasi Semar 4.0
• Integrasi informasi tinggi gelombang signifikan yang mencakup prediksi untuk 5 hari ke depan.
• Informasi prediksi hujan dan angin mencakup 72 jam ke depan.
Gambar 46. Prediksi tinggi gelombang laut yang mencakup 5 hari ke dapan.
Kegiatan pengembangan DSS SEMAR dilaksanakan dengan dukungan kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh kelompok penelitian Atmosfer Maritim. Tahun 2019 kegiatan kelompok penelitian atmosfer maritim dijelaskan pada Tabel 13.
Tabel 13 Litbang Atmosfer Maritim
NO JUDUL PENELITIAN PELAKSANA
1 Dampak Cuaca Ekstrem Atmosfer dan Laut terhadap Keselamatan Pelayaran di
Perairan Selatan Indonesia untuk Mendukung DSS Semar
1. Iis Sofiati 2. Suaydhi
3. Lely Qodrita Avia 4. Candra Nur Ihsan 5. Eka Putra Wulandari 6. M. Fadhlan Putranto 2 Interaksi Atmosfer Laut dalam
Pembentukan Siklon Tropis di Perairan Selatan Indonesia
1. Suaydhi 2. Iis Sofiati
3. Lely Qodrita Avia 4. Haries Satyawardhana 5. Gammamerdianti
DISIAPKAN OLEH DIPERIKSA OLEH PERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH
NSI DSI EHN HAL
3 Pengembangan Sistem Prediksi Musim di Indonesia Berbasis Model Numerik untuk Mendukung DSS
SEMAR
1. Haries Satyawardhana 2. Suaydhi
3. Candra Nur Ihsan 4. Gammamerdianti 5. Eka Putri Wulandarii
`
Gambar 47 Alur pengerjaan rekonstruksi curah hujan prediksi untuk simulasi musim hujan
dan kemarau menggunakan input 11 ensemble SST prediksi.
Prediksi musim merupakan usaha untuk menyediakan informasi tentang kondisi atmosfer, terutama mengenai suhu dan curah hujan, pada skala waktu satu atau beberapa musim ke depan. Pentingnya hasil prediksi musim dengan data grid yang mempunyai resolusi tinggi dan akurat. Namun penggunaan downscaling dinamis menggunakan model atmosfer untuk prediksi jangka menengah (musim) di Indonesia belum banyak dilakukan. Prediksi musim (jangka menengah) untuk beberapa bulan ke depan mempunyai ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi. Hal ini terlihat pada kegiatan penelitian tahun 2017 dengan eksperimen menggunakan input sst prediksi 1 ensemble, diperoleh nilai curah hujan prediksi pada saat musim kemarau (dry season) yang cenderung overestimate jika dibandingkan dengan data satelit GSMaP, sedangkan pada musim hujan (wet season) cenderung under-estimate. Pada kegiatan tahun 2018 dilakukan pengembangan dengan menggunakan input 11 ensemble SST prediksi dimana hasilnya adalah korelasi curah hujan prediksi dengan curah hujan GSMaP khususnya di daerah Indonesia bagian selatan cukup baik, namun nilai korelasi bervariasi di masing-masing ensemble. Hal ini menjadi pertimbangan untuk melakukan rekonstruksi curah hujan berdasarkan ensemble yang memiliki korelasi tertinggi di tiap grid pada masing-masing musim. Rekonstruksi curah hujan dilakukan untuk simulasi dan prediksi di 2 musim, yaitu
DISIAPKAN OLEH DIPERIKSA OLEH PERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH
NSI DSI EHN HAL
pada musim hujan (studi kasus 201612 untuk simulasi dan 201812 untuk prediksi) dan kemarau (studi kasus 201706 dan 201906 untuk prediksi). Penggunaan metode korelasi maksimum dengan 11 member untuk prediksi curah hujan di musim hujan sudah dapat memperlihatkan peralihan dari musim basah ke musim kering, namun prediksi pada musim kemarau masih belum terlalu baik digambarkan pada saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan (periode SON). Di mana curah hujan SON hasil prediksi terlalu tinggi dibandingkan dengan CH satelit dengan kecenderungan musim hujan datang lebih cepat.
Gambar 48 Siklon tropis yang terjadi di laut Banda dan laut Arafura antara tahun 1980 dan 2018. Siklon tropis merupakan salah satu fenomena alam yang berdampak hebat bagi infrastruktur dan keselamatan pelayaran. Penelitian dampak siklon tropis dilakukan untuk mengkaji dampak siklon tropis terhadap ketinggian gelombang laut, curah hujan, dan angin. Selain itu gejala fisis yang mendahului dan menyertai terbentukanya siklon tropis diteliti untuk mengetahui karakteristik pembentukan siklon tropis. Siklon tropis dapat terbentuk di dalam wilayah Indonesia, yaitu di laut Banda dan laut Arafura. Meskipun pembetukan siklon tropis di kedua wilayah laut tersebut tidak sering, namun akan berdampak pada keselamatan pelayaran dan infrastruktur di sekitarnya bagi wilayah timur Indonesia. Di selatan pulau Jawa juga pernah terbentuk siklon tropis yang cukup dekat dengan pantai selatan Jawa, yaitu siklon tropis Cemapak. Banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh siklon tropis ini. Oleh karena itu penelitian siklon tropis ini perlu mendapat perhatian yang lebih mendalam.
DISIAPKAN OLEH DIPERIKSA OLEH PERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH
NSI DSI EHN HAL
1. Integrasi informasi tinggi gelombang laut untuk jangka waktu 5 hari. 2. Integrasi prediksi cuaca atmosfer selama tiga hari ke depan.
3. Peningkatan tampilan aplikasi web SEMAR yang lebih baik dan mudah dipahami.
Gambar 49 Kegiatan Bimtek DSS SEMAR di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, DIY,
pada tanggal 23 September 2019.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi DSS Semar telah dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 21 Agustus 2019 dan 23 September 2019, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengembangan DSS SEMAR dalam pembangunan maritim dan pengetahuan tentang teknologi sistem informasi serta pelatihan teknis operasional DSS SEMAR yang dibangun PSTA LAPAN dan DKP DIY.