• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 NILAI EKONOMI BUDI DAYA IKAN BAUNG

2.2 Hasil dan Pembahasan .1 Nilai Ekonomi Pembenihan

2.2.2 Nilai Ekonomi Pembesaran Ikan Baung di Karamba

Pembesaran ikan baung di dalam kararnba sudah lama dikenal di Indonesia. Cara pembesaran ikan baung di dalam karamba ini timbul karena di daerah tersebut banyak tinggal pedagang-pedagang ikan yang menjual ikan-nya di pasar-pasar terdekat. Ikan yang tidak laku dijual disimpan di dalam keranjang-keranjang kecil dan diletakkan di sungai atau parit-parit dekat rumah mereka. Dari model penyimpanan ikan seperti inilah kemudian mun-cul usaha pembesaran ikan di dalam karamba dengan berbagai bentuk dan cara penempatannya. Di beberapa daerah di Indonesia pembesaran ikan di dalam karamba telah menjadi mata pencaharian dan dapat memberikan peng-hasilan yang cukup besar (Tang, 2003).

Kegiatan pembesaran ikan Baung dilakukan di Karamba yang dilaksanakan dikawasan lahan basah dan menggunakan air dari kawasan tersebut. Beberapa biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pembesaran, seperti:

biaya investasi, biaya penyusutan, biaya tidak tetap, serta pendapatan secara lengkap hasil analisis usaha pembesaran ikan Baung di Karamba, disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Analisis ekonomi RAB budi daya ikan baung (Hemibagrus nemurus) di keramba jaring apung 4-5 bulan di lahan Basah

Jenis Pengeluaran Total Umur

Teknis Penyusutan 1. Keramba

 Kerangka KJA Rp 1.400.000 5 140.000

 Drum Plastik Rp 2.800.000 8 175.000

 Jaring Luar Rp 1.150.000 5 115.000

 Jaring dalam Rp 650.000 5 65.000

 Tali Rp 520.000 5 52.000

 Upah KJA Rp 850.000 5 85.000

2. Ember Rp 100.000 2 25.000

3. Tangguk Rp 60.000 2 15.000

4. Keranjang Rp 200.000 5 20.000

5. Sampan Rp 1.750.000 5 175.000

Total 9.480.000 867.000

Biaya Tidak tetap Nilai (Rp.)

Benih (150/m3) = 13500 ekor 10.800.000

Pakan 72.000.000

Upah Panen 800.000

Tenaga Kerja 5.000.000

Lain-lain 300.000

Total 88.900.000

Biaya Penyusutan + biaya tidak tetap 89.767.000 Produksi ikan 3.600 kg x Rp. 40.000 = 144.000.000, total keuntungan = Rp.

144.000.000– Rp. 89.767.000 = Rp. 54.233.000, Pendapatan perbulan Rp.

54.233.000 : 5 = Rp. 10.486.600.

Berdasarkan Tabel 5, menunjukkan bahwa pembesaran ikan Baung di Karamba mendapatkan keuntungan yang tinggi sebesar Rp. 10.486.600. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan pembesaran di kolam, karena biaya investasi untuk karamba lebih besar dibandingkan dengan di kolam.

Berbagai teknologi diterapkan untuk mempromosikan budi daya ikan Baung di masyarakat yang berada disekitar lahan basah. Salah satu diantaranya yang paling popular adalah penggunaan probiotik. Penggunaan probiotik dalam mempercepat laju pertumbuhan ikan dilaporkan dapat menghasilkan efisiensi pakan berkisar antara 74-93%, seperti yang disajikan pada Tabel 6.

3) Kapur 100.000

4) Pupuk Organik 50.000

5) Probiotik 100.000

6) Obat-obatan 100.000

7) Lain-lain 100.000

Total Biaya variabel 24.450.000

Total Biaya Operasional Nilai (Rp.)

Biaya tetap + Biaya Tidak Tetap 28.412.500

Ikan yang dihasilkan 1.000 kg x Rp. 40.000 = Rp. 40.000.000.- Total keuntungan per panen adalah Total pendapatan – Total biaya operasional;

Rp. 40.000.000 – Rp. 28.412.500 = Rp. 11.587.500.

Berdasarkan Tabel 4, menunjukkan bahwa pembesaran ikan Baung di kolam di lahan basah mendapatkan keuntungan yang tinggi sebesar Rp.

11.587.500. Nilai ini menggambarkan bahwa keuntungan yang tinggi. Namun kegitan pembesaran ikan Baung belum menarik perhatian pembudidaya ikan, karena laju pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan ikan Patin, Nila dan Lele. Penelitian terkait percepatan laju pertumbuhan terus dilakukan, seperti penggunaan pakan buatan yang memiliki protein tinggi, penggunaan probiotik dan penggunaan hormone pertumbuhan.

2.2.2 Nilai Ekonomi Pembesaran Ikan Baung di Karamba

Pembesaran ikan baung di dalam kararnba sudah lama dikenal di Indonesia. Cara pembesaran ikan baung di dalam karamba ini timbul karena di daerah tersebut banyak tinggal pedagang-pedagang ikan yang menjual ikan-nya di pasar-pasar terdekat. Ikan yang tidak laku dijual disimpan di dalam keranjang-keranjang kecil dan diletakkan di sungai atau parit-parit dekat rumah mereka. Dari model penyimpanan ikan seperti inilah kemudian mun-cul usaha pembesaran ikan di dalam karamba dengan berbagai bentuk dan cara penempatannya. Di beberapa daerah di Indonesia pembesaran ikan di dalam karamba telah menjadi mata pencaharian dan dapat memberikan peng-hasilan yang cukup besar (Tang, 2003).

Kegiatan pembesaran ikan Baung dilakukan di Karamba yang dilaksanakan dikawasan lahan basah dan menggunakan air dari kawasan tersebut. Beberapa biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pembesaran, seperti:

biaya investasi, biaya penyusutan, biaya tidak tetap, serta pendapatan secara lengkap hasil analisis usaha pembesaran ikan Baung di Karamba, disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Analisis ekonomi RAB budi daya ikan baung (Hemibagrus nemurus) di keramba jaring apung 4-5 bulan di lahan Basah

Jenis Pengeluaran Total Umur

Teknis Penyusutan 1. Keramba

 Kerangka KJA Rp 1.400.000 5 140.000

 Drum Plastik Rp 2.800.000 8 175.000

 Jaring Luar Rp 1.150.000 5 115.000

 Jaring dalam Rp 650.000 5 65.000

 Tali Rp 520.000 5 52.000

 Upah KJA Rp 850.000 5 85.000

2. Ember Rp 100.000 2 25.000

3. Tangguk Rp 60.000 2 15.000

4. Keranjang Rp 200.000 5 20.000

5. Sampan Rp 1.750.000 5 175.000

Total 9.480.000 867.000

Biaya Tidak tetap Nilai (Rp.)

Benih (150/m3) = 13500 ekor 10.800.000

Pakan 72.000.000

Upah Panen 800.000

Tenaga Kerja 5.000.000

Lain-lain 300.000

Total 88.900.000

Biaya Penyusutan + biaya tidak tetap 89.767.000 Produksi ikan 3.600 kg x Rp. 40.000 = 144.000.000, total keuntungan = Rp.

144.000.000– Rp. 89.767.000 = Rp. 54.233.000, Pendapatan perbulan Rp.

54.233.000 : 5 = Rp. 10.486.600.

Berdasarkan Tabel 5, menunjukkan bahwa pembesaran ikan Baung di Karamba mendapatkan keuntungan yang tinggi sebesar Rp. 10.486.600. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan pembesaran di kolam, karena biaya investasi untuk karamba lebih besar dibandingkan dengan di kolam.

Berbagai teknologi diterapkan untuk mempromosikan budi daya ikan Baung di masyarakat yang berada disekitar lahan basah. Salah satu diantaranya yang paling popular adalah penggunaan probiotik. Penggunaan probiotik dalam mempercepat laju pertumbuhan ikan dilaporkan dapat menghasilkan efisiensi pakan berkisar antara 74-93%, seperti yang disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Analisis efisiensi pakan biaya budi daya ikan Baung dengan teknologi probiotik

No Perlakuan Efisiensi

Pakan

6 dosis probiotik (20 ml/kg

pakan) 74,42±8,22b 10.400 Sitanggang dkk.,

2019

Jika biaya pakan 8.80012.000 untuk menghasilkan ikan Baung 1 kg (harga Rp. 40.000), maka biaya pakan hanya 30%, sementara jenis ikan lain rata-rata biaya pakan mencapai 60%. Jadi efisiensi ekonominya mencapai 50%.

Hasil penelitian pembesaran ikan baung di kolam di Provinsi Jambi, seperti jumlah padat tebar pada masing-masing kolam dengan luas 200-500 m2 sebanyak 3000-7500 ekor/kolam/panen menghasilkan produksi 468-1.065 kg/kolam/panen, rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan pada usaha pembesaran ikan Baung dengan luas kolam 200-500 m2 sebesar Rp 11.767.400/panen sampai Rp 27.171.500/panen dengan total penerimaan yang diterima sebesar Rp 15.912.000/panen sampai Rp 36.210.000/panen dan besar keuntungan yang diterima sebesar Rp 4.144.600 panen sampai Rp 9.038.500/panen. Usaha pembesaran ikan Baung dalam kolam di Desa Sungai Paku layak dengan nilai RCR (Revenue Cost of Ratio) >1, dengan nilai FRR (Financial Rate of Return) >6,02% dan nilai PPC (Payback Period of Capital) yaitu antara 3,44-3,68 per periode atau ± 1 tahun 3 bulan (Yulianti dkk., 2021).

Modal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan baung sekitar Rp. 63,5 juta dan biaya operasional pembesaran ikan dari benih berukuran 3 inci sekitar Rp.

47,6 juta. Dalam satu siklus memerlukan waktu sekitar 8-9 bulan dengan panen ukuran 400-500 gram. Dengan asumsi tingkat kelangsungan hidup 80 persen dan FCR (Food Convertion Ratio) 2 maka pada kolam 1.500 m2 dengan kapasitas prodksi 5.000 ekor benih bisa menghasilkan 400 ekor atau sekitar 1,8 ton. Saat ini harga ikan baung rata-rata sekitar Rp. 40.000 per kg sehingga keuntungan yang bisa didapatkan untuk satu siklus sebesar Rp. 35,9 juta (Echo, 2021).

Pembesaran ikan Baung di kolam, baik di Jambi maupun di provinsi Riau, yang sama-sama dipelihara dilahan basah, menghasilkan keuntungan yang tidak terlalu berbeda, yaitu masing-masing Rp. 4.144.600-Rp. 9.038.500 dan di Riau adalah Rp. 10.486.600.

Pembesaran ikan Baung di Karamba telah dilaporkan Roza dkk. (2014),

tidak ada perbedaan yang signifikan dari padat tebar yang berbeda dalam melakukan budidaya ikan baung pada keramba jaring apung di waduk Sungai paku, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Sehingga direkomendasikan bahwa pemeliharaan ikan baung pada tingkat padat tebar yang tinggi 2500 dengan ukuran KJA 16 m2 masih memungkinkan dengan pakan yang diberikan berupa adlibitum (sekenyang-kenyangnya).

2.3 Penutup

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembenihan, pembesaran di kolam dan di karamba memberikan keuntungan yang cukup tinggi, yaitu masing-masing untuk pembenihan Rp. 12.900.000/bulan. pembesaran di kolam Rp. 11.587.500, pembesaran di Karamba Rp. 10.486.600. Kegiatan budi daya ikan Baung dapat digunakan sebagai upaya pemanfaatan lahan basah yang mampu sebagai mata pencarian alternatif bagi masyarakat sekitar lahan basah.

Daftar Pustaka

Echo, P. 2021. Ikan baung, komoditas ikan lokal dengan nilai ekonomi menjanjikan. https://fpp.umko.ac.id/2021/06/25/ikan-baung-komoditas-ikan-lokal-dengan-nilai-ekonomi-menjanjikan. Diakses pada 23 September 2021 pukul 8.40 WIB.

Fer‟aini, N.A., Tang, U.M., Pamukas, N.A. 2021. The effect of addition of probiotics in the feed with different dosage on the growth and survival rate of baung fish (Hemibagrus nemurus) in aquaponic system. JOM, 8(1): 1-12.

Ismael, F., Tang, U.M., Putra, I., 2018. The effect of stocking density on the growth and survival rate of catfish (Hemibagrus nemurus) With biofloc technology on peat swamp water. JOM, 5(2): 1-15.

Lubis, W. 2018. Analisis nilai tambah ikan baung (Mystus nemurus) dalam peningkatan pendapatan nelayan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tesis Magister Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

Matondang, P.A.S., Tang, U.M., Putra, I. 2019. Growth performance of Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) with different stocking density on boster system. JOM, 6(1): 1-14.

Roza M., Manurung R., Budhi A., Sinwanus., Heltonika, B. 2014. Kajian pemeliharaan ikan baung (Hemibagrus nemurus) dengan padat tebar yang berbeda pada keramba jaring apung di Waduk Sungai Paku, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Acta Aquatica, 1(1): 1-6.

Sepdianadi, R. 2020. Apa sih lahan basah? Yuk kenalan dengan ekosistem yang satu Ini!!, https://fsc.fkt.ugm.ac.id/apa-sih-lahan-basah-yuk-kenalan-dengan-ekosistem-yang-satu-ini, diakses pada 23 September 2021 pukul 9.32 WIB.

Sinaga, P.S.T., Tang, U.M., Mulyadi. 2019. Effect of density on growth And Survival Rate of Baung (Hemibagrus nemurus) in aquaponic systems. JOM, 6(2): 1-14.

Tabel 6. Analisis efisiensi pakan biaya budi daya ikan Baung dengan teknologi probiotik

No Perlakuan Efisiensi

Pakan

6 dosis probiotik (20 ml/kg

pakan) 74,42±8,22b 10.400 Sitanggang dkk.,

2019

Jika biaya pakan 8.80012.000 untuk menghasilkan ikan Baung 1 kg (harga Rp. 40.000), maka biaya pakan hanya 30%, sementara jenis ikan lain rata-rata biaya pakan mencapai 60%. Jadi efisiensi ekonominya mencapai 50%.

Hasil penelitian pembesaran ikan baung di kolam di Provinsi Jambi, seperti jumlah padat tebar pada masing-masing kolam dengan luas 200-500 m2 sebanyak 3000-7500 ekor/kolam/panen menghasilkan produksi 468-1.065 kg/kolam/panen, rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan pada usaha pembesaran ikan Baung dengan luas kolam 200-500 m2 sebesar Rp 11.767.400/panen sampai Rp 27.171.500/panen dengan total penerimaan yang diterima sebesar Rp 15.912.000/panen sampai Rp 36.210.000/panen dan besar keuntungan yang diterima sebesar Rp 4.144.600 panen sampai Rp 9.038.500/panen. Usaha pembesaran ikan Baung dalam kolam di Desa Sungai Paku layak dengan nilai RCR (Revenue Cost of Ratio) >1, dengan nilai FRR (Financial Rate of Return) >6,02% dan nilai PPC (Payback Period of Capital) yaitu antara 3,44-3,68 per periode atau ± 1 tahun 3 bulan (Yulianti dkk., 2021).

Modal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan baung sekitar Rp. 63,5 juta dan biaya operasional pembesaran ikan dari benih berukuran 3 inci sekitar Rp.

47,6 juta. Dalam satu siklus memerlukan waktu sekitar 8-9 bulan dengan panen ukuran 400-500 gram. Dengan asumsi tingkat kelangsungan hidup 80 persen dan FCR (Food Convertion Ratio) 2 maka pada kolam 1.500 m2 dengan kapasitas prodksi 5.000 ekor benih bisa menghasilkan 400 ekor atau sekitar 1,8 ton. Saat ini harga ikan baung rata-rata sekitar Rp. 40.000 per kg sehingga keuntungan yang bisa didapatkan untuk satu siklus sebesar Rp. 35,9 juta (Echo, 2021).

Pembesaran ikan Baung di kolam, baik di Jambi maupun di provinsi Riau, yang sama-sama dipelihara dilahan basah, menghasilkan keuntungan yang tidak terlalu berbeda, yaitu masing-masing Rp. 4.144.600-Rp. 9.038.500 dan di Riau adalah Rp. 10.486.600.

Pembesaran ikan Baung di Karamba telah dilaporkan Roza dkk. (2014),

tidak ada perbedaan yang signifikan dari padat tebar yang berbeda dalam melakukan budidaya ikan baung pada keramba jaring apung di waduk Sungai paku, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Sehingga direkomendasikan bahwa pemeliharaan ikan baung pada tingkat padat tebar yang tinggi 2500 dengan ukuran KJA 16 m2 masih memungkinkan dengan pakan yang diberikan berupa adlibitum (sekenyang-kenyangnya).

2.3 Penutup

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembenihan, pembesaran di kolam dan di karamba memberikan keuntungan yang cukup tinggi, yaitu masing-masing untuk pembenihan Rp. 12.900.000/bulan. pembesaran di kolam Rp. 11.587.500, pembesaran di Karamba Rp. 10.486.600. Kegiatan budi daya ikan Baung dapat digunakan sebagai upaya pemanfaatan lahan basah yang mampu sebagai mata pencarian alternatif bagi masyarakat sekitar lahan basah.

Daftar Pustaka

Echo, P. 2021. Ikan baung, komoditas ikan lokal dengan nilai ekonomi menjanjikan. https://fpp.umko.ac.id/2021/06/25/ikan-baung-komoditas-ikan-lokal-dengan-nilai-ekonomi-menjanjikan. Diakses pada 23 September 2021 pukul 8.40 WIB.

Fer‟aini, N.A., Tang, U.M., Pamukas, N.A. 2021. The effect of addition of probiotics in the feed with different dosage on the growth and survival rate of baung fish (Hemibagrus nemurus) in aquaponic system. JOM, 8(1): 1-12.

Ismael, F., Tang, U.M., Putra, I., 2018. The effect of stocking density on the growth and survival rate of catfish (Hemibagrus nemurus) With biofloc technology on peat swamp water. JOM, 5(2): 1-15.

Lubis, W. 2018. Analisis nilai tambah ikan baung (Mystus nemurus) dalam peningkatan pendapatan nelayan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tesis Magister Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

Matondang, P.A.S., Tang, U.M., Putra, I. 2019. Growth performance of Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) with different stocking density on boster system. JOM, 6(1): 1-14.

Roza M., Manurung R., Budhi A., Sinwanus., Heltonika, B. 2014. Kajian pemeliharaan ikan baung (Hemibagrus nemurus) dengan padat tebar yang berbeda pada keramba jaring apung di Waduk Sungai Paku, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Acta Aquatica, 1(1): 1-6.

Sepdianadi, R. 2020. Apa sih lahan basah? Yuk kenalan dengan ekosistem yang satu Ini!!, https://fsc.fkt.ugm.ac.id/apa-sih-lahan-basah-yuk-kenalan-dengan-ekosistem-yang-satu-ini, diakses pada 23 September 2021 pukul 9.32 WIB.

Sinaga, P.S.T., Tang, U.M., Mulyadi. 2019. Effect of density on growth And Survival Rate of Baung (Hemibagrus nemurus) in aquaponic systems. JOM, 6(2): 1-14.

Sitanggang, R., Tang, U.M., Rusliadi. 2019. The effect of addition probioticon feed towards growth of baung (Hemibagrus nemurus) in the recirculation system. JOM, 6(2): 1-11.

Statistik-kkp.go.id. 2018. Produksi ikan perairan umum darat.

https://statistik.kkp.go.id/home.php?m=prod_ikan_prov&i=2#panel-footer.

diakses pada 24 September 2021 pukul 11.13 WIB

Suhenda, N., Reza S., Estu N. 2010. Pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) dalam keramba jaring apung yang diberi pakan buatan dengan kadar protein berbeda. Jurnal Iktiologi Indonesia, 10(1): 65-Sukendi. 2001. Biologi reproduksi dan pengendaliannya dalam upaya 71.

pembenihan ikan baung (Mystus nemurus CV) dari perairan Sungai Kampar, Riau. Disertasi Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tang, U.M. 2000. Biologi dan ekologi pada awal daur hidup ikan baung (Mystus nemurus CV). Disertasi Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tang, U.M. 2003. Teknologi Budi Daya Ikan Baung. Kaisius, Yogyakarta.

Yudiananda, F., Tang, UM., Mulyadi. 2020. The effect of grotop boster on the growth and survival rate of baung (Hemibagrus nemurus) in the recirculation system. JOM, 7(1): 1-12.

Yulianti, S., Yulinda, E., Amrifo, V. 2021. Analisis usaha pembesaran ikan baung (mystus nemurus) dalam kolam di Desa Sungai Paku Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau, https://media.neliti.com/media/publications/189286-ID-none.pdf, diakses pada 27 September 2021 pukul 10.05 WIB.

BAB 3