• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nabi Muhammad dan Misi Kerasulannya

Sebelum Islam datang, keadaan Kota Mekah penuh dengan budaya jahi l i ah. M asyarakatnya menyembah berhal a, me-rendahkan martabat perempuan, tingginya rasa kesukuan, meng-agung-agungkan nasab/keturunan, memelihara perbudakan, suka berperang, berfoya-foya, berjudi dan perbuatan jahiliah lainnya. Meskipun demikian, tidak semua penduduk Mekah berada dalam kejahiliahan. Di antara mereka ada juga yang suka berbuat baik dan memeluk ajaran Nabi Ibrahim. Ada pula orang yang beragama Yahudi dan Nasrani. Orang-orang yang baik ini sangat merindukan datangnya nabi baru.

Akhirnya, nabi baru yang mereka rindukan itu datang juga. Dialah Nabi Muhammad saw. Kedatangannya mengubah keadaan bangsa Arab khususnya pada saat itu. Hal ini tidak lepas dari suksesnya berbagai misi yang beliau emban. Di antara misi-misi tersebut sebagai berikut.

1. Misi Nabi Muhammad saw. Menyempurnakan

Akhlak Manusia

Diutusnya Nabi Muhammad saw. ke muka bumi membawa mi si yang sangat l uhur dan mul i a. M i si -mi si yang bel i au sampai kan sel uruhnya berdasarkan wahyu Al l ah swt. Seti ap tindakan yang berkaitan dengan umat manusia, Nabi Muhammad senantiasa dibimbing Allah.

Sel ai n mi si mengajak manusi a menyembah Al l ah, Nabi Muhammad juga memiliki misi yang lain. Misalnya, menyem-purnakan akhl ak dan membangun manusi a mul i a serta ber-manfaat.

Ter kai t den gan m i si m en y em pu r n akan ak h l ak , N abi menegaskannya dalam sebuah hadis yang artinya, ”Sesungguhnya

Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad

Nabi Muhammad

dan misi kerasulannya

Meneladani perjuangan

Nabi Muhammad dan

m en j al an kan m i si m en y em pu r n akan ak h l ak i n i den gan member i kan ket el adanan. Ket el adanan Nabi M uh ammad ditunjukkannya dalam kehidupan nyata.

Semasa hidupnya Nabi Muhammad dikenal sebagai seorang yang penyayang, suami yang bertanggung terhadap i stri dan anak-anaknya, serta kawan yang tul us seti a. Sebagai seorang pemi mpi n, bel i au adal ah seorang perw i ra yang gagah dan pemberani, komandan militer yang cakap, administrator yang piawai, hakim yang adil, negarawan yang ulung, dan berke-pribadian luhur.

Ketika seluruh penjuru dunia menderita akibat penindasan t er h ad ap m an u si a d an t i n d ak k esew en an g-w en an gan , Muhammad lahir di bumi Arab sebagai penyelamat kehancuran dan pembimbing ketersesatan manusia. Dalam tempo yang cukup singkat, yakni sekitar 23 tahun, Nabi Muhammad berhasil meng-ubah bangsa Arab. Watak kejam dan jahat bangsa-bangsa Arab berubah menjadi bangsa yang beradab dan bermoral.

Nabi Muhammad juga berhasil mengentaskan masyarakatnya dari kegelapan. Jurang kebobrokan moral dan spiritual berhasil dientaskan menuju cahaya keimanan, moralitas, dan keadilan yang luhur. Beliau telah berhasil menyatukan suku-suku Arab yang sebel umnya senanti asa terl i bat dal am permusuhan dan perang saudara. Kaw an maupun l aw an, musl i m maupun n on m u sl i m sem u an y a m en y u k ai k ep em i m p i n an N abi M uhammad. Keadi l an, kesamaan, dan kejujuran merupakan semboyan perjuangan beliau.

Beliau adalah teman sejati bagi orang-orang miskin, lemah, dan tertindas. Berbeda dengan pendahulu Arab lainnya, Nabi Muhammad adalah orang yang suka membagi suka cita kepada orang lain dan turut berduka cita atas penderitaan orang lain. Beliau tidak pernah menyimpan rasa dendam dan permusuhan kepada orang lain, sekalipun terhadap musuh-musuh Islam yang sangat kejam. Sifat-sifat mulia yang menjadikan Nabi Muhammad sebagai orang yang pal i ng i sti mew a sepanjang sejarah umat manusia, bahkan tidak ada seorang pun semulia dirinya.

Keluhuran Nabi Muhammad, ketulusan hati, keadilan sikap, kepek aan r asa, ket egu h an , dan kesu n ggu h an n y a dal am menjalankan tugas dan misi yang diamanahkan Allah kepada dirinya merupakan pembawaan dan karakter seorang nabi yang khas. Kesederhanaan hidup dan kasih sayang merupakan sifat-sifat yang menyatu dalam pribadinya. Keprihatinan dan pen-deri taan hi dup membuat di ri nya menjadi orang yang sangat berbel as kasi h. Bel i au suka membagi -bagi kan makanan dan menghabiskan waktu senggangnya demi kepentingan orang lain. M em bebaskan , m em per sat u kan , dan m en di di k u m at manusi a atau dengan kata l ai n ” memanusi akan manusi a” merupakan mi si utama perjuangan hi dup Nabi M uhammad. Beliau mencurahkan seluruh hidupnya untuk mewujudkan misi yang besar itu. Beliau berjuang demi umatnya, meninggal demi umatnya, dan kelak dia akan bangkit kembali pada hari akhir juga demi membela nasib umatnya.

Misi-Misi Nabi Muhammad

Misi Nabi Muhammad meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Mengajak umat menyembah Allah yang satu (tauhid).

2. Menyempurnakan akhlak.

3. Menghapuskan perbedaan kasta sosial. 4. Rahmat bagi semesta alam.

5. Pembawa kedamaian, kesejahteraan, dan ke-majuan masyarakat.

2. Misi Nabi Muhammad saw. Sebagai Ra.hmatan

Lil-‘Alam- -in

Misi Nabi Muhammad selanjutnya adalah menjadi rahmat bagi alam semesta. Misi ini merupakan misi yang sangat penting dan menonjol sekaligus membawa akibat yang sangat luas. Nabi sama sekali tidak dapat membenarkan alasan apapun di balik pemisahan manusia tertentu atas manusia lainnya. Nabi meng-hi l angkan jurang pemi sah antara sesama anggota masyarakat yang didasarkan harta kekayaan, jabatan, keturunan, dan warna kul i t. Dal am banyak kesempatan bel i au seri ng menegaskan bahw a sel uruh umat manusi a adal ah sama kedudukannya. Adapun yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling taat kepada Allah dan paling banyak memberi manfaat kepada sesama manusia.

Dengan demi ki an, Nabi M uhammad adal ah orang yang berjasa dalam meletakkan sendi dasar persaudaraan manusia dan perdamaian dunia. Bahwa seluruh manusia, baik kaya, miskin, pejabat, rakyat biasa, kulit putih, hitam adalah bersaudara. Nabi pernah menegaskan dal am hadi s dari A bu Hurai rah dan diriwayatkan oleh Muslim bahwa ”Allah tidak memandang wajah dan keturunan di antara kamu, melainkan Allah mempertimbang-kan hati dan jiwa kamu . . . bahwa yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa.” Maksud utama yang terkandung dal am sabda Nabi tersebut mengarah pada pemben t u kan kesadar an bah w a sel u r u h man u si a adal ah sederajat. Seluruh manusia pada dasarnya adalah satu komunitas dan satu ras keturunan Nabi Adam yang mempunyai kedudukan seimbang.

Secara bertahap dan berangsur-angsur Nabi berusaha menghapuskan sistem perbudakan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem peradaban Arab. Perbudakan ini juga terjadi pada masyarakat Yunani, Romawi, Yahudi, dan juga masyarakat Nasrani, yang umumnya memperlakukan para budak secara tidak manusiawi. Umat Nasrani mengakui perbudakan sebagai institusi yang sah tanpa berusaha meningkatkan status dan kesejahteraan budak.

Sikap mereka berbeda dengan sikap Nabi Muhammad, beliau menetapkan sejumlah peraturan membantu meninggikan status mereka. Nabi menegaskan bahwa tidak ada perhambaan antar-sesama manusi a. Perhambaan yang sebenarnya adal ah per-hambaan makhl uk (manusi a) terhadap Khal i k (Tuhan)-nya. Seringkali Nabi membeli budak kemudian memerdekakannya. Sel ai n i tu, Nabi juga menyuruh umat Isl am memperl akukan mereka secara ramah dan adil.

Sebagian orang berpendapat bahwa Islam bukan agama rahmatan lil-‘alami-n. Anggapan mereka berdasarkan peristiwa yang selama ini terjadi bahwa para pelaku kejahatan sebagian

besar merupakan pemeluk agama Islam. Setujukah kamu dengan pendapat mereka? Diskusikan bersama teman kelompokmu. Selanjutnya, serah-kan hasil diskusimu kepada guru untuk dinilai.

Meneladani Perjuangan Nabi