• Tidak ada hasil yang ditemukan

Munculnya Gerakan-gerakan Islam Pada Masa Reformasi

FRONT UMAT ISLAM KLATEN TAHUN 2002-2007

B. Munculnya Gerakan-gerakan Islam Pada Masa Reformasi

Krisis moneter pada bulan Juli 1997, yang sebelumnya telah melanda beberapa daerah Asia, mulai menyentuh Indonesia. Hal itu terlihat dari turunnya secara drastis nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika menyentuh angka psikologis Rp 6.200,00 setiap Dolarnya, kemudian nilai tukar Rupiah terus melorot. Terjadinya krisis moneter itu sangat berlawanan dengan prediksi-prediksi pemerintah dan beberapa pengamat sebelumnya yang mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat, dan siap memasuki Era Pasar Bebas. Rakyat dikagetkan oleh melambungnya harga-harga bahan makanan pokok yang

23Ibid. halaman 2.

24

melambung tinggi, kemiskinanpun mulai menyertai kehidupan masyarakat Indonesia.

Dari krisis moneter berkembang menjadi krisis ekonomi dan krisis multi dimensi, yang akhirnya menjadi krisis kepercayaan. Terjadi pelarian modal ke luar negeri, dan lahirlah krisis perbankan. Terjadi pula Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dimana-mana. Demonstrasi-demonstrasi terjadi dimana-mana yang disertai dengan anarkisme. Puncaknya terjadi 14 Mei 1998 massa melampiaskan kemarahannya, sehingga terjadi pembakaran-pembakaran dan anarkisme massa yang banyak memakan korban, tidak hanya harta benda saja akan tetapi nyawa manusia juga menjadi korbannya. Akhirnya krisis politik pun tidak dapat dicegah tuntutan dan desakan agar Soeharto mundur menjadi tidak terbendung lagi.

M. Amien Rais salah seorang tokoh reformasi, dalam pertemuannya dengan komisi II DPR 18 Mei 1998 menyatakan, “Hari-hari pemerintah Orde Baru sudah bisa dihitung. Bukan lagi a matter of months (hitungan bulan). Jangan terlambat lagi karena setelah tanggal 20 Mei, saya khawatir the whole political landscape has changed dramatically and completely (seluruh peta perpolitikan berubah sepenuhnya secara dramatis)”.25 Setelah pertemuan Amien Rais dengan komisi II DPR, sore harinya gedung DPR/MPR didatangi ribuan Mahasiswa, suasana di gedung rakyat itu diliputi ketegangan. Mahasiswa menuntut sidang istimewa MPR, dan Presiden Soeharto mundur. Akhirnya pada hari kamis, 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka Presiden Soeharto mengucapkan pidato pengunduran dirinya. Berikut cuplikan pidato Presiden.

25

xxix

“………dengan memperhatikan ketentuan pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan-pandangan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI, terhitung sejak saya membacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998………sesuai dengan pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ir. B.J. Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/mandataris MPR 1998-2003”.26

Mundurnya Presiden Soeharto dan naiknya Wakil Presiden B.J Habibie menjadi Presiden, menandai lahirnya Era reformasi. Euphoria politik menyambut reformasi sangat terasa dengan cepatnya proses pertumbuhan partai politik. Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh bulan (akhir Mei 1998 hingga awal Februari 1999), jumlah partai politik yang berdiri mencapai 181 buah. Artinya dalam masa itu setiap bulan berdiri sekitar 18 partai baru, atau setiap pekan berdiri 4-5 partai baru.27 Disamping itu banyak terjadi demontrasi-demontrasi massa menyampaikan aspirasi mereka secara bebas, dibebaskanya tahanan-tahanan politik masa Orde Baru, berkembangnya kebebasan Pers. Reformasi adalah istilah untuk pembangunan masyarakat yang banyak digunakan di negara-negara Amerika Latin. Dalam bahasa Inggrisnya disebut social reform. Reformasi sosial atau pembangunan masyarakat sebagai upaya untuk peningkatan taraf hidup masyarakat tentunya harus berdasarkan dalil-dalil pembangunan pula.

Euphoria reformasi ternyata tidak hanya membawa kepada hal yang positif saja akan tetapi dampak-dampak negatif mulai terlihat yang mengarah pada tindakan-tindakan pengrusakan seperti yang terjadi saat awal reformasi 1998,

26Ibid, halaman 71.

27

Eef Saefullah Fatah, Zaman Kesempatan : Agenda-agenda Besar Demokratisasi Pasca Orde Baru, ( Bandung : Mizan, 2000 ), halaman 248.

kerusuhan dan pengrusakan terjadi dimana-mana dan juga ketika pasca pemilu 1999 ketika Megawati menang tapi tidak menjadi presiden dalam pemilihan presiden sehingga masa Mega mengamuk. Atasnama kebebasan dan reformasi beberapa kelompok masyarakat menggunakannya untuk hal yang tidak perlu. Sementara itu pada tingkat territorial terjadi semangat disintegrasi atau usaha untuk melepaskan diri dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Setelah lepasnya daerah Timor-timor dan memerdekakan diri dari NKRI Pada 30 Agustus 1999, dalam sebuah referendum yang diadakan PBB, sebagian besar rakyat Timor Timur memilih merdeka dari Indonesia. Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste, pada masa Habibie, maka beberapa daerah lainnya juga ingin melepaskan diri dari NKRI. Daerah itu adalah Aceh dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka), Irian dengan OPM (Organisasi Papua Merdeka), dan Maluku dengan RMS (Rakyat Maluku Selatan) menginginkan hal yang sama untuk memisahkan diri dari NKRI.

Tidak siapnya rakyat dan pemerintahan Indonesia dalam menerima reformasi yang dibarengi dengan krisis, yang mengakibatkan harga-harga bahan pokok melambung tinggi hal itu menyebabkan kemiskinan meningkat tajam tindak kriminalpun secara otomatis juga meningkat karena pengaruh ekonomi. Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia, jika tingkat kriminalitas tinggi secara otomatis yang terkena dampak dari kriminalitas itu adalah masyarakat muslim, oleh karena itu mereka membuat kelompok-kelompok yang membela masyarakat muslim.

xxxi

Reformasi merupakan perubahan atau perombakan sistem nilai dan tatanan lama yang dianggap keliru. Eef Saefullah Fatah mencatat bahwa reformasi kemudian juga menimbulkan beberapa sisi-sisi negatif sebagaimana digambarkan di atas.28 Hal itu terjadi karena system politik Orde Baru tidak sanggup untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul. Akibatnya, pada masa reformasi terdapat banyak permasalahan-permasalahan bawaan Orde Baru. Proses reformasi terjadi secara mendadak sehingga tidak ada kesiapan yang cukup bagi para pelaku politik dan pemerintah untuk membangun saling percaya dan membangun kesiapan untuk kompromi-kompromi politik. Ketidak siapan terhadap kebebasan yang didapatkan secara tiba-tiba ini memunculkan berbagai respon dari masyarakat. Masyarakat seolah mendapatkan kebebasan untuk melakukan segalanya atasnama reformasi. Bahkan untuk tindakan yang maksud dan tujuannya jelas-jelas bertentangan dengan semangat reformasi itu sendiri.

Dalam konteks seperti itulah kemudian bermunculan partai-partai politik baru. Hal itu dimulai dari diangkatnya B.J. Habibie menggantikan Soeharto menjadi Presiden RI pada tanggal 21 Mei 1998 mengumumkan akan melaksanakan pemilu secepatnya sehingga para politikus yang mempunyai aspirasinya sendiri dan ingin mendirikan partai berlomba-lomba untuk mendirikan partai. Bahkan ketika saat peralihan kekuasaan itu pun sudah dimanfaatkan untuk mendirikan partai. Bahkan ada juga partai politik yang didirikan sehari sebelum kejatuhan Soeharto.

28

Reformasi memberikan angin segar bagi partai-partai politik dalam berideologi. Ketika zaman Orde Baru mereka diharuskan menggunakan Pancasila sebagai Ideologi satu-satunya, akan tetapi ketika Orde Baru tumbang dan digantikan dengan reformasi banyak partai-partai politik yang berasaskan lain. Salah satu asas yang digunakan oleh partai-partai ini adalah asas Islam. Disamping itu juga semakin banyak organisasi-organisasi keagamaan atau kemasyarakatan yang lahir dan tumbuh pesat pada masa reformasi 1998. Yang sebelum reformasi partai politik dan organisasi-organisasi masa selalu diawasi dan dikontrol oleh pemerintahan Orde Baru. Bagi umat Islam ini merupakan peluang besar untuk menunjukan aspirasinya, hal ini terbukti dengan runtuhnya Orde Baru dan digantikan reformasi banyak ormas-ormas Islam baik lokal maupun nasional yang lahir dan berkembang semakin besar seperti MTA, HTI, FKAM, FPIS, FPI, MMI, FUI, Laskar Jihad. Selain itu semakin terbukanya peranan umat Islam untuk mengaktualisasikan potensi umat baik dalam bidang ekonomi, seni, budaya, pers dan pendidikan.