• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Penelitian

R- Square Manajemen Risiko dan Kinerja Perusahaan LPD Di Provinsi Bali

Variabel R2 R2 Adjusted Keterangan

Manajemen Risiko (Y1) 0,413 0,400 Moderat Kinerja Perusahaan (Y2) 0,706 0,697 Kuat

Rata – Rata 0,560 0.549

Sumber : Hasil Analisis Data ( Lampiran 3).

Berdasarkan tabel diatas, nilai R2 sebesar 0,413 dari variabel Manajemen Risiko mengindikasikan model yang dibentuk tergolong lemah dan 0,706 dari variabel Kinerja Perusahaan mengindikasikan model yang dibentuk tergolong kuat.

Q2 = 1 - [(1-R2y1) (1-R2y2)]

= 1 - [(1-0,413) (1-0,706)]

= 1- [(0,587) (0,294)]

= 1- 0,173 = 0, 827

Koefisien determinasi total sebesar 0,827 mempunyai arti bahwa sebesar 82,70 persen variasi dari Manajemen Risiko dan Kinerja dapat dijelaskan oleh model yang dibentuk (variabel laten Perilaku Organisasi dan Modal Intelektual), sedangkan sisanya 17,30 persen dijelaskan oleh variabel lain

diluar model yang tidak dianalisis dalam model penelitian.

Pengujian Statistik Hubungan Antar Variabel (Path)

Berdasarkan Tabel 7. dapat dijelaskan bahwa variabel Manajemen Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja dengan probabilitas nilai sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05. Tabel 7 memberikan informasi mengenai hasil uji analisis pengaruh langsung Variabel Perilaku Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Manajemen Risiko dengan probabilitas 0,012 atau lebih kecil dari 0,05. Begitu juga variabel Modal Intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Manajemen Risiko dengan probabilitas 0,000 atau lebih kecil dari 0,05.

Tabel 7.

Hasil Uji Statistik Hubungan Langsung Antar Variabel Konstruk Original Sample

(O) Sumber : Hasil Analisis Data ( Lampiran 3).

Variabel Perilaku Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja dengan probabilitas 0,000 atau lebih kecil dari 0,05.

Variabel Modal Intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Manajemen Risiko dengan probabilitas 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Modal Intelektual berpengaruh

positif dan signifikan terhadap Kinerja dengan probabilitas 0,006 atau lebih kecil dari 0,05.

Penelitian ini juga menganalisis pengaruh tidak langsung variable Perilaku Organisasi dan variabel Modal Intelektual terhadap variabel Mnajemen Risiko dan Kinerja yang hasilnya disajikan pada Tabel 8.

Tabel 8.

Hasil Uji Statistik Hubungan Tidak Langsung Antar Variabel Original Sample

Sumber : Hasil Analisis Data ( Lampiran 3).

Berdasarkan Tabel 8 dapat dijelaskan bahwa pengaruh Perilaku Organisasi terhadap Kinerja melalui Manajemen Risiko dengan probabilitas sebesar 0,009 atau lebih kecil dari 0,05 menjelaskan bahwa variabel Manajemen Risiko mampu memediasi pengaruh Perilaku Organisasi terhadap Kinerja dengan prediksi mediasi lemah. Pengaruh variabel Modal Intelektual terhadap Kinerja melalui Manajemen Risiko dengan probabilitas 0,002 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa variabel Manajemen Risiko mampu memediasi pengaruh Modal Intelektual terhadap Kinerja dengan prediksi mediasi lemah.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1) Perilaku Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Manajemen Risiko. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan dan pengelolaan Perilaku Organisasi meningkatkan Manajemen Risiko LPD. Dengan semakin baik penerapan dan pengelolaan Perilaku Organisasi, seperti perilaku individu, perilaku kelompok dan sistem organisasi, maka Manajemen

Risiko LPD di Provinsi Bali akan semakin meningkat.

2) Modal Intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Manajemen Risiko. Hal ini menggambarkan bahwa Modal Intelektual yang diterapkan pada LPD berpengaruh pada Manajemen Risiko, yang memberikan makna bahwa semakin meningkatkan penerapan dari Modal Intelektual akan diikuti oleh peningkatan Manajemen Risiko LPD di Provinsi Bali.

3) Perilaku Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja.

Hal ini mengindikasikan bahwa Perilaku Organisasi yang telah diterapkan pada LPD telah berpengaruh terhadap Kinerja LPD, yang memberikan makna bahwa semakin meningkatnya penerapan Perilaku Organisasi maka akan dapat meningkatkan Kinerja LPD di Provinsi Bali.

4) Modal Intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap

Kinerja. Hal ini

menggambarkan bahwa implementasi dan pengelolaan dari Modal Intelektual berpengaruh terhadap Kinerja LPD, yang memberikan makna bahwa semakin meningkat pengelolaan dan implementasi dari Modal Intelektual akan meningkatkan Kinerja LPD di Provinsi Bali.

5) Manajemen Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap

Kinerja. Hal ini

menggambarkan bahwa Manajemen Risiko berpengaruh terhadap Kinerja LPD, yang memberikan makna bahwa semakin baik pengelolaan dan penerapan Manajemen Risiko LPD, akan meningkatkan

tingkat Kinerja LPD di Provinsi Bali.

6) Perilaku Organisasi berpengaruh positif terhadap Kinerja melalui Manajmen Risiko. Karena dampak Manajemen Risiko sebagai pemediasi Perilaku Organisasi adalah positif maka penelitian ini membuktikan bahwa Perilaku Organisasi mampu meningkatkan Kinerja LPD melalui Manajemen Risiko.

Perilaku Organisasi dapat memilih dua jalur dalam memperkuat Kinerja LPD, karena jalur mediasi adalah positif sehingga kedua jalur yang dilalui Perilaku Organisasi memiliki nilai startegis bagi peningkatan Kinerja LPD di Provinsi Bali.

7) Modal Intelektual berpengaruh poditif terhadap Kinerja melalui Manajemen Risiko. Karena dampak Manajemen Risiko sebagai pemediasi Modal Intelektual adalah positif maka penelitian ini membuktikan bahwa Modal Intelektual mampu menigkatkan Kinerja LPD melalui Manajemen Risiko. Modal Intelektua dapat memilih dua jalur dalam memperkuat Kinerja LPD, karena jalur mediasi adalah positif sehingga kedua jalur yang dilalui Modal Intelektual memiliki nilai startegis bagi peningkatan Kinerja LPD di Provinsi Bali.

DAFTAR PUSTAKA

Gozali, N., & Nasehudin, T. S. 2012.

Metode Penelitian Kuantitatif.

Bandung: CV Pustaka Setia.

Intan, B. M., 2017. Karakteristik Perilaku Organisasi Pada Baitul Maal Wattamwill (BMT) Al Fath Pamulang. Universitas

Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Lebans, M. & Euske, K. (2006). A Conceptual and Operational Delineation of Performance, Business Performance Measurement. USA: Cambridge University Press.

Peraturan Gubernur Provinsi Bali., 2017. Penilaian Manajemen.

Diakses dari ww.jdih.bali.go.id Robbins, Stephen, P., 2003. Perilaku

Organisasi. Jakarta: Index.

Sudibia, I. K., Yuliarmi, N. N., &

Sintaasih, D. K. (2016).

Pemberdayaan Masyarakat Desa Adat Dalam Mendukung Eksistensi Lembaga Perkreditan Desa di Provinsi Bali.

Universitas Udayana.

Supranto, Johannes. 1987. Riset Operasi : Untuk Pengambilan Keputusan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Utari, N. K. M. T., Sara, I. M., & Giri, N. P. R. (2019). Pengaruh Pertumbuhan Aktiva Produktif, Dana Pihak Ketiga dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di

Kecamatan Mengwi.

Warmadewa Economic

Development Journal 2(2): 84- 97.

Yusuf, A. M. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif &

Pnelitian Gabungan. Jakarta : Kencana.