• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam presentase (Riyanto,2011:36). Modal yang diperhitungkan untuk mengukur profitabilitas hanyalah modal yang bekerja di dalam perusahaan (operating capital asset) dengan demikian modal yang ditanamkan dalam perusahaan lain atau modal yang ditanamkan dalam bursa efek (kecuali perusahaan kredit) tidak diperhitungkan dalam menghitung profitabilitas, dan laba yang diperhitungkan untuk menghitung profitabilitas hanyalah laba yang berasal dari operasinya perusahaan yang disebut dengan laba usaha (net operating inccome).

Laba yang diperoleh dari usaha-usaha diluar perusaha-usahaan atau dari efek tidak diperhitungkan dalam menghitung profitabilitas. Profitabilitas atau Return On Equity (ROE) atau yang sering juga disebut dengan Return On Asset (ROA) merupakan pengukuran kemampuan perusahaan serta keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan dengan sejumlah keseluruhan aktiva yang tersedia dalam perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik keadaan perusahaan.

Profitabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dalam suatu perusahaan, maka profitabilitas sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan perusahaan dengan

seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba.

Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan, terutama laporan keuangan neraca dan laporan laba/rugi (Kasmir,2017:196). Beberpa rasio profitabilitas (Kasmir, 2017:198) :

1) Margin Laba (Profit

Profitabilitas dalam penelitian ini diproksikan dengan Return on Equity (ROE). Return on Equity (ROE) digunakan karena Return on Equity memanfaatkan modal sendiri untuk memperoleh keuntungan dan digunakan untuk menjadi tolak ukur kemampuan suatu lembaga keuangan dalam memperoleh laba. Semakin besar Return on Equity (ROE), kemungkinan lembaga keuangan dalam keadaan bermasalah semakin kecil, karena tingkat keuntungan yang didapat semakin besar (Pudja,2014).

PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh Tingkat Perputaran Kas terhadap Profitabilitas

Tingkat perputaran kas merupakan ukuran efisiensi penggunaan kas yang dilakukan oleh perusahaan.

Tingkat perputaran kas menggambarkan kecepatan arus kas kembalinya kas yang telah ditanamkan didalam modal kerja. Dalam mengukur tingkat perputaran kas yang telah tertanam dengan modal kerja adalah berasal dari aktivitas operasional perusahaan.

Menurut Kasmir (2017:140) Perputaran kas merupakan perbandingan antara penjualan bersih dengan modal kerja bersih. Suatu perusahaan ingin mencari tingkat penjualan yang lebih tinggi, perusahaan harus meningkatkan tingkat

perputaran kasnya. Semakin tinggi tingkat perputaran kasnya akan menyebabkan profitabilitas juga meningkat. Penelitian yang dilakukan oleh Friskayanti (2014), Putri (2016), menyatakan bahwa tingkat perputaran kas berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikembangkan hipotesis sebagai berikut:

H1 : Tingkat perputaran kas berpengaruh positif terhadap profitabilitas.

Pengaruh Tingkat Perputaran Kredit terhadap Profitabilitas

Perputaran kredit merupakan perputaran piutang dalam periode tertentu. Periode perputaran piutang atau terikatnya modal dalam piutang adalah tergantung pada syarat pembayaran (Friskayanti, 2014).

Perputaran piutang menunjukan periode terikatnya modal kerja dalam piutang di mana semakin cepat periode perputarannya menunjukkan semakin cepat perusahaan mendapatkan keuntungan dari penjualan kredit tersebut, sehingga profitabilitas perusahaan juga ikut meningkat (Riyanto, 2011:90). Semakin tinggi rasio perputaran piutang menunjukan bahwa modal kerja yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah dan tentunya kondisi ini bagi perusahaan semakin baik (Kasmir, 2017:176).

Penelitian yang dilakukan Hoiriya (2015), Damanik (2017), Dewi dan Suwendra (2016) menyatakan bahwa tingkat perputaran kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikembangkan hipotesis sebagai berikut:

H2 : Tingkat perputaran kredit berpengaruh postif terhadap profitabilitas.

Pengaruh Efektivitas Pengelolaan Hutang terhadap Profitabilitas

Efektivitas pengelolaan hutang diukur dengan spread management dengan menghitung dari pengurangan ROI dengan cost of debt. Hasil pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan nama Retrun On Investmen (ROI) atau Return On Total Assets merupakan rasio yang menunjukan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasi perusahaan (Kasmir, 2017:202). ROI didapat dari perbandingan laba setelah bunga dan pajak dengan total aktiva, tetapi cost of debt didapat dari pembandingan total biaya bunga dengan total hutang.

Pengurus LPD harus dapat mngelola LPD agar dapat memperoleh laba yang lebih besar dari beban bunga yang harus dikeluarkan oleh LPD untuk membayar hutang karena ROI yang diproleh akan lebih besar dari cost of debt yang dapat megakibatkan spread management menjadi bernilai positif sehingga diharapkan profitabilitas LPD juga meningkat. Penelitian yang diakukan oleh Lestari (2018) menyatakan bahwa efektivitas pengelolaan hutang berpengaruh positif terhadap rentabilitas, namun Betariatisna (2019) menyatakan bahwa efektivitas pengelolaan hutang berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikembangkan hipotesis sebagai berikut:

H3 : Efektivitas pengelolaan hutang berpengaruh positif terhadap profitabilitas.

Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap profitabilitas

Perputaran modal kerja merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode

tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam suatu periode (Kasmir, 2017:182). Menurut Munawir (2010:80) Rasio perputaran modal kerja menunjukan hubungan antara modal kerja dengan penjualan. Modal kerja selalu dalam keadaan berputar atau beroperasi dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Panjangnya waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk berputarnya satu unit modal kerja disebut periode perputaran modal kerja (working capital turnover period). Perputaran modal kerja menunjukkan keefektifan penggunaan modal kerja dalam menghasilkan penjualan yang sejalan dengan tingkat profitabilitas yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam kaitannya dengan penjualan. Dengan kata lain dapat diartikan bahwa jika perputaran modal kerja perusahaan tinggi, maka dapat dipastikan penjualan yang dihasilkan juga tinggi yang di mana akan berpotensi untuk meningkatkan laba yang diperoleh perusahaan (Headar : 2019). Penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2018), Pratiwi (2018) dan Lestari (2018) menyatakan bahwa perputaran modal kerja berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikembangkan hipotesis sebagai berikut:

H4 : Perputaran modal kerja berpengaruh positif terhadap profitabilitas.

METODE PENELITIAN

Lokasi penelitian ini dilakukan pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar, melalui Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Kota Denpasar. Objek dari penelitian ini adalah laporan keuagan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar periode 2017-2019.

Definisi Operasional Variabel Profitabilitas

Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.

Profitabilitas sering digunakan untuk mengatur efisiensi penggunaan modal dalam suatu perusahaan. Rumus yang digunakan untuk mengukur variabel ini menurut Kasmir (2017:198) adalah : Return on equity (ROE) =

πΈπ‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘–π‘›π‘” π΄π‘“π‘‘π‘’π‘Ÿ πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘‡π‘Žπ‘₯

πΈπ‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦ ...(3) Tingkat Perputaran Kas

Tingkat perputaran kas merupakan perbandingan antara jumlah penjualan dengan modal kerja bersih yang dimaksud dengan penjualan di lembaga keuangan keuangan atau LPD adalah total pendapatan, variabel ini diukur dengan rumus menurut Kasmir (2017:141) sebagai berikut :

Tingkat Perputaran Kas (TPK) =

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž

π‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΎπ‘’π‘Ÿπ‘—π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž ...(4) Tingkat Perputaran Kredit

Tingkat perputaran kredit merupakan frekuensi dan perbandingan penjualan kredit dengan rata-rata piutang variabel ini didukung dengan rumus menuerut Kasmir (2017:176) sebagai berikut :

Tingkat perputaran kredit =

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› πΎπ‘Ÿπ‘’π‘‘π‘–π‘‘

π‘ƒπ‘–π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” ...(5) Efektivitas Pengelolaan Hutang

Efektivitas pengelolaan hutang adalah kemampuan manajemen LPD dalam mengelola dana dari pihak ketiga menurut Muljono (2015) efektivitas pengelolaan hutang akan nampak pada perhitungan spread management yakni selisih antara Return on total asset dengan cost of debt. Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

Spread manajemen = Return on total Perputaran Modal Kerja

Perputaran modal kerja atau working capital turnover merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu.

Variabel ini diukur dengan rumus menurut Kamir (2017:183) sebagai berikut :

Perputaran modal kerja =

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž

π‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Ž ...(9) Penentuan Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah Lembaga Perkreditan Desa yang ada di Kota Denpasar, berdasarkan data dari LPLPD tercatat 35 LPD yang ada di Kota Denpasar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Kriteria dalam penelitian ini untuk dijadikan sampel sebagai berikut:

1) LPD Kota Denpasar yang terdaftar di Lembaga

Pemerdayaan Lembaga

Perkreditan Desa (LPLPD) Kota Denpasar periode 2017-2019.

2) LPD yang menyampaikan laporan keuangan tahunan ke Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Kota Denpasar periode 2017-2019.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

studi dokumentasi metode ini dilakukan dengan cara melihat dan mempelajari dokumen-dokumen serta mencatat data tertulis yang ada hubungannya dengan objek penelitian. Metode dokumentasi dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data yang berupa laporan keuangan LPD Kota Denpasar.

Teknik Analisis Data Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugioyono,2017:19).

Regresi Linear Berganda

Menurut Ghozali (2016:93) menyatakan bahwa analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui atau memperoleh gambaran mengenai pengaruh variabel independen pada variabel dependen dan bertujuan untuk mengestimasi atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui. Rumus persamaan model regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

EPH = Efektivitas Pengelolaan Hutang

TPK = Tingkat Perputaran Kas PMK = Perputaran Modal Kerja TPKT = Tingkat Perputaran Kredit Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah suatu pengujian yang digunakan dalam suatu penelitian yang menunjukkan bahwa model regresi tersebut layak atau tidak untuk dilakukan dalam pengujian

selanjutnya (Ghozali, 2016:101). Hasil uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.

Uji Model Fit (Uji F)

Pengujian ini bertujuan untuk melihat signifikan tidaknya pengaruh variabel bebas secara simultan (bersama) terhadap variabel terikat.

Untuk menguji kebenaran koefisien secara keseluruhan, nilai F dihitung dan dibandingkan dengan tingkat signifikansi 5% (Ghozali, 2016:96).

Jika signifikansi > 0,05 maka semua variae independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika signifikansi ≀ 0,05 maka semua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi yang dinotasikan R2, merupakan suatu

ukuran yang penting dalam regresi karena dapat menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang tersetimasi. Umumnya makin banyak variabel bebas yang dilibatkan pada suatu persamaan regresi menyebabkan R2 semakin besar dan hampir tidak pernah menurun (Ghozali, 2016:95).

Uji t

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2016:97).

Jika signifikansi ≀ 0,05 maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika signifikansi > 0,05 maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

HASIL DAN PEMBAHASAN