• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Regresi Logistik

Dalam dokumen Aji Mutthahari Morfi Nasution (Halaman 56-0)

BAB III : METODE PENELITIAN

3.9 Teknik Analisis

3.9.6 Model Regresi Logistik

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresilogistik (logistic regression), yaitu dengan melihat pengaruh opiniaudit, pergantian manajemen, reputasi auditor, kesulitan keuangan, dan tingkat pertumbuhan klien terhadap variabel dependen, yaitu pergantian KAP

pada perusahaan manufaktur. Adapun model regresi logistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

PKAP = a + b1OA + b2PM + b3RA + + b4 FD + +b5 LnTA + e.

Keterangan:

PKAP : Pergantian KAP a : Konstanta

b1-b7 : Koefisien regresi OA : Opini Audit

PM : Pergantian Manajemen RA : Reputasi Auditor FD : Financial Distress

Ln TA : Logaritma natural dari total aset klien.

e : Residual error 3.10 Hipotesis Statistik

Pengujian Hipotesis Penelitian dengan estimasi parameter menggunakanMaximum Likehood Estimation (MLE).

Ho = b1 = b2 = b3 =….= bi = 0 Ho ¹ b1 ¹ b2 ¹ b3¹….¹ bi ¹ 0

Hipotesis nol menyatakan bahwa variabel independen (x) tidakmempunyai pengaruh terhadap variabel respon yang diperhatikan (dalampopulasi).

Pengujian terhadap hipotesis dengan menggunakan a = 5%. Kaidah pengambilan keputusan adalah:

1. Jika nilai probabilitas (sig.) < a = 5% maka hipotesis alternatifdidukung.

2. Jika nilai probabilitas (sig.) > a = 5% maka hipotesis alternatif tidakdidukung.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi

Objek Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufakturyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2010-2015. Perusahaan-perusahaan tersebut telah terdaftar di BEI sebelum 1 Januari 2010 dan selama periodetersebut tidak keluar dari Bursa Efek Indonesia atau mengalami delisting. Industrimanufaktur dipilih karena merupakan industri yang memiliki jumlah perusahaan yang paling banyak terdaftar di BEI dibandingkan jenis industri lain. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari opini audit, pergantian manajemen, reputasi auditor, financial distress, dan ukuran perusahaan klien terhadap pergantian KAP dalam industri manufaktur.

Alasan peneliti menggunakan data dari laporan keuangan dan laporan tahunan mulai dari tahun 2015 adalah karena pada rentang waktu 2010-2015, meskipun terjadi krisis ekonomi dunia, Indonesia tidak terkena dampak langsung dari krisis tersebut. Sehingga perekonomian Indonesia dapat dibilang cukup stabil dan tidak terjadi perubahan yang ekstrem dalam perekonomian Indonesia, khususnya di bidang industri manufaktur.Selain itu, pemilihan rentang waktu 2010-2015 juga menyediakan data keuangan perusahaanyang berkaitan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 20 tahun 2015 tentang Praktik Akuntan Publik (PP 20/2015),

jika berdasarkan PMK 17/2008 sebuah KAP dibatasi hanya boleh melakukan audit laporan keuangan historis perusahaan dalam 6 tahun berturut-turut dan Akuntan Publik dalam 3 tahun berturut-turut, maka berdasarkan PP 20/2015 ini tidak ada pembatasan lagi untuk KAP. Meskipun rentang waktu yang digunakan mulai dari tahun 2010, namun data keuangan yang digunakan seluruhnya dalam penelitian ini mulai dari tahun 2011 hingga 2015.Penggunaan data keuangan tahun 2010 hanya sebagai pendukung di mana pada beberapa variabel dibutuhkan data yang berasal dari tahun t-1, seperti variabel kesulitan keuangan.

Tabel 4.1

Prosedur Pemilihan Sampel

No. Keterangan Tahun 2011-2015

1. Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2015

150 2. Perusahaan Manufaktur yang tidak

menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit dan tidak memiliki data lengkap penelitian secara berturut-turut untuk periode tahun 2011-2015

(109)

3. Jumlah Perusahaan yang menjadi sampel 41

4. Jumlah Observasi 41 x 5 tahun 205

Sumber: Hasil data olahan

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode purposive sampling, maka perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi persyaratan sebanyak 41 perusahaan.Periode penelitian yang digunakan adalah lima tahun yaitu tahun 2011-2015 sehingga terdapat 205 data yang diteliti.

4.2 Deskripsi Sampel Penelitian

Dalam penelitian ini sampel dipilih dengan metode purposive sampling dengan menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Sampel dipilih dari perusahaan yang menyajikan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, seperti opini audit atas laporan keuangan, nilai penjualan bersih yang dilakukan perusahaan, total aset yang dimiliki perusahaan, dan nama KAP yang mengaudit laporan keuangan perusahaan. Ringkasan sampel penelitian disajikakan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.2

SubSektor Industri Sampel Penelitian

No. Sektor Industri Jumlah Persentase

1. Adhesive 1 2,4%

Jumlah Perusahaan 41 100%

Jumlah Tahun Penelitian 5 Jumlah Seluruh Sampel 205 Sumber: Hasil data olahan

4.3 Analisis dan Pembahasan

Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi logistik (logistic regression).Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai pengaruh variabel independen (opini audit, pergantian manajemen, reputasi auditor, financial distress, dan ukuran perusahaan klien) terhadap variabel dependen yaitu pergantian KAP.

4.3.1 Uji Statistik Deskriptif

Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif, diperoleh data yang merupakan hasil perkalian dari jumlah sampel perusahaan yang berjumlah 41 perusahaan dengan jumlah periode tahun penelitian yang berjumlah 5 tahun, sehingga menghasilkan data penelitian sebesar 205 data penelitian.

Tabel 4.3

Hasil Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance

OA 205 .00 1.00 .3854 .48787 .238

PM 205 .00 1.00 .1073 .31027 .096

RA 205 .00 1.00 .2683 .44416 .197

FD 205 .00 1.00 .3463 .47697 .227

LnTA 205 20,82 31,52 27,6584 1,50900 2.277

PKAP 205 .00 1.00 .1854 .38955 .152

Valid N

(listwise) 205

Sumber: Hasil Output SPSS

Tabel 4.3 menunjukkan statistik deskriptif masing-masing variabel penelitian. Berdasarkan Tabel 4.3, hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap opini audit (OA) menunjukkan nilai minimum

sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,38 dan standar deviasi 0,487. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap pergantian manajemen (PM) menunjukkannilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,10 dan standar deviasi 0,310.

Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap reputasi auditor (RA) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,26 dan standar deviasi 0,444. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap financial distress (FD) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,34 dan standar deviasi 0,476.

Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap ukuran perusahaan klien (LnTA) menunjukkan nilai minimum sebesar 20,82, nilai maksimum sebesar 31,52 dengan rata-rata sebesar 27,658 dan standar deviasi 1,509. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap pergantian KAP (PKAP) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,18 dan standar deviasi 0,389.

4.3.2 Uji Hipotesis Penelitian

Karena menggunakan variabel dependen yang bersifat dummy (melakukan pergantian KAP atau tidak melakukan pergantian KAP), maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik.

Tahapan dalam pengujian dengan menggunakan uji regresi logistik dapat dijelaskan dengan sebagai berikut:

a. Uji Kesesuaian Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 Log Likelihood (-2LL) pada awal (Block Number=0) dengan nilai -2 Log Likelihood (-2LL) pada akhir (Block Number=1). Nilai -2LL awal adalah sebesar 179,904. Setelah dimasukkan keempat variabel independen, maka nilai -2LL akhir mengalami penurunan menjadi 171,742. Penurunan Likelihood (-2LL) ini menunjukkan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data.

Tabel 4.4

b. Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R. Square)

Besarnya nilai koefisien determinasi pada model regresi logistik ditunjukkan oleh nilai Nagelkerke R Square. Nilai Nagelkerke RSquare adalah sebesar 0,185 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat

dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar 18,5%, sedangkan sisanya sebesar 89,5% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian, seperti biaya audit, opini going concern, pergantian komite audit, dan lain-lain (Wijayani dan Januarti, 2011:16).

Tabel 4.5

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Step

-2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 171.742a .114 .185

Sumber: Hasil Output SPSS

c. Uji Kelayakan Model Regresi

Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test. Pengujian menunjukkan nilai Chisquare sebesar 10,665 dengan signifikansi (p) sebesar 0,221. Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka model dapat disimpulkan mampu memprediksi nilai observasinya.

Tabel 4.6

Hasil Uji Kelayakan Model Regresi

Step Chi-square df Sig.

1 10.665 8 .221

Sumber: Hasil Output SPSS

d. Uji Multikolonieritas

Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejala korelasi yang kuat di antara variabel bebasnya. Pengujian ini menggunakan matriks korelasi antar variabel bebas untuk melihat besarnya korelasi antar variabel independen.

Hasil tabel menunjukkan tidak ada nilai koefisien korelasi antar variabel yang nilainya lebih besar dari 0,8, maka tidak ada gejala multikolinieritas yang serius antar variabel bebas (Damayanti dan Sudarma, 2008:17).

Tabel 4.7

Hasil Uji Multikolinieritas

Constant OA PM RA FD LnTA Step 1 Constant 1.000 .113 .050 .325 .172 -.997 OA .113 1.000 -.025 .201 .006 -.169 PM .050 -.025 1.000 -.180 -.081 -.058 RA .325 .201 -.180 1.000 .100 -.347 FD .172 .006 -.081 .100 1.000 -.200 LnTA -.997 -.169 -.058 -.347 -.200 1.000 Sumber: Hasil Output SPSS

e. Matriks Klasifikasi

Matriks klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan pergantian KAP yang dilakukan oleh perusahaan.

Kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan perusahaan melakukan pergantian KAP adalah sebesar 2,6%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model regresi yang digunakan, terdapat sebanyak 1 sampel (2,6%) yang diprediksi akan melakukan pergantian KAP dari total 38 sampel yang melakukan pergantian KAP.

Kekuatan prediksi model sampel yang tidak melakukan pergantian KAP adalah sebesar 100%, yang berarti bahwa dengan model regresi yang digunakan ada sebanyak 167 sampel (100%) yang diprediksi tidak melakukan pergantian KAP dari total 167 sampel yang tidak melakukan pergantian KAP.

Tabel 4.8

Hasil Matriks Klasifikasi

Observed

Predicted

PKAP Percentage

Correct No Changes Changes

Step 1 PKAP No Changes 167 0 100.0

Changes 37 1 2.6

Overall Percentage 82.0

Sumber: Hasil Output SPSS

f. Uji Regresi Logistik

Tabel 4.9

Hasil Uji Regresi Logistik

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 1 OA 1.292 .401 10.407 1 .001 3.641

PM .266 .627 .179 1 .672 1.304

RA -.982 .700 1.968 1 .161 .374

FD -.294 .424 .481 1 .488 .745

LnTA -.270 .156 2.992 1 .084 .763

Constant 5.529 4.168 1.760 1 .185 251.995 Sumber: Hasil Output SPSS

Berdasarkan model regresi yang terbentuk pada tabel di atas, mendapatkan hasil pengujian terhadap koefisien regresi menghasilkan model berikut ini:

PKAP = 5,529 + 1,292OA +0,266PM – 0,982RA – 0,294FD – 0,270LnTA

Berdasarkan hasil uji regresi logistik di atas, maka terdapat beberapa bagian interpretasi hasil yang disajikan.

1. Pengaruh opini audit terhadap pergantian KAP

Variabel opini menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 1,292 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka hipotesis ke-1 berhasil didukung. Penelitian ini membuktikan bahwa opini audit berpengaruh

terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Calderon dan Ofobike (2008).

Opini audit merupakan cerminan dari laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan menginginkan opini audit wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangannya. Ketika perusahaan mendapatkan opini selain opini wajar tanpa pengecualian, hal tersebutdapat mempengaruhi manajemen dalam pengambilan keputusan sehingga nantinya akan berdampak pada kepercayaan investor dalam menanamkan sahamnya di perusahaan tersebut..

Perusahaan dapat memiliki citra yang baik dimata investor ketika mereka mendapatkan hasil audit laporan keuangan berupa opini wajar tanpa pengecualian, maka dalam hal ini ada kemungkinan perusahaan akan mengganti KAP yang mengaudit laporan keuangannya jika perusahaan tidak mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian. Namun pada dasarnya alasan ini bukan merupakan kepastian bagi perusahaandalam melakukan pergantian KAP karena tidak semua perusahaan mengutamakan opini atas laporan keuangan yang diaudit adalah hal terbesar dalam mendapatkan kepercayaan dari investor.

2. Pengaruh pergantian manajemen terhadap pergantian KAP

Variabel pergantian manajemen menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,266 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,672, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis

ke-2 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008) dan Chadegani et. al., (2011).Namun tidak mendukung hasil penelitian Wijayani dan Juniarti (2011).

Pergantian manajemen mungkin dilakukan perusahaan karena hasil evaluasi atas kinerja manajemen yang buruk atau ada pergantian kepemilikan perusahaan.Namun, ketika terjadi pergantian manajemen, hal ini tidak selalu diikuti dengan pergantian KAP yang digunakan oleh manajemen sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan dan pelaporan akuntansi KAP lama tetap dapat diselaraskan dengan kebijakan manajemen baru dengan cara melakukan negosiasi ulang antara kedua pihak. Adanya fenomena seperti ini erat kaitannya dengan keadaan perusahaan publik di Indonesia yang mayoritas dikuasai dan dijalankan bersama oleh orang-orang dalam satu keluarga (Damayanti dan Sudarma, 2008:19) .

Selain itu, manajemen yang baru merasa tidak perlu untuk mengganti KAP yang lama jika KAP yang ditunjuk oleh manajemen lama dianggap memiliki kinerja yang baik dan memuaskan manajemen yang baru. Sehingga walaupun terjadi pergantian manajemen maka dalam tidak akan terjadi pergantian KAP jika manajemen lama dan manjemen baru memiliki pandangan yang sama.

3. Pengaruh Reputasi Auditor terhadap pergantian KAP

Variabel reputasi auditor menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,982 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,161, lebih besar dari α = 0,05.

Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-3 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa reputasi auditor berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Sinarwati (2010).

KAP big four termasuk KAP yang memiliki reputasi baik di dunia internasional. Mereka memiliki reputasi yang baik karena jaringannya tersebar luas di seluruh dunia, serta memiliki auditor yang kompeten dan berpengalaman banyak. Oleh karena hal itu, investor akan lebih cenderung pada data akuntansi yang dihasilkan oleh auditor yang bereputasi (Praptitorini dan Januarti, 2007:7). Meskipun demikian, tidak berarti KAP selain big-4 bukan KAP yang bagus.

Perusahaan tidak akan mengganti KAP yang digunakannya jika telah memiliki reputasi yang baik (Sinarwati, 2010:15). Hal ini dilakukan agar investor tetap menganggap laporan keuangan perusahaan, yang telah diaudit oleh auditor bereputasi, baik dan telah bebas dari salah saji material. Oleh karena itu bukanlah hal utama bagi perusahaan jika laporan keuangan mereka diaudit oleh auditor yang termasuk dalam KAP Big Four.

4. Pengaruh financial distress terhadap pergantian KAP

Variabel financial distress menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,294 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,488, lebih besar dari α = 0,05.

Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-4 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa financial distress berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008), Wijayanti (2010), Chadegani et. al., (2011), dan Wijayani dan Juniarti (2011).

Kondisi keuangan perusahaan merupakan gambaran atas kinerja dari perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan klien mungkin memiliki nilai penting terhadap pengambilan keputusan dalam mempertahankan auditor.

Saat perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau financial distress, akan ada kemungkinan perusahaan mengganti KAP yang lama dan menggantinya dengan KAP yang berbiaya lebih rendah untuk menekan biaya audit. Atau sebaliknya jika perusahaan pada awalnya mengalami financial distress dan pada tahun-tahun berikutnya perusahaan terhindar dari keadaan tersebut, juga akan ada kemungkinan bahwa perusahaan akan mengganti KAP yang lebih memiliki reputasi yang baik.

Namun berdasarkan hasil penelitian ini, ketika perusahaan mengalami financial distress, perusahaan tidak akan mengganti KAP karena untuk menunjukkan bahwa semua hal yang terjadi di dalam perusahaan berjalan dengan baik. Perusahaan juga tidak mengganti KAP untuk menghindari

anggapan negatif dari pihak eksternal ketika mengganti KAP karena kesulitan keuangan yang dialami perusahaan (Wijayani dan Januarti, 2011:18).

5. Pengaruh ukuran perusahaan klien terhadap pergantian KAP

Variabel ukuran perusahaan klien menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,270 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,084, lebih kecil dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka hipotesis ke-5 berhasil didukung. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa ukuran perusahaan klien berpengaruh terhadap pergantian KAP.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, ukuran perusahaan klien mempengaruhi perusahaan untuk melakukan pergantian KAP. Perusahaan yang memiliki total aset besar tetap menggunakan jasa KAP Big Four untuk mengaudit laporan keuangannya. Sedangkan perusahaan yang memiliki total aset kecil cenderung memilih KAP non Big Four tetapi saat perusahaan semakin maju maka perusahaan cenderung akan melakukan pergantian KAP yang termasuk Big Four untuk meningkatkan citra perusahaan yang semakin baik. KAP kecil akan kesulitan dalam mengaudit kliennya jika ukuran perusahaan klien terlalu besar, sedangkan KAP besar akan kehilangan reputasinya jika menerima klien dengan ukuran perusahaan yang kecil.

Ringkasan hasil penelitian disajikan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.10

Ringkasan Hasil Penelitian

Variabel Independen Variabel Dependen Pergantian KAP

Opini Audit Berpengaruh

Pergantian Manajemen Tidak Berpengaruh Reputasi Auditor Tidak Berpengaruh Financial Distress Tidak Berpengaruh Ukuran Perusahaan Tidak Berpengaruh

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh opini audit, pergantian manajemen, reputasi auditor, financial distress, dan ukuran perusahaan klien terhadap pergantian KAP. Data sampel perusahaan sebanyak 205 pengamatan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) selama periode 2011-2015.

Hasil pengujian dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat diringkas sebagai berikut:

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini audit berpengaruh terhadap pergantian KAP selama lima tahun pengamatan 2011-2015). Perusahaan akan mengganti KAP yang mereka pilih sebelumnya jika perusahaanmendapat opini selain opini wajar tanpa pengecualian. Bagi sebagian perusahaan berpikir akan jauh lebih baik jika laporan keuangan merka mendapat opini wajar tanpa pengecualian sehingga investor tidak ragu dengan citra perusahaan tersebut.

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian manajemen tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP selama lima tahun pengamatan (2011-2015). Meskipun terjadi pergantian manajemen, perusahaan tidak akan mengganti KAP yang ditugaskannya karena manajemen yang baru

dapat menyelaraskan kebijakan akuntansi perusahaannya dengan KAP tersebut.

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP selama lima tahun pengamatan (2011-2015).

Perusahaan tidak mengganti KAP meskipun KAP tersebut bukan merupakan KAP yang bereputasi seperti KAP big four. Perusahaan berpendapat bahwa semua KAP akan tetap bersikap profesional dan menjaga independensinya meskipun KAP tersebut bukan merupakan KAP yang bereputasi.

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP selama lima tahun pengamatan (2011-2015).Namun tidak mendukung hasil penelitian dari Nasser et. al. (2006).

Kesulitan keuangan yang dialami perusahaan tidak akan membuat perusahaan tersebut mengganti KAP. Hal ini dilakukan oleh perusahaan untuk menunjukkan bahwa semua hal yang terjadi dalam perusahaan berjalan dengan baik.

5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan klien tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP selama lima tahun pengamatan (2011-2015). Ukuran perusahaan klien mempengaruhi perusahaan untuk mengganti KAP. Hal ini disebabkan karena telah adanya kesesuaian antara ukuran perusahaan dengan KAP yang telah dipilih oleh perusahaan untuk mengaudit laporan keuangannya.

5.2 Saran

Penelitian mengenai pergantian KAP selanjutnya diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih baik dan berkualitas, dengan mempertimbangkan saran berikut ini:

1. Penelitian selanjutnya mungkin dapat mempertimbangkan untuk menggunakan sektor industri yang lain sebagai populasi penelitian atau menambah sampel penelitian.

2. Variabel financial distress yang digunakan pada penelitian selanjutnya hendaknya diukur dengan lebih akurat, tidak dengan melihat rugibersih yang dialami perusahaan selama dua tahun berturut-turut. Peneliti berikutnya mungkin dapat menggunakan Altman Z-Score.

3. Peneliti selanjutnya diharapkan menambah variabel independen penelitian agar mampu menjelaskan masalah pergantian KAP dengan lebih baik lagi. Variabel independen yang dapat digunakan seperti biaya audit, pergantian komite audit, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Abbott Lawrence J, Young Park, Susan Parker. 2000. “The Effects of Audit Committee Activity and Independence on Corporate Fraud”

ManagerialFinance: Vol. 26, Iss. 11; pg. 55-68.

Ahmad, Rodoni dan Herni, Ali. Manajemen Keuangan. Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta, 2010.

Arens, Alvin A. Elder. Beasley. “Auditing”, Erlangga, Jakarta, 2006.

Bastian, Indra. Sistem Akuntansi Sektor Publik. Salemba Empat, Jakarta 2007.

Boynton, William C. Johnson., Raymond N. and Kell, Walter G. “Modern Auditing”, edisi ketujuh, jilid 2, Erlangga, Jakarta. 2001.

Carcello, J.V. dan Neal, T.L. “Audit Committee Characteristis and auditor Dismissals Following “New” Going-Concern Reports”, The AccountingReview, Vol. 78, No. 1, pp. 95-117, 2003.

Chadegani, AA., Zakiah MM., Azam Jari. “The Determinant Factors of Auditor switch among Companies Listed on Tehran Stock Exchange”, International Conference on Sociality and Economics Development IPEDR vol.10, 2011.

Damayanti, S. dan M. Sudarma. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perusahaan Berpindah Kantor Akuntan Publik”, Simposium Nasional Akuntansi XI, Pontianak, 2008.

Elloumi, F. and Gueyie´, J.P. „„Financial distress and corporate governance: an empirical analysis’‟, Vol. 1 No. 1, pp. 15-23 Corporate Governance:

TheInternational Journal of Business in Society, 2001.

Fachrudin, Khaira Amalia. Kesulitan Keuangan Perusahaan dan Personal. Usu Press, Medan, 2008.

Febrianto, R. “Isu Metodologis Riset Pergantian (Wajib) Kantor Akuntan Publik dan Auditor dan Kualitas Audit”. Sleman, 2009. Diakses dari http://iddriset.blogspot.com/2009/05/isi-metodologis-riset-pergantian-wajib.html

Garson, David G. Hierarchical Linear Modeling, North Carolina State University:

SAGE Publications, Inc. 2012.

Ghozali, Imam, “Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 19”, Edisi 5 Cetakan V, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2011.

Hudaib, M, dan T.E Cooke. “The Impact of Managing Director Changes and Financial Distress on Audit Qualification and Auditor Switching”, Journalof Business Finance & Accounting, Vol.32, No.9-10, Pp.1703-39, 2005.

Hutabarat, Goodman. “Pengaruh Pengalaman Time Budget Pressure dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit”, Jurnal Ilmiah ESAI Volume 6, Nomor 1,2012

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. “Metodologi Penelitian Bisnis”, BPFEYogyakarta, Yogyakarta, 2002.

Jensen, Michael C. dan Meckling W.H. “Theory of The Firm: Managerial Behaviour, Agency Cost and ownership Structure”, Journal of financialEconomics, Vol. 3, h. 305-360, 1976.

Kadir, M.N. 1994. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perusahaan Berpindah KAP. Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Kawijaya, N. dan Juniarti. “Faktor-faktor yang Mendorong Perpindahan Auditor (Auditor Switch) pada Perusahaan-perusahaan di Surabaya dan Sidoarjo”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 4, No. 2, November2002:93-105, 2002.

Maharani, Bunga dan Bambang Purnomosidhi. “Pergantian Auditor: Pengujian Teori yang Menghubungkan Biaya Agensi dengan Diferensiasi Kualitas Auditor”, Tesis Universitas Brawijaya, Malang, 2010.

Mardiyah, A.A. “Pengaruh Faktor Klien dan Faktor Auditor Terhadap Auditor Changes: Sebuah Pendekatan dengan Model Kontijensi RPA (Recursive Model Algorithm)”, Media Riset Akuntansi, Auditing, dan Informasi,Vol.3, No.2, pp.133-154, 2002.

Meisya, Anisa. “Pengaruh Diferensiasi Kualitas Audit, Kesulitan Keuangan Perusahaan dan Opini Audit Terhadap Pergantian Kantor Akuntan Publik”, Skripsi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2013.

Menteri Keuangan. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 Pasal 3 tentang “Jasa Akuntan Publik”, Jakarta, 2008.

Menteri Keuangan. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 Pasal 3 tentang “Jasa Akuntan Publik”, Jakarta, 2008.

Dalam dokumen Aji Mutthahari Morfi Nasution (Halaman 56-0)

Dokumen terkait