• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organisasi dan SDM yang Berkinerja Tinggi

AKUNTABILITAS KINERJA

12 KOMUNIKASI PUBLIK YANG EFEKTIF DAN

10. Organisasi dan SDM yang Berkinerja Tinggi

Organisasi yang berkinerja tinggi adalah organisasi yang mampu mewadahi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan. Dengan demikian organisasi beserta proses bisnis di dalamnya akan bersifat dinamis dan fleksibel sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan dinamika

transformasi kelembagaan

Kementerian Keuangan. SDM yang optimal adalah SDM yang memiliki kepemimpinan yang tepat,

mengetahui apa yang akan dilakukan untuk semua informasi yang diterima dan kompetensi yang dibutuhkan untuk keberhasilan organisasi serta melakukan pekerjaan dengan penuh semangat, efektif, efisien dan

produktif, sesuai dengan proses kerja yang benar agar mencapai hasil kerja yang optimal.

Pada kontrak kinerja Direktur Jenderal Anggaran tahun 2021,

sasaran strategis Organisasi dan SDM yang berkinerja tinggi diwujudkan dalam 4 (empat) buah IKU yaitu:

1) Persentase pejabat yang memenuhi standar kompetensi jabatan

2) Indeks integritas organisasi 3) Persentase penyelesaian program

IS RBTK dan Data Analytics 4) Tingkat implementasi Learning

Organization.

Adapun ikhtisar capaian sasaran strategis Organisasi dan SDM yang

BAB III Akuntabilitas Kinerja 111

optimal selama tahun 2021 ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 3. 66 Capaian Sasaran Strategis Organisasi dan SDM yang Optimal Tahun 2021 Kode SS/

IKU Sasaran Strategis/IKU (Bobot) Target Realisasi Indeks

10 Organisasi dan SDM yang optimal 113.70

10a-CP Persentase pejabat yang memenuhi

standar kompetensi jabatan 99.10% 116.00% 117.05 10b-CP Indeks integritas organisasi 95.41 100.62 105.46 10c-CP Persentase penyelesaian program IS

RBTK dan Data Analytics 87.50% 98.25% 112.29 10d-CP Tingkat implementasi Learning

Organization 77 95.14 120.00

10a-CP Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan a. Penjelasan Rincian IKU

Tabel 3. 67 Capaian IKU Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan

K-One DJA

10. Organisasi dan SDM yang Optimal

10a-CP Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan

T/R Q1 Q2 s.d. Q2 Q3 s.d. Q3 Q4 Y-21

Target - - - 99,1% 99,1%

Realisasi - - - 116% 116%

Capaian - - - 117,05 117,05

• Deskripsi IKU

Yang dimaksud dengan persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan adalah Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran yang mempunyai kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Jabatan.

1) SKJ (Standar Kompetensi

Jabatan) adalah daftar nama dan level Kompetensi yang

dipersyaratkan dalam setiap jabatan tertentu sesuai dengan keputusan yang ditetapkan oleh masing-masing Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan/atau Menteri

Keuangan. Dari persentase antara kompetensi yang dimiliki pegawai (melalui hasil Assessment Center) dibandingkan dengan SKJ pada jabatannya, diperoleh nilai JPM.

2) Job Person Match adalah Indeks kesesuaian antara kompetensi pejabat dengan SKJ.

3) Assessment Center adalah suatu metode penilaian berbasis kompetensi yang dilakukan kepada Pegawai dengan menggunakan berbagai teknik evaluasi dan alat ukur, oleh beberapa Penilai Assessment Center terhadap beberapa orang

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

peserta. Hasil Assessment Center menjadi data kepegawaian bagi pegawai yang telah melakukan Assessment Center, yang kemudian akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka mutasi, promosi, pemetaan pegawai, dan program pengembangan pegawai.

Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan merupakan IKU cascading dari Menteri Keuangan. IKU ini menggunakan jenis polarisasi maximize dan perhitungan secara tahunan. Target pada tahun 2021 ditetapkan sebesar 99,1%.

• Formula IKU

IKU Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan dihitung dengan formula sebagai berikut:

Nilai IKU = ((∑Pejabat dengan JPM

≥/∑Pejabat yang mengikuti assessment) x 50%) + ((∑Pejabat yang AC kadaluarsa pada tahun 2020 dan telah mengikut re-AC tahun 2021 ≥/75% Jumlah pejabat yang niali AC kadaluarsa pada tahun 2020) x 50%)

• Penjelasan Realisasi IKU

Pada tahun 2021, capaian IKU ini adalah 116,00% dari target 99,1%

(Indeks capaian 117,05). Adapun rincian Capaian IKU ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3. 68 Capaian IKU Pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan pada Direktorat Jenderal Anggaran tahun 2021

b. Perbandingan Realisasi IKU Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan telah dijadikan IKU pada

beberapa tahun sebelum 2021, data perbandingan antara target IKU, target renstra, dan realisasi IKU ini disajikan dalam tabel berikut:

BAB III Akuntabilitas Kinerja 113

Tabel 3. 69 Perbandingan target dan realisasi IKU Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan 2017 s.d. 2021

IKU Tahun Target

IKU

Target

Renstra Realisasi Capaian IKU

Persentase pejabat yang telah memenuhi standar

kompetensi jabatan

2017 89% 89% 99,02% 111.26

2018 100% 89% 99,53% 99.53

2019 98% 90% 98,22% 100.22

2020 92,48% - 98,19% 106.17

2021 99,1% - 116% 117,05

Grafik 3. 15 Perbandingan target dan realisasi IKU Persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan 2017 s.d. 2021

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat kita lihat bahwa dari tahun 2017 IKU persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan telah dijadikan IKU. Persentase pejabat yang telah memenuhi standar

kompetensi jabatan juga merupakan salah satu indikator di dalam target Rencana Strategis Direktorat Jenderal Anggaran 2015 s.d. 2019. Secara target, IKU ini selalu ditargetkan di atas target rencana strategis. Berdasarkan data capaian, nilai capaian IKU selalu berada di atas target yang ditetapkan kecuali pada tahun 2018 dimana capaian IKU ini sebesar 99,53% dari target 100%. Target IKU setiap tahun

bervariasi karena adanya penyesuaian dari UIC IKU (Sekretariat Jenderal/Biro Sumber Daya Manusia). Beberapa penyebab dari fluktuasi target IKU ini setiap tahun diantaranya adalah adanya penyesuaian target akibat perubahan standar JPM, maupun perubahan metode assessment. Secara umum, capaian IKU ini selalu berada di atas rentang 98%, menandakan bahwa persentase jumlah pejabat yang telah memenuhi JPM pada Direktorat Jenderal Anggaran sudah tinggi.

89%

100%

98%

92.48%

99.10%

89% 89% 90%

99.02%

99.53%

98.22% 98.19%

116%

75%

80%

85%

90%

95%

100%

105%

110%

115%

120%

2017 2018 2019 2020 2021

target IKU Target Renstra Realisasi KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

c. Kendala dan/atau upaya extra effort yang dilakukan dalam rangka

pencapaian target kinerja

Pada tahun 2021, IKU ini termasuk IKU yang challenging dengan target yang ditetapkan sebesar 99,1%, lebih besar dibandingkan target dan capaian tahun 2020.

Adapun hal-hal yang mendukung tercapainya target IKU, antara lain:

1) Adanya kegiatan sosialisasi Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural melalui media daring (Online Assessment Center) kepada seluruh pejabat struktural dan fungsional.

2) Koordinasi yang dengan Biro Sumber Daya Manusia mengenai kegiatan pengembangan pegawai, antara lain kegiatan Online Group Coaching dan One on One

Feedback.

3) Pelaksanaan kegiatan uji jaringan pada H-1 sebelum pelaksanaan Online Assessment Center untuk mempersiapkan peserta dan meminimalisir kendala yang terjadi.

4) Kegiatan program pengembangan individu (Individual Development Plan/IDP) sebagai bekal peserta sebelum melakukan kegiatan Online Assessment Center Beberapa tantangan pencapaian IKU yang dihadapi oleh Direktorat Jenderal Anggaran sepanjang tahun 2021 antara lain:

1) Peningkatan standar JPM dari 78%

ke 80% membuat beberapa

pejabat/ pegawai belum memenuhi standar JPM 80%.

2) Penerapan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural berdasarkan Permenpan-RB Nomor 38 Tahun 2017 (AC 9 Kompetensi) dan Peraturan BKN Nomor 26 tahun 2019 menjadi tantangan baru yang mungkin dapat meningkatkan tingkat kesulitan untuk mencapai JPM bagi pejabat/ pegawai DJA.

3) Pelaksanaan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 391/KMK.01/2020 Tentang Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Manajerial dan

Kompetensi Sosial Kultural Melalui Assessment Center dengan Media Daring, mengakibatkan peserta untuk beradaptasi dan

memerlukan pendampingan apabila terkendala jaringan.

4) Sebagian besar pejabat pengawas (96 pejabat dari 99 peserta AC) mendapatkan nilai JPM 78-100%, sehingga fit pada posisi saat ini (jabatan pengawas), namun belum fit pada jabatan proyeksi (jabatan administrator).

Menghadapi tantangan tersebut, beberapa tindakan telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran, diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Melakukan kegiatan sosialisasi Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural melalui media daring (Online Assessment Center) kepada seluruh pejabat struktural dan fungsional.

BAB III Akuntabilitas Kinerja 115

2) Berkoordinasi dengan Biro Sumber Daya Manusia mengenai peserta kegiatan sosialisasi, Online Group Coaching, dan One on One

Feedback bagi pejabat dengan nilai AC kadaluarsa dan pejabat dengan nilai JPM di bawah 80%.

3) Melakukan kegiatan uji jaringan pada H-1 sebelum pelaksanaan Online Assessment Center untuk mempersiapkan peserta dan meminimalisir kendala yang terjadi.

4) Melakukan kegiatan feedback kepada para pejabat pengawas yang mendapatkan nilai JPM 78-100% dengan adanya program pengembangan individu (Individual Development Plan/IDP) sebelum melakukan re-Assessment Center kembali pada akhir tahun 2021.

d. Rencana ke depan

Persentase pejabat yang telah

memenuhi standar kompetensi jabatan masih akan menjadi IKU pada tahun 2022. Beberapa rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran terkait pencapaian IKU ini pada tahun mendatang diantaranya adalah:

1) Melakukan briefing internal kepada 57 orang pejabat pengawas yang belum melakukan Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural berdasarkan Permenpan-RB No. 38 Tahun 2017 (Online Assessment Center).

2) Mengadakan kegiatan sosialisasi kepada 57 orang pejabat pengawas yang menjadi peserta Assessment

Center dengan mengundang narasumber yakni Pejabat

Fungsional Assessor SDM Aparatur Madya. Kegiatan ini diharapkan sebagai bekal peserta untuk menjalani kegiatan Online Assessment Center nantinya.

3) Mempersiapkan peserta dengan Program Pengembangan Individu (Individual Development Program).

Disamping mempersiapkan

peserta, hal ini juga diyakini dapat menumbuhkan budaya CMC (Coaching, Mentoring, dan Counseling) bersama atasan langsung.

4) Menindaklanjuti capaian nilain JPM pada kegiatan Online Assessment Center dengan sesi feedback, terutama ditujukan bagi pejabat dengan hasil AC di bawah target dalam bentuk coaching dan counseling.

5) Terhadap pejabat yang telah dilakukan pengembangan dan/atau feedback, akan diusulkan untuk dapat kembali mengikuti Re-Assessment Center.

10b-CP Indeks Integritas Organisasi IKU indeks Integritas Organisasi pada tahun 2021 diukur melalui capaian 2 (dua) sub IKU yaitu:

1) Tingkat pemenuhan unit kerja terhadap kriteria ZI-WBK

berdasarkan penilaian KemenPAN-RB dengan bobot 50%; serta

2) Survei persepsi publik dan internal atas integritas Kementerian

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Keuangan berdasarkan penilaian Itjen Kementerian Keuangan dengan bobot 50%.

Ringkasan capaian IKU ini pada tahun 2021 ditujukan pada tabel berikut:

Tabel 3. 70 Capaian IKU Indeks integritas organisasi K-One DJA 10. Organisasi dan SDM yang Optimal

10b-CP Indeks integritas organisasi

T/R Q1 Q2 s.d. Q2 Q3 s.d. Q3 Q4 Y-21

Target - - - 95,41 95,41

Realisasi - - - 100,62 100,62

Capaian - - - 105,46 105,46

Capaian masing-masing Sub IKU akan dijelaskan pada bagian

selanjutnya.

IKU indeks integritas organisasi telah ditetapkan sebagai IKU pada

Direktorat Jenderal Anggaran sejak tahun 2019. Ringkasan capaian IKU ini sejak tahun 2019 dapat disaksikan pada tabel berikut:

Tabel 3. 71 Perbandingan target dan realisasi IKU Indeks Integritas Organisasi tahun 2017 s.d. 2021

IKU Tahun Target

IKU

Target

Renstra Realisasi Capaian IKU

Indeks Integritas Organisasi

2017 - - - -

2018 - - - -

2019 94,34 - 100,98 107,03

2020 95 - 99,15 103,91

2021 95,41 - 100,62 105,46

Grafik 3. 16 Perbandingan target dan realisasi IKU Indeks Integritas Organisasi tahun 2017 s.d. 2021

94.34 95 95.41

100.98

99.15

100.62

90 92 94 96 98 100 102

2019 2020 2021

Target Realisasi

BAB III Akuntabilitas Kinerja 117

Secara target, pada tahun 2020 IKU ini mengalami peningkatan dari semula 94,34 menjadi 95. Namun capaian IKU ini mengalami penurunan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019, dari semula 100,98 menjadi 99,15 pada tahun 2020. Selanjutnya pada tahun

2021 target IKU ini target naik menjadi sebesar 95,41 (disebabkan adanya capaian Sub IKU Indeks integritas yang capaiannya belum sesuai dengan target) dan meraih capaian yang lebih besar dibanding target tahun 2021 dan capaian 2020, yaitu 100,62.

10b1-CP Indeks Persepsi Integritas a. Penjelasan Rincian IKU

Tabel 3. 72 Indeks Persepsi Integritas K-One

DJA

10. Organisasi dan SDM yang Optimal 10b1-CP Indeks Persepsi Integritas

T/R Q1 Q2 s.d. Q2 Q3 s.d. Q3 Q4 Y-21

Target - - - 90,82 90,82

Realisasi - - - 91,41 91,41

Capaian - - - 100,65% 100,65%

• Deskripsi IKU

Indeks persepsi integritas adalah hasil dari penilaian mandiri persepsi integritas yang telah ditetapkan dalam Peraturan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan nomor 142/IJ/2018, yang dikembangkan dari Integrity Assessment yang telah dilaksanakan oleh KPK.

Tim survei untuk penilaian level unit eselon I adalah tim survei

Kementerian Keuangan (Inspektorat Jenderal (Itjen) dhi. Sekretariat Inspektorat dan Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) dan berkoordinasi dengan setiap Unit Kepatuhan Internal eselon I serta disupervisi oleh KPK).

Pengukuran dilakukan atas hasil survei yang dilakukan kepada seluruh pejabat/pegawai dan

sampling pengguna layanan pada seluruh unit sampel yang telah ditentukan, survei dibatasi atas kejadian/peristiwa/persepsi selama tahun berjalan.

Metodologi yang dilakukan untuk penilaian indeks persepsi integritas, baik internal dan eskternal, melalui:

i) Survei; ii) FGD; dan iii) Penilaian Lapangan (interview, observasi, dan reviu dokumen).

Penilaian dilakukan melalui kuesioner survei online melalui aplikasi. Atas hasil survei yang diterima, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk

mengkonfirmasi hasil survei, dan penilaian lapangan berupa wawancara pengguna layanan secara langsung dan pengumpulan dokumen terkait integritas dan

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

kualitas layanan pada unit sampel yang didatangi.

Dari hasil FGD dan penilaian lapangan, dan didukung dokumen informasi terkait pelanggaran integritas dari IBI, dilakukan kalibrasi nilai hasil survei yang dilakukan oleh tim penilai dari Itjen, hasil kalibrasi ini yang menjadi nilai (indeks) persepsi integritas.

Penilaian persepsi integritas dilakukan pada triwulan III s.d triwulan IV tahun berjalan dengan pelaporan capaian paling lambat tanggal 31 Desember tahun berjalan.

Unit yang dilakukan pengukuran adalah unit sampel dari seluruh unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. Penentuan sampel disepakati bersama oleh tim survei dengan Unit Kepatuhan Internal tiap-tiap unit eselon I yang bersangkutan. Dari setiap unit sampel ditentukan responden internal (pegawai yang bekerja di unit sampel dengan status PNS dan/atau non-PNS) dan responden eksternal (pengguna layanan di masing-masing unit sampel seperti masyarakat, K/L lain, atau unit eselon I lain di Kementerian Keuangan).

Hasil penilaian yang digunakan dalam perhitungan IKU merupakan hasil dari pelaksanaan survei yang telah disesuaikan dengan hasil pelaksanaan FGD dan penilaian lapangan.

Penyesuaian dilakukan oleh tim penilai Itjen, dengan metode mengkonversikan informasi kualitatif pada catatan hasil FGD dan penilaian lapangan menjadi informasi kuantitatif. Seluruh kegiatan penilaian persepsi integritas dilakukan oleh Inspektorat Jenderal dengan supervisi oleh KPK.

Pada tahun 2021, sub IKU ini merupakan cascading dari Menteri Keuangan. Polarisasi pengukuran sub IKU ditetapkan maximize dengan periode pengukuran secara tahunan. Target Sub IKU ditetapkan sebesar 90,82.

• Formula IKU

Indeks persepsi integritas pada tahun 2021 dihitung dengan formula sebagai berikut:

Capaian IKU = hasil penilaian indeks persepsi integritas  (50% x nilai internal) + (50% x nilai eksternal)

• Penjelasan Realisasi IKU

Capaian IKU ini pada tahun 2021 adalah 91,41 dari target yang ditetapkan sebesar 90,82 (indeks capaian IKU 100,65). Nilai capaian IKU didapatkan dari hasil penilaian, baik itu penilaian terhadap internal Direktorat Jenderal Anggaran maupun eksternal

(stakeholder/mitra kerja) Direktorat Jenderal Anggaran. Penilaian

dikoordinasikan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

BAB III Akuntabilitas Kinerja 119

b. Perbandingan realisasi IKU Indeks persepsi integritas telah

dijadikan IKU pada Direktorat Jenderal Anggaran sejak tahun 2018. Data

perbandingan yang dapat dijadikan ukuran dengan realisasi yang dicapai oleh DJA pada tahun 2021 ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 3. 73 Perbandingan target dan realisasi IKU Indeks persepsi integritas 2018 s.d.

2021

IKU Tahun Target

IKU Target

Renstra Realisasi Capaian Indeks persepsi

integritas

2018 85 - 88,67

2019 88,67 - 90,82 -

2020 90,82 90,50 87,96 96,85

2021 90,82 90,50 91,41 100,65

Grafik 3. 17 Perbandingan target dan realisasi IKU Indeks persepsi integritas 2018 s.d.

2021

Berdasarkan tabel dan grafik tersebut, dapat dilihat bahwa IKU ini

menggunakan target sesuai dengan realisasi IKU pada tahun sebelumnya.

Sejak tahun 2018, target IKU diketahui selalu mengalami peningkatan. Begitu pula dengan capaiannya, terus

mengalami peningkatan kecuali pada tahun 2020 yang berada sedikit di bawah target yang ditetapkan (dari target 90,82 tercapai 87.96). IKU indeks integritas organisasi juga mulai ditetapkan sebagai salah satu target dalam rencana strategis Direktorat Jenderal Anggaran tahun 2020 s.d.

2024 dengan target pada tahun 2021 sebanyak 90,50. Capaian IKU ini pada tahun 2021 adalah sebesar 91,41 lebih besar dibandingkan dengan target dalam kontrak kinerja maupun rencana strategis.

c. Kendala dan/atau upaya extra effort yang dilakukan dalam rangka

pencapaian target kinerja

Target Survei Penilaian Integritas (SPI) terus meningkat dan penetapan pemilihan unit sampel Direktorat Jenderal Anggaran yang ditentukan Inspektorat Jenderal berpotensi menurunkan hasil Survei Persepsi 85

88.67

90.82 90.82

88.67 88.67

87.96

91.41

90.5 90.5

83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93

2018 2019 2020 2021

Target IKU Capaian IKU Target Renstra KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Integritas Tahun 2021. Atas isu tersebut telah dilakukan koordinasi dengan unit sampel Direktorat Jenderal Anggaran tentang hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pengisian SPI dan hal-hal kebijakan yang telah dilakukan Direktorat

Jenderal Anggaran terkait pengelolaan SDM, sistem anti korupsi, dan

pengelolaan anggaran.

Indeks Persepsi Integritas mengalami penurunan dari indeks tahun

sebelumnya. Berdasarkan informasi

Itjen, nilai indeks penilaian integritas Direktorat Jenderal Anggaran Tahun 2021 terdapat faktor koreksi atau angka pengurang. Faktor koreksi tersebut antara lain operasi tangkap tangan, investigasi, pengkondisian, dan informasi aparat penegak hukum.

Selain itu, terdapat perbedaan cara perhitungan IKU ini antara tahun 2021 dengan tahun sebelumnya, perbedaan tersebut dapat dilhat pada tabel berikut ini:

Tabel 3. 74 Penyempurnaan Metode Perhitungan Sub IKU Indeks Persepsi Integritas

No Jenis

Penyempurnaan 2020-2021 2017-2019

1. Metode Pengambilan Sampel

Proportional Stratified Random Sampling (Probability Sampling)

Purposive Sampling (Non-Probability Sampling) 2. Perangkat Survei Sama dengan kuesioner SPI

KPK tahun 2020

(36 Variabel Internal dan 15 variabel eksternal)

Adaptasi kuesioner SPI KPK tahun 2016

(33 Variabel Internal dan 16 Variabel Eksternal) 3. Periode Penilaian Nov s.d. Okt Jan s.d. Oktober 20xx

4. Pembobotan Komponen Penilaian

Internal: Budaya Organisasi (0,2167); Sistem Anti Korupsi (0,2104); Pengelolaan SDM (0,2666); dan Pengelolaan Anggaran (0,2613).

Eksternal: Transparansi (0,3230); Sistem Anti Korupsi (0,3142); dan Integritas Pegawai (0,3628)

Internal: Budaya

Organisasi (0,24); Sistem Anti Korupsi (0,16);

Pengelolaan SDM (0,18);

dan Pengelolaan Anggaran (0,42).

Eksternal: Budaya Integritas Organisasi (0,35); dan Budaya Integritas Kerja (0,65).

Beberapa upaya/tindakan yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Anggaran dalam rangka pencapaian IKU ini diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Penyusunan draf rencana tindak lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2021

2) Beberapa tinjut atas hasil SPI 2020 yaitu:

a. Perbaikan saluran pengaduan melalui (whatsapp khusus) b. Peningkatan public campaign

melalui surat ke mitra, Lomba Strakom Pendidikan Budaya Anti Korupsi. & kampanye media sosial.

BAB III Akuntabilitas Kinerja 121

c. Pengumuman penjatuhan hukuman disiplin di DSW DJA.

d. Pengaturan internal DJA terkait penugasan Surat Tugas (ST), seluruh pegawai yang menjadi narasumber ke pihak eksternal Kemenkeu baik secara tatap muka dan online harus

mendapatkan persetujuan dan penetapan melalui ST pimpinan unit eselon II

e. updating beberapa layanan unggulan pada dashboard aplikasi SatuDJA & website DJA f. Penataan Ulang Distribusi

Kendaraan Operasional DJA g. Penyampaian Box Pemetaan

Pejabat dan Pegawai DJA 3) Sosialisasi Gratifikasi dan Saluran

Pengaduan DJA kepada Penyedia Jasa DJA (Pihak eksternal DJA) 4) Sosialisasi penyampaian tindak lanjut SPI 2020 dan Mekanisme pelaksanaan SPI 2021 kepada seluruh pegawai DJA pada Agustus 2021.

5) Monitoring Pengisian survey 6) Koordinasi dengan Itjen terkait

pelaksanaan SPI 2021 (tahap Interview dengan Dir. PAPBN) 7) Pelaksanaan lomba STRAKOM

PBAK DJA sebagaiabentuk strategi

edukatif Pendidikan budaya anti korupsi yang ditutup pada 30 November 2021.

d. Rencana Aksi ke depan

Pada tahun 2022, Indeks persepsi integritas masih akan ditetapkan sebagai salah satu IKU pada Direktorat Jenderal Anggaran. Sesuai dengan aturan/arahan dari pengelola kinerja Kementerian Keuangan, target IKU yang ditetapkan pada tahun 2022 adalah nilai tertinggi antara capaian, renstra DJA, atau target pada tahun sebelumnya (dalam hal target belum tercapai pada tahun 2021). Beberapa langkah yang akan dilakukan terkait dengan pencapaian IKU ini antara lain adalah sebagai berikut:

1) Melakukan penyusunan Tindak Lanjut hasil Survei Persepsi Integritas Kementerian Keuangan tahun 2021.

2) Monitoring Tindak Lanjut hasil Survei Persepsi Integritas Tahun 2021.

3) Berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal terkait pengusulan Unit Sampel Survei Persepsi Integritas tahun 2022.

4) Permintaan Longlist Responden Internal dan Eksternal kepada Unit Sampel

10b2-CP Tingkat Pemenuhan Unit Kerja Terhadap Kriteria ZI WBK a. Penjelasan Rincian IKU

Tabel 3. 75 Capaian IKU Tingkat Pemenuhan Unit Kerja Terhadap Kriteria ZI WBK K-One

DJA

10. Organisasi dan SDM yang Optimal

10b2-CP Tingkat Pemenuhan Unit Kerja Terhadap Kriteria ZI WBK

T/R Q1 Q2 s.d. Q2 Q3 s.d. Q3 Q4 Y-21

Target - - - 100 100

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

K-One DJA

10. Organisasi dan SDM yang Optimal

10b2-CP Tingkat Pemenuhan Unit Kerja Terhadap Kriteria ZI WBK

T/R Q1 Q2 s.d. Q2 Q3 s.d. Q3 Q4 Y-21

Realisasi - - - 109,86 109,86

Capaian - - - 109,86 109,86

• Deskripsi IKU

Berbagai program terkait dengan peningkatan kualitas aparatur sipil negara yang digariskan oleh

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel, dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab serta selalu berusaha proaktif. Pelaksanaan program-program tersebut antara lain ditujukan agar keuangan dan kekayaan negara dapat

didayagunakan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Salah satu program penting Kementerian Keuangan dalam melakukan usaha-usaha

pencegahan dan pemberantasan korupsi, yaitu melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBK/WBBM) yang telah

dicanangkan sejak tahun 2012 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 52 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Menteri PAN dan RB Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Program pembangunan unit kerja berpredikat ZI-WBK/WBBM di lingkungan Kementerian Keuangan merupakan upaya untuk

mewujudkan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta selalu bergerak dengan semangat pelayanan publik yang penuh dengan antusiasme.

Pada tahun 2021, Direktorat Jenderal Anggaran mendukung pelaksanaan program tersebut dengan menjadikan Tingkat pemenuhan unit kerja terhadap kriteria ZI WBK sebagai salah satu IKU.

IKU Tingkat pemenuhan unit kerja terhadap kriteria ZI WBK merupakan IKU cascading dari Menteri

Keuangan dengan periode pelaporan tahunan dan polarisasi maximize.

Target yang ditetapkan untuk IKU ini pada tahun 2021 adalah 100.

Adapun unit kerja yang diusulkan untuk mendapat penilaian sebagai

BAB III Akuntabilitas Kinerja 123

unit kerja yang memenuhi kriteria ZI WBK pada tahun 2021 adalah

Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran.

• Formula IKU

Tingkat pemenuhan unit kerja terhadap kriteria ZI WBK dihitung dengan formula sebagai berikut:

Tingkat pemenuhan = (nilai x bobot 40%) + ((jumlah unit targeted terpenuhi/jumlah unit targeted)x bobot 40%) + (jumlah unit terpenuhi/jumlah unit targeted x bobot 15%) + (jumlah lolos nasional/jumlah unit terpenuhi x bobot 5%)

Jumlah unit kerja berpredikat WBK ditentukan berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Kementerian (TPK) dan Tim Penilai Nasional (TPN).

Nilai diperoleh dari kombinasi

Nilai diperoleh dari kombinasi