• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 96-105)

Kabupaten Pekalongan Tahun 2011 s.d 2015 (%)

C. ASPEK PELAYANAN UMUM

5) Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan diutamakan untuk mendukung peningkatan produksi pengolahan ikan dengan kegiatan-kegiatan seperti penyediaan sarana pengolahan ikan, promosi produk perikanan dan penunjang operasional PUMP P2HP yang tahun ini Kabupaten Pekalongan mendapatkan alokasi untuk 6 Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan dapat dilihat juga pekembangan produksi pengolahan ikan dikabupaten pekalongan dari tahun 2011-2015 mengalai fluktuatif baik jumlah ikan, yang diolah maupun jumlah pemasaran ikan.

Perkembangan Pengolahan Ikan di Kabupaten Pekalongan dapat dilihat pada tabel 2.99.

Tabel 2.99

Perkembangan Produksi Pengolahan Ikan Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No Capaian Satuan 2011 2012 2013 2014 2015

1. Jumlah Ikan yang diolah Ton 5.844 4.010,37 3.079,36 4.064,75 4.167,90 2. Nilai Rupiah Ribu (Rp) - - 64.079.264 81.295.000 83.358.000

3. Jumlah Unit Pengolah Ikan Unit 13 14 15 16 17

4. Jumlah Bakul/Pemasar Ikan Orang 420 786 786 786 726

Sumber : Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Pekalongan, 2016 b. Pariwisata

Salah satu keberhasilan pembangunan pariwisata adalah jumlah kunjungan wisata dan banyaknya perjalanan wisata. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten pekalongan mulai mengembangkan industri pariwisata melalui program dstinasi wisata, meskipun peyediaan akomodasi pariwisata masih memberikan sedikit kontribusi terhadap PDRB yaitu 0,05%. Namun sektor jasa memberikan kontribusi sebesar 2,03% terhadap PDRB. Hal ini menunjukkan sektor industri pariwisata masih bisa bertahan. Secara langsung maupun tidak langsung, sektor pariwisata dapat dianggap sebagi pendorong laju pertumbuhan sektor-sektor lain baik sektor-sektor pertanian maupun perdagangan.

Capaian pelayanan pariwisata di Kabupaten pekalongan ditunjukkan dengan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Obyek Wisata Linggo Asri pada tahun 2015 sebesar 86.715 pengunjung naik dari tahun 2014 sebesar 85.643 pengunjung. Kemudian jumlah wisatawan yang berkunjung di Pantai Depok pada Tahun 2015 sebanyak 21.546 pengunjung. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 2.100 dan 2.101.

Tabel 2.100

Daftar Objek Wisata Kabupaten Pekalongan

No Uraian Jumlah (unit)

Obyek Wisata Alam :

1 OW Linggo Asri – Kajen 1

2 OW Pantai Depok – Siwalan 1

3 OW Pantai Wonokerto - Wonokerto 1

4 Eko Wisata Pegunungan - Petungkriyono 1

5 Curug Muncar - Petungkriyono 1

Obyek Wisata Buatan :

1 Kolam Renang Tirta Alam - Karanganyar 1

2 Kolam Renang Graha Wisata - Karanganyar 1

3 Kolam Renang Kulu Asri - Karanganyar 1

4 Kolam Renang Banyu Biru - Wiradesa 1

Wisata Minat Khusus :

1 Arung Jeram Sungai Lolong 1

2 Arung Jeram Kali Pahingan 1

3 Bumi Perkemahan Linggo Asri 1

Sumber : Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kab.Pekalongan, 2016 Tabel 2.101

Jumlah Kunjungan Wisata

Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No. Uraian (Ha) 2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah Kunjungan Wisata 97,732 101,807 107,279 106,562 106,562

Sumber : Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kab.Pekalongan, 2016

Untuk mendukung kegiatan sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Pekalongan, tersedia sarana industri pariwisata. Pada Tahun 2015 tercatat 1 hotel berbintang 3, 6 hotel melati, 2 buah restoran, 17 rumah makan, 6 biro perjalanan wisata, 2 agen perjalanan wisata da 1 bar. Adapun jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada tahun 2015 sebanyak 19.024 tamu dengan tingkat hunian kamar 60,5% untuk hotel berbintang dan 434,4% untuk hotel non bintang. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 2.102 dan 2.103.

Tabel 2.102

Hotel di Kabupaten Pekalongan

No Uraian Satuan Jumlah

Hotel Bintang Tiga :

1. Marlin Hotel unit 1

Hotel Non Bintang (Yang telah terdaftar)

1. Hotel Bata Merah - Wiradesa unit 1

2. Hotel Dian Candra - Wiradesa unit 1

3. Hotel Sachid Jaya - Tirto unit 1

4. Villa Linggo Indah - Kajen unit 1

5. Villa Nusa Indah - Kajen unit 1

6. Villa Victoria Indah - Kajen unit 1

7. Villa Delvia - Kajen unit 1

Tabel 2.103

Data Klasifikasi Hotel di Kabupaten Pekalongan Tahun 2015

No Klasifikasi Hotel Hotel Tenaga Kerja Kamar Tempat Tidur Kamar Terisi Tamu

Tingkat Hunian Kamar Hotel(%) 1. Hotel Bintang 1 30 11.544 14.888 6.700 11.879 58 2. Hotel non Bintang 6 29 26.725 31.5909 9.169 15.465 34,3 Sumber : Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, 2016

c. Pertanian

Untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, maka dirumuskan sembilan agenda prioritas yang disebut NAWACITA. Dalam rangka mewujudkan kemandirian secara dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dengan jalan peningkatan kedaulatan pangan dan peningkatan katahanan air. Produksi padi diutamakan ditingkatkan dalam rangka peningkatan surplus beras agar kemandirian pangan dapat terjaga. Produksi jagung ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan keberagaman pangan. Produksi daging sapi untuk mengamankan konsumsi daging sapi dan hasil lain dari sapi di tingkat rumah tangga, demikian pula produksi gula untuk memenuhi konsumsi gula rumah tangga. Tersedianya sarana dan prasarana pendukung berupa jalan usahatani dan sarana prasarana irigasi (ketahanan air) sangat diperlukan untuk menunjang produksi dari sektor pertanian secara luas.

Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar, pada tahun 2015 sebesar 52,37 kuintal/ha lebih rendah dari tahun 2014 yaitu sebesar 55,28 kuintal/ha. Untuk Komoditas jagung tahun 2015 sebesar 43,84 kuintal/ha lebih rendah dari pada realisasi tahun 2015 yaitu sebesar 44,38 kuinta/ha. Untuk kedelai tahun 2015 sebesar 10,93 kuintal/ha ada sedikit kenaikan dari tahun 2014 sebesar 10,30 kuintal/ha. Rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cuaca, dimana musim kemarau yang berkepanjangan yang mengakibatkan tanaman kekurangan air sehingga produktivitas tanaman kurang maksimal.

Sedangkan untuk produksi komoditas hortikultura secara keseluruhan mengalami kenaikan dari tahun 2014. Untuk komoditas durian tahun 2015 produksinya sebesar 95.944 kuintal naik dari tahun 2014 sebesar 94.270 kuintal, produksi mangga tahun 2015 sebesar 109.600 kuintal naik dari tahun 2014 yaitu sebesar 107.640 kuintal, produksi pisang tahun 2015 sebesar 200.922 kuintal naik dari tahun 2014 yaitu sebesar 199.626 kuintal, Produksi rambutan tahun 2015 sebesar 53.473 kuintal naik dari tahun 2014 yaitu sebesar 46.152 kuintal. Untuk tanaman Melon pada tahun 2015 tidak berproduksi dikarenakan petani mengalami kesulitan modal, untuk biaya penanaman melon petani membutuhkan modal yang sangat tinggi terutama untuk pengolahan dan perawatan budidaya tanaman Melon. Oleh sebab itu petani hanya menanam apabila ada kegiatan dari pemerintah. Untuk komoditas kentang tahun 2015 sebesar 14.120 kuintal naik dari tahun 2014 yaitu sebesar 11.550 kuintal. Sedangkan untuk komoditas bawang daun produksi pada tahun 2015 yaitu sebesar 1.178 ton lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu sebesar 2.100 ton, hal ini disebabkan juga oleh faktor cuaca dimana musim kemarau yang terlalu panjang

Untuk produksi tanaman perkebunan seperti produksi tanaman kelapa pada tahun 2015 sebesar 16.365.150 butir lebih besar daripada tahun 2014 sebesar 15.295.800 butir. Untuk komoditas tebu tahun 2015 sebesar 1.130.399 kuintal tebu lebih rendah dari tahun 2014 sebesar

1.854.296,25 kuintal dikarenakan mengalami penurunan luas karena tahun 2014 rendemen dan harga gula rendah sehingga banyak petani yang mengalami kerugian, akibatnya ditahun 2015 lahan tebu banyak yang dibongkar alih komoditas. Untuk komoditas cengkeh mengalami kenaikan dari tahun 2014 yaitu sebesar 160,22 ton menjadi 173,11 ton di tahun tahun 2015. Untuk produksi komoditas kopi pada tahun 2015 sebesar 409,43 ton lebih besar bila dibandingkan tahun 2014 sebesar 392,23 ton.

Pada Tahun 2015 populasi ternak cenderung menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2014 seperti kambing, kerbau, domba dan ayam buras, hal ini karena banyaknya ternak yang dijual karena efek mahalnya harga daging dan pengaruh musim kemarau yang panjang sehingga banyak petani ternak banyak yang beristirahat tidak memelihara kambing maupun kerbau.

Disisi lain konsumsi daging, telur, susu dan protein hewani menunjukkan peningkatan tiap tahunnya sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Pada tahun 2015 konsumsi daging tercapai 9.074.858 kg meningkat dibandingkan tahun 2014 sebesar 7.510.948 kg dan naik hampir dua kali lipat dibandingkan pada tahun 2011 yang baru mencapai 4.971.028 kg. Hal ini sebanding dengan kenaikan konsumsi protein hewani masyarakat Kabupaten Pekalongan yang pada tahun 2015 sebesar 6,10 gr/kapita/hari lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2014 sebesar 4,30 gr/kapita/hari, tahun 2013 yang hanya sebesar 3,50 gr/kapita/hari dan tahun 2011 yang baru mencpai 3,29 gr/kapita/hari.

Adapun indikator capaian pelayanan urusan pertanian di Kabupaten Pekalongan dapat dilihat dalam tabel 2.104 di bawah ini.

Tabel 2.104

Indikator Capaian Pelayanan Urusan Pertanian Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN 2011 2012 2013 2014 2015 A. PERTANIAN

1. Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar

a. Padi kuintal/ha 45,28 50,97 51,20 55,28 52,37 b. Jagung kuintal/ha 39,53 43,21 44,24 44,38 43,84 c. Kedelai kuintal/ha 12,03 11,47 11,43 11,58 10,93 2. Produktivitas komoditas hortikultura

a. Durian Kuintal 144.980 118.538 85.683 68.234 95.994 b. Mangga Kuintal 103.035 110.175 99.759 107.640 109.600 c. Pisang Kuintal 210.763 144.832 113.458 199.626 200.922 d. Rambutan Kuintal 79.609 42.156 25.549 46.152 53.473 e. Melon Kuintal 390 330 620 20,02 0 f. Kentang Kuintal 24.712 27.658 10.774 11.550 14.120 g. Bawang Daun Kuintal 85.560 72.082 13.835 2.100 1.178 B. PERKEBUNAN Kelapa Butir 13.618.000 13.722.845 14.937.500 15.295.800 16.365.150 Tebu Kuintal 904.417,00 1.347.931 1.505.438 1.854.296,25 1.130.399 Cengkeh Ton 70,48 109,58 150,40 160,22 173,11 Kopi Ton 194,08 212,95 223,60 392,23 409,43 C. PETERNAKAN

1. Populasi Produksi Komoditas Peternakan Utama

a. Sapi potong Ekor 21.790 22.822 18.585 22.061 22.357 b. Kerbau Ekor 3.675 3.712 2.973 3.085 2.876 c. Kambing Ekor 59.340 59.607 60.333 60.475 50.386 d. Domba Ekor 47.393 47.564 48.185 48.389 31.060

NO INDIKATOR KINERJA SATUAN 2011 2012 2013 2014 2015 e. Ayam Ras Ekor 355.370 357.928 3.701.460 4.959.500 5.423.596 f. Ayam Buras Ekor 1.230.959 1.235.883 805.603 1.258.876 982.729 2. Produksi Peternakan

a. Daging Kg 4.971.028 5.095.304 5.511.916 7.510.948 9.074.858 b. Telur Kg 1.863.351 1.891.302 2.071.987 5.111.911 5.444.314 c. Susu Liter 282.744 289.530 298.799 344.582 356.594 d. Kulit Lembar 38.240 38.661 38.662 38.932 38.943 3. Jumlah Konsumsi Protein Hewani

a. Daging Kg/kapita/th 5,92 6,04 6,32 7,2 7,30 b. Telur Kg/kapita/th 2,22 2,23 2,35 3 3,00 c. Susu Liter/kapita/th 0,34 0,34 0,35 0,4 0,40 d. Protein Hewani gr/kapita/tahun 3.39 3,30 3,50 4,30 6,10

Sumber : DPPK dan DKPP Kabupaten Pekalongan, 2016 d. Kehutanan

Dalam rangka peningkatan dukungan iptek bagi keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam mencakup pelaksanakan konservasi dan pemuliaan serta pembangunan techno park sebagai penyedia pengetahuan terkini sebagai pusat penerapan teknologi, pelatihan dan pemagangan. Pembangunan ekonomi diarahkan untuk peningkatan nilai tambah dan penganekaragaman hasil hutan bukan kayu sebagai pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk indikator kinerja urusan kehutanan dapat kita lihat dari sebaran tingkat kekritisan lahan, dimana dibagi menjadi 4 indikator yaitu sangat kritis, kritis, agak kritis, potensial kristis dan tidak kritis. Untuk lahan sangat kritis pada tahun 2015 adalah 0 ha atau habis.

Untuk lahan kritis target pada tahun 2015 adalah sebesar 539 ha. Untuk lahan agak kritis mencapai 9.009 ha, lahan potensial kritis mencapai 9.786 ha, untuk lahan tidak kritis sebesar 41.884 ha. Data tersebut diatas untuk realisasi masih sama dengan tahun 2014 dikarenakan untuk analisa data lahan kritis dilakukan setiap lima tahun sekali, sehingga data lahan kritis masih sama dengan data realisasi tahun 2014. Sedangkan untuk luas hutan rakyat tahun 2015 sebesar 18.398 ha meningkat tahun 2014 sebesar 18.385 ha.

Pembangunan sektor kehutanan baik dalam upaya penanganan lahan kritis dan pembangunan hutan rakyat dilaksanakan secara sinergi dan terkoordinasi dengan semua pihak yang terkait seperti Perum Perhutani, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Balai Pengelolaan DAS Pemali Jratun.

Adapun sebaran tingkat kekritisan lahan di Kabupaten Pekalongan dapat dilihat tabel 2.105 di bawah ini :

Tabel 2.105

Sebaran Tingkat Kekritisan Lahan Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No. Uraian (Ha) 2011 2012 2013 2014 2015

1 Sebaran Tingkat Kekritisan Lahan

a. Sangat Kritis 448 428 - - - b. Kritis 1.911 1.836 587,9 539 539 c. Agak Kritis 3.719 3.569 9.136 9.009 9.009 d. Potensial Kritis 7.825 7.733 10.001 9.786 9.786 d. Tidak Kritis 47.281 47.608 41.452 41.844 41.844 2 Luas Hutan Rakyat 18.068 8.167,313 18.360 18.385 18.398,84

e. Energi Dan Sumber Daya Mineral;

Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan menitikberatkan pada pengawasan usaha pertambangan dan air tanah, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat atas energi listrik. Pengawasan usaha pertambangan dan air tanah meliputi pemberian rekomendasi dan pengawasan usaha-usaha pertambangan dan pemanfaatan air tanah.

Sampai dengan tahun 2013, dari 56,27 hektar areal penambangan liar yang ada, telah dilaksanakan upaya evaluasi dan pengawasan usaha pertambangan dan air tanah sehingga dapat di tertibkan areal penambangan seluas 46,24 hektar.

Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat atas energi listrik dilaksanakan baik dengan membangun jaringan listrik baru yang terhubung dengan jaringan listrik PLN yang sudah ada maupun dengan pemanfaatan potensi energi lokal seperti energi surya atau mikro hidro yang setelah dilakukan survey mampu untuk mencukupi kebutuhan energi listrik setempat.

Salah satu upaya memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan PLN, telah dilaksanakan Pembangunan Pembangkit Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bantuan Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2015 PLTMH di Kabupaten Pekalongan sebanyak 16 unit yang berada di Kecamatan Doro, Petungkriyono dan Lebakbarang. Disamping itu telah dibangun PLTMH oleh pihak swasata yang ada di Kecamatan Lebakbarang dan Kandangserang. Sementara untuk jumlah PLTS sampai dengan tahun 2015 berjumlah 1.382 unit.

Mengenai pencapaian pelayanan urusan energi dan sumber daya mineral di Kabupaten Pekalongan telah mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari prosentase rumah tangga yang memiliki listrik pada tahun 2015 sebesar 90,57% naik dibandingkan tahun 2011 sebesar 78,10%. Selama kurun 5 tahun terjadi peningkatan sebesar 12,56%.

Sedangkan kondisi keluarga yang menggunakan listrik PLN pada tahun 2015 sebesar 165.186 KK ada kenaikan dibandingkan tahun 2014 sebesar 159.574 KK. Adapun jangkauan pelayanan energi listrik di Kabupaten Pekalongan dapat dijelaskan dalam tabel 2.106 di bawah ini.

Tabel 2.106

Jangkauan Pelayanan Energi Listrik Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No. Uraian 2011 2012 2013 2014 2015

1. Jumlah keluarga yang menggunakan listrik PLN

(KK) 134.174 143.410 152.743 159.574 165.186 a Rumah tangga daya 450 watt (RT) 59.525 61.378 60.505 59.795 59.481 b Rumah tangga daya 900 watt (RT) 61.654 67.298 74.571 82.368 89.830 c Rumah tangga daya 1300 watt (RT) 9.791 10.673 12.222 11.688 10.791 d Rumah tangga daya 2200 watt (RT) 2.897 3.650 4.712 4.901 4.358 e Rumah tangga daya >2200 watt (RT) 307 411 733 822 720 2. Jumlah keluarga yang menggunakan listrik non

PLN (KK)

- - - - -

3. Jumlah keluarga yang belum menggunakan listrik

PLN (KK) - - - - -

4. Daya Listrik terpasang (VA) 155.344.240 173.607.640 189.894.990 201.649.440 212.759.790

No. Uraian 2011 2012 2013 2014 2015 6. Jumlah jaringan /instalasi PLN (unit) 6 6 7 8 9 7. Persentase rumah tangga yang memiliki listik (%) 78,10 82,18 88,25 90,23 90,57

Sumber : DPSDA-ESDM Kabupaten Pekalongan, 2016 f. Perdagangan;

Perdagangan sebagai salah satu kekuatan pendorong pembangunan ekonomi daerah diharapkan dapat berperan dalam pengembangan iklim usaha yang kompetitif. Tujuannya adalah untuk membangun perilaku bisnis yang sehat, meningkatkan kemampuan dan profesionalisme pelaku usaha. Iklim usaha yang sehat akan meningkatkan efisiensi alokasi dan penggunaan sumberdaya ekonomi di dalam negeri, sehingga dunia usaha akan mempunyai daya saing yang tinggi terutama dalam menghadapi pasar global.

Penyelenggaraan urusan perdagangan di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan iklim usaha yang sehat, meningkatkan perlindungan konsumen, menjaga kelancaran peredaran barang kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas pasar tradisional sebagai sarana perekonomian masyarakat.

Adapun capaian pelayanan urusan perdagangan dapat dilihat pada tabel 2.107 berikut :

Tabel 2.107

Indikator Capaian Pelayanan Urusan Perdagangan Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015

1. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Atas Dasar Berlaku (%) 15,57 14,82 14,38 13,70 13,32 2. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Atas Dasar Harga Konstan (%) 15,91 15,41 15,13 14,83 14,70 3. Nilai Ekspor Perdagangan (ribu US$) 28.190 31.290 31.240 34.320 30.165 Sumber : PDRB Kab. Pekalongan 2015

Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Pekalongan menurun di Tahun 2011 sebesar 15,91% menjadi 14,70 % di Tahun 2015. Penurunan ini juga terlihat dari nilai ekspor di Kabupaten Pekalongan, walaupun mengalami peningkatan dari Tahun 2011 sebesar 28.190 ribu US$ menjadi 34.320 ribu US$ di tahun 2014 namun turun menjadi 30.165 ribu US$ di Tahun 2015. Hal ini dikarenakan jumlah perusahan yang melakukan ekspor mengalami penurunan dari semula 8 perusahaan menjadi hanya 7 perusahaan.

Sedangkan jumlah sarana perdagangan sampai dengan Tahun 2015 yang ada di Kabupaten pekalongan belum tersebar di seluruh kecamatan. Dari 19 kecamatan baru ada 4 kecamatan yang memiliki pasar yaitu Kecamatan Lebakbarang, Petungkriyono, Talun dan Siwalan. Selain itu terdapat 0 departement store, 20 unit pusat perbelanjaan/pasar grosir, 10 unit pasar umum, 6 unit pasar hewan, 1 unit pasar buah, 1 unit pasar sepeda, 3 unit pasar ikan, 8 unit pasar desa sehingga jumlah total terdapat 51 unit sarana perdagangan.

g. Perindustrian;

Persentase kontribusi sektor industri terhadap PDRB di Kabupaten Pekalongan menyumbang nilai yang paling besar. Tercatat di Tahun 2013 sebesar 30,88 di Tahun 2014 meningkat sebesar 31,32 di Tahun 2014 dan di tahun 2015 kembali meningkat menjadi 31,38.

Indikator capaian pelayanan urusan peridustrian tahun 2011 -2015 seperti terlihat pada tabel 2.108.

Tabel 2.108

Indikator Capaian Pelayanan Urusan Perindustrian Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No Uraian Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

1 Bidang Industri

a. Jml Usaha Industri (unit) 32.066 32.178 32.230 32.250 32.269

b. Jumlah Tenaga Kerja (org) 180.967 183.602 184.221 184.523 184.456

c. Jumlah Investasi (Rp) 1.008.063.088 1.169.045.722 1.183.092.912 1.197.637.133 1.080.914.043 d. Nilai Produksi (Rp) 4.090.871.407 4.090.871.407 4.611.856.777 5.045.436.594 4.620.017.190

2 Kontribusi sektor perindustrian terhadap

PDRB Atas Dasar Berlaku 29,75 30,43 30,88 31,32 31,38 3

Kontribusi sektor perindustrian terhadap PDRB Atas Dasar Harga Konstan

29,16 30,18 31,46 32,08 32,22 4 Pertumbuhan Industri (%) 0.07 0.35 0.35 0.25 0.06

5 Cakupan Bina Kelompok Pengrajin (%) 63 62.5 62.5 75 76 Sumber : Dinas Perindutrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, 2016

Jumlah usaha Industri tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2011, semula 32.066 unit usaha menjadi 32.269 unit usaha. Tenaga kerja mengalami kenaikan, semula menyerap tenaga kerja sebanyak 180.967 orang di tahun 2011 menjadi 184.456 orang di tahun 2015. Jumlah investasi mengalami kenaikan dari Rp1.008.063.088,00 pada tahun 2011 menjadi Rp1.080.914.043,00 di tahun 2015. Adapun nilai produksi di tahun 2011 mengalami kenaikan dari Rp4.090.871.407,00 menjadi Rp4.620.017.190,00 di Tahun 2015.

Sedangkan Kontribusi sektor perindustrian terhadap PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Pekalongan meningkat di Tahun 2011 sebesar 29,16% menjadi 32,22 % di Tahun 2015.

Adapun Capaian Pelayanan Urusan Perindustrian Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 masing-masing dapat dilihat dalam tabel 2.109.

Tabel 2.109

Banyaknya Perusahaan/Unit Usaha Menurut Kelompok Industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 (unit)

No Uraian (unit) 2011 2012 Tahun 2013 2014 2015

1 Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka

a. Skala Besar 9 10 10 10 9 b. Skala Menengah 4.688 4.737 4.750 4.758 4.803 c. Skala Kecil 7.442 7.477 7.501 7.506 7.503 d. Skala Rmh Tangga 7.983 7.983 7.983 7.983 7.983 2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan

a. Skala Besar - - 0 0 0 b. Skala Menengah 95 102 106 107 108 c. Skala Kecil 1.395 1.415 1.426 1.432 1.409 d. Skala Rmh Tangga 10.454 10.454 10.454 10.454 10.454 Jumlah a. Skala Besar 9 10 10 10 b. Skala Menengah 4.783 4.839 4.856 4.865 4.911 c. Skala Kecil 8.837 8.892 8.927 8.938 8.912 d. Skala rmh 18.437 18.437 18.437 18.437 18.437 Jumlah Total 32.066 32.178 32.230 32.250 32.269

Kemudian mengenai banyaknya tenaga kerja sektor industri menurut kelompok industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 dapat dilihat dalam tabel 2.110.

Tabel 2.110

Banyaknya Tenaga Kerja Sektor Industri Menurut Kelompok Industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 (orang)

No Uraian (orang) Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

1 Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka

a. Skala Besar 11.875 12.225 12.225 12.225 12.075 b. Skala Menengah 90.859 92.697 92.945 93.121 93.286 c. Skala Kecil 41.593 41.900 42.169 42.240 42.307 d. Skala Rmh Tangga 9.898 9.898 9.898 9.898 9.898 2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan a. Skala Besar - - 0 0 0 b. Skala Menengah 880 951 1.002 1.005 1.012 c. Skala Kecil 6.006 6.075 6.126 6.178 6.022 d. Skala Rmh Tangga 19.856 19.856 19.856 19.856 19.856 Jumlah a. Skala Besar 11.875 12.225 12.225 12.225 12.075 b. Skala Menengah 91.739 93.648 93.947 94.126 94.298 c. Skala Kecil 47.599 47.975 48.295 48.418 48.329 d. Skala rmh 29.754 29.754 29.754 29.754 29.754 Jumlah Total 180.967 183.602 184.221 184.523 184.456

Sumber : Dinas Perindutrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, 2016

Berkaitan dengan banyaknya investasi sektor industri menurut kelompok industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 dapat dilihat dalam tabel 2.111.

Tabel 2.111

Banyaknya Investasi Sektor Industri Menurut Kelompok Industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015

No Uraian (Rp) Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

1 Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka

a. Skala Besar 348.544.360 468.448.230 468.448.230 468.448.230 348.544.360 b. Skala Menengah 522.559.605 554.029.277 563.888.567 569.582.468 572.288.567 c. Skala Kecil 89.417.650 93.655.888 96.740.768 97.513.088 97.740.768 d. Skala Rmh Tangga 4.850.450 4.850.450 4.850.450 4.850.450 4.850.450 2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan

a. Skala Besar - - - - - b. Skala Menengah 9.195.142 12.788.615 12.788.615 20.088.615 21.238.615 c. Skala Kecil 16.955.511 18.732.892 19.835.912 20.613.912 19.710.912 d. Skala Rmh Tangga 16.540.371 16.540.371 16.540.371 16.540.371 16.540.371 Jumlah a. Skala Besar 348.544.360 468.448.230 468.448.230 468.448.230 348.544.360 b. Skala Menengah 531.754.747 566.817.892 576.677.182 589.671.083 593.527.182 c. Skala Kecil 106.373.161 112.388.779 116.576.679 118.126.999 117.451.680 d. Skala rmh 21.390.821 21.390.821 21.390.821 21.390.821 21.390.821 1.008.063.088 1.169.045.722 1.183.092.912 1.197.637.133 1.080.914.043

Sumber : Dinas Perindutrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, 2016

Berkaitan dengan Nilai Produksi Sektor Industri Menurut Kelompok Industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 dapat dilihat dalam tabel 2.112.

Tabel 2.112

Nilai Produksi Sektor Industri Menurut Kelompok Industri Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2015 (Rp)

No Uraian (Rp) 2011 2012 Tahun 2013 2014 2015

1 Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka

a. Skala Besar 1.303.538.100 1.303.538.100 1.333.346.100 1.333.346.100 1.333.346.100

b. Skala Menengah 1.899.427.326 1.899.427.326 2.297.090.569 2.323.695.653 2.323.695.653

c. Skala Kecil 612.299.853 612.299.853 688.501.338 696.561.361 696.561.361

d. Skala Rmh Tangga 43.053.380 43.053.380 43.053.380 43.053.380 43.053.380

2 Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan a. Skala Besar b. Skala Menengah 26.763.643 26.763.643 33.486.443 34.393.443 35.006.621 c. Skala Kecil 156.694.158 156.694.158 167.284.000 565.291.710 168.530.949 d. Skala Rmh Tangga 49.094.947 49.094.947 49.094.947 49.094.947 49.094.947 Jumlah a. Skala Besar 1.303.538.100 1.303.538.100 1.333.346.100 1.333.346.100 1.303.538.100 b. Skala Menengah 1.926.190.969 1.926.190.969 2.330.577.012 2.358.089.096 2.358.959.613 c. Skala Kecil 768.994.011 768.994.011 855.785.338 1.261.853.071 865.371.150 d. Skala rmh 92.148.327 92.148.327 92.148.327 92.148.327 92.148.327 4.090.871.407 4.090.871.407 4.611.856.777 5.045.436.594 4.620.017.190 Sumber : Dinas Perindutrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, 2016

h. Transmigrasi

Pembangunan bidang transmigrasi diselenggarakan melalui pengiriman masyarakat calon transmigrans yang ingin meningkatkan taraf hidupnya melalui program transmigrasi ke daerah tujuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Capaian pelayanan urusan ketransmigrasian di Kabupaten Pekalongan dapat dilihat dalam tabel 2.113 di bawah ini :

Tabel 2.113

Indikator Capaian Pelayanan Urusan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2012-2015

No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah transmigran yang diberangkatkan ke lokasi

transmigrasi (KK) 25 4 5 2 5

2 Jumlah calon transmigran (KK) 25 10 30 15 11 Sumber : Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan, 2016

4. Fungsi Penunjang Urusan Pemerintahan

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 96-105)