• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO PENCAPAIAN QUICK WINS BUKTI PENCAPAIAN 1 Transparansi Peradilan melalui

PROGRAM QUICK WINS MAHKAMAH AGUNG DAN CAPAIANNYA

NO PENCAPAIAN QUICK WINS BUKTI PENCAPAIAN 1 Transparansi Peradilan melalui

Bukti-bukti pencapaian program quick wins dapat dilihat pada tabel berikut:

NO PENCAPAIAN QUICK WINS BUKTI PENCAPAIAN 1 Transparansi Peradilan melalui

publikasi putusan

 Mengembangkan Landasan Keterbukaan informasi. Langkah pertama yang ditempuh Mahkamah Agung untuk mewujudkan

transparansi peradilan adalah dengan mengeluarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor :

144/KMA/SK/VIII/2007

 Pada saat Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung 3 September 2007 di Makassar telah

diluncurkan website

http://www.putusan.net untuk publikasi putusan. Pada saat peluncuran telah diupload 784 putusan

 Untuk memastikan bahwa setiap website pengadilan memuat menu publikasi putusan diterbitkan Buku Standarisasi Menu Website. Selain menu publikasi putusan buku inipun memastikan adanya menu transparansi anggaran pada setiap website yang dibangun.

 Pengadilan pada tahun 2008

 Pada 2009, dilakukan Migrasi Server untuk publikasi putusan ke server MA, sehingga direktori putusan ini menjadi subdomain website mahkamah agung. Sejak

 Fotocopy Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor

144/KMA/SK/VIII/2007 tanggal 28 Agustus 2007

 Foto peluncuran situs putusan Mahkamah Agung

 Situs: http://www.putusan.net

 Fotocopy Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2010 tanggal 29 April 2010 tentang Instruksi Implementasi Keterbukaan Informasi pada Pengadilan

 Buku Standarisasi Menu Website Pengadilan pada tahun 2008

 Situs :

http://putusan.mahkamahagung.go.

id untuk publikasi putusan

 Buku Cetak Biru Mahkamah Agung 2003-2009

 Buku Panduan penyelenggaraan situs web Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama mahkamah Agung RI Tahun 2008

 Fotocopy Surat Nomor.

211/DJA/HK/65/VI/2010 dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI kepada Ketua Mahkamah Syar’iyah

Aceh/Ketua Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia perihal dukungan pimpinan terhadap publikasi putusan perkara

 Fotocopy Keputusan Wakil Ketua

74 periode ini putusan Mahkamah

Agung bisa diakses di :

http://putusan.mahkamahagung.go.

id Pada bulan Agustus 2010 dilakukan upgrade website direktori putusan Mahkamah Agung, sehingga sistemnya bisa menampung tidak hanya putusan Mahkamah Agung tetapi juga putusan pengadilan di semua tingkatan dan semua lingkungan peradilan seluruh Indonesia

 Sampai tahun 2010 telah diupload putusan sebanyak 18,332.

Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Nomor : 01/WKMA-NY/SK/I/2009 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Informasi Pada Mahkamah Agung RI

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010

 Fotocopy Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 1-144/KMA/SK/I/2011 Tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan

 Standart Operasional Procedure (SOP) uploading putusan

2 Pengembangan Teknologi Informasi

 Dalam rangka mendukung penerapan SK KMA No.

144/KMA/SK/VII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan, seluruh pengadilan diharapkan mengembangkan website atau halaman untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.Untuk itu pada tahun anggaran 2009 dialokasikan sejumlah dana pada setiap

pengadilan untuk pengembangan website.

 Dengan pengalokasian itu, pada tahun 2009 : 529 satuan kerja pengadilan telah memiliki situs web. Pada tahun 2010 jumlah tersebut menjadi: 729 satuan kerja pengadilan telah memiliki situs web. Jumlah ini mengDengan perincian:

 372 web pengadilan agama

 305 web pengadilan umum

 30 web pengadilan tata usaha negara

 22 web pengadilan militer

 Teknologi informasi di Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya juga dikembangkan untuk:

 Sistem layanan informasi

 Sistem database peraturan perundang-undangan. Selain dengan sistem ini, juga disiapkan kepingan compact disc yang dapat diinstall ke

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2009 dan 2010

 Website http://mahkamahagung.go.id/

75 dalam komputer pribadi

 Sistem informasi manajemen perkara

 Sistem pengawasan dan pengaduan yang secara umum mengelola:

pencatatan permohonan informasi yang masuk; komunikasi

pengumpulan informasi yang diminta; monitoring proses pengolahan informasi; pengiriman hasil informasi yang dicari oleh pemohon; penerimaan pengajuan keberatan terhadap pelayanan informasi yang tidak sesuai

Pengembangan Teknologi Informasi - lanjutan

 Sistem pelaporan keuangan perkara (dikembangkan berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 09/2008). Sistem ini meliputi:

o Kejelasan alur pengelola laporan keuangan perkara

o Penggunaan sistem SMS dalam pelaporan keuangan perkara.

Penggunaan SMS dimaksudkan untuk mempercepat pengumpulan dan pengolahan informasi

keuangan perkara yang dikelola oleh pengadilan tingkat pertama dan banding. Sebelumnya diperlukan waktu setidaknya 2 (dua) bulan untuk mengumpulkan dan mengolah laporan secara manual dari pengadilan tingkat pertama dan banding seluruh Indonesia. Pelaporan dengan dan langsung diolah secara real time.

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2009 dan 2010

 Website http://mahkamahagung.go.id/

: tampilan aplikasi sistem-sistem yang dimaksud

 Buku manual SIKEP

76

 Sistem manajemen perencanaan dan keuangan. Penggunaan aplikasi komputer untuk manajemen

perencanaan dan keuangan di Mahkamah Agung dilakukan dengan menggunakan rangkaian paket aplikasi yang telah disediakan oleh Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara.

 Sistem manajemen kepegawaian (SIKEP). bertujuan untuk mengintegrasikan data kepegawaian yang ada di lingkungan Mahkamah Agung.

Dengan adanya SIKEP tersebut, diharapkan Mahkamah Agung akan memiliki database terintegrasi tentang Sumber Daya Manusia (SDM), menggantikan aplikasi SDM sektoral yang selama ini ada di masing-masing satuan kerja tertentu

Pengembangan Teknologi Informasi (lanjutan)

 Sistem manajemen penelitian dan pengembangan. Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Balitbangdiklat) Mahkamah Agung antara lain memanfaatan teknologi informasi untuk mendata SDM yang akan dan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan.

 Layanan e-mail. Sejak tahun 2009, Mahkamah Agung juga

mengimplementasikan aplikasi email yang berupaya menjangkau lebih banyak pengguna di lingkungan Mahkamah Agung

 Sistem administrasi persuratan Aplikasi ini akan memberikan

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2009 dan 2010

 Website http://mahkamahagung.go.id/

: tampilan aplikasi sistem-sistem yang dimaksud

 Fotocopy Surat Edaran No. 46 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaporan Penggunaan Dana Bantuan Hukum.

Berdasarkan SEMA ini setiap pengadilan tingkat pertama wajib melaporkan penggunaan dana bantuan hukum melalui sistem sms dan pelaporan berbasis web yang telah disediakan

77 fasilitas kepada pengguna/user untuk

membuat dan mencari kembali surat, baik surat masuk dan surat keluar.

Saat ini Aplikasi ini baru

diimplementasikan di lingkungan satuan kerja Badan Urusan Administrasi (BUA) Mahkamah Agung. Secara bertahap akan diimplementasikan kepada seluruh satuan kerja Mahkamah Agung.

 Sistem informasi perpustakaan.

Setiap user baik masyarakat umum maupun pegawai Mahkamah Agung dapat melihat katalog perpustakaan untuk melihat status referensi kepustakaan yang dicari. Publik dapat mengakses sistem ini pada situs web Mahkamah Agung. Saat ini publik dapat melihat sebatas katalog perpustakaan, kedepannya sistem ini akan dikembangkan bukan hanya katalog tetapi dapat

mengakses dokumen tertentu yang menjadi koleksi perpustakaan yang dibutuhkan publik.

 Sistem SMS gateway. Sistem ini digunakan untuk melakukan pelaporan penerimaan dan

penggunaan biaya perkara, besaran dan penyerapan anggaran prodeo dan sidang keliling. Mulai tahun 2011, SMS Gateway dilengkapi dengan menu Posbakum (Pos Bantuan Hukum)

Pengembangan Teknologi Informasi (lanjutan)

 SIADPA (Sistem Informasi Administrasi Pengadilan Agama).

Salah satu misi Ditjen Badilag sebagaimana termaktub dalam Rencana Strategis Ditjen Badilag 2004-2009 dan 2009-2014 adalah modernisasi administrasi peradilan

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2010

 SIADPA WEB Pengadilan Agama Jakarta Pusat

 Website: http://www.badilag.net

78 agama. Misi ini kemudian

diwujudkan dalam bentuk kegiatan pembuatan aplikasi yang

mengotomatisasi Pola Bindalmin.

SIADPA terdiri dari SIADPA Utama, SIADPA LIPA (Pelaporan), SIADPA KIPA (Keuangan dan Kasir) dan SIADPA REGISTER. Beberapa Pengadilan Agama yang sudah menggunakan SIADPA web ini antara lain Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Pengadilan Agama Jakarta Timur, Pengadilan Agama Kendal, Pengadilan Agama

Purwodadi, dan Pengadilan Agama Semarang.

3 Pengelolaan Penerimaan Bukan Pajak (PNBP). Keputusan pengelolaan biaya perkara ini

tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis. Dalam pasal 1 diatur, biaya perkara yang berasal dari Mahkamah Agung, Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Hak Kepaniteraan lainnya merupakan jenis dari (PNBP). Dalam pasal 2 PP itu.

Dalam pasal 3, diatur mengenai seluruh PNBP yang Berlaku pada Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan yang berada di bawahnya wajib disetor langsung secepatnya ke kas negara. Untuk mengefektifkan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah tersebut, Mahkamah Agung

selanjutnya mengeluarkan Surat Wakil Ketua Mahkamah Agung Nomor 42 Tahun 2008 yang pada intinya mengatur tahapan dan teknis pengelolaan biaya PNBP di Mahkamah Agung dan Badan

 Fotocopy Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2009

 Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 4 Tahun 2008 tentang Pemungutan Biaya Perkara

79 Peradilan dibawahnya

 Mahkamah Agung juga mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 4 Tahun 2008 tentang Pemungutan Biaya Perkara yang mengatur antara lain kewajiban pembayaran biaya perkara melalui Bank dan membatasi pembayaran biaya perkara secara langsung dari pihak-pihak berperkara pada pengadilan serta pengembalian sisa biaya perkara pada para pihak.

4 Kode Etik Hakim/Pengawasan.

 Untuk meningkatkan

profesionalisme, kualitas dan integritas sebagai hakim, termasuk Hakim Agung, melalui SK KMA No. 104AKMA/SK/XII/2006 pada Desember 2006 – ditetapkanlah Pedoman Perilaku Hakim (PPH).

Sepuluh prinsip ditetapkan sebagai pedoman bagi hakim, yaitu adil, jujur, arif dan bijaksana, mandiri, berintegritas tinggi, bertanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, berdisiplin tinggi, rendah hati, dan profesional.

 Penerapan PPH dan Majelis Kehormatan Hakim.

Menindaklanjuti Undang-undang No. 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung, pada tanggal 8 April 2009 ditetapkan Keputusan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial RI Nomor: 047/KMA/SKB/IV/2009 – Nomor : 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Kemudian pada tanggal 8 September 2009 telah ditetapkan Keputusan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung RI

 Fotocopy SK KMA Nomor 104AKMA/SK/XII/2006

 Buku Pedoman Perilaku Hakim

 Fotocopy SK KMA Nomor 215/KMA/SK/ XII/2007 mengenai Pelaksanaan dan Penegakan Perilaku Hakim

 Fotocopy Surat Keputusan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Komisi Yudisial RI Nomor:

047/KMA/SKB/IV/2009 – Nomor : 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim

 Fotocopy Surat Keputusan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI No 129/KMA/SKB/IX/2009 tentang Tata Cara Pembentukan, Tata Kerja dan Tata Cara Pengambilan Keputusan Majelis Kehormatan Hakim

 Fotocopy Nota Kesepahaman

Bersama antara Mahkamah Agung RI dengan Kejaksaan Agung RI No.

095/KMA/SKB/VII/2009 dan KEP-075/A/JA/07/2009 tentang

Pengawasan

80 dan Ketua Komisi Yudisial RI No

129/KMA/SKB/IX/2009 tentang Tata Cara Pembentukan, Tata Kerja dan Tata Cara Pengambilan

Keputusan Majelis Kehormatan Hakim

 Untuk mengatasi berbagai bentuk penyimpangan baik oleh aparat pengadilan maupun aparat kejaksaan dan tercapainya peradilan yang tertib, adil, dan bebas dari korupsi kolusi serta nepotisme, maka dipandang perlu dilakukan

pengawasan secara bersinergi antara Mahkamah Agung dan Kejaksaan.

Dalam upaya mewujudkan jejaring pengawasan tersebut pada tanggal 16 Juli 2009 telah ditandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara Mahkamah Agung RI dengan Kejaksaan Agung RI No.

095/KMA/SKB/VII/2009 dan KEP-075/A/JA/07/2009 tentang

Pengawasan yang pada intinya mengatur koordinasi pengawasan antara Mahkamah Agung RI dan Kejaksaan Agung.

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2010

5 Manajemen SDM, khususnya Analisa Pekerjaan, Evaluasi Pekerjaan dan Sistem Remunerasi (dalam hal ini yang dimaksud adalah tunjangan kinerja)

 Dilaksanakan kegiatan analisa pekerjaan dan evaluasi pekerjaan, dengan hasil: 875 uraian pekerjaan dan 26 peringkat jabatan

 Telah menerima tunjangan kinerja berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2008 tentang Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri di Lingkungan

 Selanjutnya aturan-aturan pelaksanaan penerimaannya dilakukan dengan surat-surat keputusan Ketua dan Sekretaris

 Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2009

 Fotocopy uraian jabatan

 Fotocopy Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2008 tentang Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri di Lingkungan Mahkamah Agung dan badan Peradilan Yang Berada di bawahnya;Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor.

596/SEK/01/VI/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembayaran Remunerasi Mahkamah Agung RI;

 Fotocopy Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor.

099/SEK/01/III/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembayaran Remunerasi Mahkamah Agung RI;

 Fotocopy Surat Sekretaris Mahkamah

81 Mahkamah Agung

 Selanjutnya sambil menunggu pengembangan sistem penilaian kinerja yang kelak akan digunakan untuk dasar pemberian tunjangan kinerja, maka untuk sementara Mahkamah Agung menetapkan disiplin kerja sebagai acuan melalui Keputusan Ketua Mahakamah Republik Indonesia Nomor. 071/KMA/SK/V/2008 tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri Pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di

Bawahnya

Agung Nomor. 315/SEK/ 01/V/2008 tentang Remunerasi/Tunjangan Khusus Kinerja Mahkamah Agung RI;

 Fotocopy Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor.

070/KMA/SK/V/2008 tentang Tunjangan Khusus Kinerja Pegawai Negeri di Lingkungan mahkamah Agung dan Badan-badan Peradilan yang Berada di Bawahnya;

 Fotocopy Keputusan Ketua Mahakamah Republik Indonesia Nomor. 071/KMA/SK/V/2008 tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri Pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di Bawahnya;

 Fotocopy Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor.

596/SEK/01/VI/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembayaran Remunerasi Mahkamah Agung RI;

 Fotocopy Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor.

099/SEK/01/III/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembayaran Remunerasi Mahkamah Agung RI;

 Fotocopy Keputusan Ketua mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor.

069/KMA/SK/V/2009 tentang Perubahan Pertama atas Keputusan Ketua mahkamah Agung RI Nomor:

71/KMA/SK/V/2008 tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja Dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan Pegawai Negeri Pada Mahkamah Agung dan badan Peradilan Yang Berada di Bawahnya;

 Fotocopy Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor.

035/KMA/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia

Nomor.071/KMA/SK/V/2008 tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja

82 Dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan pegawai Negeri Pada mahkamah Agung dan Badan Peradilan Yang Berada di Bawahnya

Tabel 10

Pencapaian dan Bukti Pencapaian Quick Wins

Lampiran bukti dokumen Quick Wins berada dalam kotak Quick Wins

83