BAB III : METODE PENELITIAN
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Variabel dan skala pengukuran diringkas sebagai berikut:
Tabel 3.1
Ringkasan Variabel, Dimensi, Indikator, dan Skala Pengukuran
Variabel Jenis Indikator Skala
Pengukuran Opini
Audit (X1)
Independen Variabel dummy, diberikan nilai 1 jika mendapatkan
Independen Variabel dummy, diberikan nilai 1 jika perusahaan melakukan pergantian manajemen, nilai 0 jika
Skala Nominal
tidak melakukan pergantian manajemen
Reputasi Auditor (X3)
Independen Variabel dummy, jika perusahaan diaudit oleh
Independen Variabel dummy, diberikan nilai 1 jika perusahaan
Dependen Variabel dummy, diberikan nilai 1 jika perusahaan melakukan pergantian KAP, nilai 0 jika tidak melakukan pergantian KAP
Skala Nominal
Sumber: Diolah Penulis dari Berbagai Sumber 3.6 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinyaakan diduga. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah semuaperusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011 sampai 2015.
Sampel adalah sebagian dari elemen populasi yang diteliti. Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh sampel yang benar-benar dapat mewakili populasi sebenarnya,dengan kata lain sampel harus representative. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan (Indriantoro dan Supomo, 2002:131). Adapun kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan yang termasuk dalam kelompok industri manufaktur yangterdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan berturut-turutdari tahun 2011-2015.
2. Perusahaan yang menyajikan informasi keuangan lengkap berupainformasi nama CEO, opini audit yang diberikan auditor, total aset, totalhutang, total ekuitas, ROA (Return on Assets), dan nama KAP.
3. Perusahaan yang menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uangpelaporan.
4. Perusahaan yang melakukan kegiatan operasional penjualan selamaperiode 2011-2015.
5. Perusahaan yang mengganti KAP selama periode 2011-2015.
3.7 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Sumber data
dalam penelitian ini diperoleh melalui website Bursa Efek Indonesia dan studi pustaka.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Seluruh data bersumber dari laporan keuangan auditan perusahaandalam industri manufaktur tahun 2011 sampai dengan 2015 yang telahdipublikasikan secara lengkap di BEI. Alasan menggunakan data sekunder dengan pertimbangan data ini dapat diperoleh lebih mudah. Data diperoleh dalam bentuk data yang telah dikumpulkan, diolah dan dipublikasikan oleh pihak lain yaitu Bursa Efek Indonesia berupa data melalui internet (www.idx.co.id) dalam hal ini data keuangan dari tahun 2011-2015, Indonesia Capital MarketDirectory (ICMD), annual report perusahaan dan media internet.
3.9 Teknik Analisis
Penyelesaian penelitian ini dengan menggunakan teknik analisiskuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara menganalisis suatupermasalahan yang diwujudkan dengan kuantitatif. Dalam penelitian ini, analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengkuantifikasi data-data penelitian sehingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan dalam analisis.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik. Model ini dipilih dengan alasan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat non metrik pada variabel dependen, sedangkan variabel independen merupakan campuran antara variabel kontinyu (data metrik) dan katagorial (data non metrik). Campuran skala pada variabel bebas tersebut
menyebabkan asumsi multivariate normal distribution tidak dapat terpenuhi.
Dengan demikian bentuk fungsinya menjadi logistik dan tidak membutuhkanasumsi normalitas data pada variabel independennya (Garson, 2012:10).
3.9.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan deskripsi suatu datayangdilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi (standard deviation), dan maksimum-minimum (Ghozali, 2011:19). Mean digunakan untuk memperkirakan besar rata-rata populasi yang diperkirakan dari sampel.
Standar deviasi digunakan untuk menilai dispersi rata-rata dari sampel.
Maksimum-minimum digunakan untuk melihat nilai minimum dan maksimum dari populasi. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan dari sampel yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sampel penelitian.
3.9.2 Uji Penilaian Keseluruhan Model (Overall Model Fit)
Langkah pertama adalah menilai overall fit model terhadap data.Beberaa test statistics diberikan untuk menilai hal ini. Hipotesis untukmenilai model fit adalah:
H0 : Model yang dihipotesiskan fit dengan data HA : Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data
Dari hipotesis ini jelas bahwa kita tidak akan menolak hipotesis nolagar model fit dengan data. Statistik yang digunakan berdasarkan padafungsi likelihood. Likelihood L dari model adalah probabilitas bahwa model yang
dihipotesiskan menggambarkan data input. Untuk menguji hipotesis nol dan alternatif, L ditranformasikan menjadi -2LogL. Penurunan likelihood (-2LogL) menunjukkan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskam fit dengan data.
3.9.3 Koefisien Determinasi (Cox dan Snell’s R Square dan Nagelkerke R Square)
Cox dan Snell’s R Square merupakan ukuran yang mencobameniru ukuran R Square pada multiple regression yang didasarkanpada teknik estimasi likelihood dengan nilai maksimum kurang dari 1 sehingga sulit diinterpretasikan. Untuk dapat mendapatkan koefisien determinasi yang dapat diinterpretasikan seperti nilai R2 pada multipleregression, maka digunakan Nagelkerke R Square.Nagelkereke’s R Square merupakan modifikasi dari koefisien Cox andSnell R Square untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 sampai 1. Hal ini dilakukan dengan cara membagi nilai Cox and SnellR Square dengan nilai maksimumnya (Garson, 2012:92). Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel variabel independen dalam menejelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
3.9.4 Uji Kelayakan Model Regresi
Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer andLemeshow’s Goodness of Fit Test. Hosmer and Lemeshow’s Goodnessof Fit Test menguji hipotesis nol bahwa data empiris cocok atau sesuaidengan
model, dengan kata lain tidak ada perbedaan antara modeldengan data sehingga model dapat dikatakan fit (Garson, 2012:32).
Jika nilai Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test sama denganatau kurang dari 0,05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti adaperbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya sehingga Goodness fit model tidak baik karena model tidak dapat memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistik Hosmer and Lemeshow Goodnessof Fit Test lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya.
3.9.5 Uji Multikolonieritas
Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejalakorelasi yang kuat di antara variabel bebasnya. Pengujian inimenggunakan matrik korelasi antar variabel bebas untuk melihat besarnya korelasi antar variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen sama dengan nol.
3.9.6 Model Regresi Logistik
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresilogistik (logistic regression), yaitu dengan melihat pengaruh opiniaudit, pergantian manajemen, reputasi auditor, kesulitan keuangan, dan tingkat pertumbuhan klien terhadap variabel dependen, yaitu pergantian KAP
pada perusahaan manufaktur. Adapun model regresi logistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
PKAP = a + b1OA + b2PM + b3RA + + b4 FD + +b5 LnTA + e.
Keterangan:
PKAP : Pergantian KAP a : Konstanta
b1-b7 : Koefisien regresi OA : Opini Audit
PM : Pergantian Manajemen RA : Reputasi Auditor FD : Financial Distress
Ln TA : Logaritma natural dari total aset klien.
e : Residual error 3.10 Hipotesis Statistik
Pengujian Hipotesis Penelitian dengan estimasi parameter menggunakanMaximum Likehood Estimation (MLE).
Ho = b1 = b2 = b3 =….= bi = 0 Ho ¹ b1 ¹ b2 ¹ b3¹….¹ bi ¹ 0
Hipotesis nol menyatakan bahwa variabel independen (x) tidakmempunyai pengaruh terhadap variabel respon yang diperhatikan (dalampopulasi).
Pengujian terhadap hipotesis dengan menggunakan a = 5%. Kaidah pengambilan keputusan adalah:
1. Jika nilai probabilitas (sig.) < a = 5% maka hipotesis alternatifdidukung.
2. Jika nilai probabilitas (sig.) > a = 5% maka hipotesis alternatif tidakdidukung.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi
Objek Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufakturyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2010-2015. Perusahaan-perusahaan tersebut telah terdaftar di BEI sebelum 1 Januari 2010 dan selama periodetersebut tidak keluar dari Bursa Efek Indonesia atau mengalami delisting. Industrimanufaktur dipilih karena merupakan industri yang memiliki jumlah perusahaan yang paling banyak terdaftar di BEI dibandingkan jenis industri lain. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari opini audit, pergantian manajemen, reputasi auditor, financial distress, dan ukuran perusahaan klien terhadap pergantian KAP dalam industri manufaktur.
Alasan peneliti menggunakan data dari laporan keuangan dan laporan tahunan mulai dari tahun 2015 adalah karena pada rentang waktu 2010-2015, meskipun terjadi krisis ekonomi dunia, Indonesia tidak terkena dampak langsung dari krisis tersebut. Sehingga perekonomian Indonesia dapat dibilang cukup stabil dan tidak terjadi perubahan yang ekstrem dalam perekonomian Indonesia, khususnya di bidang industri manufaktur.Selain itu, pemilihan rentang waktu 2010-2015 juga menyediakan data keuangan perusahaanyang berkaitan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 20 tahun 2015 tentang Praktik Akuntan Publik (PP 20/2015),
jika berdasarkan PMK 17/2008 sebuah KAP dibatasi hanya boleh melakukan audit laporan keuangan historis perusahaan dalam 6 tahun berturut-turut dan Akuntan Publik dalam 3 tahun berturut-turut, maka berdasarkan PP 20/2015 ini tidak ada pembatasan lagi untuk KAP. Meskipun rentang waktu yang digunakan mulai dari tahun 2010, namun data keuangan yang digunakan seluruhnya dalam penelitian ini mulai dari tahun 2011 hingga 2015.Penggunaan data keuangan tahun 2010 hanya sebagai pendukung di mana pada beberapa variabel dibutuhkan data yang berasal dari tahun t-1, seperti variabel kesulitan keuangan.
Tabel 4.1
Prosedur Pemilihan Sampel
No. Keterangan Tahun 2011-2015
1. Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2015
150 2. Perusahaan Manufaktur yang tidak
menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit dan tidak memiliki data lengkap penelitian secara berturut-turut untuk periode tahun 2011-2015
(109)
3. Jumlah Perusahaan yang menjadi sampel 41
4. Jumlah Observasi 41 x 5 tahun 205
Sumber: Hasil data olahan
Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode purposive sampling, maka perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi persyaratan sebanyak 41 perusahaan.Periode penelitian yang digunakan adalah lima tahun yaitu tahun 2011-2015 sehingga terdapat 205 data yang diteliti.
4.2 Deskripsi Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini sampel dipilih dengan metode purposive sampling dengan menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Sampel dipilih dari perusahaan yang menyajikan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, seperti opini audit atas laporan keuangan, nilai penjualan bersih yang dilakukan perusahaan, total aset yang dimiliki perusahaan, dan nama KAP yang mengaudit laporan keuangan perusahaan. Ringkasan sampel penelitian disajikakan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 4.2
SubSektor Industri Sampel Penelitian
No. Sektor Industri Jumlah Persentase
1. Adhesive 1 2,4%
Jumlah Perusahaan 41 100%
Jumlah Tahun Penelitian 5 Jumlah Seluruh Sampel 205 Sumber: Hasil data olahan
4.3 Analisis dan Pembahasan
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi logistik (logistic regression).Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai pengaruh variabel independen (opini audit, pergantian manajemen, reputasi auditor, financial distress, dan ukuran perusahaan klien) terhadap variabel dependen yaitu pergantian KAP.
4.3.1 Uji Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif, diperoleh data yang merupakan hasil perkalian dari jumlah sampel perusahaan yang berjumlah 41 perusahaan dengan jumlah periode tahun penelitian yang berjumlah 5 tahun, sehingga menghasilkan data penelitian sebesar 205 data penelitian.
Tabel 4.3
Hasil Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance
OA 205 .00 1.00 .3854 .48787 .238
PM 205 .00 1.00 .1073 .31027 .096
RA 205 .00 1.00 .2683 .44416 .197
FD 205 .00 1.00 .3463 .47697 .227
LnTA 205 20,82 31,52 27,6584 1,50900 2.277
PKAP 205 .00 1.00 .1854 .38955 .152
Valid N
(listwise) 205
Sumber: Hasil Output SPSS
Tabel 4.3 menunjukkan statistik deskriptif masing-masing variabel penelitian. Berdasarkan Tabel 4.3, hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap opini audit (OA) menunjukkan nilai minimum
sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,38 dan standar deviasi 0,487. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap pergantian manajemen (PM) menunjukkannilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,10 dan standar deviasi 0,310.
Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap reputasi auditor (RA) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,26 dan standar deviasi 0,444. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap financial distress (FD) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,34 dan standar deviasi 0,476.
Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap ukuran perusahaan klien (LnTA) menunjukkan nilai minimum sebesar 20,82, nilai maksimum sebesar 31,52 dengan rata-rata sebesar 27,658 dan standar deviasi 1,509. Hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap pergantian KAP (PKAP) menunjukkan nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 1 dengan rata-rata sebesar 0,18 dan standar deviasi 0,389.
4.3.2 Uji Hipotesis Penelitian
Karena menggunakan variabel dependen yang bersifat dummy (melakukan pergantian KAP atau tidak melakukan pergantian KAP), maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik.
Tahapan dalam pengujian dengan menggunakan uji regresi logistik dapat dijelaskan dengan sebagai berikut:
a. Uji Kesesuaian Keseluruhan Model (Overall Model Fit)
Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 Log Likelihood (-2LL) pada awal (Block Number=0) dengan nilai -2 Log Likelihood (-2LL) pada akhir (Block Number=1). Nilai -2LL awal adalah sebesar 179,904. Setelah dimasukkan keempat variabel independen, maka nilai -2LL akhir mengalami penurunan menjadi 171,742. Penurunan Likelihood (-2LL) ini menunjukkan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data.
Tabel 4.4
b. Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R. Square)
Besarnya nilai koefisien determinasi pada model regresi logistik ditunjukkan oleh nilai Nagelkerke R Square. Nilai Nagelkerke RSquare adalah sebesar 0,185 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat
dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar 18,5%, sedangkan sisanya sebesar 89,5% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian, seperti biaya audit, opini going concern, pergantian komite audit, dan lain-lain (Wijayani dan Januarti, 2011:16).
Tabel 4.5
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Step
-2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 171.742a .114 .185
Sumber: Hasil Output SPSS
c. Uji Kelayakan Model Regresi
Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test. Pengujian menunjukkan nilai Chisquare sebesar 10,665 dengan signifikansi (p) sebesar 0,221. Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka model dapat disimpulkan mampu memprediksi nilai observasinya.
Tabel 4.6
Hasil Uji Kelayakan Model Regresi
Step Chi-square df Sig.
1 10.665 8 .221
Sumber: Hasil Output SPSS
d. Uji Multikolonieritas
Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejala korelasi yang kuat di antara variabel bebasnya. Pengujian ini menggunakan matriks korelasi antar variabel bebas untuk melihat besarnya korelasi antar variabel independen.
Hasil tabel menunjukkan tidak ada nilai koefisien korelasi antar variabel yang nilainya lebih besar dari 0,8, maka tidak ada gejala multikolinieritas yang serius antar variabel bebas (Damayanti dan Sudarma, 2008:17).
Tabel 4.7
Hasil Uji Multikolinieritas
Constant OA PM RA FD LnTA Step 1 Constant 1.000 .113 .050 .325 .172 -.997 OA .113 1.000 -.025 .201 .006 -.169 PM .050 -.025 1.000 -.180 -.081 -.058 RA .325 .201 -.180 1.000 .100 -.347 FD .172 .006 -.081 .100 1.000 -.200 LnTA -.997 -.169 -.058 -.347 -.200 1.000 Sumber: Hasil Output SPSS
e. Matriks Klasifikasi
Matriks klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan pergantian KAP yang dilakukan oleh perusahaan.
Kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan perusahaan melakukan pergantian KAP adalah sebesar 2,6%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model regresi yang digunakan, terdapat sebanyak 1 sampel (2,6%) yang diprediksi akan melakukan pergantian KAP dari total 38 sampel yang melakukan pergantian KAP.
Kekuatan prediksi model sampel yang tidak melakukan pergantian KAP adalah sebesar 100%, yang berarti bahwa dengan model regresi yang digunakan ada sebanyak 167 sampel (100%) yang diprediksi tidak melakukan pergantian KAP dari total 167 sampel yang tidak melakukan pergantian KAP.
Tabel 4.8
Hasil Matriks Klasifikasi
Observed
Predicted
PKAP Percentage
Correct No Changes Changes
Step 1 PKAP No Changes 167 0 100.0
Changes 37 1 2.6
Overall Percentage 82.0
Sumber: Hasil Output SPSS
f. Uji Regresi Logistik
Tabel 4.9
Hasil Uji Regresi Logistik
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 1 OA 1.292 .401 10.407 1 .001 3.641
PM .266 .627 .179 1 .672 1.304
RA -.982 .700 1.968 1 .161 .374
FD -.294 .424 .481 1 .488 .745
LnTA -.270 .156 2.992 1 .084 .763
Constant 5.529 4.168 1.760 1 .185 251.995 Sumber: Hasil Output SPSS
Berdasarkan model regresi yang terbentuk pada tabel di atas, mendapatkan hasil pengujian terhadap koefisien regresi menghasilkan model berikut ini:
PKAP = 5,529 + 1,292OA +0,266PM – 0,982RA – 0,294FD – 0,270LnTA
Berdasarkan hasil uji regresi logistik di atas, maka terdapat beberapa bagian interpretasi hasil yang disajikan.
1. Pengaruh opini audit terhadap pergantian KAP
Variabel opini menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 1,292 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka hipotesis ke-1 berhasil didukung. Penelitian ini membuktikan bahwa opini audit berpengaruh
terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Calderon dan Ofobike (2008).
Opini audit merupakan cerminan dari laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan menginginkan opini audit wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangannya. Ketika perusahaan mendapatkan opini selain opini wajar tanpa pengecualian, hal tersebutdapat mempengaruhi manajemen dalam pengambilan keputusan sehingga nantinya akan berdampak pada kepercayaan investor dalam menanamkan sahamnya di perusahaan tersebut..
Perusahaan dapat memiliki citra yang baik dimata investor ketika mereka mendapatkan hasil audit laporan keuangan berupa opini wajar tanpa pengecualian, maka dalam hal ini ada kemungkinan perusahaan akan mengganti KAP yang mengaudit laporan keuangannya jika perusahaan tidak mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian. Namun pada dasarnya alasan ini bukan merupakan kepastian bagi perusahaandalam melakukan pergantian KAP karena tidak semua perusahaan mengutamakan opini atas laporan keuangan yang diaudit adalah hal terbesar dalam mendapatkan kepercayaan dari investor.
2. Pengaruh pergantian manajemen terhadap pergantian KAP
Variabel pergantian manajemen menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,266 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,672, lebih besar dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis
ke-2 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008) dan Chadegani et. al., (2011).Namun tidak mendukung hasil penelitian Wijayani dan Juniarti (2011).
Pergantian manajemen mungkin dilakukan perusahaan karena hasil evaluasi atas kinerja manajemen yang buruk atau ada pergantian kepemilikan perusahaan.Namun, ketika terjadi pergantian manajemen, hal ini tidak selalu diikuti dengan pergantian KAP yang digunakan oleh manajemen sebelumnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan dan pelaporan akuntansi KAP lama tetap dapat diselaraskan dengan kebijakan manajemen baru dengan cara melakukan negosiasi ulang antara kedua pihak. Adanya fenomena seperti ini erat kaitannya dengan keadaan perusahaan publik di Indonesia yang mayoritas dikuasai dan dijalankan bersama oleh orang-orang dalam satu keluarga (Damayanti dan Sudarma, 2008:19) .
Selain itu, manajemen yang baru merasa tidak perlu untuk mengganti KAP yang lama jika KAP yang ditunjuk oleh manajemen lama dianggap memiliki kinerja yang baik dan memuaskan manajemen yang baru. Sehingga walaupun terjadi pergantian manajemen maka dalam tidak akan terjadi pergantian KAP jika manajemen lama dan manjemen baru memiliki pandangan yang sama.
3. Pengaruh Reputasi Auditor terhadap pergantian KAP
Variabel reputasi auditor menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,982 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,161, lebih besar dari α = 0,05.
Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-3 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa reputasi auditor berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Sinarwati (2010).
KAP big four termasuk KAP yang memiliki reputasi baik di dunia internasional. Mereka memiliki reputasi yang baik karena jaringannya tersebar luas di seluruh dunia, serta memiliki auditor yang kompeten dan berpengalaman banyak. Oleh karena hal itu, investor akan lebih cenderung pada data akuntansi yang dihasilkan oleh auditor yang bereputasi (Praptitorini dan Januarti, 2007:7). Meskipun demikian, tidak berarti KAP selain big-4 bukan KAP yang bagus.
Perusahaan tidak akan mengganti KAP yang digunakannya jika telah memiliki reputasi yang baik (Sinarwati, 2010:15). Hal ini dilakukan agar investor tetap menganggap laporan keuangan perusahaan, yang telah diaudit oleh auditor bereputasi, baik dan telah bebas dari salah saji material. Oleh karena itu bukanlah hal utama bagi perusahaan jika laporan keuangan mereka diaudit oleh auditor yang termasuk dalam KAP Big Four.
4. Pengaruh financial distress terhadap pergantian KAP
Variabel financial distress menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,294 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,488, lebih besar dari α = 0,05.
Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 0,05, maka hipotesis ke-4 tidak berhasil didukung. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa financial distress berpengaruh terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Damayanti dan Sudarma (2008), Wijayanti (2010), Chadegani et. al., (2011), dan Wijayani dan Juniarti (2011).
Kondisi keuangan perusahaan merupakan gambaran atas kinerja dari perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan klien mungkin memiliki nilai penting terhadap pengambilan keputusan dalam mempertahankan auditor.
Saat perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau financial distress, akan ada kemungkinan perusahaan mengganti KAP yang lama dan menggantinya dengan KAP yang berbiaya lebih rendah untuk menekan biaya audit. Atau sebaliknya jika perusahaan pada awalnya mengalami financial distress dan pada tahun-tahun berikutnya perusahaan terhindar dari keadaan tersebut, juga akan ada kemungkinan bahwa perusahaan akan mengganti KAP yang lebih memiliki reputasi yang baik.
Namun berdasarkan hasil penelitian ini, ketika perusahaan mengalami financial distress, perusahaan tidak akan mengganti KAP karena untuk menunjukkan bahwa semua hal yang terjadi di dalam perusahaan berjalan dengan baik. Perusahaan juga tidak mengganti KAP untuk menghindari
anggapan negatif dari pihak eksternal ketika mengganti KAP karena kesulitan keuangan yang dialami perusahaan (Wijayani dan Januarti, 2011:18).
5. Pengaruh ukuran perusahaan klien terhadap pergantian KAP
Variabel ukuran perusahaan klien menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,270 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,084, lebih kecil dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka hipotesis ke-5 berhasil didukung. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa ukuran
Variabel ukuran perusahaan klien menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 0,270 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,084, lebih kecil dari α = 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka hipotesis ke-5 berhasil didukung. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa ukuran