• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

D. Pertanyaan Penelitian

1. Bagaimana langkah-langkah perkembangan media pembelajaran Peter Kokben dan modul penggunaannya?

2. Bagaimana kualitas media pembelajaran Peter Kokben dan modul penggunaannya?

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2014: 407). R&D memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mengembangkan produk dan proses produksi yang lebih baik serta inovasi penjualan yang lebih efektif sehingga meningkatkan nilai perusahaan (Padgett dan Galan, 2010).

Prosedur penelitian yang digunakan peneliti yaitu prosedur penelitian yang didesain oleh Borg & Gall. Prosedur penelitian pengembangan yang dibuat oleh Borg

& Gall memiliki 10 langkah, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba pemakaian, revisi produk, uji coba produk, revisi desain, revisi produk, dan produksi masal (Sugiyono, 2010: 298-311).

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media Peter kokben untuk peserta didik yang mengalami terlambat berbicara dalam keterampilan membaca. Prosedur penelitian yang digunakan peneliti yaitu prosedur penelitian yang didesain oleh Borg & Gall. Prosedur penelitian pengembangan yang dibuat oleh Borg & Gall memiliki 10 langkah, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba pemakaian, revisi produk, uji coba produk, revisi desain, revisi produk, dan produksi masal (Sugiyono, 2010: 298-311).

Strategi penyampaian media ini menggunakan modul yang akan dibuat untuk membimbing guru kelas ataupun guru pendamping peserta didik, agar dapat membantu menyusun huruf menjadi sebuah kata benda. Di media yang peneliti buat fokus kepada keterampilan menyusun huruf menjadi sebuah kata benda, sehingga peserta didik kaya dalam kata benda maupun kata yang lain. Penelitian ini dibatasi oleh revisi produk yang bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah produk baru yang telah dikembangkan lebih efektif dibandingkan dengan produk lama dan belum dimodifikasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk Peter kokben.

26

27

Potensi dan Pengumpulan Desain Validasi

Masalah Data Produk Desain

Uji Coba Revisi Uji Coba Revisi

Desain

Pemakaian Produk Produk

Revisi Produk

Produksi Masal

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian Pengembangan Borg and Gall

Penelitian ini berhenti sampai langkah keenam karena pengembangan produk media Peter kokben dan modul ini merupakan pengembangan secara terbatas dan masih memerlukan saran dan masukan dari semua pihak, sehingga produk peneliti layak untuk digunakan oleh peserta didik. Berikut bagan yang peneliti gunakan:

Potensi dan Pengumpulan Desain Validasi

Masalah Data Produk Desain

Uji Coba Revisi

Produk Desain

Gambar 3.2 Prosedur Penelitian

1. Prosedur Penelitian a. Potensi dan Masalah

Penelitian bermula dari mencari masalah yang terjadi di sekolah dan menjadikan potensi penelitian. Peneliti melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui adanya potensi dan masalah yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Analisis kebutuhan dilakukan bersama guru kelas I SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa dan guru pendamping pada hari Selasa, 10 Desember 2019. Wawancara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi adanya masalah yang terakit dengan media pembelajaran dan modul yang akan dibuat oleh peneliti. Observasi dilakukan di kelas I pada kelas berkebutuhan khusus yang hanya ada peserta didik yang mengalami berkebutuhan khusus.

Observasi dilakukan tujuannya untuk membuktikan bahwa peserta didik belum mengusai huruf dan belum mampu membaca dengan baik. Peserta didik juga mengalami keterlambatan dalam berbicara, sehingga menghambat peserta didik untuk mengenal huruf.

b. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil dari wawancara dan observasi di SD digunakan menjadi bahan untuk perencanaan proses pembuatan produk yang berupa media pembelajaran Peter kokben dan modul panduan untuk guru kelas atau guru pendamping di kelas I SD.

c. Desain Produk

Penelitian merancang desain media pembelajaran yang sudah dibuat oleh Montessori, lalu dimodifikasi menjadi warna hijau dan kuning. Mulanya media sandpaper letter memiliki warna biru dan merah muda. Patrycia (2010) mengatakan bahwa warna kuning memberikan kehangatan dan rasa bahagia terhadap peserta didik. Kata lain warna ini juga mengandung makna optimis, semangat dan ceria, dari sisi psikologi keberadaan warna kuning ini juga merangsang aktivitas dan mental. Warna hijau menunjukkan warna yang identik dengan alam dan mampu memberikan suasana tenang dan santai, dapat menetralkan emosi, dan mudah untuk berkomunikasi.

29

Peserta didik kelas I SD yang mengalami terlambat berbicara kerap kali sulit mengenal huruf dan menyusun huruf tersebut menjadi sebuah kata benda. Peneliti memilih kata benda saja agar, peserta didik mudah mengingat benda-benda di keliling mereka. media pembelajaran tidak hanya digunakan begitu saja, guru pendamping juga dapat memperlajari media tersebut menggunakan modul panduan untuk mempraktikkan media pembelajaran.

d. Validasi Desain

Peneliti menggunakan validasi ahli sebagai evaluasi formatif terhadap desain produk media pembelajaran, modul dan video. Produk yang dikembangkan akan divalidasi oleh satu validator dan satu guru kelas I SD dan dosen ahli media Montessori. Validasi produk tersebut bertujuan untuk mendapat saran dan kritik yang akan membuat produk media pembelajaran ini menjadi layak untuk digunakan. Saran dan kritik ini mengetahui kelemahan dan kelebihan dari produk yang dikembangkan.

e. Revisi Produk

Revisi produk dilakukan setelah peneliti memperoleh saran dan kritik yang diperoleh dari validator. Revisi produk dilaksanakan untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan dari produk yang telah di validator oleh validator ahli, baik validator ahli maupun validator guru SD. Validator dosen ahli media Montessori.

f. Uji Coba Produk

Penelitian melakukan uji coba produk, setelah melakukan revisi produk yang dianjurkan oleh validator. Uji coba dilakukan kepada peserta didik kelas I SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Peneliti melakukan uji coba kepada peserta didik yang belum mengenal dan menyusun huruf menjadi kata benda.

Peneliti tersebut bertujuan untuk mengetahui produk tersebut sudah layak digunakan atau belum.

Gambar 3.3 Langkah Penelitian dan Pengembangan

31

B. Setting Penelitian

Setting penelitian membahas subjek penelitian, objek penelitian, lokasi penelitian, dan waktu penelitian.

1.Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian adalah peserta didik kelas I SD. Sampel dalam penelitian adalah peserta didik kelas I SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Peserta didik berjumlah satu peserta didik perempuan. Peserta didik sudah dapat mengenal huruf secara urut, namun belum dapat mengurutkan dengan benar. Peserta didik tersebut mengalami keterlambatan berbicara di umur yang sudah menginjak 8 tahun. Peneliti mendapat rekomendasi dari guru kelas dan guru pendamping.

a. Validator Media

Validator media untuk media Peter kokben terdiri dari satu dosen ahli media dan satu wali kelas atau guru pendamping. Validator media ini memiliki kriteria secara akademis, yaitu dosen ahli materi merupakan dosen bahasa dan dosen sumber belajar yang memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun.

b. Subjek Implementasi Media Peter kokben

Peter kokben ini diimplementasikan kepada satu ahli media dan wali kelas atau guru pendamping. Guru mengisi angket penilaian terhadap media Peter kokben. Apabila terdapat saran perbaikan, maka peneliti melakukan perbaikan dan hasil perbaikan dapat digunakan kepada peserta didik, ketika sudah tidak sebagai pendukung dan arahan untuk menggunakan media pembelajaran yang diimplementasikan oleh guru kelas dan guru pendamping. Video penggunaan juga dibuat agar guru ataupun orang yang menggunakan media tersebut lebih mudah untuk mengetahui cara penggunaannya kapan saja.

3.Lokasi Penelitian

Pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti di SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa yang berlokasi di Jalan Tamansiswa No.25 Yogyakarta, Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peneliti memilih SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa sebagai tempat penelitian.

4. Waktu Penelitian

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan pada bulan November 2019 sampai dengan Maret 2020. Secara keseluruhan, penelitian ini berlangsung kurang lebih selama tujuh bulan.

33

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh informasi atau keterangan mengenai permasalahan berdasarkan kenyataan yang ada. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2009: 137). Teknik pengumpulan data pengembangan yang disusun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Observasi

Observasi ialah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data adalah strategi atau cara yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitiannya (Widoyoko, 2012: 33). Jenis observasi yang digunakan oleh peneliti merupakan observasi sistematis, observasi yang telah dirancang secara sistematis karena observasi telah mengetahui aspek-aspek apa saja yang relevan dengan masalah serta tujuan penelitian.

Observasi ini digunakan untuk mencatat data peserta didik yang diperoleh dari masukan guru, kegiatan pembelajaran yang berlangsung, dan masukan dari beberapa dosen setelah proses pembelajaran. Observasi pada penelitian ini dilakukan kepada peserta didik kelas I SD ketika melakukan kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu atau tidak menyusun huruf menjadi sebuah kata.

2. Wawancara

Wawancara adalah suatu proses tanya jawab atau dialog secara lisan antara pewawancara (interviewer) dengan responden atau orang yang diinterview (interviewee), dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh penulis (Widoyoko, 2012: 40-42). Teknik wawancara digunakan sebagai tehnik pengumpulan data yang dilakukan peneliti untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Jenis wawancara yang digunakan peneliti ialah wawancara tidak terstruktur yang lebih mendalam tentang orang yang akan diinterview.

Wawancara juga dilakukan untuk mengetahui hal-hal spesifik yang memerlukan jawaban yang mendalam. Dalam hal ini responden adalah guru kelas bawah SD Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Hal spesifik yang dimaksud adalah mengenai media pembelajaran yang digunakan oleh guru dan peserta didik selama proses pembelajaran, khususnya untuk peserta didik yang mengalami terlambat berbicara pada kelas bawah.

3. Tes

Tes merupakan pertanyaan, lembar kerja yang dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, bakar, dan kemampuan dari subjek penelitian (Edi, 2010: 3). Karakteristik objek dapat berupa keterampilan, pengetahuan, bakat, dan minat baik yang dimiliki kelompok atau individu. Jenis yang digunakan dalam tes tersebut ialah tes intelegensi yang nantinya peserta didik menjawab soal yang telah disediakan dengan menggunakan media pembelajaran. Peneliti menggunakan tes dalam penelitian ini untuk mengetahui kemampuan peserta didik sampai mana ketika sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran yang sudah dibuat. Pretest dan posttest berjumlah sepuluh soal yang menyerupai menyusun huruf menjadi kata benda.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran (Widoyoko, 2012: 51). Peneliti menggunakan instrumen dalam penelitian tersebut yaitu pedoman wawancara, observasi, dan tes.

1. Pedoman Wawancara

Wawancara ditujukan kepada kepala sekolah/guru kelas I SD Ibu Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Kegiatan wawancara yang pertama ditujukan kepada beliau menggunakan wawancara terencana tidak terstruktur.

Wawancara tidak terstruktur yaitu bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya (Sugiyono, 2009: 140). Pedoman wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah/guru kelas I dapat dilihat tabel berikut:

35

Tabel 3.2 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Guru Kelas I

No Aspek yang diamati

1 Strategi dalam mata Pelajaran

2 Media pembelajaran

3 Kurikulum

4 Strategi dalam penanganan peserta didik

5 Masalah yang dihadapi

2. Pedoman Observasi

Observasi dilakukan di kelas I SD Tamanmuda Ibu Pawiyatan Tamansiswa pada saat pembelajaran yang sedang berlangsung. Aspek yang diobservasi ketik pembelajaran di kelas I adalah penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan penggunaan bahasa. Kisi-kisi observasi pembelajaran di kelas I dapat dilihat pada tabel:

Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi di Kelas

No Variabel Aspek

1 Perilaku Sikap, keaktifan peserta didik, emosional

2 Tata letak Cara menyusun ruangan (meja, kursi)

3 Media Menarik perhatian, memberi motivasi kepada peserta didik

4 Guru pendamping Cara mengajar, penggunaan media pembelajaran.

3. Kuesioner

Peneliti menggunakan kuesioner dalam beberapa hal yaitu analisis kebutuhan, validasi produk oleh ahli, dan validasi produk melalui uji coba lapangan.

a. Instrumen Validasi Produk oleh Ahli

Instrumen validasi produk oleh ahli berupa kuesioner yang dilakukan untuk mengetahui kualitas produk yang berupa media pembelajaran dan produk.

Kuesioner validasi produk berupa kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban berskala Likert. Rentang skala yang disediakan ialah 1 sampai 4 dengan jawaban skala (1) Kurang Baik, (2) Cukup Baik, (3) Baik, (4)Sangat Baik. Validasi produk dilakukan oleh ahli pembelajaran bahasa dan guru kelas I.

Kuesioner berisi pernyataan yang berjumlah 10 butir. Berikut adalah aspek yang dinilai dalam validasi produk yang disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 3.4 Kisi-kisi Validasi Media oleh Ahli

No Aspek yang diamati

1 Pegangan guru kelas dan pendamping saja

2 Pemilihan warna media

3 Pemilihan huruf media

4 Pemilihan tempat untuk media

5 Ukuran untuk media

6 Indikator montessori

7 Auto-correction

8 Huruf yang dibuat dan digunakan

9 Indikator montessori

Tabel 3.5 Kisi-kisi Validasi Modul Panduan oleh Ahli

No Aspek yang diamati

Tabel 3.6 Kisi-kis Validasi Video Penggunaan Media oleh Ahli

No Aspek yang diamati

Peneliti menggunakan pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan media Peter kokben dalam uji coba lapangan. Peneliti menyusun dan mengembangkan soal dan buku siswa. Soal yang dibuat berjumlah 10 soal tipe jawaban singkat.

37

Instrumen tes yang sudah dibuat kemudian diuji validitasnya. Validitas merupakan derajat ketetapan antara data yang terjadi dengan data yang dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2014: 361). Instrumen tes yang sudah dibuat kemudian diujikan kepada peserta didik kelas I SD.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan SPSS. Item soal yang valid dapat dilihat dari perbandingan r hitung dan r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka item soal tersebut valid dan sebaliknya.

Tabel 3.7 Kisi-kisi Soal Tes

No Aspek yang diteliti

1-10 Kata benda yang berada di lingkungan sekitar

E. Analisis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif.

Data kualitatif merupakan data yang menunjukkan kualitas atau mutu sesuatu yang ada, baik keadaan proses, peristiwa/kejadian dan lainnya yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau berupa kata-kata (Widoyono, 2012: 18). Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka-angka sebagai hasil observasi atau pengukuran (Widoyono, 2012: 21). Berikut pembahasan dari masing-masing teknik analisis.

1. Analisis Data Kualitatif

Data kualitatif yang didapat berupa komentar dan saran yang dikemukakan oleh ahli bahasa, guru, dan peserta didik kelas I SD. Selain itu data juga diperoleh dari hasil pengamatan peneliti selama proses uji coba.

2. Analisis Data Kuantitatif

Data kuantitatif didapat dari hasil validitas produk oleh ahli. Validitas produk oleh ahli dilakukan denggan menggunakan skala 1, 2, 3 dan 4. Setiap skala dilengkapi dengan kriteria yang memudahkan peneliti dalam memberikan penilaian.

Skala kriteria untuk pedoman penilaian pada instrumen non tes yaitu untuk hasil validitas produk ahli adalah sebagai berikut:

Nilai 4 : Instrumen Sangat Baik Nilai 3 : Instrumen Baik

Nilai 2 : Instrumen Kurang Baik Nilai 1 : Instrumen Tidak Baik

Hasil yang diperoleh dari penilain validator, kemudian dihitung untuk memperoleh rerata penilaian. Rerata penilaian dihitung dengan rumus berikut.

Gambar 3.4 Rumus Rerata Hasil Penilaian Dengan Skala Likert

Rerata nilai tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan acuan dari Widoyoko (2014: 144). Berikut adalah tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif menurut Widoyoko yang disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 3.8 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif

Interval Skor Kategori

3,26-4,00 Sangat baik

2,51-3,25 Baik

1,76-2,50 Kurang

1,00-1,75 Kurang Baik

Interval skor tersebut juga dapat menunjukkan valid/tidaknya suatu instrumen. Berikut adalah kategorisasi hasil skor validasi instrumen oleh ahli yang dituangkan dalam tabel berikut.

39

Tabel 3.9 Konverensi Data Kuantitatif ke Kualitatif

Interval skor Kategori Keterangan

3,26-4,00 Sangat baik Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan

2,51-3,25 Baik Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan

namun perlu diperbaiki

1,76-2,50 Kurang Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan

1,00-1,75 Kurang Baik Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan

Instrumen dikatakan valid jika memperoleh rerata skor lebih besar dari 2,50.

Nilai terdapat pada rentang skor 3 (kategori baik) yang berarti keseluruhan instrumen sudah layak digunakan namun perlu perbaikan. apabila rerata skor yang diperoleh lebih kecil dari 2,50, maka instrumen tersebut dapat dikatakan tidak valid.

Analisis data kuantitatif yang selanjutnya dilakukan untuk menghitung persentase jawaban kuesioner. Persentase dihitung dengan menggunakan rumus dari Supraktiknya (2012: 128). Berikut rumus perhitungan persentase jawaban kuesioner disajikan pada rumus berikut.

Gambar 3.5 Rumus Perhitungan Presentase Jawaban Kuesioner

Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan tes. Tes berupa pretest dan posttest dengan jumlah masing-masing 10 soal. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran Peter kokben melalui uji lapangan. Tipe soal yang digunakan adalah jawaban singkat. Skor untuk jawaban yang benar adalah 1 dan skor untuk jawaban yang salah adalah 0. Berikut perhitungan nilai pretest dan posttest dihitung dengan rumus berikut.

x100%

x100

Langkah selanjutnya yaitu menghitung rata-rata tes yang diperoleh oleh semua siswa dengan rumus berikut.

Gambar 3.6 Rumus Rata-rata Tes

Kemudian membandingkan nilai pretest dan posttest dengan cara menghitungkan presentase penilaian dengan rumus berikut.

Gambar 3.7 Rumus Presentase Penilaian

x100%

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Potensi dan Masalah

Dalam mengidentifikasi potensi dan masalah yang terkait dengan media pembelajaran Peter Kokben, peneliti melakukan wawancara dan observasi.

Wawancara dan observasi tersebut penelitian di laksanakan di SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa yang berlokasi Jalan Tamansiswa No.25 Yogyakarta, Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

a. Wawancara

Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas I SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa, berinisial Bu H. Wawancara dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Desember 2019, ini ditujukan sebagai pengumpulan data untuk mengetahui kebutuhan peserta didik dan perkembangan selama di kelas ketika melaksanakan pembelajaran. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran Peter Kokben yang dikembangkan dapat membantu peserta didik dalam pembelajaran di kelas.

Wawancara kepada guru kelas I memiliki tujuan untuk memperoleh: (1) Strategi dalam pembelajaran, (2) media pembelajaran yang digunakan sebagai pendukung, (3) kurikulum yang digunakan, (4) strategi dalam penanganan peserta didik terlambat berbicara, (5) masalah yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran. Hasil wawancara peneliti disajikan pada tabel berikut:

41

Tabel 4.1 Hasil Wawancara Guru Kelas I

Aspek yang Pertanyaan Respon

diamati

Strategi dalam Dalam mata pelajaran, apakah Masih sulit, karena tidak mampu pembelajaran peserta didik mampu mengikuti merespon ketika ditanya. Namun,

pembelajaran dengan baik di dalam sering kali mau kedepan untuk kelas? memberi tahu jawaban yang ia

dapat.

Apakah peserta didik terlambat Masih mengalami kesulitan, karena berbicara mengalami kesulitan belum paham huruf-huruf secara dalam menyusun huruf menjadi kata benar dan ketika diminta untuk benda? menyebutkan sebuah kata tidak jelas

karena mengalami terlambat

berbicara.

Strategi apakah yang digunakan Lebih sering memberi materi secara guru dalam melakukan lisan, dan ketika peserta didik sudah pembelajaran di dalam kelas bosan. Memberikan lembar kosong maupun di luar? untuk menggambar dan mewarnai.

Media Media apa yang kerap kali Jarang menggunakan media pembelajaran digunakan guru dalam pembelajaran di dalam kelas.

melaksanakan pembelajaran?

Apakah media tersebut dapat Mungkin kalau menggunakan menarik perhatian peserta didik dan media, peserta didik akan tertarik dapat membantu jalannya kegiatan dan lebih fokus terhadap media dari

pembelajaran? pada materi.

Kurikulum yang Apakah kurikulum yang digunakan Kurikulum 2013.

digunakan sekolah?

Apakah tingkatan kurikulum di Tingkatannya di turunkan dari pada sekolah disamakan untuk mengajar kelas reguler.

kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus?

Strategi dalam Penanganan seperti apa yang guru Dibantu oleh pendamping, dan penanganan lakukan ketika peserta didik tidak membujuk agar peserta didik tetap peserta didik ingin mengikuti kegiatan terus mengikuti pembelajaran. Atau yang mengalami pembelajaran di dalam kelas? bisa saja mengikuti kemauan peserta

terlambat didik terlebih dahulu.

berbicara

Kendala Apakah ada kendala yang dialami Banyak kendalanya, karena guru guru ketika mengajar menggunakan kelas di pindahkan dari kelas II media pembelajaran? sehingga harus beradaptasi dari

awal terhadap peserta didik. Lalu

jarang menggunakan media, karena

peserta didik akan sulit

dikendalikan.

43

Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas I, peneliti menyimpulkan bahwa permasalahan yang sering ditemukan pada peserta didik terlambat berbicara belum mampu dikendalikan, dan belum paham terhadap huruf-huruf, sehingga tidak dapat menyusun kata benda. Di sekolah kurang dalam menggunakan media pembelajaran untuk menjelaskan materi kepada peserta didik, sehingga tidak ada metode yang tepat dalam pembelajaran.

Guru hanya terpadu dengan materi dan ceramah. Meskipun demikian, pihak sekolah berhadap akan ada mahasiswa yang memberikan ide kepada guru untuk sering menggunakan media pembelajaran di kelas, agar peserta didik lebih semangat dan termotivasi untuk belajar.

b. Observasi

Peneliti melakukan dua kali observasi, yang pertama 27 Januari 2020 observasi keseluruhan kelas, lalu yang kedua 3 dan 9 Maret 2020 observasi khusus terhadap peserta didik yang peneliti gunakan yaitu peserta didik yang mengalami terlambat berbicara. Peneliti menggunakan satu peserta didik, yang mengalami terlambat berbicara dan memiliki kekurangan secara fisik kaki

Peneliti melakukan dua kali observasi, yang pertama 27 Januari 2020 observasi keseluruhan kelas, lalu yang kedua 3 dan 9 Maret 2020 observasi khusus terhadap peserta didik yang peneliti gunakan yaitu peserta didik yang mengalami terlambat berbicara. Peneliti menggunakan satu peserta didik, yang mengalami terlambat berbicara dan memiliki kekurangan secara fisik kaki

Dokumen terkait