• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan kegiatan Olimpiade APBN

Belanja Modal

C. KINERJA LAINNYA

1) Pengembangan kegiatan Olimpiade APBN

Olimpiade APBN merupakan kegiatan diseminasi tentang APBN dan penganggaran untuk

mewujudkan komitmen Kementerian Keuangan dalam menyuarakan pentingnya pendidikan tentang APBN dan penganggaran sejak dini. Kegiatan olimpiade APBN ini merupakan event tahunan yang mulai dilaksanakan pada tahun 2018, sehingga Olimpiade APBN 2021 merupakan event keempat diselenggarakannya event yang

melibatkan insan pendidikan di seluruh penjuru nusantara ini.

Sejak pertama kali

diselenggarakan pada tahun 2018, sejumlah pengembangan

terhadap konsep Olimpiade APBN terus dilaksanakan. Hal ini

dilakukan untuk memperluas jangkauan dan partisipasi peserta, sehingga tujuan dari Olimpiade APBN sebagai sarana diseminasi APBN dan penganggaran kepada masyarakat tercapai dengan baik.

Setelah pada tahun 2020 lalu Olimpiade APBN mulai

melebarkan sayapnya untuk menjaring pelajar tingkat perguruan tinggi melalui lomba debatnya dan pelajar tingkat sekolah menengah pertama melalui lomba konten APBN, pada Olimpiade APBN tahun 2021 untuk pertama kalinya pagelaran akbar tersebut menjaring para pengajar tingkat SMA/SMK/MA/sederajat di seluruh penjuru tanah air melalui lomba bahan ajarnya.

Dengan mengusung tema

“Muda Membangun Bangsa”, Olimpiade APBN 2021 diharapkan dapat menjadi wadah bagi para insan Pendidikan di Indonesia untuk mempelajari APBN secara lebih dalam dan menyeluruh, sekaligus mengaplikasikannya pada saat lomba. Sesuai arahan Menteri Keuangan agar kesadaran atas bagaimana #uangkita

direncanakan, dianggarkan,

BAB III Akuntabilitas Kinerja 165

dikelola, dan

dipertanggungjawabkan dapat ditanamkan dari sedini mungkin.

Olimpiade APBN 2021 terbukti menjadi agenda menarik dan diminati oleh target sasaran peserta. Untuk Olimpiade APBN 2021 tingkat SMA, tim yang berhasil mendaftar adalah sebanyak 2.072 tim yang berasal dari 4 regional di seluruh Provinsi di Indonesia, bahkan terdapat 17 tim yang berasal dari sekolah Indonesia di luar negeri, yaitu SMA Indonesia Jeddah, SMA Indonesia Makkah, SMA Indonesia Riyadh, dan SMA Indonesia Kinabalu. Walaupun jumlah tim yang berpartisipasi dalam Olimpiade APBN 2021 level SMA ini mengalami penurunan

dibanding tim yang berpartisipasi dalam Olimpiade APBN 2020 (3.324 tim), namun jumlah peserta pada Olimpiade APBN 2021 tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah

peserta pada pagelaran Olimpiade 2019 di masa sebelum pandemi (1.496 tim). Hal tersebut

menandakan bahwa antusiasme para peserta tetap tinggi di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian karena pandemi.

Setelah melalui beberapa tahap pelaksanaan lomba, tim yang berhasil menjadi juara I, II, III, dan IV adalah Tim SMAN 1 Sleman, Tim MAN Insan Cendekia Batam,

Tim SMAN 1 Pontianak, dan Tim SMKS Sidratul Muntaha Yapis Wamena.

Terkait lomba debat mahasiswa sebagai salah satu rangkaian Olimpiade APBN 2021, pagelarannya telah menginjak tahun kedua, dimana pada pagelaran tahun 2021, peserta yang mendaftar adalah sebanyak 413 tim yang berasal dari 176 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam tahun 2021 meningkat cukup drastis dari tahun 2020 lalu yang menjaring sekitar 126 tim.

Peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan tersebut

merupakan hal yang membanggakan, sekaligus menandakan bahwa ketertarikan dan kepedulian terhadap APBN dan #uangkita semakin

meningkat, khususnya di kalangan pelajar tingkat perguruan tinggi.

Dalam lomba debat 2021, beberapa topik dan tema yang dilombakan mencakup kebijakan-kebijakan pemerintah, yaitu antara lain kebijakan defisit APBN di masa pandemi, anggaran pendidikan, program bantuan Pemerintah di masa pandemi, angka kemiskinan, climate

change, insentif pajak, dan subsidi energi. Adapun tiga tim yang berhasil melaju ke babak final dan menjadi juara adalah, tim dari

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PKN STAN, tim dari Universitas Indonesia, dan tim dari

Universitas Gadjah Mada.

Pada kesempatan yang sama pula diselenggarakan lomba konten APBN untuk pelajar tingkat SMP/MTs sederajat, dimana merupakan pelaksanaan tahun kedua, dan juga lomba bahan ajar bagi pengajar tingkat SMA/SMK/MA/sederajat yang merupakan tahun pertama

penyelenggaraannya. Terkait video konten APBN untuk pelajar

tingkat SMP/MTs/sederajat, pada tahun 2021 berhasil menjaring sekitar 50 pendaftar dari berbagai sekolah di Indonesia, dan bahkan terdapat pula pendaftar yang berasal dari sekolah Indonesia di luar negeri. Adapun video yang dilombakan adalah video pendek yang bertemakan APBN, yang diunggah menggunakan platform YouTube dan Tik-Tok. Setelah melalui babak penilaian oleh para juri, yang berhasil menjadi

pemenang lomba konten APBN 2021 adalah tim dari MTs Negeri 3 Paser Kalimantan Timur, tim dari SMP Sekolah Karakter Jawa Barat, tim dari MTs Negeri 5

Gunungkidul Yogyakarta, tim MTs Negeri 1 Malang Jawa Timur, tim SMP Labschool Kebayoran

Jakarta, tim SMPI Sinar Cendekia, tim MTs Negeri 2 Sidoarjo Jawa Timur, tim MTs Negeri 2

Banjarmasin, dan tim SMP Negeri 12 Kota Tangerang.

Terkait lomba bahan ajar APBN untuk pengajar tingkat

SMA/SMK/MA/sederajat, pada penyelenggaraan di tahun pertamanya, berhasil menjaring 75 pengajar dari sekolah-sekolah di penjuru tanah air. Pagelaran lomba bahan ajar APBN ini merupakan hasil kerjasama dengan Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan BPPK. Adapun beberapa tema yang diangkat dalam lomba tersebut antara lain mencakup keuangan negara, kebijakan fiskal di masa pandemi, infrastruktur pendidikan, dan APBN secara umum. Sepuluh pengajar yang berhak untuk menjadi pemenang berdasarkan hasil penilaian video oleh juri adalah pengajar dari SMA Negeri 3 Pangkep Sulawesi Selatan,

pengajar dari SMA Negeri 1 Bunguran Timur Kepri, pengajar dari SMKN 2 Kediri Jawa Timur, pengajar dari SMAN 1 Jakenan, pengajar dari SMAN 19 Batam Kepri, pengajar dari SMA Swasta Annizam Medan Sumatera Utara, pengajar dari SMAN 4 Maluku Tengah, pengajar dari SMAN 1 Singaraja Bali, pengajar dari SMKN 1 Peusangan Aceh, dan SMAN 1 Surakarta Jawa Tengah. Sebagai bentuk apresiasi, kesepuluh pemenang tersebut mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan

BAB III Akuntabilitas Kinerja 167

bertatap muka secara langsung dengan Menteri Keuangan di Jakarta, pada bulan November 2021 lalu.

2) Implementasi Seruput DJA untuk