V GAMBARAN UMUM PENELITIAN
5.4 Motto Restoran
Sejak Restoran D’Cost dibuka untuk pertama kalinya, D’Cost memang mengandalkan harga yang murah untuk menarik minat masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan menuliskan motto restoran mereka pada billboard atau banner yang digunakan untuk berpromosi, yaitu “Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima”. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik dan pada akhirnya membuktikan dengan mencoba makan di Restoran D’Cost. Kisaran harga yang
ditetapkan oleh D’Cost adalah mulai dari harga Rp 100,- sampai dengan Rp 52.800,-. Harga Rp 100,- adalah harga teh tawar yang berlaku untuk sekali
pesan dan berlaku untuk isi ulang tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Sedangkan untuk nasi putih, D’Cost menetapkan harga Rp 1.000,- per orang sepuasnya.
Walaupun Restoran D’Cost menawarkan harga yang murah, tetapi bukan berarti mutu yang diberikan rendah. D’Cost selalu berusaha menyediakan masakan dengan mutu yang baik sesuai dengan motto yang dimilikinya. Untuk menjaga bahan-bahan yang dipergunakan selalu segar di setiap cabangnya, D’Cost memiliki dua buah gudang untuk menampung bahan baku dari berbagai macam supplier dari Jakarta dan pelosok Jawa.
Dengan harga makanan yang sangat murah, sulit ditebak berapa keuntungan yang diperoleh restoran D’Cost, namun dengan melihat perkembangannya yang cukup pesat, yaitu sejak tahun 2006 sudah memiliki 32 cabang sudah dapat dipastikan keuntungan yang dihasilkan cukup menjanjikan.
Sejak awal restoran D’Cost memang memiliki prinsip untuk tidak mengambil margin profit yang besar, tetapi dengan minat pengunjung yang sangat tinggi omset besar tetap bisa diraih. Dengan harga murah D’Cost berharap dapat menjadi tempat makan sehari-hari, bukan seperti kebanyakan restoran yang hanya dikunjungi konsumen untuk berakhir pekan saja.
61 5.5 Keunggulan D’Cost
5.5.1 Quick Service
Saat ini Restoran D’Cost memiliki 32 cabang, rata-rata karyawan yang dimiliki adalah 60-80 karyawan di setiap cabangnya dengan pembagian 30-40 pelayan dan 30-40 staf dapur untuk melayani lebih dari 700 pengunjung setiap harinya dan pada hari libur bisa mencapai lebih dari 1.000 pengunjung. Koki yang dimiliki oleh D’Cost merupakan koki yang telah berpengalaman di restoran dan hotel-hotel ternama, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. D’Cost berharap dengan memiliki koki yang handal dalam hal memasak, variasi menu yang dihasilkan dapat lebih menarik bila dibandingkan dengan restoran seafood lainnya.
Di setiap cabangnya D’Cost memiliki satu orang store manager yang bertanggungjawab pada semua kejadian yang ada di setiap cabangnya. Tidak jarang karena situasi restoran yang selalu ramai terutama pada akhir pekan, store manager juga ikut melayani para pengunjungnya. Khusus untuk cabang Kemang, D’Cost memiliki satu orang konsultan, namun bukan berarti hanya cabang Kemang saja yang diprioritaskan. Konsultan ini juga bertanggungjawab pada setiap perkembangan cabang D’Cost lainnya dan Kemang dipilih sebagai tolak ukur dalam menetapkan kebijakan baru untuk seluruh cabang D’Cost.
Dengan menyediakan pelayan yang memadai, D’Cost berharap dapat melayani pelanggannya dengan cepat. D’Cost menjanjikan bahwa walaupun restoran dalam keadaan ramai, hidangan akan datang tidak lebih dari 20 menit untuk pelanggan yang berkelompok dan untuk yang datang perorangan sekitar 10 sampai 15 menit.
5.5.2 Good Service
Semua cabang Restoran D’Cost memiliki lokasi yang strategis dan ruangan yang nyaman dengan tujuan yang sama yaitu untuk menjadi restoran yang melayani semua segmen dengan harga yang murah, tetapi harga yang murah tidak mungkin bisa bertahan untuk menarik konsumen apabila tidak didukung dengan mutu yang baik. Agar semua makanan memiliki mutu yang sama, maka setiap pelayan dan koki D’Cost harus menjalani training dari D’Cost pusat. Untuk
62 para store manager, pemilik Restoran D’Cost selalu melibatkan mereka dalam membuat kebijakan baru dengan cara mengadakan evaluasi dan rapat setiap minggunya (rabuan) dan setiap bulannya dengan dibantu oleh seorang konsultan.
Dalam melayani pelanggannya para pelayan selalu berusaha menghidangkan makanan dengan cepat sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Jika pelanggan yang dilayani lewat dari waktu yang dijanjikan, maka pelayan akan datang ke meja konsumen untuk meminta maaf dan menjanjikan bahwa hidangan akan segera datang.
5.5.3 Teknologi Tinggi
Untuk mendukung kecepatan pelayanannya, D’Cost juga menggunakan teknologi yang cukup canggih bila dibanding pesaingnya agar konsumennya tidak menunggu lama, yaitu dengan menggunakan PDA (Personal Data Assistance) untuk mencatat menu yang diinginkan oleh konsumen. Data pesanan yang masuk ke dalam PDA secara otomatis akan masuk ke dalam tiga buah komputer yang disediakan, yaitu di dapur, kasir dan di tengah ruangan untuk mencegah terjadinya kesalahan pemesanan dan kemungkinan eror dari data yang didapat dari PDA.
5.6 Promosi
Promosi yang digunakan oleh Restoran D’Cost meliputi promosi penjualan dan pemasaran langsung yang didukung oleh promosi dari mulut ke mulut yang sangat efektif karena dilakukan oleh konsumen yang merasa puas terhadap mutu dan harga Restoran D’Cost.
Selain menggunakan bauran promosi dan Word of Mouth ternyata penggunaan PDA (Personal Data Assistance) ikut mendukung promosi Restoran D’Cost dimata pelanggannya. Karena walaupun tujuan utama menggunakan PDA hanya untuk mempercepat pelayanan Restoran D’Cost sehingga pengunjung tidak perlu menunggu lama, penggunaan PDA juga membuat konsumen merasa dilayani dengan lebih cepat yang pada akhirnya mendukung promosi Restoran D’Cost. Promosi yang dilakukan oleh Restoran D’Cost adalah:
1. Promosi penjualan
Saat Restoran D’Cost membuka cabang-cabangnya, Restoran D’Cost selalu melakukan promosi penjualan. Bentuk promosi penjualan yang
63 digunakan adalah dengan mengadakan program “Up to you price” yang biasanya diadakan sebulan penuh pada hari tertentu setiap minggunya.
Program ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mencoba makanan di Restoran D’Cost sepuasnya dan membayar sesukanya dengan menunjukkan kartu kredit silver, gold atau juga platinum yang dikeluarkan oleh Bank manapun dan satu kartu kredit berlaku untuk lima orang.
Up to you price bukan tipuan atau bahasa marketing yang mempergunakan persyaratan, akan tetapi program “Up to you price” benar-benar makan sepuasnya bayar sesukanya berlaku untuk semua makanan dan minuman yang dipesan oleh konsumen. Hal ini sulit dipercaya oleh konsumen sehingga banyak konsumen yang awalnya merasa tidak percaya dan bingung dengan promosi yang dilakukan oleh D’Cost. Tujuan D’Cost melakukan promosi ini adalah bukan untuk langsung meraup keuntungan tetapi untuk menarik perhatian konsumen sehingga konsumen semakin tertarik untuk mencoba makan di Restoran D’Cost. D’Cost berharap dengan melakukan promosi dengan cara tersebut, masyarakat semakin tertarik untuk mencoba makan di D’Cost. Biasanya di setiap cabang yang baru buka, program Up to you price diadakan empat kali dalam sebulan yang harinya tidak ditentukan. Rata-rata konsumen yang datang dalam program ini adalah sekitar 1.500 sampai 2.800 dalam sehari.
2. Pemasaran Langsung
Selain promosi penjualan, promosi yang digunakan Restoran D’Cost adalah dengan menyebarkan brosur-brosur berupa harga menu dan memberitahukan program “Up to you price” dengan menggunakan website Restoran D’Cost yaitu www.dcostseafood.com.
3. Promosi dari mulut ke mulut
Promosi yang dianggap efektif bagi Restoran D’Cost adalah promosi dari mulut ke mulut atau biasanya disebut dengan Word of Mouth. Kebudayaan masyarakat Indonesia yang suka berkumpul menjadi tempat yang sangat baik dalam perkembangan promosi dari mulut ke mulut yang umumnya promosi ini lebih dipercaya oleh masyarakat karena dilakukan oleh konsumen yang merasa terpuaskan atau kerabat dekat yang lebih dipercayai kebenarannya
64 bila dibandingkan dengan iklan di media massa atau media elektronik yang belum tentu kebenarannya. Restoran D’Cost menganggap tidak perlu melakukan promosi lewat media cetak atau elektronik karena Restoran D’Cost menganggap promosi dari mulut ke mulut lebih efektif dan restoran berharap melalui promosi dari mulut ke mulut dapat menjangkau semua segmen yang ada yaitu lapisan atas, menengah dan menengah ke bawah.