Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .496a .246 .231 1.25303
a. Predictors: (Constant), KDP, KPP, UO, DMP, FP
b. Dependent Variable: KSI Berdasarkan Tabel 6 dapat disimpulkan bahwa nilai adjusted R-Square sebesar 0,231. Hal ini berarti variansi naik turunnya kinerja sistem informasi akuntansi 23,1% mampu dijelaskan oleh
organisasi, dukungan
manajemenpuncak, formalisasi pengembangan sistem informasi,
komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi , dan keberadaan dewan pengarah sistem informasi, sedangkan sisanya 76,9%
sebesar dijelaskan oleh faktor–faktor lainnya tidak diteliti dalam penelitian ini.
Uji Statistik F
Tabel 7 Hasil Uji Statistik F
ANOV A Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 125.979 5 25.196 16.047 .000a
Residual 386.243 246 1.570
Total 512.222 251
a. Predictors: (Constant), KDP, KPP, UO, DMP, FP
b. Dependent Variable: KSIA
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 5.12diatas dapat dilihat pada nilai signifikansinnya yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka model layak diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ukuran Organisasi, Dukungan Manajemen Puncak, Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi, Komunikasi Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi dan Keberadaan Dewan Pengarah secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Uji statistik t
Berdasarkan Tabel 3 pengaruh masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai t-hitung Ukuran Organisasi sebesar 0.112 dengan nilai signifikansi 0,911 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga H1 ditolak.
2. Nilai t-hitung Dukungan
Manajemen Puncak sebesar 2.845 dengan nilai signifikansi 0,005yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga H2 diterima.
3. Nilai t-hitung Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi sebesar 1.553 dengan nilai signifikansi 0,122yang lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti formalisasi pengembangan sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga H3 ditolak.
4. Nilai t-hitung Komunikasi Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi sebesar 5.320 dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga H4 diterima.
5. Nilai t-hitung Keberadaan Dewan Pengarah Sistem Informasi sebesar 1.330 dengan nilai signifikansi 0,185yang lebih besar dari 0,05.
Hal ini berarti keberadaan dewan pengarah sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, sehingga H5 ditolak.
Hasil Uji Hipotesis Penelitian Berdasarkan Tabel 3 diatas maka dapat dituliskan persamaan dari regresi linear berganda sebagai berikut:
KSIA = 7,319 + 0,007U0 + 0,135DMP + 0.115FP + 0,332KPP + 0.093KDP….
(2)
Berdasarkan persamaan regresi linear berganda diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta sebesar 7,319 artinya, apabila nilai variabel Ukuran Organisasi (UO),
Dukungan Manajemen Puncak
(DMP), Formalisasi
Pengembangan Sistem Informasi (FP), Komunikasi Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi (KPP), dan Keberadaan Dewan Pengarah sama dengan nol, maka nilai dari Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (KSIA) akan sama dengan 7,319.
2. Koefisien variabel Dukungan Manajemen Puncak (DMP) sebesar 0,135 dengan nilai signifikansi sebesar 0.005. Hal ini menunjukkan apabila variabel lainnya konstan, kenaikan 1 satuan dukungan manajemen puncak akan menyebabkan peningkatan variabel kinerja sistem informasi akuntansi (KSIA) sebesar 0,135.
3. Koefisien variabel Komunikasi Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi (KPP) sebesar 0,332 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan apabila variabel lainnya konstan, kenaikan 1 satuan komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi akan menyebabkan peningkatan variabel kinerja sistem informasi akuntansi (KSIA) sebesar 0,332.
Pengaruh Ukuran Organisasi Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Berdasarkan uji t dapat dilihat bahwa signifikansi sebesar 0,911 berarti lebih besar dari 0.05 ini berarti ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini ditolak karena ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hal ini disebabkan karena seberapapun besarnya ukuran organisasi tidak menetukan baik buruknya kinerja
sistem informasi akuntansi. Karena ukuran organisasi adalah tergantung dari bagaimana sistem itu didesain dan dikembangkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan perusahaan. Hasil penelitian yang mendukung pernyataan diatas adalah penelitiam yang dilakukan oleh Afranto (2018), dan Nopriari (2017) menyatakan bahwa ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Pengaruh Dukungan Manajemen Puncak
Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa dukungan manajemen puncak memiliki sugnifikansi 0,005. Nilai ini lebih kecil dari alpha = 0,05 maka H2 diterima yang berarti bahwa variabel dukungan manajemen puncak (DMP) berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi (KSIA) di LPD Kecamatan Abiansemal. Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi disebabkan karena dukungan manajemen puncak sangat penting untuk mencapai kesuksesan sistem informasi yang berkaitan dengan berbagai aktivitas mencakup kemahiran manajemen puncak dalam penggunaan sistem, aktif terlibat dalam perencanaan operasi sistem informasi, berpengaruh untuk mensosialisasikan pengembangan sistem informasi, memiliki harapan dan perhatian tinggi terhadap kinerja dari sistem informasi. Semakin besar dukungan manajemen puncak dalam pengembangan sistem, maka akan meningkat pula kinerja sistem informasi akuntansi. Maka dari itu dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi di LPD Kecamatan Abiansemal. Hasill
penelitian yang mendukung pernyataan diatas adalah penelitiam yang dilakukan oleh Ari (2018) menyatakan dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kinerja SIA. penelitian dari Kuswanto (2015), Wulandari (2017), dan Afrianto (2018) juga menyatakan dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kinerja SIA.
Pengaruh Formalisasi
Pengembangan SI Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa formalisasi pengembangan sistem informasi memiliki nilai signifikansi 0,122. Nilai ini lebih besar dari alpha = 0.05 maka H3 ditolak, yang berarti bahwa variabel formalisasi pengembangan sistem informasi (FP) tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi (KSIA) di LPD Kecamatan Abiansemal. Formalisasi pengembangan sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi disebabkan karena formalisasi pengembangan sistem informasitidak efektif dalam penggunaan sistem informasi.
Meskipun dilakukannya pengenalan terhadap pengendalian sistem informasi berbasis komputer pada pengembangan sistem informasi yang saat ini dipakai tetapi tidak berpengaruh terhadap kinerja SIA, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan sistem di setiap LPD-LPD di Kecamatan Abiansemal. Maka dari itu formalisasi pengembangan sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di LPD Kecamatan Abiansemal. Hasil penelitian yang mendukung pernyataan diatas adalah penelitian yang dilakukan oleh Nopriari (2017) bahwa formalisasi
pengembangan sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Penelitian yang dilakukan oleh Rusdi (2019) , Afrianto (2018), dan Ari (2018) juga menyatakan bahwa formalisasi pengembangan sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Pengaruh Komunikasi Pengguna dan Pengembang SI Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Berdasarkan hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Hasil ini berarti hipotesis keempat diterima. Komunikasi pengguna dan pengembang harus berjalan dengan efektif, karena pengguna mempunyai informasi dan pemahaman yang lengkap tentang dinamika lingkungan bisnis. Pengguna perlu menyampaikan pemahaman kepada pengembang sistem informasi. Informasi yang diperoleh oleh pengembang selanjutnya dituangkan ke dalam sistem informasi auntansi yang akan dikembangkan.
Maka dari itu adanya komunikasi yang efektif dan kerjasama antara pengguna dan pengembang SIA dapat meningkatkan keinginan pengguna dalam menggunakan SIA dan meningkatkan kepuasan pengguna dalam menggunakan SIA tersebut.
Hasil penelitian yang mendukung pernyataan diatas adalah penelitian yang dilakukan oleh Nopriari (2017) yang menyatakan bahwa komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Pengaruh Keberadaan Dewan Pengarah Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Berdasarkan hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.185 lebih besar dari 0,05 yang artinya keberadaan dewan pengarah tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil ini berarti hipotesis kelima ditolak. Keberadaan dewan pengarah tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi disebabkan karena kerberadaan dewan pengarah belum tentu dapat mengambil keputusan mengenai proses pengembangan sistem yang dipakai dalam perusahaan. Keberadaan dewan pengarah diperlukan dalam memberikan solusi apabila adanya permasalahan dalam pengoprasian pengembangan sistem di perusahaan.
pengarah kinerja sistem informasi akuntansi akan tetap berjalan secara optimal. Maka dari itu keberadaan dewan pengarah tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntasi. Hasil penelitian yang mendukung pernyataan diatas adalah penelitian yang dilakukan olehNopriari (2017) dan Ari (2018) yang menyatakan bahwa keberadaan dewan peengarah tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
SIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ukuran organisasi, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan sistem informasi, komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi dan keberadaan dewan pengarah berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi di LPD Kecamatan Abiansemal yang memiliki jumlah sampel 252 dan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.
Penelitian ini hanya dilakukan pada 34 LPD di Kecamatan Abiansemal, agar dapat melakukan hasil yang lebih representatif maka untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat
memperluas lokasi penelitiannya tidak disatu lokasi tetapi juga LPD lainnya yang berada di wilayah Badung maupun kabupaten lainya. Penelitian ini hanya menguji ukuran organisasi, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan sistem informasi, komunikasi pengguna dan pengembang sistem informasi dan keberadaan dewan pengarah berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Untuk penelitian selanjutnya, keterbatasan yang ada dalam penelitian ini hendaknya disempurnakan lagi dengan
menambahkan atau lebih
memperhatikan variabel-variabel lainnya seperti salah satunya variabel kualitas informasi, yang belum terdapat dalam penelitian ini untuk mencapai kinerja yang lebih baik dan lebih berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Dengan mempertimbangkan hanya variabel dukungan manajemen puncak dan komunikasi pengguna dan pengembang sistem yang berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, maka diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan kepada LPD Kecamatan Abiansemal untuk mengoptimalkan penggunaan sistem informasi akuntansi dalam berbagai kegiatan operasionalnya sehingga dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Adapun variabel yang tidak berpengaruh yang terdapat pada penelitian ini adalah ukuran organisasi, formalisasi pengembangan sistem informasi dan keberadaan dewan pengarah sistem informasi.
DAFTAR PUSTAKA
Artini, Ni Luh Putu Sadhu, 2016.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada LPD di Kecamatan Petang Kabupaten Badung.Skripsi.
Universitas Mahasaraswati
Denpasar.
Apriliani, Ni Luh Mega. 2017. Analisis
Faktor–Faktor Yang
Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada PT.
Jasa Angkasa Semesta, Tbk.
Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Ari, Ayu Putu Yustina. 2018. Analisis Faktor – Faktor Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada LPD Di Kecamatan Mengwi. Skripsi.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Artini, Sadhu. 2016. Analisis Faktor – Faktor Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Di Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Baridwan, Zaki. 2000. Sistem Informasi Akuntansi.
Yogyakarta : BPFE Universitas Gajah Mada.
Bodnar, Geeorge H. dan William Hopwood S. ( Julianto Agung Saputra dan Lilis Setiawati, penerjemah). 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi 9.Yogyakarta : Andi.
Darmestika, Ariani Khusna. 2017.
Analisis Faktor – Faktor Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
Artikel. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Davis, F. M. 1986. Technology Acceptance Model o Empirically Testing New End-User Information System Theory and Results.
Unpublished Doctoral
Dissertation. MT.
Davis, F. M. 1989. Perceived Useulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of
Information System
Technology. MIS Quarterly.
Vol 13, No. 3 Hal. 319-340.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Universitas Diponegoro Semarang.
Gustian, Hary. 2014. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Tanjungpinang. Skripsi.
Program Studi Akuntansi Jurusan Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang.
Harlis, Dwi Vikawati. 2015. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Pada LPD Di Kota Denpasar.
Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Irawati, Dhiena Fitria. 2011. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Studi Empiris pada PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero). Skripsi.
Fakultas Ekonomi Universitas Jember.
Komara, Acep. 2005. Analisis Faktor-Fakor yang Mempengaruhi Kinerja SIA Pada Perusahaan Manufaktur Skala menengah dan Besar di Kabupaten dan Kota Cirebon.SNA VIII Solo.
Kuswanto, 2015.Analisis Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada PT BPR Weleri Makmur Jawa Tengah.E – Jurnal Stie Dharmaputra.
Nopriani.2017. Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Renon Denpasar.Skripsi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Rivaningrum, A dan Mhmud. R. 2015.
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Rumah Sakit
Saras Husada
Purwareo.Accounting Analysis Journal, Vol 4 No. 2.
Robins, Stephen P dan Judge Timothy A. 2006. Prilaku Organisasi.
Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Rusdi, Dedi, 2019. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA). E-Jurnal Unissula.
Utama, I Dewa Gede Budha dan Suardikha I Made Sadha, 2014.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa.E- Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 9.3 Tahun 2014 : 728-746.
Widyaningrum Vitra. 2014. Analisis
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Pada PT Sinarmas Distribusi Nusantara.Skripsi. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI, Jogjakarta.
Widyantari.2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada PT. BPR Tapa.Skripsi.Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Wulandari, A.A.A Putri Syintia, 2017.
Pengaruh Dukungan
Manajemen Puncak,
Keterlibatan Pengguna, Program Pelatihan Terhadap Kinerja SIA Pada BPR Di Kediri. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.Vol.19.2 Tahun 2017.