Technology Acceptance Model (TAM)
Technology Acceptance Model (TAM) merupakan teori tentang penggunaan sistem teknologi informasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan penerimaan individu terhadap penggunaan sistem teknologi informasi.
Teori yang sangat berpengaruh ini pertama kali diperkenalkan oleh Davis (1986) yang merupakan pengembangan dariTheory Of Reasonedaction (TRA) oleh Ajsen dan Fishbein (1980). Sampai saat ini TAM masih menjadi model yang paling banyak digunakan untuk memprediksi penerimaan teknologi informasi. Penggunaan sistem informasi untuk melakukan aktivitas masih menjadi perhatian penting bagi peneliti karena tingginya penggunaan suatu sistem informasi menandakan bermanfat dan mudahnya suatu sistem informasi.
Model TAM secara terperinci menjelaskan penerimaan-penerimaan teknologi informasi dengan dimensi-dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi kemudahan penerimaan
teknologi informasi oleh pemakai. Model TAM mengambil dua konstruk persepsi, yaitu persepsi manfaat (usefulness) dan kemudahan pengguna (ease of use ).
Dengan demikian dalam penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer sangat diperlukan sistem teknologi yang bermanfaat agar kegiatan operasional perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.
Pengaruh Pelatihan Sumber Daya Manusia Terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
Gomes (2003:197) mengatakan pelatihan merupakan suatu usaha untuk memperbaiki kinerja karyawan pada suatu perusahaan. Pelatihan sangat diperlukan karena adanya ketidakseimbangan antara keterampilan yang dimiliki individu dan keterampilan yang diperlukan untuk menempati posisi baru. Program pelatihan yang dirancang perusahaan bertujuan agar karyawannyamampu menciptakan kinerja yang lebih baik sehingga mampu memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan. Menurut Udayani (2018), Sutariyani (2018), Dewi (2020), Pertiwi (2017),Vipraprastha dkk. (2016) dan Suryadi (2016) menyebutkan bahwa pelatihan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H1: Pelatihan berpengaruh positif terhadap efektivitas penggunaan sistem
informasi akuntansi.
Pengaruh Skill Terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
Skill atau kemampuan sangat dibutuhkan, dimana kemampuan akan menunjukkan sejauh mana kualitas pribadi seseorang dalam menguasai teknik
pengelolaan sistem informasi yang efektif.
Semakin tinggi kemampuan seseorang semakin luas pemahaman yang dimiliki terkait sistem informasi, dengan kemampuan yang dimiliki tersebut, seseorang akan mempertimbangkan banyak hal dalam pengambilan keputusan sehingga diharapkan efektivitas penerapan sistem informasi semakin baik dalam suatu perusahaan. Menurut Tamiarta (2018), Paramita (2018), Juliantini (2018), Wiyandari (2018), Rusmarwanto (2016), Ernawatiningsih dan Kepramareni (2019) menyatakan skill memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.Berdasarkan penjelasan tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H2: Skill berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.
Pengaruh Kontribusi Pengguna dalam Pengembangan Terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
Kontribusi pengguna sistem informasi merupakan partisispasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi akuntansi, pengguna sistem informasi yang diikutsertakan dalam proses pengembangan merasa lebih terbiasa menggunakan sistem informasi sehingga kinerja sistem informasi akuntansi akan meningkat. Pradana (2019), Damana dkk. (2016), Lestari dkk.
(2016), Wibawa (2019), dan Agustini (2017) menyatakan kontribusi pengguna dalam pengembangan memiliki pengaruh posistif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.Berdasarkan penelitian diatas maka hipotesisnya sebagai berikut:
H3: Kontribusi pengguna dalam pengembangan sistem berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.
Pengaruh Pengalaman Terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Pengalaman seorang karyawan biasanya dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
Semakin tinggi pengalaman yang dimiliki seseorang maka pemahaman yang dimiliki terkait sistem informasi akan semakin luas, dengan pengalaman tersebut seseorang akan mempertimbangkan banyak hal dalam mengambil keputusan sehingga diharapkan memberikan manfaat pada pengaplikasian atau pengimplementasian sistem informasi akuntansi dalam hal ini diharapkan efektivitas SIA dalam suatu entitas itu semakinbaik. Tamiarta (2018), Nopiyani (2016), Juliantini (2019), Triskayanti (2017), Paramita (2018), Juliantini (2018), Wiyandari (2018), dan Agustin (2018) menyatakan pengalaman memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.
H4: Pengalaman berpengaruh positif terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada dua puluh lima Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan Banjarangkan.
Obyek dalam penelitian ini adalah karyawan yang menggunakan sistem informasi akuntansi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kecamatan Banjarangkan.
Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel yang digunakan terdiri dari pelatihan sumber daya manusia, skill, kontribusi pengguna dalam pengembangan, dan pengalaman.
Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu efektivitas sistem
informasi akuntansi dengan penjelasan sebagai berikut:
Efektivitas Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi
Efektivitas penggunaan sistem informasi akuntansi adalah suatu kondisi yang menyatakan apakah pengguna sistem berhasil atau tidaknya dalam mengimplementasikan sistem yang ada pada perusahaan tertentu atau dapat dikatakan dengan suatu sistem dapat memberikan nilai tambah kepada perusahaan.
Pelatihan Sumber Daya Manusia Pelatihan diartikan sebagai sebuah proses yang mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap, agar karyawan makin terampil dan mampu melakukan tanggung jawab dengan semakin baik serta sesuai dengan standar.
Intensitas pelatihan yang diadakan pada suatu perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawan baik dari segi pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik lagi.
Skill
Skill seorang karyawan dapat diukur dari kemampuan mereka didalam menghadapi tantangan pekerjaan, kemampuan kemampuan bekerja dibawah tekanan, kemampuan dalam pemimpin, percaya diri dan kemampuan dalam berkomunikasi.
Kontribusi pengguna dalam pengembangan
Kontribusi pengguna merupakan keterlibatan pemakai sistem informasi dalam pengembangan sistem. Apabila pemakai diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dan usulan dalam pengembangan sistem informasi maka pemakai secara psikologis akan merasa bahwa sistem informasi tersebut
merupakan tanggung jawabnya, sehingga diharapkan kinerja sistem informasi tersebut akan meningkat.
Pengalaman kerja
Pengalaman akan menentukan keterampilan dalam melaksanakan suatu tugas tertentu dan pengalaman kerja dapat berdampak positif atau negatif terhadap kemampuan kerja seseorang. Dengan kata lain proses pembelajaran yang dialami karyawan yang mengakibatkan perubahan yang relatif tepat pada pemahaman dan keterampilan yang dimiliki karyawan.
Penentuan Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 107 pegawai yang bekerja pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kecamatan Banjarangkan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan purposive sampling. Responden berjumlah 75 orang yaitu karyawan yang menggunakan sistem informasi akuntansi.
Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menggunakan dua cara yaitu: pertama data yang diperoleh dalam teknik wawancara dalam penelitian ini adalah data mengenai jumlah karyawan yang menggunakan sistem informasi akuntansi yang terdapat di Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Banjarangkan. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, yaitu memberikan kuesioner kepada karyawan yang bekerja menggunakan sistem informasi akuntansi di LPD Kecamatan Banjarangkan.
Teknik Analisis Data
Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen, rumus untuk analisis ini adalah
Pengujian hipotesis menggunakan uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh atau variabel penjelasan atau independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2016:97). Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai signifikan t dengan tingkat signifikan yang diambil yaitu 0,05 dengan kriteria Jika nilai sig > 0,05 maka hipotesis ditolak Dan jika nilai sig ≤ 0,05 maka hipotesis diterima.