• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

B. Motivasi Berprestasi

Seseorang yang memiliki motivasi dari dalam diri yang tinggi,

akan memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik pula.

Seseorang yang berusaha mencapai tujuan dengan

sungguh-sungguh maka dapat mengatur waktunya dengan baik.

Dari berbagai uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor

yang mempengaruhi manajemen waktu seseorang yaitu usia, jenis

kelamin, pengaturan diri, motivasi, dan pencapaian tujuan.

B. Motivasi Berprestasi

1. Pengertian Motivasi Berprestasi

Menurut Winardi (dalam Winarno, 2011), istilah motivasi berasal

dari bahasa latin movere yang berarti menggerakkan. Sedangkan,

menurut Adi (dalam Sofyan, 2012) motivasi berasal dari kata motif

yang berarti kekuatan dalam diri individu yang menyebabkan bertindak

atau berbuat. Sofyan (2012) menjelaskan bahwa motivasi dimaknai

sebagai dorongan dasar di dalam diri manusia yang berfungsi

menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku. Selain itu, motivasi

juga diartikan sebagai kemauan melaksanakan tugas untuk mencapai

tujuan.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh

Departemen Pendidikan tahun 2008, motivasi dimaknai sebagai

dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak untuk

melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Winkel (dalam

lagi bahwa motivasi berarti dorongan dari dalam diri seseorang untuk

berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik agar

memenuhi kebutuhannya.

McClelland (1987) mendefinisikan motivasi sebagai suatu

kebutuhan yang bersifat sosial, kebutuhan yang muncul akibat pengaruh

eksternal. Ia membagi kebutuhan tersebut menjadi tiga, yaitu,

kebutuhan berkuasa (need for power), kebutuhan berprestasi (need for

achievement), serta kebutuhan berteman (need for affiliation).

McClelland beranggapan bahwa motif berprestasi merupakan virus

mental sebab merupakan pikiran yang berhubungan dengan cara

melakukan kegiatan dengan lebih baik daripada cara yang pernah

dilakukan sebelumnya. Jika sudah terjangkit virus ini mengakibatkan

perilaku individu menjadi lebih aktif dan individu menjadi lebih giat

dalam melakukan kegiatan untuk mencapai prestasi yang lebih baik dari

sebelumnya. Individu yang menunjukkan motivasi berprestasi menurut

Mc.Clelland adalah mereka yang task oriented dan siap menerima

tugas-tugas yang menantang dan kerap mengevaluasi tugas-tugasnya

dengan beberapa cara, yaitu membandingkan dengan hasil kerja orang

lain atau dengan standard tertentu. Selain itu mcClelland juga

mengartikan motivasi berprestasi sebagai standard of exellence yaitu

kecenderungan individu untuk mencapai prestasi secara optimal.

Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi

yang menggerakkan dan mengarahkan tingkah laku individu demi

mencapai keberhasilan dalam prestasinya dengan melakukan usaha

keras dan perjuangan untuk melakukan yang terbaik.

2. Karakteristik Individu yang Memiliki Motivasi Berprestasi

McClelland (1987) mengungkapkan karakteristik individu yang

memiliki motivasi berprestasi :

a. Memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang

Individu yang memiliki motivasi berprestasi akan menghindari

tugas yang dinilai terlalu mudah atau terlalu sukar. Hal ini

dikarenakan kecenderungan orang akan lebih mudah

menyelesaikan tugas yang mudah, dan cenderung mengalami

kesulitan bahkan kegagalan ketika mengerjakan tugas dengan

tingkat kesukaran yang tinggi. Menurut Birch (dalam Bernstein,

1988) Ia akan menetapkan tujuan yang menantang dan sulit namun

realistik. Ia berani mengambil resiko memilih tugas yang cukup

sukar dan menantang kemampuannya namun tetap

memperhitungkan kemampuannya untuk mengerjakan.

b. Tekun

Individu dengan motivasi berprestasi yang tinggi cenderung

mampu bertahan lebih lama dalam mengejakan berbagai tugas. Hal

bahwa individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi akan

tekun berusaha mengejar kesuksesan secara terus menerus.

c. Memiliki tanggung jawab terhadap kinerjanya

Individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih memiliki

tanggung jawab akan pekerjaannya atau hal yang dilakukannya

karena mereka memperoleh kepuasan pribadi. Mereka dapat

merasakan puas setelah mendapatkan kesuksesan namun terus

berusaha untuk menjadi yang terbaik. (Birch dalam Bernstein.

1988)

d. Membutuhkan umpan balik terhadap kinerjanya

Sesorang yang memiliki motivasi berprestasit inggi lebih memilih

bekerja dalam situasi yang memungkinkan mereka untuk

memperoleh umpan balik yang mencerminkan kualitas pekerjaan

mereka secara spesifik dan akurat. Mereka ingin mengetahui

dengan cepat apakah hasil pekerjaan mereka lebih baik atau lebih

buruk dari orang lain. Mereka juga merespon secara positif

informasi tentang pekerjaan mereka. Hal ini didukung dari

pernyataan Bartman (dalam McClelland, 1985) yang

mengemukakan bahwa subjek yang memiliki motivasi berprestasi

tinggi lebih menyukai berada dalam situasi yang langsung

mendapatkan umpan balik terhadap kinerjanya daripada subjek

yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Apabila pekerjaan yang

dinyatakan gagal, ia tidak akan merasa terganggu oleh kegagalan

tersebut. Umpan balik yang berkaitan dengan keberhasilan atau

kegagalannya tetap akan mendorongnya untuk melakukan tugas

lebih baik lagi.

e. Kreatif- inovatif

Sesorang yang memiliki motivasi berprestasi tinggi akan berupaya

mencari informasi dan melakukan hal-hal yang dirasa dapat

membantunya untuk mencapai keberhasilan dari tujuan yang telah

ditetapkan.

Dari berbagai uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa aspek

motivasi berprestasi, yaitu : memilih tugas dengan kesulitan

sedang, tekun, memiliki tanggung jawab terhadap kinerjanya,

membutuhkan umpan balik terhdapa kinerjanya, serta

kreatif-inovatif.

3. Dampak Motivasi Berprestasi

Motivasi berprestasi banyak memiliki pengaruh terhadap

keberhasilan prestasi belajar. Hal ini terbukti dari banyaknya penelitian

yang menyebutkan bahwa motivasi berprestasi berpengaruh terhadap

prestasi belajar, seperti penelitian yang dilakukan oleh Rahman, dkk

(2013) pada penelitiannya yang berjudul “Hubungan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika”. Selain itu, motivasi berprestasi juga terbukti memiliki pengaruh terhadap

prestasi belajar IPA pada penelitian yang dilakukan oleh Ngatiqoh, et. al.

(2011).

Motivasi berprestasi ini sangat penting dalam kehidupan

sehari-hari dan mempengaruhi perilakunya, karena motivasi berprestasi akan

mendorong seseorang untuk mengatasi tantangan atau rintangan dan

memecahkan masalah seseorang, bersaing secara sehat, sehingga akan

berpengaruh pada prestasi seseorang. Mereka akan memilih tugas

dengan kesulitan sedang, tekun, memiliki tanggung jawab dan

membutuhkan umpan balik terhadap kinerjanya, serta inovatif

(McClelland, 1985). Selain itu, orang yang memiliki motivasi berprestasi

akan menetapkan tujuan yang menantang dan sulit namun realistik,

mengejar kesuksesan secara terus menerus, mau mengambil resiko pada

suatu kegiatan, merasakan puas setelah mendapatkan kesuksesan namun

terus berusaha untuk menjadi yang terbaik, tidak merasa terganggu oleh

kegagalan yang diperolehnya.

C. Mahasiswa yang Bekerja Part Time

Dokumen terkait